Player

Player
Player 06



Seoul Hospital.


Sooji begitu khawatir setelah dia beberapa kalia tidak bisa menghubungi joohyun. Sooji kemudian mencoba menghubungi seseorang yang mungkin saja bisa  membantunya.


"Myungsoo-ssi... aku tidak tahu dimana joohyun eonni berada.. aku sudah menghubunginya beberapa kali namun tidak ada jawaban.. eotteohke...yakkk...."ucap sooji dengan kesal karena panggilannya dimatikan sepihak oleh myungsoo.


Myungsoo menepuk bahu sooji dan saat itu wanita cantik itu berbalik dan menatapnya.


"Noona pasti baik-baik saja...kau harus tenang.. siapa yang sakit kenapa kau ada disini.."tanya myungsoo penasaran.


"Daniel...dia....bibi han wae geurae...."tanya sooji yang melihat bibi han keluar dari ruang inap daniel.


"Daniel memanggil nona joohyun..."ucap bibi han.


"Mwo... apakah daniel sudah sadar.. "ucap sooji yang berlari mengikuti bibi han. Sedangkan myungsoo yang berada dibelakang sooji itupun segera memanggil dokter dan kemudian mengikuti sooji.


Tidak lama dokter jaga yang ada dirumah sakit datang untuk memeriksa keadaan daniel. Menjelang operasinya daniel malah terlihat lebih baik dan itu menguntungkan para dokter nantinya. Pasien benar-benar dalam kondisi yang stabil setelah dua hari kondisinya menurun.


Cho home.


Morning,


Joohyun membuka matanya, dia benar-benar terkejut melihat pria yang diketahuinya adalah pria yang tahu akan rahasianya dalam mempermainkan pria-pria hidung belang itu.


Joohyun menganga lebar ketika dirinya mendapati kemeja putih kebesaran yang melekat pada tubuh rampingnya.


"Wuahh eotteohke... ahh...appo.."ringis joohyun merasakan perutnya yang tergores itu nyeri.


"Mau mencoba kabur dariku lagi eoh... setelah apa yang kau lakukan padaku waktu itu..."ucap pria yang ternyata adalah cho kyuhyun. Pria itu bahkan menarik dan  mencekal tangan joohyun namun sepertinya joohyun kehilangan keseimbangan dan berakhirlah mereka terjatuh diatas ranjang dengan posisi tubuh joohyun berada dibawah tubuh kyuhyun. Kyuhyun menyeringai hingga kedua mata mereka bertemu saling menatap seakan terpana cho kyuhyun dengan perlahan mendekatkan bibirnya  pada bibir joohyun.


Dukk...


"Yakkk...apa yang kau lakukan..."teriak joohyun.


"Mwo..  apa kau bilang.. tentu saja membuatmu berhenti mempermainkan hati para pria termasuk temanku...dan kau bahkan berani menipu mereka dengan berpura-pura melayani mereka padahal kau hanya seorang penipu.."ucap kyuhyun dengan sinis dan kembali berdiri memojokkan tubuh joohyun didinding kamarnya.


"Hah.. lepaskan....sudah aku bilang itu bukan urusanmu...ponselku berdering...."ucap joohyun begitu dia melihat ponselnya menyala lagi karena memang semalam dia menonaktifkan suara maunpun notifikasi diponselnya.


Dengan cepat joohyun mendorong tubuh kyuhyun agar menyingkir dari hadapannya, kyuhyun tersenyum melihat tingkah wanita yang ada dihadapannya itu.


"Hah... biasanya wanita akan bersikap anggun saat bersama denganku.. tapi dia benar-benar berbeda.."lirih kyuhyun dan kemudian berjalan menuju kamar mandi.


Joohyun terkejut setelah dia menerima panggilan dari sooji, dan setelah panggilan itu berakhir joohyun melihat beberapa pesan yang telah dikirim sooji untuknya apalagi jika bukan mengenai daniel.


Dan ketika joohyun berbalik, dia terkejut mendapati cho kyuhyun yang hanya bertelanjang dada dengan handuk yang melilit tubuh bagian bawahnya saja. Tidakkah pria itu sadar jika dikamarnya tidak hanya ada dirinya saja.


"Wuahhhh... pakai bajumu kyuhyun-ssi..kenapa kau keluar dengan hanya menggunakan handuk saja..."teriak joohyun yang membuat kyuhyun tidak mengerti.


"Wae... bukankah kau sudah melihatnya kemarin malam..aku bahkan sudah melihat tubuhmu dan juga dua benda yang tidak lebih besar dari genggaman tanganku..."ucap kyuhyun pedas dan menunjuk aset berharga joohyun.


