
Kyuhyun menyeringai puas ketika melihat wajah ketakutakan wanita itu. Wanita yang dengan beraninya mempermainkannya semalam.
"Apakah pekerjaanmu sudah berganti lagi sekarang..merayu dirumah sakit...."sindir kyuhyun.
"Yakk... aku bukan wanita seperti itu..."ucap joohyun.
"Kau bahkan menipuku semalam?? Servis memuaskan?? Ckk itu hanya omong kosong..kau bahkan sengaja menyemprotkan obat bius padaku...Kau juga mengambil uangku..."bisik kyuhyun.
"Yakkk... jangan menuduhku... atau aku berteriak..."kesal joohyun.
"Panggil saja aku tidak takut...kau pikir dikamarku kau terbebas dari cctv...sebaiknya sebelum...yakkkk jangan pergi..urusan kita belum selesai.."ucap kyuhyun kesal karena wanita itu meninggalkannya.
"Kita selesaikan nanti... aku harus pergi tuan.. bye..bye ...."ucap joohyun melambaikan tangannya, dan kyuhyun semakin kesal karena wanita itu seolah meremehkannya, pria itu ingin sekali mengejar dan memberinya pelajaran namun disana sang kepala dokter sudah berada didepan pintu. Untung saja mereka tidak melihat pertengkaran yang kyuhyun dan joohyun lakukan.
"Selamat datang cho kyuhyun uisa..."ucap sang kepala dokter.
"Ah... terimakasih..anda tidak perlu menyambutku seperti ini..."ucap kyuhyun mengubah raut wajahnya menjadi lembut.
"Mari, saya akan perlihatkan ruangan anda.. suatu kehormatan bagi rumah sakit ini bisa menjadikan anda menjadi bagian rumah sakit ini... "ucap sang kepala dokter.
"Ah jangan memujiku... song uisa..."balas kyuhyun.
Kyuhyun kemudian mengikuti song uisa untuk melihat lingkungan dirumah sakit itu.
Kyuhyun terlihat iba setelah melihat salah satu pasien yang terlihat menyedihkan. Bahkan umur anak itu masih sangat kecil.
"Apa kau bisa melakukannya cho uisa..."ucap song uisa.
"Nde.. bolehkah saya memeriksanya..."ucap kyuhyun.
"Changkaman... "teriak sooji.
"Maaf nyonya, apakah anda ibu pasien.."tanya song uisa.
"Aniya.."ucap sooji.
"Tolong selamatkan daniel uisa...jebalyo..."pinta bibi han.
"Nde.. dia akan menjadi pasien pertama yang kau operasi di sini..."ucap song uisa.
"Kondisi hati anak ini sudah terlalu parah dan lalu bagaimana dengan hati yang akan didonorkan..."tanya kyuhyun.
"Sudah ada.. kami hanya perlu walinya untuk melunasi tagihan rumah sakit ini...operasi dijadwalkan besok pagi.. "ucap song uisa.
"Hemm baiklah...saya akan mengoperasinya.. tapi saya butuh data terbaru pemeriksaan medis anak ini..."ucap kyuhyun.
"Baiklah....dokter yoon lakukan pemeriksaan ulang dan laporkan semua pada cho uisa....."perintah cho uisa.
Sooji kesal sangat kesal malah, pria yang semalam bersikap menyebalkan namun juga penolongnya itu tidak juga mengangkat ponselnya.
"Aishhh... apa dia mempermainkanku....nappeun nom..."maki sooji.
Kim Group.
Kim myungsoo memasuki ruang rapat , disana myungsoo sudah ditunggu oleh tuan kim dan kim bum dan juga beberapa orang penting yang memiliki jabatan penting di kim group.
"Karna kita sudah berkumpul disini..saya ingin menyampaikan pewaris kim group akan diumumkan pada waktu ulang tahun pernikahan kami...tentu saja dengan sistem pemungutan suara.."ucap tuan kim.
"Apakah itu kim bum-ssi....animyeun...kim myungsoo-ssi..."tanya tuan lee.
"Semoga anda tidak salah memilih pewaris nanti..kami ingin kim group dipimpin oleh pimpinan yang benar-benar berkompeten di bidang bisnis.. bukan amatiran..."sinis tuan Hong yang melirik myungsoo.
"Tentu saja.... kami tidak akan mengecewakan para direksi..."ucap tuan kim.
