Player

Player
Palyer 29



Myungsoo masih berada didepan pintu kamar inap Joohyun dengan menggendong tubuh kecil Daniel. Sooji menghentikan langkahnya saat dirinya terus berjalan dan menabrak punggung Myungsoo karena tidak memperhatikan jalan.


Dukk..


"Awhh...kenapa berhenti mendadak?" Kesal Sooji.


"Aku sudah berhenti sedari tadi, kau saja yang tidak memperhatikan jalan..kau kenapa eoh?? Kau terlihat sangat lesu..berbeda saat aku menghubungimu semalam.."balas Myungsoo.


"Yakk..oppa tidak peka eoh, bagaimana bisa kau membiarkan wanita licik itu duduk didepan bersama Daniel...orang-orang bahkan mengira dia istrimu...aku tidak suka..."ucap Sooji dengan kesal.


"Mwo?? Haha..apa kau cemburu sayang..."ucap Myungsoo.


"Aniya...Aku hanya tidak suka diabaikan...ckk..dasar pria tidak peka..."ucap Sooji yang langsung masuk kekamar inap Joohyun.


Daniel bingung melihat kelakuan Imo dan Juga Samchonnya ini,  melihat Sooji yang berjalan masuk kedalam kamar inap Joohyun.


"Samchon...ayo masuk...aku ingin melihat Eomma..."rengek Daniel yang menyadarkan Myungsoo dari lamunannya. Myungsoo tersenyum tipis saat memahami arti ucapan sooji, walaupun Sooji mengelaknya tapi kelakuannya memang mengatakan jika dia sedang cemburu.


"Heumm..kajja...."balas Myungsoo yang masih setia menggendong calon keponakannya itu.


Sooji terkejut melihat adegan didepannya, dia melihat Rachel Kim yang saat ini memegangi kakinya. Sedangkan  Kyuhyun nampak membantu wanita itu dengan menggendong tubuh wanita itu ala bridal style menuju sofa.


"Gweanchana.."ucap Kyuhyun.


"Aniya...appo..."ucap Rachel yang sudah melepaskan lengannya yang tadi sempat bertengger di leher Kyuhyun.


"Aku akan panggilkan dokter..."ucap Kyuhyun, dan lihatnya sekarang dia mengabaikan Joohyun.


Joohyun memilih untuk membaringkan tubuhnya karena pemandangan yang ada didekatnya tadi.


Sooji yang melihat itu langsung mendesis kesal dan berjalan kearah ranjang Joohyun.


"Dasar wanita licik..."lirih Sooji yang masih mendumel tidak jelas.


"Eomma....bogoshipeo..cup...0."panggil Daniel yang langsung Myungsoo turunkan ke tempat tidur yang Joohyun tempati. Daniel yang duduk  disamping tubuh Joohyun itu tersenyum dan mengecup bibir sang eomma.


"Eoh... Daniel-ah....nado...." panggil Joohyun.


Myungsoo langsung mendekati sang kakak dan kemudian bertanya dengan apa yang terjadi.


"Apa yang terjadi Hyung..."tanya Myungsoo.


"Seo Joohyun mendorongku tadi...sepertinya dia tidak suka aku menjenguknya.."ucap Rachel.


"Maldo andwae...."sahut Sooji dengan kesal. Joohyun sedikit gugup menantikan jawaban apa yang akan dikeluarkannya dari bibir calon suaminya ini.


"Oppa....Kyuhyun Oppa...."panggil Rachel.


"Nde..."sahut Kyuhyun.


"Hyung... jelaskan padaku...tidak mungkin jika noona melakukannya..."balas Myungsoo.


"EONNI TIDAK MUNGKIN MENDORONGMU RACHEL-SSI...bahkan untuk bangun dari ranjangnya saja Joohyun Eonni butuh bantuan...ckk...dasar wanita penggoda..."Sinis Sooji yang membuat Myungsoo sedikit geram dengan tunangannya ini.


