
Baru saja Rayyan menjalankan mobilnya meninggalkan halaman masjid tiba-tiba istrinya merajuk.
" Abang awas aja ada niatan mau poligami " Rayyan yang sedang fokus menyetir sontak kaget dia pun menengok sekilas setelah itu kembali fokus menyetir.
" Kamu kenapa yang?." Tanya Rayyan yang heran kenapa istrinya tiba-tiba membahas poligami.
" Abang jangan pura-pura nggak tahu deh." Ucap Syera sebal sambil melipat kedua tangannya di dada.
" Abang beneran nggak tahu yang, kamu tiba-tiba jadi ngebahas poligami." Tanya Rayyan.
" Itu tadi bapak-bapak yang ngobrol sama Abang, mau jodohin Abang sama anaknya kan." ujar Syera sewot.
"Kamu cemburu." Rayyan pun menepikan mobilnya.
" Nggak!." Jawab Rayyan ketus.
" Yang dengerin ya mau seribu orang berusaha menjodohkan Abang itu hak mereka. Yang terpenting Abang tidak menanggapi mereka. Bagi Abang istri itu cuma 1 dan tak ada niat mendua. Karena kalau Abang mendua dan menyakiti istri Abang sama aja Abang menyakiti Mommy, Oma, nenek, Kakak perempuan abang, adik perempuan Abang, Tante dan para sepupu Abang yang perempuan. Kamu sudah berapa lama jadi istri Abang." Tanya Rayyan lembut karena istrinya masih mode kesal.
" Sepuluh bulan lebih." Jawab Syera.
" Selama kamu menjadi istri Abang, apa kamu pernah lihat dan kamu dengar ada dari semua keluarga besar aku yang berpoligami." Syera menggeleng.
" Itu karena kita sangat menghormati perempuan." Jelas Rayyan
" Maaf ..."
" Sudah nggak apa! Jangan ngambek lagi. Yuk kita pulang Mommy pasti sudah nungguin." Rayyan pun kembali melajukan mobilnya.
" Maaf.' ucap Syera sambil mengalunkan tangannya di lengan Rayyan.
" Nggak apa-apa malah aku senang kalau kamu cemburu berarti kamu sudah cinta sama Abang." Ucap Rayyan.
Tak berapa lama mobil yang di kendarai oleh Rayyan pun sampai di rumah keluarga al-Fatir. Keduanya pun masuk ke dalam rumah setelah keduanya mengucapkan salam.
Ternyata keluarga sedang berkumpul di ruang tengah. Sedang bermain dengan Andra dan Ayra yang berada di gendongan Mommy khayra. Andra dan Ayra adalah anak angkat dari Bagas dan Zafira. Zafira dan Bagas sendiri mengendong anak kembarnya.
" Ate eya." Teriak Andra yang melihat kedatangan Syera. Lalu Andra pun berlari menghampiri Syera.
Syera yang melihat Andra menghampirinya Syera pun langsung jongkok dan merentangkan kedua tangannya agar Andra masuk ke dalam pelukannya.
" Hallo anak ganteng, Tante Syera kangen Andra pakai banget." Ucap Syera yang memeluk Andra.
Setelah itu Syera pun menggendong Andra lalu berjalan ke Oma, dan Opa juga Mommy dan Deddy untuk mencium tangan. Setelah itu dia ikut duduk di sebelah suaminya.
Tak lama Andra turun dari pangkuan Syera.
" Ate iyat anda unya Ainan alu di beliin am api." Andra menunjukkan mainannya keel Syera.
" Wah bagus sekali mainannya, Tante Sye boleh pinjam nggak."
" Oleh, oleh kok alo au injem." ucap Andra yang selalu bikin gemas semua orang.
" Permisi makan malam sudah siap." Ucap bibi.
" Iya bi makasih, ." ucap Mommy.
Sementara itu para pengasuh Ayra dan si kembar masing-masing segera mengambil momongan mereka. Agar majikan mereka bisa makan malam.
Walaupun mereka punya pengasuh masing-masing termasuk Andra. Tapi mereka tak sepenuhnya menjaga hanya kalau di butuhkan.
" Sini...sini." Ajak Syera sambil menepuk kursi di sebelahnya.