Namun siapa sangka jika myungsoo saat ini lebih memilih berdiri dan kemudian mengatakan pada semua jajaran direksi jika dirinya sama sekali tidak tertarik untuk menjadi pemimpin perusahaan besar seperti kim group.
"Saya juga tidak tertarik untuk menjadi pewaris.. dan tentu saja kim bum-ssi lebih pantas untuk meneruskan perusahaan besar ini..."ucap myungsoo yang mampu membuat tuan kim geram.
"Yakkk...apa yang kau katakan eoh.. pemungutan suara bahkan dilaksanakan dan kau..."ucap tuan kim yang terpotong oleh sahutan myungsoo.
"Untuk apa?? Semua sudah jelas...kim bum-ssi lebih berkompeten dibandingkan saya.. "ucap myungsoo.
"Myungsoo-ah..."panggil kimbum.
"Yakkk kim myungsoo... naga..."usir tuan kim.
"Dasar tidak berguna... dia hanya bisa berbuat ulah saja.."ucap nyonya shin.
"Benar-benar tidak tahu sopan santun... dia seperti bukan putra kim heojangnim..."ucap Tuan Han.
Myungsoo keluar dari ruang rapat, dirinya memang tidak suka jika ada orang yang meremehkan atau membandingkannya dengan kim bum. Myungsoo berjalan keruang kerjanya dan terlihat dia mengambil sebuah amplop putih. Myungsoo kemudian berjalan memberikan amplop putih itu kepada sekertaris tuan kim.
Kim myungsoo mengemasi barang-barangnya dan kemudian meninggalkan perusahaan besar milik sang appa. Myungsoo melihat ponselnya menyala dan disana ada beberapa panggilan tidak terjawab.
"Yeobseyo...aku sedang sibuk.."ucap myungsoo.
"Yakk...aku butuh bantuanmu..."ucap wanita itu melemah.
"Waeyo..."tanya myungsoo.
"Datanglah ke seoul hospital...jigeum..."ucap wanita itu.
"Hah.. baiklah...tunggulah..aku akan segera kesana.."ucap myungsoo dan kemudian mematikan ponselnya, dia pasti akan kena omel sang eomma jika tahu dia keluat dari perusahaan itu, tapi anehnya kim myungsoo sangat lega bisa keluar dari perusahaan itu.
Myungsoo bahkan memberhentikan mobilnya dan teringat kejadian tentang masa kecilnya dimana sang kakak yang selalu menjadi nomor satu, bahkan disaat dirinya sakit sang eomma lebih memilih untuk hadir di acara kelulusan putra pertamanya itu. Dan saat kimbum menolong myungsoo dan hampir membuatnya celaka, tuan kim dan nyonya kim juga memarahi myungsoo habis-habisan bahkan tuan kim memukul myungsoo beberapa kali.
"Aku ingin melupakannya... mungkinkah mereka memang bukan orang tua kandungku...lalu dimana orang tua kandungku sekarang...aku tidak sanggup hidup berhadapan dengan mereka lagi..."lirih myungsoo dengan wajah sendu.
***
Seo joohyun sudah mencari target dan bahkan memasang namanya di biro jodoh namun sepertinya memang hari ini adalah hari sial untuknya.
"Aishhh apa karena pria itu aku jadi sesial ini... wuahh dia bahkan sudah menyentuhnya beberapa kali... ciuman pertamaku...wuahh eotteohke... dasar pria mesum..."kesal joohyun dan saat itu seorang pria dengan pakaian formalnya menepuk bahu joohyun, joohyun terkejut dan menoleh menatap pria itu.
"Chogiyo... apa kau melihat temanku...yang berada dimeja itu tadi.."tanya sang pria yang menunjuk meja disebelah joohyun.
"Animida.... "balas joohyun dan menyingkirkan tangan pria itu.
"Aishhh gadis sialan... bagaimana dia meninggalkan aku sendiri... ckkk....Ah jeoseonghamida....lee wongeun imnida.. putra bungsu songshan medical..."ucap pria itu dengan tersenyum manis setelah sebelumnya dia sempat mengumpat.
"Gweanchana... aleyna seo....ah maaf saya harus segera pergi..."ucap joohyun berpamitan pada pria itu.
"Wae... kenapa terburu-buru..."ucap wongeun.