"Yakkk.... apa kau bilang... jadi kau ingin bilang jika ini kecil.. apa kau tidak lihat untuk ukuran yeoja sepertiku ini cukup besar... sepertinya kau perlu memeriksakan matamu tuan cho..."kesal joohyun yang entah sadar atau tidak dirinya memegang dua benda kenyal itu. Kyuhyun yang melihatnya hanya menghela nafas dan kemudian menghilangkan bayangan beberapa hari lalu saat dia membelai dua benda kenyal yang memang sangat pas dikedua tangannya.


"Aishh apa yang aku pikirkan.. dasar gadis bodoh..apa dia sengaja ingin menggodaku eoh..."lirih kyuhyun dan mengambil bajunya.


"Yakk tuan dimana kau letakkan tasku.. aku harus segera pergi...ah ettoehke... ..."ucap joohyun yang mengikuti arah tangan kyuhyun dan saat itu juga joohyun berlari mengambil tasnya untuk segera menuju rumah sakit.


"Yakkk.... kau mau kemana eoh... geumanhae...."teriak kyuhyun, namun sepertinya wanita itu tidak menggubrisnya sama sekali.


Seoul Hospital.


Kali ini bibi han tidak menemani daniel, kalian tahu jika daniel menginginkan joohyun berada didekatnya. Yah sooji dengan sangat terpaksa berbohong mengenai keberadaan joohyun.


"Imo.... eomma...eodiseo..."tanya daniel yang baru berumur 4 tahun itu.


"Eomma sedang  bekerja... eomma akan datang sebentar lagi..."ucap sooji.


Tidak lama beberapa dokter datang untuk memastikan keadaan daniel sebelum mereka melakukan operasi. Tepat saat itu seorang pria tampan keluar dari kamar mandi.


"Apakah dia appa dari daniel...."tanya dokter kang.


"Aniya...."ucap sooji cepat.


"Kim Myungsoo imnida..daniel samchon.... "ucap myungsoo. Mata myungsoo sedikit terkejut melihat pria yang terlihat tidak asing baginya. Yah mereka bertemu untuk kedua kalinya, kyuhyun pun juga merasa sangat kesal karena nyatanya dia bertemu lagi dengan pria yang membuatnya gagal membuat perhitungan dengan joohyun waktu itu.


"Neo..."ucap kyuhyun dengan reflek namun kyuhyun mengembalikan ekpressi wajahnya.


"Dimanakah wali dari daniel... jika dalam satu jam nona seo tidak melunasi administrasinya kami tidak bisa melakukan operasi..."ucap dokter kang.


"Uisa....jebal..jangan lakukan hal itu.. sebentar lagi wali daniel akan datang..."ucap sooji dengan memohon.


"Baiklah... kami akan menunggu satu jam.. jika sampai saat itu tiba dan wali dari pasien belum ada.. kami dengan terpaksa membatalkan operasi itu.."ucap dokter kang.


Tidak lama kemudian joohyun berlari menuju ruangan daniel, saat akan membuka pintu seo joohyun membuka pintu kamar inap daniel dan saat itu joohyun menabrak dokter yang berada dibarisan paling depan.


"Jeoseonghamida...Neo...."ucap joohyun sambil membungkukkan tubuhnya, joohyun bahkan belum menyadari jika cho kyuhyun adalah dokter dirumah sakit seoul.


"Akhirnya anda datang nona seo..."ucap dokter kang.


"Eomma....."lirih daniel memanggil joohyun begitu dia melihatnya.


"Eomma.... "lirih kyuhyun.


"Kami sudah melunasinya uisa... kumohon lakukan yang terbaik untuk uri daniel..."ucap joohyun.


"Baiklah..kami dan tim dokter akan segera melakukan operasi..."ucap dokter kang.


Seo joohyun mendekat dan memeluk daniel, tanpa memperhatikan dokter baru yang sedari tadi menatap penuh penasaran dengan status waniymta yang dipanggil eomma itu.


"Cho uisa.. kajja.... kita harus segera melakukan operasi.."ucap dokter kang.


"Silahkan anda duluan kang uisa.. saya akan menyusul nanti..."ucap kyuhyun dan kemudian masuk kedalam ruang rawat daniel.


Myungsoo dan sooji yang berada didalam ruangan memperhatikan cho kyuhyun yang tanpa ragu menepuk bahu joohyun.


"Chogiyo... aleyna-ssi.."panggil kyuhyun dan membuat joohyun menoleh dan melepaskan pelukan daniel.


"Nde...nuguse...ommo...uisa..??"ucap joohyun yang tentu saja terkejut.


"Maja...naya...cho kyuhyun..."ucap kyuhyun lantang.


"Eotteohke arra?? Kau tidak sedang memata-mataiku kan?" Tanya joohyun.


"Appa..."tanya daniel yang memperhatikan kyuhyun yang saat ini sedang bersedekap didada.


