
Joohyun yang saat ini sedang mengupas buah itu merintih sakit saat tangannya tidak sengaja terkena pisau.
"Eonni... gweanchana..."tanya sooji yang memang saat ini sedang mengunjungi joohyun dan daniel dirumah kyuhyun.
"Aniya...aku tidak baik-baik saja...perasaanku tidak enak... sepertinya ada hal buruk yang sedang terjadi..."ucap joohyun.
"Mwo... solma... eonni mengkhawatirkan kyuhyun oppa..."tanya sooji.
"Lupakan saja... dia pasti baik-baik saja..."balas joohyun dan kemudian memberikan potongan apel itu pada daniel.
Daniel memakan apelnya dengan berceloteh panjang, anak laki-laki itu bahkan sesekali bertanya dengan film kartun yang dilihatnya.
"Eomma... itu apa..."ucap daniel yang melihat hewan yang belum pernah dilihatnya.
"Ah..itu rusa sayang... dan itu singa...daniel bisa melihatnya kalau kita pergi ke kebun binatang.."balas joohyun.
"Daniel bisa mengajak appa nanti untuk kesana... eonni... ada yang ingin aku katakan... sebenarnya aku dan myungsoo oppa menjalin hubungan..."sahut sooji dengan malu-malu.
"Wuahh jinjja.... dia terlihat seperti pria yang baik-baik ji..ah lalu bagaimana dengan orangtuamu..."tanya joohyun.
"Awalnya eomma dan appa memarahiku karena mengambil jurusan yang berbeda...dan sekarang mereka mengerti, dan mengenai hubunganku dengan myungsoo oppa... appa dan eomma bahkan melihatku menginap diapartemen myungsoo oppa... "ucap sooji.
"Mwo... bagaimana bisa?? Yakk kalian tidak berbuat hal.."ucapan joohyun terpotong oleh sahutan sooji.
"Aniya... kami hanya sedikit bermain dan kemudian tidur sambil berpelukan.. hanya itu saja... mereka bahkan menyuruh myungsoo oppa untuk membawa kedua orangtuanya bertemu dengan uri appa dan eomma.."ucap sooji.
"Bukankah itu bagus... jangan bermain-main lagi ji nanti kebablasan.... kami bahkan hampir saja melakukannya oppss..."ucap joohyun yang hampir saja.
"Hoksi...kyuhyun oppa...ommo..."ucap sooji yang terkejut dengan apa yang dikatakan joohyun.
"Heum... pria yang pernah aku tipu dulu juga dirinya, dia mengetahui semua rahasiaku... sekarang dia melarangku untuk melakukan hal-hal seperti itu..."ucap joohyun.
"Bukankah artinya dia mencintaimu eonni..."tanya sooji.
"Molla...dia hanya mengatakan semua demi daniel.. karena daniel mengingatkannya pada sosok adiknya yang telah hilang 22 tahun silam..."ucap joohyun.
"Adik kyuhyun oppa?? Wuahh kenapa bisa kebetulan... myungsoo oppa ternyata bukanlah putra kandung keluarga kim itu..."ucap sooji.
"Maldo andwae ...bukankah kau harus pulang.. orangtuamu akan marah nanti jika kau terlambat..."ucap joohyun yang berfikir mungkin saja myungsoo adalah adik dari kyuhyun.
Sooji kemudian teringat jika hari ini tuan dan nyonya Bae memang menyuruh myungsoo untuk membawa kedua orangtuanya.
****
Kyuhyun meringis merasakan perut bagian samping yang sedikit terluka karena ulah pria pendek itu.
"Kyuhyun-ssi... hyung... irreona.. yakk..."ucap myungsoo yang melihat kyuhyun terbangun namun jatuh kembali karena luka diperutnya, darah yang keluar juga sangat banyak.
Beberapa pria yang tadi memukuli kyuhyun dan myungsoo sontak khawatir dan juga ketakutan. Mereka kemudian mulai melarikan diri karena disana terlihat mobil polisi yang berpatroli disana.
Setelah mendapatkan pertolongan pertama, kyuhyun langsung dilarikan kerumah sakit seoul. Myungsoo juga ikut bersama, didalam perjalanan menuju kerumah sakit ponsel kyuhyun berdering.
"Yeobseyo....ah aniya...nan kim myungsoo imnida... jeoseonghamida...kyuhyun-ssi saat ini tengah menuju rumah sakit seoul... dia tertembak..."ucap myungsoo pada sang penelpon.
"Ah.. eotteohke... harusnya hyung tidak menolongku....bagaimana jika keluarga hyung menyalahkan aku seperti kejadian waktu dulu... ahh etteohke...."gerutu myungsoo yang juga merasa bersalah.
