
Pukul 2 pagi, daniel yang memang terbangun dan tidak menemukan siapapun didalam kamarnya itu keluar untuk mencari joohyun dan juga kyuhyun tentunya.
"Eomma...appa..."panggil daniel dan membuat joohyun terkejut.
Joohyun dengan cepat berdiri namun kyuhyun yang masih terpaku akan mata joohyun tadi kembali meraih tangan joohyun hingga joohyun kembali terjatuh diatas tubuhnya.
"Kyuhyun-ssi..yakk...daniel ada disini..."bisik joohyun memperingatkan kyuhyun.
"Wae..."balas kyuhyun santai.
"Eomma.. sedang bermain kuda-kudaan dengan appa... boleh daniel ikut. "Ucap daniel dan berjalan menuju tempat duduk joohyun.
Joohyun mencubit perut kyuhyun hingga pria itu melepaskan tangannya yang memang melingkar indah dipinggang joohyun tadi.
"Awhhh...appo..."ringis kyuhyun dan kemudian mengelus perutnya.
"Aniya sayang...eomma hanya ingin melihat luka appamu...kenapa daniel belum tidur...bukankah daniel harus banyak istirahat agar daniel cepat sembuh heum.."ucap joohyun yang kemudian membawa daniel kedalam pangkuannya.
"Aku ingin bersama eomma dan appa..."ucap daniel.
"Baiklah...tunggu disini...eomma akan mengobati luka appa..."ucap joohyun yang kemudian mengambil kotak obat.
"Appa.. manhi appo.."tanya daniel.
"Aniya.. sedikit... daniel harus tidur eoh... kemarilah..."Balas kyuhyun yang masih berbaring untung saja sofa miliknya ini cukup besar jika hanya untuk berbaring dengan daniel, namun daniel memilih berbaring diatas tubuh kyuhyun.
Joohyun yang melihat pemandangan itu tersenyum, bagaimana tidak dia melihat daniel yang begitu bahagia.
"Ommo... bagaimana aku mengobatimu jika daniel tidur diatas tubuhmu eoh..."ucap joohyun.
"Yeogi..."ucap kyuhyun menarik kaosnya sebelah kanan, dan daniel berada disebelah kiri.
"Hah...daniel sudah terlalu berat jika harus tidur disana....cha selesai.."ucap joohyun menghela nafas lelah namun tangannya aktif mengoleskan salep dibagian tubuh kyuhyun yang terlihat memar.
"Disini... belum..yakk kau meragukanku...ckk...aku bahkan bisa membuatmu untuk tidak tidur semalaman...akhh..." bisik kyuhyun tepat ditelinga joohyun saat dia sudah terbangun dan menggendong daniel.
"Rasakan cho kyuhyun... byuntae. ."ucap joohyun dan kemudian menekan luka kyuhyun, sedikit memberi pelajaran tidak apa-apa kan.
Joohyun tersenyum ketika melihat kyuhyun merebahkan tubuh daniel diranjang miliknya, bahkan pria itu mengacak rambut daniel sebelum akhirnya merebahkan tubuhnya disamping tubuh daniel.
"Dia seperti bukan marcuss cho yang angkuh itu...terimakasih..."lirih joohyun berbicara pada dirinya sendiri sambil menerawang kejadian beberapa hari yang lalu.
Flaschback.
Setelah daniel sadar dengan keadaan yang tentu saja jauh lebih baik dari pada kemarin, kyuhyun yang memang saat itu memeriksa dengan kondisi daniel dengan ditemani perawat nam dan juga kang uisa itu kembali terkejut karena daniel tetap memanggilnya appa.
"Appa..cho appa..."ucap daniel dengan riangnya.
"Daniel jangan banyak bergerak... jangan panggil aku appa karena aku bukan appamu.."ucap kyuhyun tegas yang langsung membuat daniel yang masih terlalu kecil itu langsung menangis.
"Cho uisa...tidak seharusnya anda berkata seperti itu..."tegur Lin uisa.