"Aku harus segera bekerja wongeun-ssi..."balas joohyun.
"Bagaimana jika kau membolos saja..aku bisa membayarmu 5 kali lipat dari gajimu..."ucap wongeun.
"Mwo...shireo....."tolak joohyun.
"Ayolah... aleyna-ssi... baiklah berapapun yang kau minta aku akan membayarmu... asalkan kau mau menemaniku menghadiri pesta ulangtahun temanku..."tawar wongeun yang memang sudah sangat mendesak.
"Yakkk neo micheseo... 10 ribu dollar itupun jika mau...jika tidak aku bisa mencari wanita yang lebih cantik darimu..."ucap wongeun.
"Baiklah... aku setuju...tapi ingatlah tuan jangan macam-macam...aku hanya menemanimu saja..(dimana lagi aku bisa mendapatkan 10000 dollar.. tunggu imo daniel-ah...kau pasti akan sembuh..)."ucap joohyun dan menerbitkan sedikit senyum.
"Kajja... kita harus ke butik untuk mengganti bajumu... jangan membantah apapun karena saat ini aku adalah majikanmu..."ucap wongeun.
"Sialan... dia bahkan menganggapku pembantu..."maki joohyun yang kemudian menutup bibir mungilnya dengan tangannya karena tatapan tajam wongeun.
Keduanya langsung menuju mobil dan tentu saja menuju butik langganan lee wongeun.
Fantastic Klub,
Suara bising dan ricuh terdengar ketika suara musik telah dimainkan, dilantai atas ada beberapa tamu vip yang tentunya telah duduk bersantai dengan melihat pemandangan dibawahnya.
Changmin, siwon, minho, jonghyun nampak menikmati minuman yang telah disediakan oleh beberapa wanita penghibur disana.
"Dimana kyunie... kenapa belum datang..."ucap siwon.
"Yakk jongie apa kau sudah mengirim pesan padanya..."tanya changmin.
"Heumm... dia mengatakan akan datang terlambat.. "ucap jonghyun.
"Ah itu dia..."balas minho setelah dia melihat kyuhyun dengan pakaian casualnya.
"Mianhae... aku harus memeriksa pasien sebelum aku melakukan operasi..."sahut kyuhyun yang kemudian duduk didekat jonghyun.
"Wuahh daebak... hari pertama dan kau sudah menangani pasien...beruntung sekali pasienmu itu kyu..."goda jonghyun.
"Apa dia cantik..."tanya siwon.
"Yakk.. dia masih kecil...lagipula pasienku seorang anak laki-laki..."ucap kyuhyun.
"Apa kau mulai menyukai anak kecil...haha... "ucap changmin.
Kyuhyun memandang seorang wanita yang tentu saja dikenalnya, seakan tidak ingin hilang kyuhyun bahkan memperhatikan wanita itu dari atas sana. Beruntung ada dinding kaca yang membuat pengunjung disana tidak akan tahu jika diatas sana ada beberapa orang yang sedang memperhatikannya.
"Apa dia sudah gila... memakai pakaian seperti itu..ckk... tidak bisa dipercaya..."gerutu kyuhyun dan kemudian kembali untuk duduk.
Lee wongeun pria itu memberikan selamat pada nona kim eunjae. Acara itupun dimulai, mereka bersenang-senang dengan menari tidak terkecuali seo joohyun juga menari hingga eunjae merasa kesal karena wanita itulah yang menjadi pusat perhatian bukan dirinya yang saat ini sedang berulangtahun.
Eunjae sangat kesal pada joohyun tentu saja, bagaimana orang yang disukainya saat ini malah bersama dengan wanita lain.
"Oppa... geu yeoja nugu..."tanya eunjae.
"Kekasihku... "balas wongeun santai.
"Oppa... jangan bercanda... kau tahu selama ini aku..."ucap eunjae namun saat itu juga ucapannya terhenti oleh suara mc yang mengatakan jika acara sudah dimulai.
Setelah menerima ucapan selamat dari semua teman-teman eunjae, semua orang menari. Iringan musik yang kencang membuat mereka bersemangat.
Eunjae berusaha untuk selalu dekat dengan wongeun, eunjae juga menumpahkan minuman yang dibawa kebajunya dan baju joohyun.
"Awhh..."ringis eunjae ketika dia mulai berakting.
