Rayyan

Rayyan
40. Cita-cita Syera



Rayyan dan syera pergi menuju rumah om Iqbal kakak laki-laki satu-satunya mommy Khayra. Tapi mereka mampir terlebih dahulu ke sebuah mall untuk membelikan kado sepatu yang memang diminta oleh Almer sepupunya.


Setelah Mendapatkan sepatu yang di Cari mereka pun bergegas pergi ke rumah om lqbal.


Hanya berapa menit mobil yang di kendarai oleh Rayyan pun memasuki halaman rumah om lqbal.Tetlihat sudah banyak mobil yang terparkir disana berarti keluarga besarnya sudah pada datang. Rayyan pun keluar dari mobil lalu memutari mobil lalu membukakan pintu untuk syera. setelah ltu Rayyan menggandeng tangan Syera masuk kedalam rumah.


" Assalam mulaikum." Rayyan dan syera pun mengucapkan salam


" walaikum Salam " Jawab mereka semua yang ada disana.


" Eh keponakkan tante sudah datang kirain nggak mau datang mau ngegepin istrinya aja. " goda tante Zahra.


" mau nya gitu tan " jawab Rayyan Cuek Sedangkan syera wajahnya sudah merah menahan malu dengan jawaban suaminya.


" Dasar pungantin baru basi " ucap tante Zahra.


" Berarti langsung program momongan dong Ray " tanya om Alif


karena om Alif dan Deddy Gibran sama-Sama menikahi mommy Khayra dan Tante Zafra Saat itu Mommy khayra mau Tante Zafra masih berstatus pelajar. Bahkan keduanya hamil sebelum lulus sekolah, makanya om Alif memahami dan juga salut Rayyan bisa menjaga Syera untuk tidak hamil sebelum lulus.


" Sudah pasti om, doain aja mudah- mudahan seceparnya di kasih kepercayaan untuk mempunyai penerus." ucap Rayyan meminta doanya Kepada semuanya.


"Amin. "Jawab semuanya.


Sambil menunggu acara ulang tahun almer yang akan di hadiri oleh anak-anak yatim piatu dan juga sahabat dekat almer yang akan di gelar setelah shalat ashar.


Sambil menunggu acara utamanya dimulai keluarga besar pun memanfaatkan untuk saling berbincang maklum mereka Jarang bertemu karena kesibukan mereka masing-masing.


" Jadi mau kuliah dimana sye. " tanya tante michiko istri om Iqbal


" Suruh abang di kampus wisindu." Jawab Syera.


" Iya bagus kalau disana jadi nanti kalau kamu hamil setidaknya masih bisa minta untuk kuliah online Jadi nggak pertu Cuti kuliah." Jelas tante michiko


" Mau ambil jurusan apa sye." tanya kak Dania


" Masih bingung mau ambil manajemen bisnis atau nganbil IT. "Jawab Syera.


" Clta- Cita kamu tuh apa dek." tanya kak amara istri mas sakti.


" Sebenar nya aku tuh mau punya toko kue atau toko roti gitu." Jawab Syera yang dari dulu memang dia ingin punya toko kue setelah lulus SMA agar tidak lagi merepotkan kakek dan nenek.


" Ambil manajemen bisnis terus minta mas Rayyan buat buka toko kue pasti mas Rayyan akan mendukung keinginan kak Syera


tahu apa tugas dan kewajiban kak Syera." ucap Zafıra dia Sangat setuju kalau kakak iparnya mempunyai kegiatan yang positif


Karena Zafira mengerti posisi Syera yang sebagai Istri CEO dan juga sebagai istri penerus


Perusahaan al Fatir Corp Apalag latar belakang keluarga Syera yang hanya dari


keluarga sederhana ditambah yatim piatu kalau kakak iparnya itu


tidak punya bisnis walaupun kecil tidak kemungkinan nantinya akan ada Yang menghina Syera.


Zafira Sendiri Saja pernah mengalami hal tersebut lebih tepatnya suaminya bagas, bagas


yang nota bena ayahnya punya perusahaan Saja masih ada yang menghinanya apalagi kakak Iparnya.