"Itu bukan urusanmu...aku memang bukan appanya.."ucap kyuhyun.
"Yakk... tidak seharusnya kau berkata kejam seperti itu cho-ssi..bagaimanapun daniel adalah putramu.. "ucap joohyun.
"Mwo...yakkj micheoseo...Lin uisa, perawat Nam bisakah kalian pergi dari sini...aku dan seo ahgassi harus berbicara.."ucap kyuhyun tegas setelah dirinya menyelesaikan tugasnya memeriksa daniel.
"Kajja perawat Nam, sepertinya ini masalah keluarga..."ucap Lin uisa.
"Mungkin mereka sedang bertengkar.."balas perawat Nam dengan Lin uisa, keduanya bahkan langsung mendapat tatapan tajam dari kyuhyun.
Setelah pintu tertutup kyuhyun menatap tajam joohyun dan menghentikan langkahnya ketika dia mendengar tangisan daniel yang baru disadarinya.
"Hikhikhi...."tangis daniel.
"Sayang.... uljimma....eomma akan menghukum appa karena membentak daniel..( aku tidak peduli dengan apa yang akan dia lakukan... yang terpenting hanyalah daniel).."ucap joohyun dan menghampiri daniel.
"Eomma..jinjja..."ucap daniel.
"Arrasseo.dan eomma harus berbicara dengan appa... daniel tidak boleh menangis eoh..karena nanti daniel akan terlihat jelek.."balas joohyun yang kemudian menarik tangan kyuhyun menuju sofa yang memang sedikit jauh dari ranjang daniel.
"Yakk.. sebenarnya apa yang kau inginkan eoh..kenapa kau selalu menyebutku appa daniel seolah aku ini appanya.."ucap kyuhyun yang berbicara dengan nada sinis.
"Jebal...bantu aku..aku tidak ingin daniel merasa sendirian..."ucap joohyun yang berhadapan dengannya .
"Yakk...kau pikir aku pekerja sosial eoh.. yang dengan mudahnya membantumu begitu saja...tidak akan."ucap kyuhyun.
"Hah.. baiklah jika kau menolaknya..aku akan mengatakan pada pers jika seorang marcuss telah memperkosaku...dan menyamar menjadi seorang dokter..eotte??"ancam joohyun.
"Aku juga punya rekaman cctv seo joohyun-ssi..kau bahkan menipuku dan juga mencuri uangku..."ucap kyuhyun.
"Bagaimana jika kita membuat kesepakatan..."tawar joohyun.
Setelah joohyun mengajukan tawaran pada kyuhyun, kyuhyunpun tentu saja menyetujui tawaran itu dengan beberapa syarat yang telah diajukan oleh kyuhyun dan mereka sepakati bersama.
Flashback off.
Morning,
Kyuhyun terbangun saat ponselnya berdering untuk yang ketiga kalinya. Kyuhyun bahkan mengangkatnya dengan malas.
"Eghhmm... wae.....mwo... arrasseo... dua jam lagi aku akan sampai disana..."ucap kyuhyun pada Taehwan dan dirinya segera berlari kekamar mandi.
Setelah mencuci muka dan menggosok gigi tentu saja pria tampan itu juga mandi, kyuhyun keluar dari kamar mandi dan mengambil jasnya yang tentu saja dia sampirkan disofa semalam.
"Apa sesuatu terjadi?? Bisakah kau pergi ketika daniel sudah bangun...."ucap joohyun.
"Tidak bisa... "ucap kyuhyun dan merapikan tambutnya.
"Ayolah... daniel pasti akan mencari dan menanyakanmu... "ucap joohyun mengingatkan.
"Yakk sudah aku bilang aku tidak bisa, ada urusan penting yang harus aku selesaikan..."bentak kyuhyun.
"Baiklah pergi saja, aku akan mengumpulkan beberapa reporter dan mengadakan konferensi pers.."ucap joohyun tidak kalah sinis.
"Sialan...( jika saja dia tidak mengambil fotoku waktu itu...aishhh)."maki kyuhyun dan kemudian berjalan menuju ruang makan.
