
Hari ini rombongan keluarga al-Fatir berangkat ke Osaka untuk melanjutkan liburannya.
Karena memakan waktu perjalanan yang sangat jauh dan tak ingin istrinya yang sedang hamil kelaparan. Rayyan meminta asisten rumah tangga untuk membuat berapa makanan untuk Syera.
Mereka berangkat ke Osaka siang hari menggunakan bus. Semua orang sudah siap dan sudah masuk ke dalam bus. Begitu juga Syera yang sudah duduk di kursinya.
" Kamu mau makan apa sayang? Mau buah! puding! cake atau onigiri." Tanya Rayyan padahal bus nya saja belum jalan tapi dia sudah menawari istrinya makanannya.
" Abang, Kita kan baru habis makan siang lagi pula bis nya aja belum berangkat sudah di tawarin makanan Sye masih kenang tahu." Ucap Syera sebal karena begitu suaminya tahu dia hamil. Rayyan sedikit agak rempong menurut Syera.
" Kan Abang cuma takut anak kita lapar sayang. Ya udah kalau kamu nggak mau Abang aja yang makan." Rayyan pun mengambil dua buah onigiri yang dia bawa untuk sang istri tapi malah dia yang makan.
Syera hanya geleng-geleng kepala saja.
" Ray kamu belum juga jalan sudah makan aja." Ucap mas Sakti yang kebetulan lewat di samping Rayyan karena akan duduk di kursinya di bagian belakang.
" Lapar tahu mas." Jawab Rayyan.
" Perasaan bini kamu yang hamil kenapa yang makan melulu kamu sih." Ucap mas Sakti sambil berjalan ke kursinya.
Rayyan langsung menghabiskan onigiri nya dengan cepat karena dia kesal di ledek oleh kakaknya itu. Sedangkan Syera hanya tersenyum sambil mengelus perutnya.
Menempuh perjalanan delapan jam karena mereka sempat mampir terlebih dahulu di berapa tempat. Akhirnya mereka pun sampai di hotel tempat mereka akan menginap selama di Osaka.
Semuanya pun turun dari mobil dan masuk ke dalam hotel. Syera berjalan bersama para wanita Keluarga al-Fatir masuk ke dalam hotel. Sedangkan kaum pria mereka menurunkan koper dan barang bawaan mereka.
" Sayang tadi makanannya yang di bawa buat selama perjalanan habis." Tanya Mommy khayra.
" Habis Mom di makan sama Abang." Jawab Syera.
" Apa jadi yang makan itu semua mas Ray?." Tanya Zafira.
" Iya, Sye hanya makan buahnya aja."
" Fix ini mah fir, baby-nya lahir Berat badan Ray naik." Ucap Dania.
" Iya kak, baby nya lahir mas Ray jadi om-om buncit." Timpal Zafira sambil tertawa begitu juga dengan yang lainnya.
" Nggak akan tahu, Orang Abang malamnya nimbang kalau naik dia langsung olahraga. Jadi kalau pagi sama sore makan melulu nanti malam harinya dia nimbang. Kalau naik Abang pasti marah-marah nggak jelas terus dia olahraga deh." Jelas Syera.
Setelah mendapatkan kamar masing-masing mereka pun masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Mereka hanya turun ke restoran untuk makan malam setelah itu semuanya kembali ke kamar.
*
*
Pagi harinya Rayyan seperti biasa dia akan muntah-muntah dari sebelum subuh. Setelah adzan subuh Syera langsung membuatkan teh hangat madu untuk suaminya. Untungnya Mommy khayra mengingatkan untuk membawa teh celup dan juga madu. Kalau tidak Syera bingung sendiri cara memesan teh ke pihak hotel.
" Utung bang bawa teh sendiri kalau nggak Sye bingung kan Sye nggak bisa bahasa Jepang." Ucap Syera yang sedang membuatkan teh untuk Rayyan.
Sedangkan Rayyan tak menanggapi omongan istrinya karena saat ini dia sedang menahan gelojak perutnya.
Rayyan dari pagi pertama di Jepang dia akan muntah-muntah dari subuh tak berhenti dan akan berhenti sekitar jam delapan atau sembilanan. Setelah jam itu dia akan segar bugar bahkan mulutnya tak bisa berhenti makan. Tapi sebelum jam tersebut makanan sama sekali tidak bisa masuk hanya teh madu saja yang bisa masuk.
Terkadang Syera merasakan kasihan sama suaminya Tapi Mommy khayra selalu bilang nggak apa-apa itu hal wajar nanti juga akan hilang dengan sendirinya.
Pukul tujuh pagi Mommy khayra mampir terlebih dahulu ke kamar Rayyan dan Syera. Sebelum dirinya dan suami turun kebawah untuk sarapan.
" Gimana sayang masih mual?." Tanya Mommy khayra ke Rayyan sambil mengelus kepala anaknya itu.
Bukannya menjawab justru dia memeluk pinggang Mommy nya.
" Sebentar aja Ded." Ucap Rayyan yang tahu Deddy nya pasti akan protes kalau anaknya bermanja dengan anak-anaknya.
" Jangan lama-lama Deddy sudah lapar mau sarapan?." Ucap Deddy Gibran yang memilih duduk di sofa sambil menunggu anaknya bermanja dengan sang istri.
Sepuluh menit Rayyan bermanja dengan Mommy nya ternyata membuat dia lebih baik dan segar kembali.
" Udah Ray sudah enakan nggak mual lagi." Ucap Rayyan sambil melepaskan pelukannya.
" Ya sudah mau Mommy pesanin sarapan atau mau turun ke bawah aja." tanya Mommy khayra.
" Ke bawah aja Mom pasti banyak makanan." Jawab Rayyan yang begitu antusias turun dari ranjang dan langsung menarik sang istri keluar dari kamar hotel.
" Astaga itu anak kenapa jadi kita di tinggalin gini." Gerutu Deddy Gibran anaknya pergi begitu saja meninggalkan orang tuanya.
Mommy Khayra dan Deddy Gibran pun menyusul turun ke bawah untuk sarapan.