Myungsoo bahkan mengingat kejadian itu dengan jelas, ketika kim bum menolongnya dan mengalami luka parah, sedangkan myungsoo dituduh kedua orangtuanya yang memang sengaja ingin mencelakai kimbum.
Myungsoo langsung menghampiri dokter yang menangani kyuhyun, dia bahkan tidak sabar untuk mendengar keadaan kyuhyun. Yah kyuhyun baru saja melakukan operasi, operasi itu berjalan dengan lancar. Bahkan kyuhyun sudah dipindahkan diruang rawat inap.
"Apakah anda wali pasien, sebenarnya keadaannya cukup baik hanya saja karena darah yang dikeluarkannya terlalu banyak maka..."ucapan dokter kang terpotong karena myungsoo yang menyelanya.
"Tolong.. selamatkan kyuhyun-ssi...ambil darah saya..."ucap myungsoo tanpa mengetahui golongan darahnya sama atau tidak dengan golongan darah kyuhyun.
"Perawat Nam bawa tuan kim memeriksa darahnya, jika cocok dengan pasien lakukan transfusi secepatnya..."ucap dokter kang.
Dokter kang yang memang mengenal cho kyuhyun sebagai rekan kerjanya itu cukup prihatin dengan keadaannya, hingga dia teringat wanita yang memang akhir-akhir ini sangat dekat dengannya.
"Aku harus memberitahukannya... ah bukankah mereka pasangan..."ucap dokter kang dengan bermonolog.
Cho home,
Setelah kepergian sooji, daniel kemudian beranjak dari duduknya dan kemudian berpindah kepangkuan joohyun.
"Eomma....appa eodiseo.."tanya daniel.
"Appa... bekerja sayang...wae....daniel kangen appa...ah tunggu sebentar ne..."ucap joohyun yang kemudian mengangkat ponselnya.
Joohyun terkejut mendengar kabar buruk dari Taehwan, jika kyuhyun masuk rumah sakit karena kecelakaan. Tidak lama kemudian joohyun mendapatkan pesan dari dokter kang.
"Ommo... maldo andwae...baiklah aku akan segera kesana.."ucap joohyun menutup ponselnya.
Joohyun kemudian menghubungi bibi Han untuk menjaga daniel tentunya, bahkan joohyun menyuruh bibi han untuk menginap dan menemani daniel.
"Areasseo... ahjumma akan segera tiba disana... jangan khawatir nona tuan pasti akan baik-baik saja..."ucap bibi han.
"Gomawo... semoga saja... aku tutup ahjumma... alamatnya akan aku kirimkan padamu..."ucap joohyun dan menutup ponselnya.
Joohyun membangunkan daniel agar beranjak dari ruang keluarga, joohyun lalu mengatakan pada daniel, bahkan dirinya akan pergi karena ada urusan penting.
"Daniel-ah... han ahjumma akan kemari nanti...dan menemanimu.."ucap joohyun.
"Aku ikut eomma...aku tidak mau dirumah sendirian..."balas daniel.
"Daniel-ah... dengarkan eomma ne, malam ini eomma harus kerumah sakit... appa sedang sakit sayang... maka dari itu daniel harus dirumah.. "ucap joohyun.
"Aku ikut...ikut eomma..aku juga ingin melihat appa..."balas daniel.
"Ani... daniel akan tetap dirumah... han ahjumma yang akan menemani daniel...ah itu dia... uljimma..."ucap joohyun menenangkan daniel, bahkan joohyun membawa daniel kedalam gendongannya.
Joohyun membuka pintu rumah kyuhyun dan melihat seorang wanita paruh baya yang tersenyum kearahnya.
"Nona...daniel-ah...."panggil Han ahjumma.
"Masuklah ahjumma..maafkan aku malam-malam begini..."ucapan joohyun terpotong oleh sahutan Han ahjumma.
"Gweanchana.....aku senang bisa membantu nona dan daniel... daniel-ah...ayo ikut ahjumma..bukankah eomma akan pergi sebentar.."ucap Han ahjumma dan mengulurkan kedua tangannya, namun daniel hanya menggeleng dan semakin mengeratkan pelukannya dileher sang eomma.
"Hah...sayang....."panggil joohyun, namun daniel tidak bergeming sama sekali.
"Sebenarnya apa yang terjadi nona... "tanya Han ahjumma.
"Kyuhyun oppa kecelakaan...itupun aku belum mengetahui keadaannya seperti apa..."ucap joohyun.
"Astaga..bagaimana itu bisa terjadi..."tanya Han ahjumma lagi.
"Mollayo..."balas joohyun.
"Sebaiknya nona menunggu tuan muda ah maksudku daniel tidur lebih dulu... "ucap Han ahjumma.
"Terimakasih..."balas joohyun.
Sunflower apartemen.
Tuan dan nyonya Bae sangat kesal, bagaimana mungkin pria muda yang dilihatnya tengah bersama putrinya itu belum juga menampakkan batang hidungnya.