Andra pun langsung berjalan ke Syera.
" Ici om ley, anda uduk ama ate eya ya." Andra izin ke Rayyan sambil mengatupkan kedua tangannya.
Sontak semua yang di meja makan tertawa melihat pola tingkah Andra.
" Mas Ray, Andra tuh bukan izin tahu tapi mengejek mas Ray karena sudah di pastikan Andra yang lebih di dahulukan. hahaha." Zafran tertawa puas melihat kakak laki-lakinya yang kaya kulkas kesal.
" Apa! Om afa apa awa-awa?." Tanya Andra kebingungan.
" Sudah nggak usah dengerin om Zafran. Andra makan aja." ucap Zafira yang meminta anak angkatnya itu untuk makan.
" Iya Ami."
*
*
Selesai makan malam Syera dan Rayyan pamit untuk kembali ke kamarnya. Begitu masuk kamar, Rayyan langsung bergegas masuk ke kamar mandi. Karena dia sudah gerah setelah seharian bekerja terus pulang harus menjemput istrinya.
Syera sendiri langsung menyiapkan baju tidur untuk suaminya. Sambil menunggu suaminya yang sedang berada di kamar mandi. Syera pun membereskan barang-barangnya yang dia bawa dari pesantren.
" Bang bajunya sudah Sye siapkan di atas tempat tidur." Ucap Syera begitu suaminya keluar dari kamar mandi.
Bukannya berjalan ke tempat tidur untuk memakai bajunya. Justru Rayyan menghampiri istrinya, Dia memeluk istrinya dari belakang. Lalu mencumbu leher istrinya yang wanginya selalu membuat Rayyan candu. Apalagi dua Minggu lebih mereka tak bertemu karena istrinya ingin fokus untuk ujian.
" Mas ish..., bukannya pakai baju sana." Ucap Syera.
" Sebentar sayang, Abang kangen." Ucap Rayyan yang terus menciumi leher Syera.
" Abang Sye nggak tanggung jawab ya kalau tiba-tiba adik kecil Abang bangun. Ingat di tunggu Deddy di ruang kerja." Tutur Syera saat tangan suaminya mulai merambah kemana-mana.
" Kami tuh yang kenapa pakai ingatin aku sih." Ucap Rayyan kesal yang melepas pelukannya lalu berjalan ke Ranjang untuk memakai baju.
Sedangkan Syera langsung masuk ke dalam kamar mandi sambil senyum-senyum.
Keluar dari kamar mandi ternyata suaminya sudah tidak ada sudah pergi menemui Deddy nya.
Sembari menunggu suaminya Syera pun mencoba chat ke sahabatnya yang masih tinggal di pesantren. Beruntungnya mereka sedang online jadi tidak jenuh menunggu suaminya kembali ke kamar.
Ternyata sampai pukul sebelas sebelas malam suaminya belum juga kembali. Syera yang sudah berapa kali menguap karena sudah mengantuk. Tapi karena suaminya belum kembali Syera pun mencoba untuk tetap membuka matanya.
Sedangkan Di ruang kerja Rayyan sendiri sudah gelisah. Dia terus saja matanya menatap jam yang menempel di dinding. Rasanya dia ingin cepat-cepat kembali ke kamar dan memeluk istrinya. Tapi apa mau di kata Deddy nya belum juga selesai membahas pekerjaan.
Akhirnya selesai sudah setelah adik bungsunya datang memanggil suaminya.
Rayyan pun bergegas kembali ke kamar, dua Minggu tak mendapat jatah dari sang istri membuat dia ingin membalas dendam malam ini.
Ceklek...
Rayyan membuka pintu kamarnya dengan semangat, Tapi tiba-tiba semangatnya padam. Saat Rayyan melihat istrinya sudah tertidur pulas. Dengan langkah malas Rayyan pun naik ke tempat tidur masuk kedalam selimut.
" Yang kamu tega banget sih tidur duluan." Keluh Rayyan pelan
Rayyan pun mencium kening Syera setelah itu dia pun ikut tidur menyusul istrinya yang sudah terbuai dia dalam mimpi indah. Walaupun tak mendapat jatahnya setidaknya guling hidupnya sudah kembali dan dia bisa memeluknya.