"Oppa dia bahkan memakiku seperti itu...bukankah itu kasar sekali...Oppa....bawa aku pergi dari sini... "rengek Rachel.


Pintu terbuka dengan memperlihatkan seorang dokter tampan dan beberapa perawat.


"BAE SOOJI...yakk...diamlah.."kesal  Myungsoo yang membuat Sooji cemberut dengan menekuk wajahnya.


"Tolong bawa Rachel keluar dari sini, kakinya terkilir...."ucap Kyuhyun yang memeriksa kaki Rachel.


"Arrasseo..."balas Dokter tampan itu.


"Oppa...shireo....Oppa..."rengek Rachel.


"Jika kau mau sembuh ikuti kata dokter, jangan merengek sepert itu..kau sudah tidak pantas melakukannya Rachel Kim..ah satu lagi...jangan mencoba untuk menjelekkan calon istriku..."ucap Kyuhyun dengan tegas.


Dokter tampan itu kemudian menyuruh perawat laki-laki yang sengaja dia bawa itu untuk kembali keruangannya tentu saja untuk memeriksa keadaan kaki Rachel.


Myungsoo yang mengerti situasinya kemudian menarik lengan Sooji dan membawanya keluar dari dalam kamae inap Joohyun.


"Hyung, Eonni kami harus pergi...maaf tidak bisa membawa Daniel sekarang"ucap Myungsoo.


"Gweanchana...aku akan menjaganya .."balas Kyuhyun yang memperhatikan Daniel yang saat ini tengah memeluk erat sang Eomma, menenggelamkan wajahnya pada dada Joohyun.


Setelah kepergian Rachel dan juga Myungzy, Kyuhyun mengambil paperbag yang berisi pakaiannya itu kekamar mandi dan menggantinya dengan cepat. Setelah selesai Kyuhyun mendekat dan memanggil Daniel.


"Daniel-ah...ikut Appa ne...pelukanmu itu akan membuat baby Cho tidak biaa bernafas nanti..."ucap Kyuhyun yang membuat Daniel bangun, Joohyun tentu saja melepaskan pelukannya.


"Baby Cho....."tanya Daniel tidak tahu.


"Baby Cho masih didalam perut Eomma sayang...dan masih sangat kecil..."ucap Kyuhyun yang membuat mata Joohyun mendongak memperhatikan Kyuhyun. Tangan Kyuhyun mengusap perut Joohyun dengan lembut, sedangkan Daniel dia mencium perut Joohyun.


"Apakah nanti seperti Lauren..."tanya Daniel dengan lucunya.


"Mollayo...eomma dan appa belum tahu... "ucap Kyuhyun dan membantu Joohyun untuk duduk bersandar di dashboard ranjangnya. Dan menyiapkan makanan yang telah dibawakan oleh sang eomma tadi.


"Makanlah...Eomma yang membuatkannya untukmu..."ucap Kyuhyun lagi dan langsung memindahkan tubuh mungil Daniel kepangkuannya.


"Mianhae...aku pikir Oppa akan memarahiku..."ucap Joohyun lirih.


"Untuk apa aku memarahimu, maaf sempat mengabaikanmu tadi...aku tidak bisa diam saja karena kakinya memang terkilir tadi..."ucap Kyuhyun.


Kyuhyun tersenyum melihat Joohyun yang dengan lahapnya menikmati makanan yang telah dibuatkan oleh Nyonya Cho.


"Oppa juga harus makan...Uri Daniel mau juga eoh...."ucap Joohyun sambil menyuapkan sepotong telur dadar kemulut pria itu, daniel juga ikut makan lagi.


Tangga darurat.


Sooji masih memicingkan matanya menatap Myungsoo dengan tatapan tajamanya, Sooji bahkan melontarkan beberapa tuduhan yang mungkin saja memang sengaja Myungsoo lakukan agar bisa membuatnya cemburu.