Sooji yang memang sudah rapi dengan pakaian casualnya itu kemudiam berjalan menuju dapur, dia terkejut melihat kyuhyun yang pagi-pagi sudah berada disana.
"Apa semalam kau tidak pulang kyuhyun-ssi..."tanya sooji.
"Bagaimana aku bisa pulang jika daniel terus menempel padaku..."sahut kyuhyun dengan tangan sibuk bermain dengan ponsel pintarnya.
Tidak lama joohyun keluar dengan hanya memakai dress diatas lutut. Dia berjalan menghampiri sooji yang memang saat ini sedang membuat minuman.
"Kau buat apa heum?? Buatkan dia jus saja..."ucap joohyun.
"Eonni buat saja sendiri..."tolak sooji.
"Yakk kau tidak lihat aku sedang membuat sarapan untuk daniel..."balas joohyun.
"Eonni kau memperlakukan daniel seperti putramu sendiri, bagaimana nanti kau memperlakukan putramu sendiri..."protes sooji.
"Hah...dia sudah aku anggap anakku sendiri setelah oppa dan eonni meninggalkannya.."ucap joohyun.
"Hah..eonni sangat baik euh...aku berharap eonni akan mendapatkan pria baik nantinya...jangan seperti dia..."ucap sooji yang kemudian meletakkan beberapa minuman yang telah dia buat tadi diatas meja makan. Sooji kemudian berjalan kekamar daniel melihat pria kecil itu sudah bangun atau belum.
Kyuhyun menyimak pembicaraan antara sooji dan juga joohyun tadi, kyuhyun baru mengetahui fakta jika daniel bukanlah putra seo joohyun.
"Ommo.. aku tidak membohongimu...lepaskan... jangan mencari kesempatan dalam kesempitan cho kyuhyun-ssi..."ucap joohyun yang melepaskan pelukan kyuhyun dengan mematikan kompor lebih dulu dan berbalik kearah kyuhyun hingga posisi mereka berhadapan.
Seo joohyun sengaja mendongak dan menatap wajah kyuhyun dengan menggoda, yah gadis itu sengaja menggoda kyuhyun dengan mengusap dada pria itu.
"Apa kau ingin menggodaku... jika memang iya aku tidak akan menolak..cup...."ucap kyuhyun yang dengan mudahnya membalikkan keadaan dengan mencium bibir joohyun kilat.
Daniel berjalan bersama dengan sooji menuju ruang makan, pria kecil itu juga sudah rapi.
"Eomma, appa..."panggil daniel yang membuyarkan kedua orang yang saat ini tengah berpandangan dalam setelah aksi ciuman yang dilakukan oleh kyuhyun.
"Yakk... kau...daniel-ah..."ucap joohyun yang sempat membeku dengan ulah kyuhyun.
"Hahaha...wajahmu memerah eoh..."ucap kyuhyun yang kemudian menghampiri daniel dan membawa pria kecil itu untuk duduk dipangkuannya sembari menunggu sarapan pagi dari joohyun.
"Ishh menyebalkan..."gerutu joohyun kesal dan melanjutkan kegiatan memasaknya.
"Kalian seperti pasangan suami istri saja...ah aku jadi iri..."celetuk sooji yang membuat joohyun menatapnya tajam.
÷÷÷÷
Kim myungsoo yang baru saja bangun terkejut dengan apa yang dikatakan oleh sang halmoni melalui ponselnya jika memang dirinya bukanlah putra kandung tuan dan nyonya kim.
"Igeo mwoya...??? Jadi memang benar aku bukan putra mereka??" Lirih myungsoo yang tentu saja dirinya syok mendapatkan kenyataan bahwa dirinya memanglah bukan putra kandung tuan dan nyonya kim.
Yah walaupun myungsoo sempat curiga tapi dia pikir hanya asumsinya saja dan sekarang dia mendapatkan kenyataan bahwa dirinya hanyalah anak pungut keluarga kim.