"Menurutmu apa dia akan datang, yeobo..."tanya nyonya Bae.
"Molla... aku bahkan tidak yakin jika dia mencintai putri kita..."sahut Tuan Bae.
"Apa mungkin dia hanya memanfaatkan putri kita.. untuk melampiaskan nafsunya..."ucap nyonya Bae yang mendadak berfikir yang tidak-tidak.
"Bagaimana jika ucapan eomma benar...ah eotteohke..."ucap sooji dan kembali kekamarnya. Wanita itu kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi myungsoo lagi.
Seoul Hospital.
Myungsoo baru saja keluar dari ruangan dokter kang tentu saja untuk diobati dan karena dia baru saja mendonorkan darahnya untuk kyuhyun. Myungsoo sedikit terkejut mendengar suara pintu yang tengah dibanting oleh dokter kang, bahkan myungsoo melihat dokter kang berlari menuju ruang inap kyuhyun.
"Eotteohke??? Apa keadaannya memburuk?? Jika bukan karena diriku..."ucap myungsoo.
"Jangan khawatir.. cho kyuhyun-ssi sudah stabil... semuanya akan baik-baik saja..."sahut dokter kang.
"Gamsahamida..."balas myungsoo dan sedikit membungkuk pada dokter kang.
Lee Taehwan masuk kedalam ruang inap kyuhyun, dia terkejut melihat myungsoo berada diruangan kyuhyun. Jadi dialah yang menghubunginya tadi.
"Anyeonghaseyo... tuan muda kim...gomawo telah menyelamatkan tuan muda cho.."ucap Taehwan.
"Animida... saya yang seharusnya berterima kasih jika bukan karena kyuhyun hyung mungkin akulah yang berada ditempat itu..."ucap myungsoo.
"Jadi..."ucap taehwan terhenti karena myungsoo langsung menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"Kyuhyun hyung tertembak karena menolongku... aku bahkan tidak mengenal mereka semua... tapi kenapa mereka...kenapa..."jelas myungsoo, Taehwan kemudian sedikit berfikir jika mereka perampok sepertinya tidak mungkin.
"Sebaiknya tuan muda tenang dulu.. aku akan menyuruh anak buahku untuk menyelidikinya... jangan khawatir...sebaiknya tuan muda pulang saja.. anda terlihat begitu kelelahan..."ucap taehwan yang memang terasa begitu aneh.
Myungsoo bahkan bersikeras untuk menunggu sampai kyuhyun sadar.
Pukul 8.30 malam, joohyun yang baru saja datang itu langsung menerobos masuk kedalam ruang inap kyuhyun. Disana joohyun melihat keadaan tubuh kyuhyun yang benar-benar rapuh.
"Sebaiknya kalian pulang saja... biar aku yang menjaganya..."ucap joohyun.
"Nona.. aku akan menunggunya sampai sadar...:ucap myungsoo.
"Yakk... pulanglah.. bukankah kau ada janji malam ini... dan kau Taehwan-ssi bukankah seharusnya mulai melakukan penyelidikan..."sahut joohyun.
"Ahgassi..."panggil taehwan yang bersiap untuk protes.
"Yakk pergilah...."usir joohyun dan kemudian mendorong kedua pria itu agar keluar dari kamar inap kyuhyun.
Joohyun mengusap pipi kyuhyun berulang kali dan mengungkapkan apa yang dirasakannya saat ini.
"Jadi apa karena ini perasaanku tidak tenang.. ommo.. kau sudah bangun... uisa..uisa..."ucap joohyun yang senang karena akhirnya pria yang membuatnya khawatir itu akhirnya sadar.
Dokter kang datang dan memeriksa keadaan kyuhyun, dia bahkan mengatakan jika keadaan kyuhyun sangat baik dan tentu saja dia hanya perlu memulihkan lukanya.
"Dia akan sembuh... syukurlah kau sudah sadar... bagaimana ini bisa terjadi eoh...luka tembak?? Yang benar saja...kau bahkan bukan selebritis atau tokoh penting kyu..."ucap dokter kang.
"Mwo?? Tertembak..???"ucap joohyun yang begitu terkejut mendengarnya.
"Aku tahu... aku hanya menolong myung...ommo bagaimana dengannya..."ucap kyuhyun yang teringat dengan myungsoo. Joohyun lebih memilih diam saat pasien dan juga dokter itu sibuk dengan obrolannya sendiri.
"Dia hanya luka memar, bukankah kau melindunginya..dan membahayakan nyawamu sendiri...jangan banyak bicara dan istirahat saja....jaga dia baik-baik nyonya.."ucap dokter kang dan pergi meninggalkan ruang inap kyuhyun.