"Jadi benar kah cemburu...mianhae...aku tidak dengan sengaja melakukannya, kau tahu aku hanya malas berurusan dengan wanita seperti Rachel.."ucap Myungsoo dengan berjalan menyudutkan tubuh Sooji.


"Jinjjayo?? Oppa tidak sedang mengambil kesempatan dalam kesempitan kan??"tuduh Sooji.


"Aniya.... apa kau ingin aku membuktikannya..."balas Myungsoo yang kemudian mencium  bibir Sooji.


"Ommo.....Oppahmmmt.....ahh..." desah Sooji saat Myungsoo memperdalam ciumannya, tangan Myungsoo bahkan sudah memegang benda kenyal Sooji, begitu Myungsoo mendekatkan bibirnya pada puncak dadanya, Sooji menghentikan kesenangan Myungsoo.


"Wae..?"tanya Myungsoo.


"Lepas...ahh...kan...hmpt...Oppa..itu sebagai hukuman Oppa..." ucap Sooji dan berusaha melepaskan tangan Myungsoo dari payudaranya. Sooji kemudian merapikan kembali pakaiannya akibat ulah Myungsoo.


"Apa kau tidak mempercayaiku Ji-ah.."tanya Myungsoo dengan wajah yang tertekuk.


"Kajja kita harus pergi dari sini..."ucap Sooji yang memilih tidak menjawab pertanyaan Myungsoo.


Myungsoo memandang punggung Sooji dengan lesu, beberapa kali Myungsoo bahkan menghela nafas lelah.


Didalam mobil Myungsoo tidak tahan dengan suasana hening ini, hingga Myungsoo kembali menepikan mobilnya kesisi kanan jalan membuat Sooji sedikit terkejut.


"Yakk Bae Sooji sampai kapan kau mendiamiku...sudah setengah jam berlalu dan kau..."ucap Myungsoo dengan kesal.


"Itu hukumanku untukmu..."balas Sooji dengan kesal.


"Mianhae...jeongmal mianhae..Ji-ah.."ucap Myungsoo dengan beraegyo.


"Hahaha...arrasseo...Ommo...sejak kapan Oppa bisa beraegyo..."ucap Sooji yang tertawa karena tingkah lucu tunangannya ini.


"Hapus hukuman itu yah.....cup...aishh..menganggu saja.."pinta Myungsoo yang sudah berusaha mendekat kearah Sooji dengan satu kecupan, namun saat Myungsoo ingin memperdalam ciumannya tubuhnya tertahan oleh setbeltnya.


"Haha... kajja kita harus pergi ke Diamond Street...Eommonim sudah berada disana...hanya tinggal menunggu Kyuhyun Oppa dan Joohyun Eonni..."ucap Sooji.


"Baiklah...aku tidak akan melepaskanmu nanti malam Sooji-ah.."ucap Myungsoo dengan seringaiannya dan itu membuat Sooji merinding.


"Ingatlah kita belum menikah Oppa..."balas Sooji dengan senyum mengejeknya.


Diruang dokter Park.


Rachel Kim saat ini tengah diperiksa oleh dokter Park,  dokter park selesai melilitkan perban di kaki Rachel.


"Nona sebaiknya anda tidak menggunakan hak setinggi ini lagi..lihatlah kau bahkan terluka karenanya..aku bahkan tidak mengerti kenapa wanita suka sekali memakai sepatu hak tinggi yang sudah sangat pasti menyiksa kakinya..."ucap Dokter Park.


"Apa dokter sedang menceramahi saya..."balas Rachel.


"Aniya... itu hanya pendapat saya saja."balas Dokter Park.


"Ah kenapa mereka meninggalkan aku seperti ini....ckk..menyebalkan...dasar pria jahat....arghh..."teriak Rachel yang kehilangan keseimbangan karena kakinya yang terasa sakit.


Dokter Park langsung berlari dengan melingkarkan tangan panjangnya kepinggang Rachel, alhasil tubuh Rachel langsung berada didalam pelukan Dokter Park. Jika terlihat dari belakang mungkin mereka terlihat seperti sepasang kekasih.


