Rayyan

Rayyan
44. kelulusan



hari ini hari yang sudah di tunggu-tunggu oleh Syera. Sejak subuh syera sudah bersiap-siap karena hari ini dia akan menghadiri acara kelulusannya. Selesai Sarapan semuanya pun berangkat ke pesantren. Sampai di pesantren ternyata suasana pesantren sudah sangat ramai, dan Syera juga sudah melihat


berapa temannya sudah ada di sana. Tapi dia harus pergi ke rumah kakek dan nenek suaminya. Setelah menemui semua keluarga suaminya, syera pun pamit ingin menghampiri teman-temannya.


" Bang sye boleh ke pesantren nggak mau ketemu teman-teman


Sye." ucap syera yang meminta izin ke suaminya.


" Ya udah sana, nanti abang ke sana kalau acaranya sudah mulai." ucap Rayyan yang mengizinkan istrinya bertemu dengan teman-temannya. Karena entah kapan lagi istrinya bisa bertemu dengan teman-temanya.


Setelah mendapat izin dari suaminya, syera pun beranjak dari duduknya.


" Ate Eya au ana?" Suara andra menghentikan langkah Syera saat Syera akan keluar dari rumah kakek.


" Tante Syera mau ke pesantren. Memang kenapa? " tanya syera balik.


" Anda oleh itut." tanya Andra memasang wajah memelas.


" Tanya mami dulu boleh ikut Tante nggak." ucap syera yang tak tega menolaknya.


" unggu ya, anda ilang ke ami" ucap andra yang langsung ngacir masuk mencari maminya.


Tak lama andra pun muncul bersama Shanum.


" Tante syera boleh kata tante fira tapi Sha harus ikut takut Nanti adik andra mau pulang biar sama


Sha pulangnya." ucap shanum.


" Ya sudah ayo kita Jalan." ajak Syera.


" Yeah " seru andra girang


" Ghazan ikut Tante Sye." Teriak Ghazan yang menghampiri mereka


" Ghazan Sudah bilang ke mama." Tanya Syera.


" Sudah kata mama nggak apa-apa Sakha ikut." Ujar Ghazan.


Jadilah syera pergi ke pesantren bersama dengan Ketiga keponakannya. Tapi sebelum menemui teman-temannya Syera terlebih dahulu menemui kakek dan Neneknya.


" Assalam mulaikum, kakek, nenek apa kabar? Maaf Sye baru nyamperin nenek dan kakek." Ucap Syera yang langsung menyalami kakek dan neneknya dan di ikuti oleh ketiga keponakannya.


" Walaikum Salam. Alhamdulillah kami baik, nggak apa-apa kamu kan harus menemui keluarga suami kamu dulu Tadi juga kami sudah bertemu dengan Rayyan." Ucap nenek Jasmine.


" Abang sudah bertemu dengan kakek dan nenek." Tanya Syera yang tak tahu kalau suaminya sudah bertemu dengan nenek dan kakeknya.


" Sudah tadi."


" Ate Ita ini aja." Tanya Andra.


" Memang Andra mau kemana?." Tanya kakek.


" Ndak au Ake, ate ndak au inin ana." ucap Andra.


" Mau ke teman-teman aku kek, dan mereka mau ikut. Awalnya si Andra yang mau ikut maklum kalau di rumahkan teman mainnya sama aku. Terus Shanum sama Ghazan ikut deh." jelas Syera.


" Oh ya sudah sana ." Ucap kakek.


Syera pun pamit ke kakek dan nenek.


" Syera." Panggil Ilmi.


Syera yang namanya di panggil langsung menengok. Ternyata Ilmi yang memanggil sambil melambaikan tangannya.


" Assalamualaikum, kalian di sini toh." Ucap Syera.


" Walaikum salam."


" Iya kita nungguin kamu tahu." ucap Ilmi.


" Maaf kalau lama soalnya harus ke rumah kakek dulu menemui keluarga." Ucap Syera." Oh iya ayo Salim dulu sama teman-teman Tante Sye." Syera meminta ketiga keponakannya Salim ke teman-temannya.