"Appa?? Nugu??"ucap kyuhyun tidak mengerti.


"Hahaha.. daniel.. dia bukan appamu..."ucap sooji.


"Sooji imo sedang bercanda... uljimma... dia memang appamu?? Cho appa akan menemanimu nanti.. jadi jangan menangis..."ucap myungsoo.


"Aiishh apa yang kalian lakukan eoh... ah perawat nam.. siapkan pasien dan bawa keruang operasi..."ucap kyuhyun yang lebih memilih meninggalkan ruangan inap itu.


Jangan tanyakan reaksi joohyun, wanita muda itu tentu saja kesal namun dia bisa apa? Ingin membantah sepertinya sangat sulit dan sepertinya joohyun harus ikhlas menerima panggilan yang disematkan daniel untuknya.


Cho kyuhyun yang memang sudah berganti memakai pakaian hijau itupun langsung memerintahkan perawat nam, perawat Noh.. dan dokter Lin untuk membawa pasien menuju ruang operasi.


"Eomma... museowo...."ucap daniel.


"Ini seperti didalam drama saja..."kesal kyuhyun yang memang tidak tahan melihat keadaan  yang terlalu melo.


"Daniel-ah... jangan takut bukankah kau bersama appa disana..."ucap sooji.


"Nde.. cho appa akan menjagamu disana..."sahut myungsoo dengan melirik kyuhyun.


"Daniel jangan takut ne..."ucap joohyun dan melepaskan genggaman tangannya.


"Jinjja?? Cho appa..."ucap daniel dengan menatap wajah kyuhyun, perawat nam dan juga Noh dan juga Dokter Lin terkejut mendengarnya.


"Cho uisa  bukankah dokter dilarang untuk melakukan operasi terhadap keluarganya apalagi daniel adalah putramu.."ucap Lin uisa mengingatkan.


"Mwo...yak ini tidak seperti yang kalian pikirkan...kajja...kalian tahu hati itu tidak bisa bertahan lama... palli..."tegas kyuhyun dan kemudian mulai mendorong ranjang daniel menuju ruang operasi.


NEW YORK, AMERIKA.


Nyonya Cho terbangun dari tidurnya dengan terengah. Disampingnya tuan cho yang merasa ranjangnya bergerak itupun segera merubah posisinya menjadi duduk dan reflek mengelus punggung istrinya.


"Waeyo...apa kau bermimpi tentangnya..."tanya tuan cho.


"Oppa... eotteohke...didalam mimpiku dia bersama kyunie... tapi sesuatu yang buruk tiba-tiba saja terjadi padanya... hikhikhik...."ucap nyonya cho.


"Uljimma... bukankah didalam mimpimu kyunie baik-baik saja...."tanya tuan cho.


"Heum... entahlah oppa... mungkinkah dia David oppa... aku yakin jika putraku masih hidup... apa kyunie sudah menemukan petunjuk..."tanya nyonya cho.


"Kita tunggu kabar dari kyunie... dan kau harus sembuh... arrasseo..."balas tuan cho.


"Jika aku sudah sembuh...oppa akan membawaku pulang ke korea kan?? Aku merindukan tanah kelahiranku dan juga uri David..."ucap nyonya cho dan kemudian memeluk erat tubuh sang suami, tuan cho pun menyandarkan kepalanya pada kepala nyonya cho.


"Nado... semoga kyunie segera mendapatkan putunjuk mengenai David, kita hanya perlu bersabar... cha kau harus tidur... kau tahu yeobo...aku semakin sibuk karena kyunie tidak disini..."ucap tuan cho.


"Oppa bisa menyerahkannya pada sekertaris park..."ucap nyonya cho.


"Hah.. benar juga yah.. jalja..."ucap tuan cho.


"Nado jalja..."balas nyonya cho yang mendapat kecupan dikeningnya dari tuan cho.


Walaupun mereka sudah tua namun hubungan mereka masih saja tetap romantis.


Kim Home.


Nyonya Kim yang berada diruang keluarga itu sangat kesal mengetahui jika pertemuannya dengan wanita yang akan dijodohkannya itu tidak berjalan dengan baik.


"Aishh apa yang dia pikirkan.. dia bahkan berasal dari keluarga kaya.. tapi kenapa dia tidak menolak mentah-mentah... dasar anak tidak tahu diri...sudah untung aku mau membesarkannya...dan apa ini balasannya..."gerutu nyonya kim.


"Yeobo... hati-hati jika eomma mendengarnya habislah kita..."ucap tuan kim.


"Arra...hah harusnya eommonim meninggalkannya saja waktu itu..."ucap nyonya kim penuh penyesalan.


"Yakk.. bukankah sudah aku katakan untuk diam..."marah tuan kim dan kemudian dia pergi menuju ruang kerjanya.