"Mianhae....Ommo kau menangis..."tanya Dokter Park.


"Hikhik...wae...aku tidak bisa pulang sendiri...eotteohke..."ucap Rachel.


"Baiklah aku akan mengantarkanmu pulang... lagipula aku ada seminar hari ini...uljimma...hey..kau  terlihat jelek jika menangis seperti ini..."ucap Dokter Park yang saat ini tengah membereskan mejanya.


"Benarkah?? Aku tidak akan menangis kalau begitu.. Park Seo Joon  Uisa...terimakasih...setidaknya anda bukan pria jahat.."ucap Rachel yang kemudian menghapus air matanya.


"Siapa yang kau maksud pria jahat Rachel-ssi.."tanya Dokter Park.


"Mantan tunanganku, dia benar-benar memilih wanita itu...ckk..."kesal  Rachel.


"Ah..apakah pria yang berada diruangan tadi.. sebaiknya kau lupakan saja pria itu...ah satu lagi...aku juga masih single.. "ucap Dokter Park.


"Dokter Park single? Tidak mungkin...anda tampan dan tentu saja seorang dokter..wanita mana yang akan menolaknya..."ucap Rachel.


"Kau tidak percaya...bagaimana kalau kita berteman..ah ayo...aku hanya mempunyai waktu dua jam untuk sampai ditempat seminar.."tawar Dokter Park, entahlah saat melihat Rachel dia merasa senang.


"Heumm....bantu aku berjalan..."ucap Rachel.


"Tentu saja...jangan lagi menggunakan heel setinggi ini...atau pergelangan kakimu akan terluka...hati-hati...lingkarkan tanganmu ke leherku..."ucap dokter Park.


"Arrasseo..gomawo...( dia sangat baik, aku bahkan telah jatuh hati padanya...ah sangat bertolak belakang dengan pria es itu).."balas Rachel yang tersenyum.


HOSPITAL.


Joohyun merasa sangat senang, akhirnya dia bisa pulang dari Rumah sakit. Daniel tersenyum senang ketika Kyuhyun mengatakan jika Joohyun akan pulang hari ini.


"Gantilah bajumu? Kita akan pergi kesuatu tempat terlebih dulu..."ucap Kyuhyun dengan menyerahkan paper bag yang dibawa Sooji tadi.


"Yeee...kita pulang...appa kita akan bersama lagi kan...aku ingin tidur didalam pelukan Eomma dan Appa..."ucap Daniel.


"Heumm tentu saja... Daniel tidak membuat Eomma kesulitan kan?"tanya Kyuhyun.


"Aniya..."balas Daniel.


Kyuhyun mengangkat ponselnya yang kembali berdering. Kyuhyun bahkan tidak tahu jika dibelakangnya ada seorang wanita canti.


Kyuhyun membulatkan matanya begitu pria yang ada diseberang saja itu meminta sesuatu padanya, dan saat itulah Kyuhyun menggeram dan berteriak hingga mrmbuat Daniel ketakutan.


"Aku mohon...ijinkan aku bertemu dengan Daniel.."pinta seorang pria, yang entah berada dimana.


"Yakkkk....bukankah aku sudah mengatakan padamu..untuk tidak membahasnya...Daniel jangan harap kau bisa menemuinya sekarang...jika kau ingkar janji aku tidak akan menjamin bisnis yang kau rintis itu akan hancur..."kesal Kyuhyun yang kemudian mematikan ponselnya.


Joohyun yang mendengar nama Daniel disebut-sebut langsung mendekat kearah Kyuhyun dengan pandangan yang tentu saja meminta penjelasan Kyuhyun.


"Daniel??  Siapa dia Oppa?? Apa yang selama ini Oppa sembunyikan dariku..malhaebwa..."ucap Joohyun yang masih memandang Kyuhyun dengan tatapan yang sulit diartikan.