Setelah dokter kang pergi, Joohyun mendekat dan memberikan air minum pada kyuhyun, kyuhyun meminumnya sedikit. Joohyun meletakkan gelas kemeja dan kemudian duduk disebelah kyuhyun.
"Jangan khawatir...aku menyuruh mereka pulang... jangan pikirkan apapun..kau harus banyak beristirahat..."ucap joohyun.
"Jika kau berada disini...daniel.."tanya kyuhyun.
"Dia bersama dengan han ahjumma..."ucap joohyun dan menyuruh kyuhyun untuk kembali beristirahat.
***
Didalam mobil myungsoo baru teringat akan janjinya dengan tuan Bae, myungsoo kemudian menghubungi sang nenek agar segera datang keapartemennya.
"Halmoni... bisakah halmoni menemaniku... arrasseo... lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali...nde...gomawo halmoni..."ucap myungsoo yang menambah kecepatannya agar sampai di apartemennya.
Sunflowers apartemen.
Tuan dan nyonya Bae sangat kesal tentu saja ini bahkan sudah melewati batasnya. Tuan Bae menatap tajam putrinya, kecewa dan marah tentu saja itu juga dirasakan oleh sooji saat ini.
"Lebih baik kau tinggalkan saja pria itu? Kau tau dia hanya mempermainkanmu.."ucap tuan Bae.
"Appa... mungkin saja terjadi sesuatu padanya.."balas sooji yang walaupun kecewa masih saja membela myungsoo.
"Tidak ada yang bisa diharapkan dari pria sepertinya sayang... kita kembali saja keparis... "ucap nyonya Bae.
"Eomma... "panggil sooji tidak suka dengan apa yang dikatakan eommanya.
Bel pintu apartemen sooji berbunyi nyaring, dan tepat saat itu sooji berlari guna melihat siapa yang datang.
"Oppa...ommo... gweanchana....ah enyeonghaseyo..."ucap sooji yang terkejut melihat wajah myungsoo yang terdapat memar dan tentu saja disudut bibirnya ada luka kecil karena sebuah pukulan.
"Gweanchana..."ucap myungsoo.
"Kau gadis itu rupanya... "ucap Kim halmoni.
"Mari silahkan masuk halmoni, oppa..."ucap sooji.
Kim halmoni dan myungsoo membungkukkan sedikit tubuhnya, dan meminta maaf karena datang terlambat.
"Mianhamida karena kami datang terlambat... terjadi kecelakaan saat cucuku pulang dari kantor tadi..."ucap sang halmoni.
"Ommo..jeongmalyo....maafkan kami karena kami bahkan sempat berfikir jika..."ucapan nyonya Bae terpotong oleh ucapan myungsoo.
"Gweanchana.. kami bisa mengerti... saya kemari mewakili kedua orangtua myungsoo untuk menemui kalian..."ucap kim halmoni.
"Silahkan duduk nyonya....syukurlah kau tak apa...jika sesuatu yang buruk terjadi padamu, entah apa yang akan dilakukan sooji nanti...saya mengundang orangtua myungsoo karena saya ingin menyampaikan sesuatu..."ucap tuan bae.
"Ah begitu... benarkah itu sooji-ah...kalian saling mencintai rupanya..malhaebwa..."ucap kim halmoni.
"Bisakah kalian tinggalkan eomma, appa dan halmoni..."ucap tuan Bae.
"Ne..."balas myungsoo dan sooji bersamaan.
Tuan Bae menceritakan apa yang mereka lihat pagi itu, walaupun kim halmoni nampak terkejut dengan apa yang dikatakan tuan bae, tapi dirinya masih bisa menguasai dirinya untuk tidak memaki cucunya itu dihadapan calon mertua dan calon istrinya.
"Jadi...apa pendapat anda nyonya..."tanya tuan Bae.
"Aku hanya takut putriku hamil diluar nikah.."ucap nyonya Bae.
"Tidak ada pilihan lain selain menikahkan mereka..."ucap kim halmoni sambil melihat myungsoo dan juga sooji yang saat ini tengah tertawa bersama.
Seoul hospital.
Pintu kamar inap kyuhyun terbuka, seseorang masuk dengan membawa bunga dan juga beberapa buah.
Kyuhyun membuka matanya begitu dia merasa tidak nyaman dan kehadiran pria asing yang memasuki ruang inapnya tanpa ijin.
"Yakk.. nuguseyo"teriak kyuhyun.
"Wae...apa kau terkejut..."ucap pria itu yang membuat kyuhyun geram.
"Eghhmm....wae...ommo..."ucap joohyun terkejut karena kedatangan pria asing yang tidak dikenalnya.
No edit, sorry for typo..
Lanjut atau End ya??.
Yang mau Pdf One More ChanceĀ sekarang udah ready loh... aku perpanjang sampai tgl 25 januari