" Kalau Ning sha, tahu anaknya Ning Dania, kalau mereka?." Tanya Icha ke Syera. Harusnya Syera juga di panggil dengan Ning tapi dia risih. Jadi dia minta teman satu kamarnya jangan memanggilnya Ning.


" Oh ini Ghazan anaknya mas Sakti! kalau yang ini Andra anak Fira." Jawab Syera.


" Oh ini anaknya Gus Sakti dan ini anaknya Ning Fira." seru Raisa dan Syera mengangguk." Tinggal nunggu anak kamu aja."


" Iya betul tuh, nggak sabar mau lihat anak kamu nanti lucunya kaya gimana?." ucap Ilmi.


" Iya betul." timpal Icha.


" Doain aja secepatnya." Jawab Syera.


Mereka pun mengobrol menceritakan apa yang akan mereka lakukan kedepannya. Sedangkan ketiga keponakannya asik bermain dengan Icha yang memang sangat menyukai anak kecil.


Tak lama ketiga keponakannya di jemput kak Amara. Untuk masuk ke dalam aula tempat acara kelulusan berlangsung.


Sedangkan Syera dan teman-teman seangkatannya juga bersiap memasuki ke dalam Aula.


Saat masuk ke dalam Aula Syera melihat suaminya sudah ada di sana. Duduk di barisan bangku khusus keluarga pemilik pesantren.


Rangkaian susunan acara pun berlangsung, Sampai tibalah sang pembawa acara mengumumkan tiga lulusan terbaik di pesantren ini.


" Para hadirin yang terhormat tibalah ke acara pengumuman tiga lulusan terbaik dan salah satunya masuk kedalam sepuluh besar lulusan dengan nilai tertinggi nasional. Dan tak perlu berlama-lama lagi kita panggilkan ketiganya. Peringkat ketiga jatuh kepada santri Muhammad Wahyu Saputra. Silahkan untuk saudara Wahyu untuk naik ke panggung."


Wahyu pun naik ke panggung dan di beri tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan.


" Ya Allah, semoga aku salah satunya." gumam syera dalam hati yang harap saat pembawa acara mengumumkan tiga santri dengan nilai tertinggi. Dan dia berharap ada nama dia di dalamnya. Karena kali ini bukan hanya kakek Soleh dan juga nenek Jasmine. Tapi ada suami dan juga keluarga suaminya setidaknya dia bisa membuat mereka bangga.


" Sekarang kita panggilkan urutan kedua yang meraih nilai tertinggi. Di raih oleh Raisa nurmalita, Silahkan saudari Raisa untuk naik ke panggung." Ucap pembawa acara mempersilahkan untuk Raisa naik ke panggung.


" Dan kini tibalah yang di nanti-nantikan peraih nilai tertinggi dan juga peraih peringkat ketiga nilai tertinggi nasional. Dan santri itu juga sudah langganan karena setiap tahunnya selalu meraih juara umum kita sambut dan tidak lain adalah Ning Syera Noor Saferina. Silahkan Ning Syera silakan untuk naik ke atas panggung." Ucap pembawa acara.


Syera yang namanya di sebut pun berucap syukur karena bisa membanggakan kakek dan nenek, suaminya dan juga keluarga suaminya.


Syera pun maju naik ke atas panggung, saat berjalan ke panggung Syera sempat melirik ke arah suaminya yang tersenyum kepadanya.


Rayyan sendiri bangga dengan prestasi yang di capai oleh istrinya.


Ketiga santri itu mendapatkan penghargaan dan hadiah dari Kyai Azzam sebagai pemilik pesantren saat ini.


" Selamat ya kakek bangga punya cucu mantu yang berprestasi." Ucap kakek Azzam memberikan selamat.


" Terima kasih kek."


kami pun foto bersama setelah itu mereka bertiga turun dari panggung dan langsung di berikan ucapan selamat dari para santri dan ustad serta ustadzah.