Rayyan

Rayyan
10. Keputusan Rayyan



Rayyan yang tidak tega melihatnya dia pun meminta Mommy dan deddy nya untuk berbicara.


Rayyan pun mengirim pesan ke Deddy nya untuk datang ke kamar Mommy nya yang ada di rumah kakek nya.


" Mom bisa bicara sebentar sama Mommy." bisik Rayyan menghampiri Mommy nya.


" Mau bicara apa nak."


" Nanti Ray jelasin lebih baik kita ke kamar Mommy aja. Ray juga sudah meminta Deddy juga."


Akhirnya Mommy pun mengikuti sang putra sulungnya menuju ke kamarnya. Tak lama Deddy pun masuk ke dalam kamar. Mommy dan Deddy nya duduk di ranjang sedangkan Rayyan mengambil kursi meja rias yang di letakan di depan Mommy dan Deddy nya lalu Rayyan pun duduk di sana.


Mommy dan Deddy memandang putranya sambil menebak-nebak apa yang ingin di sampaikan oleh putranya.


" Mommy dan Deddy bagaimana kalau Rayyan yang menggantikan untuk menikahi Syera." Ucap Rayyan.


Mommy dan Deddy saling pandang mendengar putranya ingin menggantikan mempelai laki-laki untuk menikahi Syera.


" Boy kamu jangan becanda, bagaimana kamu bisa menggantikan mempelai laki-laki. Boy ingat pernikahan itu sakral bukan untuk dimainin." Ucap Deddy.


" Rayyan serius Ded, memang Ray melakukan ini karena tidak tega melihat ustad Soleh dan ustadzah Yasmine terpuruk seperti itu. Rayyan juga nggak tahu bagaimana dengan Syera dia juga sama pastinya. Mom, Ded, ray nggak mau karena kejadian ini membuat Syera menjadi tertekan. Kerena dia pasti sangat malu walaupun bukan kesalahannya. Tapi itu akan berpengaruh buruk dengannya." Rayyan memandang kedua orang tuanya.


" Toh Syera anak yang baik, Soleha, pintar apa salahnya kalau Ray ingin menjadikan Syera istri Ray."


" Nak kamu yakin, Menjadikan Syera istri kamu." tanya Mommy.


Rayyan mengangguk.


" Mommy akan merestui asalkan kamu janji memperlakukan Syera dengan baik. Belajarlah mencintai dan menyayangi Syera nak. Jangan lukai hatinya nak kasihan Syera dari kecil hanya mendapatkan kasih sayang kakek dan neneknya saja." ucap Mommy.


" Boy Deddy restui kamu dan Deddy percaya kamu akan menjadi suami yang baik untuk Syera." Ucap Deddy.


" Mommy juga setuju nak, Tapi ingat Syera masih sekolah biarkan dia menyelesaikan sekolahnya di sini dan Kamu bisa jemput dia setiap weekend biar kalian bisa saling mengenal satu sama lain."


" Iya Mom."


" Ya sudah lebih baik kita keluar." Ajak Deddy.


*****


Para laki-laki yang tadinya berkumpul di ruang tamu kini pindah ke ruang tv.


Ustad Soleh memeluk erat ustadzah Jasmine menenangkan istrinya memberikan kekuatan untuk istrinya itu.


" Bu sudah ikhlas kan mungkin ini sudah nasib cucu kita Bu. Kita tidak boleh begini Bu kasihan Syera Bu. Dia pasti paling terpukul Bu, kita yang seharusnya menguat dia Bu." Ucap ustad Soleh.


" Tapi pak gimana nasib cucu kita." lirih ustadzah Jasmine.


Ustad Soleh menghirup napas sebanyak-banyaknya Setelah itu di membuang nya perlahan. Ustad Soleh mencoba mengendalikan emosinya.


" Mau tidak mau kita harus bilang yang sebenarnya kepada semua orang yang sudah hadir. Kita harus menerimanya Bu kalau ada orang yang membicarakan kita nantinya. Untuk Syera sendiri kita harus menguatkan dia Bu. Biar dia nanti jangan mondok dulu takut dia malu dengan para santi yang lain." Ujar ustad Soleh.


" Terserah bapak saja." Ucap ustadzah Jasmine pasrah.


" Pak kyai bisa temani saya menjelaskan ke para tamu kalau pernikahan ini batal." ucap ustad Soleh sedih.


" Jangan di batalkan pernikahan ini tetap lanjutkan " Ucap Rayyan yang tiba-tiba datang.