
Joohyun sempat tertidur selama kurang lebih setengah jam, dan saat itu pula dia merasa tidak nyaman karena tidak bebas bergerak. Joohyun membuka matanya dan mendapati tubuh kekar yang saat ini tengah memeluknya dengan posisi menyamping.
"Kenapa Oppa ada disini..."lirih Joohyun yang saat ini juga memposisikan dirinya menyamping menghadap Kyuhyun.
"Eoh...apa aku membangunkanmu? Wae? Apa tidak boleh?"tanya Kyuhyun.
"Heumm...andwaeyo...."balas Joohyun.
"Apa kau tidak merindukan aku? Padahal aku sangat merindukanmu?"balas Kyuhyun yang semakin mengeratkan pelukannya.
"Aku...aku juga merindukanmu...ah...."cegah Joohyun saat tangan kanannya menelusuri perut Joohyun.
"Menikahlah denganku..."ucap Kyuhyun.
"Ye...mworago..."tanya Joohyun.
"Menikahlah denganku, aku tidak ingin anakku lahir tanpa ayah.."balas Kyuhyun.
"Aaakan aku pikirkan...hmpptt......"ringis Joohyun saat Kyuhyun mencium bibirnya dengan lembut.
"Aku tidak menerima penolakan...Seo joohyun"balas Kyuhyun dan memperdalam ciumannya. Kyuhyun melepaskan ciumannya karena membuat keduanya memang membutuhkan pasokan oksigen. Kyuhyun kemudian memeluk tubuh Joohyun dan mengecupi pundak Joohyun yang memang terekpos. Namun Kyuhyun mengubah posisinya menjadi berada diatas tubuh Joohyun.
Joohyun mendengar suara pintu dibuka dengan kasar, Joohyun tidak bisa melihat siapa yang datang karena penglihatannya terhalang oleh tubuh kekar Kyuhyun.
"Oppa.....apa yang akan kau lakukan...bagaimana jika ada yang melihat...ahh aaada yang datang.."tanya Joohyun dengan terbata.
"Aku mengantuk..biarkan aku memejamkan mataku sebentar saja.."balas Kyuhyun yang kemudian merebahkan tubuhnya kembali disamping tubuh joohyun, tangan Kyuhyun yang berada dipinggang Joohyun perlahan mengelus perut Joohyun dan entah disengaja atau tidak tangan nakal Kyuhyun bahkan meremas dada Joohyun beberapa kali.
"Ahhh...Oppahhh...Geumanhae..."ucap Joohyun yang memang sedikit meringis karena perlakuan tangan Kyuhyun. Kyuhyun bahkan tidak menghiraukan ucapan joohyun.
"Eohh ini berbeda...lebih besar dari terakhir kali aku menyentuhnya..ah ini pasti karena Baby Cho ada disini..."balas Kyuhyun dengan berbisik dan mengusapnya beberapa kali.
Kyuhyun menghentikan usapannya saat terdengar suara bass milik appanya yang memang terdengar penuh amarah.
Tuan Cho membuka pintu kamar inap yang ditempati Joohyun dengan kasar, Tuan Cho terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Ommo sesange...."ucap Tuan Cho yang terkejut melihat keduanya dan parahnya Tuan Cho melihat Kyuhyun saat pria itu berada diatas tubuh Joohyun.
"Wae geurae? Aigooo....."ucap Nyonya Cho yang melihat Kyuhyun dan Joohyun dengan posisi yang errrr.
Tuan Cho berkacak pinggang dengan didekat sofa, seolah memberikan Kyuhyun peringatan disana.
Kyuhyun merapikan penampilan Joohyun yang memang sedikit berantakan akibat ulahnya, dua kancing teratas Joohyun bahkan terbuka.
Joohyun berusaha untuk duduk bersandar diranjangnya tentunya dengan bantuan Kyuhyun.
"Apa yang kau lakukan ini sungguh memalukan Cho Kyuhyun tidak tahukah jika kau berada dirumah sakit..bagaimana jika ada media..."ucap Tuan Cho.
"Eoh Appa....hah tidak akan ada yang datang kemari di jam seperti ini, ahh kecuali Appa dan Eomma..."sindir Kyuhyun.
"Kyunie...jangan sampai kau lepas kendali eoh...ingatlah usia kandungannya masih sangat rawan..."tegur nyonya Cho.
"Arra..."ucap Kyuhyun.
Tuan Cho kemudian mendekat kearah Joohyun dan menatapnya tajam, Joohyun tentu saja takut mengingat Tuan Cho memang tidak menyukainya apalagi player pernah melekat ditubuhnya.
