
Menjelang subuh Rayyan baru menghentikan kegiatannya bersama sang istrinya.
" Kita mandi besar dulu terus shalat baru tidur." Ucap Rayyan yang melihat istrinya kelelahan setelah melayaninya.
Rayyan pun memakai celananya dan turun dari ranjang menuju kamar mandi. Tapi sebelumnya di selimuti dulu tubuh polos istrinya.
Setelah mengisi bathtub dengan air hangat dan dia juga meneteskan aroma therapy. Rayyan pun berjalan ke ranjang menghampiri istrinya.
" Sayang mandi dulu yuk.' bisik Rayyan sambil mengelus kepala Syera yang sedang memejamkan mata.
Syera pun membuka matanya dan mendapat wajah suaminya tepat di hadapan wajahnya.
Cup
" Yuk Abang gendong."
" Nggak Sye bisa sendiri kok bang.' Syera mengeratkan selimutnya untuk menutupi tubuh polosnya.
Rayyan pun membiarkan istrinya yang tak ingin di gendong.
" Aaauuuww ....." pekik Syera yang merasakan bagian intinya sakit.
" Kenapa sayang?." tanya Rayyan.
" Itu nya Sye sakit." jawab Syera Pelan.
Rayyan langsung menggendong Syera menuju kamar mandi. Syera yang tiba-tiba di gendong Suaminya kaget sekaligus malu.
Sampai di dalam kamar mandi Rayyan menurunkan istrinya di dekat bathtub.
" Lepas selimutnya sayang." Syera langsung melotot ke suaminya dengan wajah yang merah padam.
" Kenapa Abang sudah lihat semuanya juga? Kenapa mesti malu?." Ucap Rayyan cuek
" Abang bisa keluar dulu nggak Sye malu bang."
" Nggak usah malu cepat lepas selimutnya terus kamu berendam dulu biar rasa kita di itu kamu hilang. Kamu nggak usah khawatir Abang nggak akan menerkam kamu kok Abang akan mandi di sana." Tunjuk Rayyan kearah shower.
" Cepat yang keburu subuh." Syera pun akhirnya menurut melepas selimutnya dan masuk ke dalam bathtub dengan perasaan yang sangat malu.
Saat adzan subuh berkumandang Rayyan dan Syera sudah selesai dengan ritual mandinya.
Mereka berdua pun melaksanakan shalat subuh berjamaah.
" Kamu lapar nggak sayang." tanya Rayyan.
" Kita sarapan dulu ya setelah itu kita tidur pasti kalau kita tidur pasti akan bangun siang melewatkan sarapan. Abang pesan dulu ya tapi Abang mau nyuci sprei dulu." ucap Rayyan.
" Kok Abang yang nyuci." Tanya Syera.
Rayyan tak menjawab dia menunjukan noda merah di sprei. Syera yang melihat itu langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena malu.
Setelah mencuci sprei, Rayyan pun langsung meminta petugas kebersihan untuk mengganti spreinya dan dia juga memesan makanan untuk dia dan istrinya sarapan.
Sambil menunggu sarapan mereka datang Rayyan ikut duduk di sofa bersama istrinya.
" Yang kamu balik ke pondok hari Rabu ya." Tanya Rayyan.
" Iya, soalnya nggak bisa libur lama kan dikit lagi mau ujian." jawab Syera.
" Nanti kamu mau kuliah dimana?." Tanya Rayyan.
" Emang boleh."
" Ya boleh lah malah harus Abang ingin istri Abang tuh sekolah yang tinggi. Asal jangan kamu minta kuliah di luar kota atau di luar negeri aja."
" Menurut Abang enak kuliah dimana ya?."
" Kampus di sini Abang kurang tahu karena Abang kan kuliahnya di luar. Atau kuliah di kampus milik opa aja."
" Terserah Abang baiknya gimana?."
Petugas kebersihan pun datang dan mengganti sprei yang diminta oleh Rayyan. Tak lama makanan pun datang, sebelum petugas kebersihan dan petugas yang mengantar makanan pergi Rayyan memberikan mereka tip.
Setelah itu mereka berdua menikmati sarapan mereka. Setelah sarapan Syera sudah memimpikan akan langsung tidur karena dia sama sekali belum tidur.
Tapi harapan tinggal harapan ternyata suaminya memintanya lagi. Syera pun tak bisa menolak keinginan suaminya.
*
*
*
Di restoran hotel semua keluarga yang menginap di hotel mereka kumpul untuk sarapan bersama minus Rayyan dan Syera.
Dan rencananya mereka akan menghabiskan satu hari ini untuk berkumpul. Karena kalau bukan acara besar mereka jarang bertemu.