"Ada apa...suami terlihat marah..."tegur kim halmoni.


"Aniya eommonim... oppa hanya salah paham..aku akan menjelaskanya nanti.."ucap nyonya kim.


"Wae...ah cepatlah kau jelaskan..jangan biarkan masalah itu berlarut larut...itu tidak baik.."ucap kim halmoni penuh nasehat.


"Nde... eommonim..."ucap nyonya kim langsung menuju ruang kerja suaminya.


Seoul Hospital.


Joohyun duduk terdiam dengan pandangan kosong, dia bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan daniel didalam saja. Yah setelah menunggu beberapa jam akhirnya operasi selesai, Cho kyuhyun keluar dari ruang operasi, pertama yang dia lihat hanyalah sesosok wanita yang saat ini tengah melamun.


"Eonni... uisa memanggilmu..."ucap sooji dengan mengguncang bahu joohyun.


"Ah nde..."ucap joohyun dan langsung berdiri berjalan menuju uisa yang saat ini sedang berbincang dengan myungsoo.


"Jadi apakah operasinya berjalan dengan lancar.."tanya myungsoo.


"Nde.. aku rasa dia akan memerlukan perawatan intensif nanti... setelah kalian melihatnya saya sarankan sebaiknya tidak ada yang menunggu malam ini.. staff kami akan mengawasinya selama 24 jam kedepan..... "ucap kyuhyun dan membuat myungsoo mengangguk.


"Tidak bisa... aku harus menemaninya...bagaimana jika dia sadar dan mencariku.."ucap joohyun.


"Kami bisa mengatasinya... ah temui lima belas menit lagi diruanganku... "ucap kyuhyun dengan nada lirih, bahkan pria itu segera pergi meninggalkan ruang operasi diikuti oleh beberapa perawat yang membawa pasien kedalam ruang inap.


"Apa ada masalah dengan daniel... ah eotteohke... bagaimana jika dia menyampaikan kabar buruk.. "guman joohyun yang tentunya sangat khawatir dengan kondisi daniel.


"Noona...kajja... jangan khawatir... daniel pasti baik-baik saja..."ucap myungsoo.


"Ah ne... gomawo..."balas joohyun.


"Kajja eonni...."ucap sooji dengan mengaitkan tangannya pada lengan joohyun.


"Mianhae ji-ah...kalian pulang saja lebih dulu..."ucap joohyun.


"Perlu aku temani eonni..."tawar sooji.


"Aniya...myungsoo-ssi tolong jaga sooji... "ucap joohyun yang melangkahkan kakinya untuk meninggalkan ruangan daniel.


Setelah mereka melihat daniel, sooji kemudian mengajak joohyun untuk pulang namun joohyun menolaknya dan mengatakan jika dirinya mempunyai urusan.


"Kalian bisa pulang terlebih dulu...ah tunggu bagaimana bisa kalian saling mengenal?" Tanya joohyun.


"Kami tidak sengaja bertemu karena sebuah insiden kecil..."ucap myungsoo.


"Eoonni apa tidak sebaiknya kau pulang bersama kami.."tanya sooji.


"Aniya...kalian pergilah dulu...aku masih ingin disini..."ucap joohyun dan kemudian masuk kedalam ruang inap daniel yang memang saat ini sudah ada perawat yang menjaganya.


"Nyonya sebaiknya anda pulang dan istirahat...ah cho uisa menyampaikan pesan jika beliau menunggu anda diruangannya..."ucap perawat nam.


"Gomawo... "ucap joohyun dan meninggalkan ruangan itu setelah dia mengecup kening daniel.


Cho kyuhyun pria yang saat ini sudah memakai pakaian formalnya duduk dikursi kebesarannya dengan memeriksa berkas beberapa pasien namun saat tengah membuka berkas milik daniel, pria muda itu mengernyit bingung ketika melihat informasi yang tertera diberkas itu.


Toktok..


"Masuk..."ucap kyuhyun tanpa melihat siapa tamu yang masuk.


"Anyeonghaseyo...cho uisa..."sapa joohyun dengan gugup tentunya.


"Oh duduklah...aleyna-ssi...ah ani... seo joohyun-ssi..."ucap kyuhyun dengan menekankan kata seo joohyun, pria itu kemudian bersandar pada kursi kebesarannya.


"Jeoseonghamida...."ucap joohyun dengan menundukkan kepalanya.


"Benarkah dia adalah putramu?? Apa ini alasanmu melakukan hal menjijikkan itu nona..."ucap kyuhyun.


Joohyun mendongakkan kepalanya ketika kyuhyun mengucapkan kata itu, sungguh hatinya sakit mendengar ucapan kejam kyuhyun.


Tbc or End????


Cerita ini bisa aku unpublish loh...


Maka dari itu ayo tinggalkan jejak disini...😁