"Yakk..mengingat profesimu yang dulu...apa kau yakin jika putraku adalah ayah dari janin yang kau kandung saat ini?? .. "ucap Tuan Cho dengan mulut pedasnya, air mata Joohyun langsung jatuh dengan derasnya.
"Appa..."tegur Kyuhyun.
"Aku tidak pernah berhubungan dengan pria lain seperti yang anda pikirkan, aku hanya.."ucap Joohyun terhenti saat Kyuhyun dan Nyonya Cho menyahut ucapan Tuan Cho.
"Aku yang memaksanya waktu itu appa.. dan saat itulah aku yakin jika akulah yang pertama untuknya..dan aku mencintainya...."ucap Kyuhyun yang membuat Joohyun menatapnya.
"Sejak saat itu aku mengawasinya Yeobo, dan kau tahu sendiri apa yang telah dilakukannya demi menyelamatkan Kyuhyun waktu itu..."ucap Nyonya Cho.
"Hah...aku mengerti sekarang...Seo Yunho dan Kim Boa..apa benar mereka orangtuamu..."tanya Tuan Cho dengan menghela nafas lelah karena mendapat serangan Kyuhyun dan istrinya.
"Bagaimana anda tahu mengenai kedua orangtuaku..."ucap Joohyun penasaran.
"Tentu saja aku tahu, suamiku dan appamu dulu berteman dekat..hanya saja setelah kami pindah ke New York dan karena terlalu sibuk kami kehilangan kontak.."ucap Nyonya Cho.
Joohyun mendengar cerita dari Nyonya Cho, dia kemudian melihat kearah tuan Cho yang tentu saja membuat Joohyun gugup.
"Hah..aku akan memberikanmu kesempatan..tapi dengan satu syarat..."ucap tuan Cho.
"Yeobo..jangan lakukan hal seperti itu..."panggil Nyonya Cho.
"Appa....kenapa mempersulitnya dia bahkan sudah mengandung anakku..."balas Kyuhyun.
"Aishh bukankah itu memang sengaja kau lakukan eoh...menanamkan benih di rahimnya, apa kau pikir Appa tidak tahu eoh??"ucap Tuan Cho.
"Dan nyatanya berhasil,.. aku akan mengadakan konferensi pers mengenai status hubunganku dengan Seo Joohyun..."balas Kyuhyun.
"Lakukan saja...dan bertanggungjawablah atas pilihanmu nanti..."ucap Tuan Cho.
"Arrasseo...."balas Kyuhyun.
"Kita bicarakan nanti setelah Joohyun diperbolehkan pulang..."ucap Nyonya Cho dan mengecup kening Joohyun, serta mengusap perut joohyun.
Setelah kepergian tuan dan nyonya Cho, Kyuhyun menatap Joohyun dengan wajah berbinar. Joohyun yang memang terlihat bingung itu langsung menatap Kyuhyun.
"Ah...aku sedang bahagia...kita akan menikah..."ucap Kyuhyun.
"Tapi Appamu? dia..."tanya Joohyun.
"Dia merestuinya sayang...Appa tidak akan membiarkan cucunya lahir tanpa kasih sayang kedua orangtuanya...jadi cepatlah sehat...ah istirahatlah..kau pasti lelah.."ucap Kyuhyun yang kemudian membawa Joohyun kedalam pelukannya, Kyuhyun bahkan tidak peduli jika dirinya berada dirumah sakit sekarang.
Bae Home,
Tuan dan Nyonya Bae sekarang memilih menetap di Korea, yah mereka tidak ingin putri satu-satunya itu terlibat pergaulan bebas. Apalagi Tuan Bae tahu jika status Myungsoo dikeluarga Kim hanyalah anak angkat yang tidak memiliki hubungan baik dengan keduaorangtua tirinya. Dan seminggu Tuan Bae dan istrinya baru mengetahui jika Myungsoo adalah putra dari Cho Jaejong yang telah lama hilang.
"Kau sudah bangun sooji-ah...tidak bisanya..."ucap Tuan Bae.
"Sayang apa kau yakin dia tidak akan meninggalkanmu setelah tahu jika dirinya adalah putra kedua pemilik Diamond Street..."ucap Nyonya Bae.
"Heumm...dia bahkan tidak memperkenalkan kedua orangtuanya untuk berkenalan dengan calon besannya..."ucap Tuan Bae.
"Hah...aku sudah mengatakannya Appa, ahh Myungsoo stttt.....arrasseo Oppa...keuno..."ucap Sooji yang kemudian menutup ponselnya dengan jelas.
"Apa yang dikatakannya..."tanya Nyonya Bae.
"Kedua orangtua Oppa akan datang kemari, mungkin besok Appa..."ucap Sooji.