"Gweanchana... yakkkk aleyna-ssi.. bagaimana kau tidak berhati-hati...lihatlah gaun eunjae menjadi basah. "Ucap teman eunjae.
"Cepat minta maaf..."ucap teman enjae yang satunya.
"Itu bukan salahku..awhh.. "ucap joohyun dan meringis ketika dirinya tiba-tiba saja mendapat tamparan.
Dorrr...
Mendengar suara tembakan semua orang mulai sibuk dan segera berhamburan keluar namun tepat saat itu ada beberapa pria bersetelan jas hitam masuk kedalam ruangan itu dan melepaskan tembakan.
"Berhenti..jika kalian tidak ingin ada korban disini.."ucap pria bersetelan jas hitam.
"Lepaskan aku... yakk siapa kalian ..."ucap eunjae.
"Diamlah ...."bentak pria botak itu pda eunjae.
Setelah ruangan itu dikosongkan dan hanya ada beberapa orang saja, joohyun mulai menghajar pria yang menyekapnya, dia juga menghajar pria yang menyekap eunjae dan kemudian mengajaknya untuk lari. Pria bersetelan jas hitam itu kemudian berlari mengejar joohyun dan eunjae dan sebagian tentunya berkelahi dengan polisi yang baru lima menit itu datang.
Kyuhyun menoleh ketika melihat seorang pelayan memberitahukan jika beberapa anggota mafia masuk kedalam club. Dia lalu melihat kelantai bawah.
"Tuan sebaiknya anda segera pergi... "ucap sang pelayan.
"Terimakasih...kyu... minho..jongie...min-ah...kajja..."ucap siwon.
"Arrasseo... "balas semuanya kecuali kyuhyun.
"Wae.. kau mau disini...apa kau mengenalnya..."ucap siwon yang melihat kyuhyun tidak juga bergerak.
"Mianhae hyung...aku harus segera pergi..."ucap kyuhyun dan kemudian dia pergi meninggalkan ruangan vip.
Siwon nampak terkejut dengan apa yang dilakukan oleh kyuhyun, karena tidak biasanya dia seperti ini.
Joohyun terus berlari hingga dia menemui jalan buntu, beruntung seseorang menariknya dan bersembunyi di lorong gang yang gelap dan sepi. Pria itu bahkan mengunci pergerakan joohyun dengan kedua tangannya berada disisi tubuh joohyun.
"Kemana mereka.."tanya pria bersetalan jas hitam itu.
"Molla...aku rasa dia kesana..."ucap pria pendek yang juga memakai setelan hitamnya.
Merasa sudah aman pria itu menarik lengan joohyun agar keluar dari sana, namun baru beberapa langkah pria itu terkejut dengan serangan dari kedua penjahat itu.
"Arghh... rasakan ini.."ucap pria bertubuh pendek itu.
"Kalian pikir siapa eoh... rasakan ini..."teriak pria penolong joohyun, mereka saling baku hantam.
Joohyun melihat salah satu pria itu mengeluarkan pisau dari saku celananya. Pria itu bahkan tidak segan-segan untuk siap menancapkan pisau itu pada tubuh pria yang telah menolong joohyun.
"Awasss.... arghh..."teriak joohyun dan tanpa sengaja pisau itu mengenai perutnya.
"Akhh.. yakk irreona..."ucap pria itu yang syok melihat joohyun tergeletak di aspal.
"Jangan bergerak..letakkan senjata kalian.... "teriak salah satu polisi yang memang mengejer kedua penjahat itu.
"Kalian tidak akan bisa pergi... karena tempat ini telah dikepung..."ucap polisi yang bertubuh tinggi.
Polisi itu langsung memborgol kedua penjahat itu dan membawanya menuju mobil polisi, tidak jauh dari club itu juga terlihat beberapa pria dengan setelan pakaian hitam itu telah dibawa ke mobil polisi.
Joohyun melihat wajah pria yang menolongnya sebelum akhirnya dia pingsan.
"Irreona... yakk.... irreona ...bertahanlah..."teriak pria itu.
"Gomawo... mianhae... "lirih joohyun yang kemudian dia pingsan.
"Yakk...irreona......"teriak pria itu, namun karena keadaan yang tidak memungkinkan, pria itu menggendong tubuh joohyun dan membawanya menuju rumah sakit.
Tbc or end???