
Selesai dari acara kantor suaminya, Syera ikut dengan Mommy mertuanya. Dan Syera tidak tahu mau di bawa kemana tapi yang dia tahu kalau mereka tidak langsung pulang ke rumah.
Syera hanya diam saja sampai akhirnya mereka berhenti di depan sebuah panti asuhan.
" Ayo sayang kita turun." Ajak Mommy.
Syera pun turun dan mengikuti Mommy mertuanya turun dan masuk ke dalam panti asuhan.
" Assalamualaikum."
" walaikum salam Bu Khayra selamat datang." Seorang wanita muda menyambut kami.
" Terima kasih Tika, Bu Yuni ada Tika." Tanya Mommy ke wanita itu yang ternyata bernama Tika.
" Ibu ada di ruangannya Bu Khayra, Mari saya antar." Ucap Tika.
" Oh iya tik sebelumnya perkenalkan ini menantu saya Syera istrinya Rayyan." Ucap Mommy memperkenalkan menantunya.
" Oh mas Rayyan sudah nikah toh kapan? Kok kami tidak tahu." tanya Tika.
" Hari Minggu kemarin baru akad nikah saja soalnya Syera juga masih sekolah. Oh iya kalian kan seumuran kamu baru naik kelas tiga kan tik "
" Iya Bu."
" Pas Syera juga sama mungkin kalian bisa berteman nantinya."
" Dengan senang hati Bu, hai Syera salam kenal." ucap Tika mengulurkan tangannya.
" Salam kenal juga Tika." ujar Syera menyambut jabatan tangan Tika.
" Nanti lanjut lagi kalau mau ngobrol sekarang kita ke ruangan Bu Yuni dulu." Akhirnya Tika pun mengantar Mommy dan Syera ke ruangan Bu Yuni.
" Assalamualaikum Bu ada Bu Khayra." ucap Tika begitu masuk keruangan Bu Yuni.
" Assalamualaikum Bu Yuni." Sapa Khayra yang langsung mencium tangan Bu Yuni.
Walaupun Khayra menantu dari keluarga al-Fatir dan juga sebagai donatur terbesar di panti asuhan tersebut. Tapi Khayra tak pernah melupakan adab untuk menghormati orang yang lebih tua.
" Walaikum salam, Ayo duduk." Ucap Bu Yuni.
" Eh ini siapa?" Tanya Bu Yuni saat Syera mencium tangan Bu Yuni.
" Syera Bu." ucap Syera.
" Ini mantu Kai yang baru Bu istrinya Rayyan."
" Eh... istrinya Rayyan! kapan nikahnya?." tanya Bu Yuni kaget.
" Hari Minggu kemarin Bu baru akad aja, soalnya Syera masih sekolah." ucap Khayra.
" Bu Khayra dan Syera silahkan di minum." ucap Tika yang datang membawa minuman dan juga pisang goreng.
" Makasih tik pakai repot-repot segala."
" Nggak repot kok Bu, Oh iya Syera mau ikut nggak sama aku main sama adik-adik yang ada di sini." ajak Tika.
Syera tak menjawab dia memilih menatap Mommy mertuanya meminta jawaban.
" Pergilah sama Tika." setelah mendapat izin Syera pun bangun dari duduknya dan pergi mengikuti Tika.
" Kenapa mendadak mbak Kai. dan nggak ngasih tahu." Tanya Bu Yuni.
" Astaghfirullahaladzim kasihan sekali nasib Syera, tapi saya salut sama Rayyan yang bisa mengambil keputusan itu. Kalau Rayyan tak membuat keputusan menikahi Syera. Ibu gak bisa membayangkan betapa hancurnya Syera dan juga kakek neneknya." Ucap Bu Yuni yang ikut sedih mendengar cerita tentang Syera.
" Saya juga nggak menyangka kalau Rayyan berani mengambil keputusan yang sangat berat menyangkut masa depannya. Kami juga sempat khawatir akan rumah tangga mereka. Tapi kekhawatiran kami salah, Rayyan cukup menerima Syera begitu juga Syera. Kami hanya bisa mendoakan rumah tangga mereka akan sakinah, mawadah, warahmah hingga maut memisahkan." Ujar Khayra.
" Amin, " Bu Yuni pun mengamini.
" Oh iya Bu nanti sore ada yang datang membawa nasi dan juga bingkisan untuk anak-anak panti dari Rayyan dalam rangka syukur pernikahan mereka." ucap Khayra.
" Terima kasih mbak Kai."
" Sama-sama Bu."
Habis Dzuhur Mommy dan Syera pun pamit pulang. Mereka pun masuk ke dalam mobil dan mobil pun meninggalkan panti asuhan.
" Syera kamu tahu panti asuhan tadi adalah tempat pertama kalinya Mommy bertemu dengan Bagas dan ketiga saudara kandungnya. Kamu belum kenal ya." tanya Mommy.
" Belum Mom."
" Nanti Mommy kenalin, Ada Jihan kakaknya Bagas, Ada Aji dan Luna. Mommy bertemu dengan mereka di panti asuhan tersebut lalu Mommy mengangkat mereka." Mommy pun menceritakan semuanya tentang Bagas dan keluarganya. Dan Mommy juga cerita tentang saudara -saudaranya Oma dan opa yang tinggal di berapa negara.
*****
" Tadi jadi ke panti." Tanya Rayyan yang ikut naik ke ranjang lalu masuk kedalam selimut dan memeluk Syera.
" Jadi tadi di sana bertemu adik-adik lucu."
" Oma, Mommy, dan Tante Gita hampir setiap bulan datang ke panti asuhan. Terkadang kami juga ikut ke sana bermain dengan anak-anak panti." Ucap Rayyan.
" Tadi Mommy juga bercerita kalau setiap tahunnya keluarga besar Oma pasti akan mengadakan kumpul keluarga. Dan biasanya bergilir katanya tahun ini di rumah siapa aku lupa tadi Mommy sudah kasih tahu yang jelas di Jepang ya." Tanya Syera.
" Oh iya aku sampai lupa, Kamu punya paspor nggak." tanya Rayyan.
" Nggak punya lagi pula kalau mau bikin buat apa pergi keluar negeri aja nggak." jawab Syera.
" Besok aku akan minta Faisal untuk urus paspor kamu soalnya akhir tahu kita akan kumpul di Jepang di rumah opa Jimi dan Tante hamami." ucap Rayyan.
" Nanti kita di Jepang tinggal di mana?." Tanya Syera.
" Di rumah opa dan Oma yang ada di sana." jawab Rayyan.
" Wah hebat Oma dan opa punya rumah di sana."
" Oma kan dulu tinggal di Jepang sebelum menikah dengan opa. Saat aku bayi Mommy dan Deddy juga pindah ke Jepang. Mommy menyelesaikan kuliahnya di sana, Zafira dan Zafran itu lahir di Jepang. Bahkan mas Sakti dan kak Dania diangkat anak sama Mommy dan Deddy pas mereka tinggal di Jepang." Ucap Rayyan.
" Katanya Jepang itu keren ya bang."
" Indonesia juga keren tinggal bagaimana kita melihatnya saja." Ucap Rayyan.
" Aku tuh suka lihat di internet pingin ke Disneyland." Ucap Syera.
" Nanti aku ajakin kamu ke sana."
" Beneran!."
Rayyan mengangguk
" Sekarang kita tidur ya." Ucap Rayyan yang mengajak Syera untuk tidur.