"Jinjjayo..."balas Tuan Bae.
"Heummm...Oppa sendiri yang bilang....jadi bolehkan aku menemui Myungsoo Oppa sekarang..."balas Sooji dan mencoba merayu sang Eomma.
"Heumm...kka..."balas Nyonya Bae semangat.
Bae Sooji mengernyitkan keningnya karena ada 3 panggilan tidak terjawab, begitu dia mendapatkan pesan sms dari kekasihnya.
From: Myungie Oppa.
"Kau kemana?? Kenapa tidak menjawab panggilanku...Joohyun noona berada di rumah sakit, aku dan daniel akan kesana...kau mau ikut."
Sooji sedikit terkejut mendengar kabar dari tunangannya jika saat ini Joohyun berada dirumah sakit.
To: Myungie Oppa.
From: Myungie Oppa.
"Ahh..harusnya kau bawa ponselmu kekamar mandi tadi sayang... arrasseo...😍"
To: Myungsoo Oppa.
"Yakk Oppa tidak sedang berfikir mesum kan..😑"
From: Myungie Oppa.
"Haha sedikit....aku merindukan belaianmu sayang....ah aku harus mengemudi..tunggu aku yah..ah daniel juga bersamaku...😘😗😙 saranghae..."
Nyonya Bae yang memperhatikan Sooji yang sedang tersenyum sendiri sambil menikmati salad buah yang memang sudah disiapkan oleh nyonya Bae tadi.
"Ckk... dasar Oppa Byuntae.."lirih Sooji dengan terkekeh.
"Ada apa Ji-ah, apa dari Myungsoo..masih pagi tapi kau sudah tersenyum seperti itu."balas Nyonya Bae.
"Kau seperti tidak pernah muda saja, tentu saja dari pria kesayangannya itu...ah aku berangkat dulu yeobo...hati-hati dengan Myungsoo-mu itu..."pesan Tuan Bae.
"Waeyo.."tanya Sooji.
"Ommo sayang, apa kau lupa...Myungsoo bahkan hampir saja memakanmu waktu itu..."balas Nyonya Bae yang mulai mengerti dengan arah pembicaraan suaminya.
"Hahah...waktu itu hanya terbawa suasana Eomma...Appa..."balas Sooji dengan malu.
"Nan Kanda..."balas tuan Bae yang segera pergi dari rumahnya menuju perusahaannya kembali yang memang selama ini dipimpin oleh sang adik.
Cho Home,
Tuan dan Nyonya Cho saat ini tengah bersama dengan Daniel dan juga Myungsoo. Daniel memang sedikit rewel, apalagi jika bukan karena ingin bertemu dengan Seo Joohyun.
"Daniel harus makan dulu jika ingin bertemu dengan Eomma..."ucap Myungsoo.
"Heumm benar apa kata Samchon, Daniel harus makan..Eomma akan sedih nanti jika daniel tidak mau makan..."balas Nyonya Cho.
"Daniel harus makan sendiri mulai dari sekarang....arrachi.."ucap Tuan Cho.
"Nde... "balas Daniel.
"Good boy..."ucap Tuan Cho dengan senyum tipisnya.
Tidak lama seorang wanita datang dengan membawa beberapa paperbag, wajahnya terlihat muram saat disana ada seorang anak kecil yang duduk dikursi makan.
"Eohh kau datang...Ommo kau membawa apa sayang .."ucap nyonya cho.
"Ini untuk ahbeonim dan Eommonim... aku tidak bisa membelikan untukmu myungsoo-ah...aku takut tunanganmu itu akan mencakarku habis-habisan nanti.. Nugu? OMMO...kenapa dia ada disini? Kyuhyun Oppa eodiseo?.."tanya wanita cantik itu.
"Gomawo..."balas Tuan Cho.
"Daniel memang tinggal bersama kami saat ini..."ucap Myungsoo.
"Kyuhyun berada dirumah sakit..."balas Nyonya Cho.
"Mwo?? Situasi macam apa ini?? Rumah sakit, Daniel...aku tidak mengerti.."balas Wanita itu dengan cemas.
"Kau tenang saja...Kyunie tidak apa-apa, hmm..."ucap Nyonya Cho.
"Kyuhyun hyung sedang menemani calon istrinya yang saat ini tengah berada dirumah sakit.."balas Myungsoo.
"Calon istri? Maksudmu... bisa berikan alamatnya padaku...aku harus kesana..."ucap wanita itu.
"Ikut saja dengan Myungie, dia akan kesana untuk mengantar Daniel..."balas Tuan Cho.
