
Rayyan memasukkan koper dan berapa barang yang akan di bawa oleh istrinya ke pesantren. Setelah semua sudah masuk ke dalam mobil, Rayyan pun kembali ke kamarnya.
" Sudah dek." Tanya Rayyan.
" Sudah bang."
" Boleh Abang peluk dulu buat obat Abang seminggu ke depan." pinta Rayyan yang akan LDR an sama istrinya.
Syera pun mengangguk dia pun berat berpisah dengan suaminya itu. Dua Minggu bersama membuat Syera sudah terbiasa kehadiran suaminya itu.
Rayyan pun langsung memeluk erat istrinya dan menciumi puncak kepala Syera.
" Ingat di sana belajar yang benar, jangan lupa makan, Abang juga udah bawain vitamin jangan lupa di minum, Jaga hati ingat sekarang kamu itu udah punya Abang." pesan Rayyan.
" Iya bang, Syera pasti bakal kangen Abang!." ucap Syera sedih.
" Setiap Jumat Abang pulang kerja Abang bakal jemput kamu buat nginap di sini. Dan Abang juga sudah minta izin ke kakek untuk kamu bawa ponsel. Nanti setiap malam Abang akan telpon kamu."
Rayyan rasanya amat berat melepas pelukan gadis yang dia nikahi dadakan. Gadis yang dia tahu sebagai cucu dari ustad dan ustadzah yang sudah lama mengajar di pesantren. Dari zaman sebelum Mommy nya pindah ke pesantren.
Rayyan tak mengenal hanya cukup tahu tapi kini menjadi belahan hidupnya. Terkadang dia juga tak mengerti mengapa saat itu dia langsung memutuskan untuk menggantikan mempelai laki-laki. Padahal Syera jauh dari istri impiannya lagi-lagi hanya Allah SWT yang tahu masa depan kita.
Yang saat ini Rayyan pinta adalah semoga Syera adalah cinta pertama dan terakhirnya.
Tok...tok...
" Syera... Rayyan...kalian mau berangkat jam berapa? Nanti keburu malam loh! kasihan Syera besok sudah harus sekolah." Teriakan Mommy dari luar kamar mereka.
Suara ketukkan pintu dan teriakan menyudahi acara pelukan sepasang kekasih halal itu.
" Sudah yuk..." Ajak Rayyan menggandeng Syera keluar kamar Tapi ternyata Mommy nya sudah tidak ada.
Mereka berdua pun turun ke lantai bawah dan sudah berkumpul kedua orang tuanya dan juga Oma dan opa nya.
Syera pun pamitan sama semua orang yang ada di sana. Setelah itu mereka pun menuju ke mobil.
Sepanjang perjalanan tangan kiri Rayyan terus saja menggenggam tangan Syera.
Mereka pun sampai di pesantren setelah menempuh satu jam perjalanan. Karena harus mampir untuk shalat dan makan malam terlebih dahulu.
Rayyan memarkirkan mobilnya di depan rumah kakeknya.
" Masih ramai juga ya." Ucap Rayyan sebelum keluar dari mobil.
Suasana pesantren masih ramai karena masih banyak orang tua yang mengantarkan anaknya.
Rayyan pun keluar dari mobil dan di ikuti oleh Syera. Dan ternyata mereka berdua langsung menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana.
Tapi Rayyan tak peduli dia mengeluarkan koper dan tas milik istrinya. Tak lupa Rayyan juga meminta Syera untuk membawa barang titipan Mommy nya untuk orang tuanya, juga untuk anak dan cucunya.
" Uncle Rayyan." Suara Shanum yang kencang membuat semua orang melihat ke arah Shanum.
Shanum yang melihat uncle nya datang langsung berlari di ikuti sang kakak yang memang akan pulang ke rumah dari masjid di pesantren.
Rayyan yang melihat keponakan perempuan satu-satunya pun langsung merentangkan tangannya. Shanum pun langsung masuk ke dalam pelukan unclenya itu.
" Sha kangen uncle."
" Baru juga kemarin ketemu dek Sha lebay." sahut Sakha." Uncle baru datang." Tanya Sakha yang mencium tangan Rayyan dan juga Syera.
Shanum melepas pelukan unclenya mencium tangan uncle dan aunty Syera.
" Yuk kita masuk ke dalam." Ajak Rayyan masuk ke rumah kakek dan neneknya.
Interaksi ke empatnya menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana. Santri dan santriwati yang lama kebetulan berada di sana. Mereka selalu senang melihat keharmonisan keluarga Ndalem.
Melihat keberadaan Syera Di sana banyak santriwati yang iri dengan Syera bisa mendapatkan prince nya keluarga Ndalem. Karena bagi mereka semua cucu kyai tampan tapi ketampanan Rayyan di atas rata-rata. Tapi untungnya Syera tipe anak yang mudah bergaul jadi tak ada yang iri sampai berlebih.
Lain dengan santri dan santriwati yang lama sudah mengenal keluarga Ndalem. Tapi Santri dan santriwati yang baru berserta keluarga yang mengantar penasaran dengan ke empat orang tersebut.
" Mereka siapa?." Tanya seorang ibu-ibu Ke santriwati senior.
" Iya kok masuk ke rumah itu " Tanya ibu yang lainnya.
" Iya mana ganteng banget lagi." ucap seorang santri yang baru masuk ke pesantren.
" Iya ganteng banget ya, Andai bisa kenalan " Timpal seorang santriwati baru lainnya.
" Oh itu Gus Rayyan al-Fatir cucu pak kyai." Ucap santriwati senior yang sengaja menyebut nama belakang keluarga yang sangat terkenal dengan kekayaannya.
" Ah...Itu anaknya Gibran al-Fatir." tanya ibu itu yang kaget setelah tahu siapa orang itu.
" Terus wanita dan anak kecil itu." Tanya ibu itu lagi.
" Wanita itu Ning Syera istri Gus Rayyan dan kedua anak itu adalah anak Ning Dania. Ning Dania anak ke dua dari Gus Gibran." ucap santriwati itu.
" Wah sudah menikah toh."
Santriwati itu pun mengangguk.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Yang kemarin minta double up, Hari ini author kabulkan hari ini Doble up
Selamat membaca