" lya betul syera, bilang ke Rayyan setidaknya kalau kamu punya toko kue apa lagi toko kuenya bisa Sukses setidaknya maju tante Cuma takut soalnya


Suami kamu itu seorang CEO bukan tidak mungkin akan ada yang memandang


Sebelah mata kamu tapi kalau kamu punya usaha setidaknya kamu bisa


membuktikan kalau kamu tidak ketergantungan dengan suami "Jelas tante michiko


" Setuju tan itu juga yang ada di pikiran fira." ucap Zafira.


Syera hanya mengangguk Mendengar usulan mereka


Untuk kesekian kalinya syera


amat berterima kasih sama allah SWT yang telah memberikan


dirinya seorang laki-laki yang menjadi Suaminya. Di tambah lagi keluarga besar Suaminya Sangat menyayanginya dan tak pernah memandang rendah atau siapa dirinya.


Sepulang dari ulang tahun almer ternyata adiknya Zafira bercerita dengan mommy Khayra tentang Cita-cita yang di miliki oleh Syera. Dan Rayyan pun dipanggil


oleh mommy dan deddy nya di ruang kerja milik Deddy nya.


" ada apa Mom, Ded.?.tanya Rayyan tidak biasanya dia dipanggil ke ruang kerja deddy nya, mommy nya ada di sana karena biasanya mereka


membahas pekerjaan.


" Mommy mau tanya rencana kedepannya untuk Syera." Tanya Mommy.


" Rayyan Sudah meminta Syera untuk kuliah wisindu dan Rayyan Sudah mendaftar kemungkinan akan mengambil manajemen bisnis." Jelas Rayyan.


" Kamu tahu Cita-cita syera Selama ini." tanya mommy khayra lagi.


" Iya Syera sempat Cerita kalau dulu dia punya Cita-Cita setelah


lulus sekolah dia mau buka toko kue atau Roti kecil-kecilan untuk


membiayai kuliahnya Sendiri karena dia tidak mau lagi merepotkan kakek dan neneknya."


Cerita Rayyan.


" Terus Rencana kamu?" kali ini deddy yang bertanya.


" Mas kalau istri kamu setuju Rencananya kan mommy


dan Zafıra tuh mau bikin Cafe yang hanya menjual kue dan pastry gitu. Tapi kalau Syera mau biar dia aja yang buka. Untuk tempat bisa pakai tanah sebelah restoran tempatnya kan strategis."


Jelas Mommy.


" Kalau bisa dipaksa mas, deddy nggak mau apa


yang dialami oleh bagas di alami juga oleh syera. Deddy dan mommy tidak rela kalau ada yang


menghina menantu kami." ucap Deddy.


" Iya Ded, Ray juga tidak akan


terima kalau ada yang menghina


Syera." ucap Rayyan.


" Ya sudah secepatnya kamu bilang ke istri kamu. "ucap mommy.


Setelah bicara dengan mommy


dan Deddy nya. Rayyan pun


kembali ke kamar dia harus


Secepatnya bicara dengan istrinya.


Ceklek


Rayyan pun masuk ke dalam kamar dan mendapatkan istrinya


baru selesai mandi dan sedang


menyisir rambutnya.


" Abang mau mandi, air hangat


nya sudah Sye siapkan." ucap


Syera Saat melihat suaminya


masuk ke dalam kamar.


" Iya sayang. Selesai abang


mandi ada yang mau abang


omongin." ucap Rayyan


belum dirinya menghilang


masuk ke dalam kamar mandi.


Syera yang sedang menyisir pun bertanya-tanya apa yang ingin Suaminya omongin.


Empat puluh menit kemudian


Suaminya keluar dari kamar


mandi lalu memakai pakaian


Yang Sudah Syera Siapkan.


" Yang kamu buatin Abang Kopi


dulu baru kita bicara." pinta


Rayyan.


Syera pun keluar kamar menuju


ke dapur untuk membuat minum


Setelah selesai syera pun mem


bawa kopi, teh untuk dirinya


dan juga kue untuk menemani


kami bicara.


Saat masuk ke dalam ternyata


Suaminya sedang berada di


balkon Kamar. Syera pun


langsung berjalan ke balkon


" Ini bang kopinya, sye juga


bawain chiffon Cake kesukaan


abang" ucap syera sambil menaruh nampan di meja.