"Sebaiknya kau kabari Sooji, Sayang...ah bawakan pakaian untuk hyung dan juga noonamu igeo...Eomma sudah menyiapkannya..."balas Nyonya Cho.
"Aku sudah mengabari Sooji tadi..."balas Myungsoo.
Wanita cantik itu lalu menggandeng lengan mungil Daniel, dengan Myungsoo yang membawa paperbag berisi pakaian ganti untuk Kyuhyun dan juga Joohyun.
Hospital.
Sedari tadi wajah Sooji tertekuk saat Myungsoo hanya diam saja dan membiarkan dirinya duduk dikursi belakang mobilnya. Daniel bahkan berada dipangkuan wanita yang saat ini berada disamping Myungsoo.
"Ckk dasar nenek sihir..bagaimana bisa dia memperlakukanku seperti ini, jika tidak ada daniel disini aku pasti sudah mencakarnya..dan lihat saja apa yang bisa aku lakukan padamu Oppa...dasar pria mesum tidak peka.."umpat Sooji saat Myungsoo dan wanita itu memilih turun karena mereka sudah sampai di mobilnya.
"Ahh pegalnya...kau berat ternyata..."ucap wanita itu.
"Itu karena Noona tidak terbiasa dengan anak kecil..."sahut Myungsoo.
"Sooji Imo...."panggil Daniel yang membuat Myungsoo tersadar jika Sooji belum turun dari mobilnya. Daniel bahkan sudah berada digendongan Myungsoo saat ini.
"Ohh..sayang...mianhae..."ucap Myungsoo dan kemudian berjalan menuju pintu mobilnya yang berada dibelakang.
Sooji tidak menyahut sama sekali, dia lebih memilih berbicara dengan Daniel, sedangkan Myungsoo dia menghela nafas saat tahu jika Sooji sedang marah saat ini.
"Daniel-ah...kajja..."ucap Sooji yang berjalan didepan Myungsoo.
Namun saat sampai di lorong rumah sakit, Sooji memilih berjalan dibelakang Myungsoo, dia sungguh sangat kesal dengan wanita yang berada disamping Myungsoo.
Wanita yang berada dibelakang Myungsoo langsung berjalan disamping Myungsoo, bahkan ada beberapa perawat, atau pengunjung yang memperhatikan mereka.
Telinga Sooji semakin memerah saat mendengar semua yang dikatakan oleh beberapa orang itu.
Joohyun membuka matanya terlebih dulu, dia kemudian melihat wajah tampan Kyuhyun, dan menelusuri wajahnya.
"Cupp...selamat pagi..."ucap Joohyun dengan lirih.
"Kenapa hanya sebentar..."ucap Kyuhyun tiba-tiba dan membuat Joohyun membulatkan matanya.
"Oooopppa sudah bangun..."tanya Joohyun tergagap.
"Heumm tentu saja...aku sudah bangun saat kau menelusuri pipiku..dan mengecupku.....cuppp...."balas Kyuhyun dan kemudian mencium bibir Joohyun.
Kyuhyun melepaskan ciumannya dan kemudian beranjak dari ranjang, tentu saja setelah Joohyun mengusirnya.
Sepuluh menit kemudian, Pintu terbuka memperlihatkan seorang wanita yang nampak tidak asing dimata Joohyun. Wanita itu menghampiri Joohyun yang saat ini bersandar dikepala ranjangnya.
Plakkk..sebuah tamparan mendarat dengan indah dipipi Joohyun.
"Wae..Neo..??"tanya Joohyun yang reflek memegang pipinya dan juga nampak terkejut dengan kedatangan wanita itu.
"Kau ingin mencoba merayu Kyuhyun Oppa lagi eoh... berkacalah sebelum bertindak, berapa banyak pria yang sudah menidurimu???"maki wanita itu dengan sinis.
"Yakk...jaga bicaramu?"ucap Joohyun.
Pintu kamar mandi terbuka memperlihatnya Kyuhyun dengan rambut basahnya. Kyuhyun mendekat dan kemudian terkejut melihat wanita yang dikenalnya itu jatuh terduduk dilantai.
"Awhhh...aku hanya ingin mejengukmu joohyun-ssi..tapi kenapa kau mendorongku.."lirih wanita itu yang sengaja dibuat-buat.
Kyuhyun lalu berlari dan menolong wanita itu, dia hanya sekilas menatap Joohyun.
"Gweanchana..."tanya Kyuhyun dan membantu wanita itu untuk berdiri. Joohyun juga terkejut dengan apa yang dilakukan wanita itu, hingga Joohyun memperhatikan raut wajah Kyuhyun.
"Oppa pasti salah paham..."lirih Joohyun, karena memang sama sekali belum melihatnya.