"Lalu siapa aku?? Dari mana asalku...?? Aahh eotteohke...."ucap myungsoo dengan menendang pintu kamar mandi.
Myungsoo membersihkan tubuhnua dibawah guyuran shower, yah setidaknya dia bisa mendinginkan kepalanya yang rasanya mau meledak memikirkan ucapan sang nenek. Setelah beberapa menit berlalu, myungsoo keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan menuju walk in closet miliknya untuk mengambil bajunya.
Setelah selesai myungsoo berjalan dengan angkuhnya untuk melangkahkan kakinya menuju lorong apartemen. Tepat saat itu joohyun membuka pintu apartemen sooji dan memanggil myungsoo untuk bergabung menikmati sarapan.
"Myungsoo-ssi... changkaman... masuklah.. kau harus sarapan bersama kami... wae..?? Apa kau sakit...?" Tanya joohyun yang menarik lengan myungsoo menuju ruang makan.
"Aniya.. noona...jangan panggil seformal itu...hanya...."ucapan myungsoo terpotong karena kyuhyun tiba-tiba saja menyelanya.
"Dia hanya kelelahan dan banyak pikiran, lebih baik kau beristirahat saja dirumah..."ucap kyuhyun memberi saran pada myungsoo.
"Kenapa memotong ucapan myungsoo, ayo makan... daniel... ikut eomma... appa harus juga harus makan dan bekerja nanti..."ucap joohyun memberi pengertian pada daniel, namun daniel menggelengkan kepalanya.
"Ceritakan apa masalahmu myung ahh ani myungsoo oppa....jangan memendamnya sendiri..."ucap sooji dengan lembut.
"Hanya soal pekerjaan saja...tidak ada masalah yang besar.. jangan khawatir..."ucap myungsoo.
"Apa kau dipecat?? Aigooo..."ucap joohyun bersimpati.
"Jangan membahas masalah ini...aku jadi tidak enak...terimakasih atas makanannya.."ucap myungsoo yang berubah sedikit lembut mungkin saja ini efek dari moodnya yang kurang baik.
Mereka menyelesaikan makan malam dengan sangat bahagia. Joohyun kemudian mengambil beberapa obat untuk diberikan pada daniel.
"Daniel-ah....aaaaaa.... anak baik..."ucap joohyun dan menghadiahi sebuah ciuman dipipi namun dengan cepat daniel memundurkan wajahnya hingga bibir joohyun bersentuhan dengan bibir kyuhyun yang memang ingin mengecup pipi daniel dari samping.
"Yakk ada daniel disini...jangan lakukan hal seperti itu eonni..."tegur sooji pada joohyun.
"Yakk itu kecelakaan jangan pikir aku sengaja melakukannya dengannya..."ucap joohyun dengan memalingkan wajahnya.
Kyuhyun berdiri dan menyerahkan daniel kedalam gendongan joohyun.
"Appa, daniel ikut...."rengek daniel ketika dirinya sudah berada dipelukan joohyun.
"Aniya..appa harus bekerja...dan satu hal lagi daniel harus menuruti perkataan eomma... "pesan kyuhyun dan mencium puncak kepala daniel dengan tangan mengusap rambut daniel.
"Setelah daniel sembuh, cho appa akan mengajak daniel berlibur..."sahut myungsoo cepat dan tidak peduli dengan tatapan tajam kyuhyun.
"Jinjjayo... hore...hore... baiklah aku akan menjadi anak baik. Dan menuruti ucapan appa dan eomma....."ucap daniel yang tentu saja terlihat gembira.
"Yakk jangan selalu memutuskan semuanya sendiri kim myungsoo-ssi..."kesal kyuhyun.
"Bukankah itu tidak apa-apa... sebagai appa.. harusnya hyung lebih peka terhadap daniel.."ucap myungsoo.
"Myungsoo oppa... geumanhae... aigoo...kalian bisa bertengkar nantinya..."ucap sooji.
"Biarkan saja mereka bertengkar, bukankah berarti mereka saling menyayangi haha..."sahut joohyun yang membuat kedua pria itu berdecak bersama.
"Ckkk...diamlah nona seo/ noona...."ucap kyuhyun dan juga myungsoo bersamaan.
Satu bulan kemudian,
Myungsoo sudah memulai lagi usahanya dengan mendirikan beberapa cafe. Dan saat dia mengetahui jika dirinya bukankah putra kandung dari tuan dan nyonya kim, kim myungsoo bertekad untuk mencari kedua orang kandungnya.
Sooji saat ini sedang menyusun skripsinya bahkan dirinya sibuk mwnginap dirumah sahabatnya siapa lagi jika bukan jung soojung teman satu jurusannya.
Incheon airport.
Terlihat dipintu kedatangan luar negeri seorang pria dan wanita paruh baya terlihat sangat senang menginjakkan kakinya di negara yang sudah bertahun-tahun ditinggalkannya.
"Wuahhh... bagaimana kabar anak nakal itu yeobo...."ucap sang wanita.
"Mollayo... dia bahkan tidak pernah menghubungi kita sejak kedatangannya kemari...aku harap dia baik-baik saja... "ucap sang pria.
"Kajja aku sudah sangat merindukannya..." balas sang wanita dan mengeratkan lengannya pada lengan sang suami dan bersiap meninggalkan bandara.
Seoul Hospital.
Seo joohyun baru saja mengantar checkup kesehatan daniel dan mungkin ini untuk yang terakhir kalinya, karena menurut dokter Lin tubuh putranya ini menerima dengan baik.
"Ini benar-benar keajaiban dari Tuhan...selamat nyonya... daniel-ah...kau tidak perlu lagi datang kemari seminggu sekali...mulai sekarang kau bisa kemari 6 bulan sekali..."ucap Lin uisa.
"Benarkah itu uisa... terimakasih ya Tuhan... daniel-ah..."ucap joohyun terharu dan memeluk daniel.
"Uljimma...eomma... "ucap daniel.
"Gomawo Lin uisa..."ucap joohyun.
"Ini berkat cho uisa, nyonya seo... jika bukan cho uisa yang memutuskan operasi itu harus segera dilaksanakan...kami tidak tahu lagi harus berbuat apa.."ucap Lin uisa.
"Ah begitu ya.. heumm.. walaupun begitu terimakasih..."ucap joohyun dan berpamitan untuk pergi keluar.
Joohyun menggandeng lengan kecil daniel untuk berjalan menuju pintu keluar rumah sakit itu, mata daniel tertuju pada seorang pria yang tengah berjalan menuju pintu keluar dengan beberapa orang asing disana. Daniel dengan sengaja melepaskan genggaman tangan joohyun untuk berlari menuju pria dewasa yang tengah berbincang dengan orang asing itu.
"Appa... cho appa......"panggil daniel dan berlari menghampiri pria itu. Joohyun tentu saja panik karena daniel berlari kearah orang itu.
"Daniel-ah... daniel-ah... geumanhae..."teriak joohyun yang kemudian berlari menyusul daniel.
Pria dewasa yang merasa celana bahannya ditarik-tarik itu menghentikan langkahnya dan terkejut mendapati anak laki-laki yang menarik celana bahannya.
"Ommo.... "ucap pria dewasa itu reflek menatap anak kecil yang ada dibawahnya.
"Who is he? do you know him?" Tanya pria asing itu, pria dewasa yang diketahui wakil rumah sakit itu belun memberikan respon apapun saat ini.
Seketika semua mata tertuju pada pria dewasa nan tampan itu, bahkan beberapa media meliputnya dengan sangat penasaran. Mereka bahkan mengambil beberapa moment yang ada disana.
"Ahh eotteohke.... ini benar-benar buruk..ommo apa yang dilakukan pria itu... yakk.. ."ucap joohyun yang kemudian berlari menghampiri daniel yang memang sempat terhenti karna terhalang beberapa wartawan.
Sory for typo...
No edit.