
Kyuhyun berlari dan memeluk tubuh Joohyun dari belakang, Kyuhyun menyandarkan dagunya di bahu Joohyun sambil menghela nafas.
"Maafkan aku karena menyembunyikan ini darimu, tapi percayalah ada alasan yang lebih penting mengenai kepergian kakakmu waktu itu..."ucap Kyuhyun, namun Joohyun masih terdiam tanpa mau menjawabnya sama sekali.
"Yuri-ssi yang tidak lain adalah kakak iparmu juga mengalami hal yang sama seperti Daniel, dan karena itu kakakmu harus membawanya pergi dari Seoul untuk menjalani pengobatan sedangkan karena dia tidak mampu membawa Daniel kakakmu lebih memilih meninggalkannya karena dia tahu kau tidak mungkin meninggalkannya sendiri...kau akan melakukan apapun untuk Daniel demi kesembuhannya..."jelas Kyuhyun yang membuat Joohyun berbalik menghadap Kyuhyun.
"Tapi tidak seharusnya Inguk Oppa meninggalkanku begitu saja tanpa pesan... lalu bagaimana keadaan Oppa dan juga Eonni?" Tanya Joohyun.
"Yuri-ssi sudah dinyatakan sembuh, aku tidak tahu persis sakit apa yang dideritanya, kau tenang saja mereka sudah berada di Seoul dan membuka restoran...sebenarnya aku ingin memberikanmu kejutan saat hari pernikahannya kita.."ucap Kyuhyun.
"Lalu bagaimana dengan Daniel..aku tidak bisa berpisah dengannya jika sampai Inguk Oppa dan Eonni membawanya..."balas Joohyun dengan memeluk tubuh Kyuhyun.
"Kau tenang saja...mereka tidak akan mengusik Daniel sebelum Daniel mengingat siapa kedua orangtua kandungnya..."balas Kyuhyun.
"Bisakah kita bertemu dengannya Oppa..."balas Joohyun.
"Tentu... aku tahu kau merindukan kakakmu...ayo kau harus banyak istirahat..."ucap Kyuhyun dengan menuntun Joohyun agar berbaring diranjangnya. Kyuhyun yang akan beranjak dari posisinya pun ditahan oleh Joohyun.
"Aku ingin Oppa tidur memelukku..."balas Joohyun dengan tatapan memohon.
"Arrassseo...."balas Kyuhyun yang kemudian merebahkan tubuhnya disamping Joohyun, posisinya tentu saja Kyuhyun menyamping memeluk pinggang Joohyun dengan tangan kirinya sebagai bantalan kepala Joohyun. Sedangkan Joohyun memeluk tubuh kecil Daniel yang saat ini memposisikan tubuh kecilnya menyamping mencari kehangatan dipelukan waniya yang telah dianggap sebagai Eommannya.
"Jalja..."bisik Kyuhyun.
"Nado Jalja..."balas Joohyun.
****
Hari ini Nyonya dan Tuan Cho sudah berganti baju dengan baju resminya, kalian pasti tahu kan? Hari ini adalah hari dimana Myungsoo meminta kedua orangtuanya untuk melamar putri Tuan dan Nyonya Bae.
"Yakk kenapa kau masih belum bersiap?" Tanya Nyonya Cho yang melihat Myungsoo baru saja keluar dari kamarnya.
"Hoammm.... bukankah kita kesana jam 10 Eomma, ini masih pukul 8..."jawab Myungsoo santai.
"Mwo? Aigoo Yeobo... "ucap Tuan Cho.
"Heheh aku pikir kita akan berangkat kesana pagi ini..."ucap Nyonya Cho.
"Aigo... dimana Kyuhyun, Joohyun dan Daniel apa mereka belum bangun.."tanya Tuan Cho yang melepaskan jasnya agar tidak kusut.
Nyonya Cho kemudian berjalan menuju kamar putra sulungnya, dia membuka pintu kamarnya dan melihat Joohyun yang nampak keluar dari kamar mandi.
Nyonya Cho datang tidak dengan tangan kosong, dia membawakan segelas susu untuk Joohyun minum tentunya.
"Oh...Eommonim...Oppa dan Daniel masih tidur...aku tidak tega membangunkannya..."ucap Joohyun.
"Kami akan pergi kerumah Tuan dan Nyonya Bae, sepertinya Myungsoo juga tidak sabar ingin menikahi Bae Sooji...aigoo...mereka terlihat manis sekali..."ucap Nyonya Cho yang kemudian mendekat kearah Joohyun, dan melihat kearah Daniel dan Kyuhyun yang memang posisinya berpelukan.
"Heumm..Sooji gadis yang baik, mungkin Myungsoo tidak ingin kehilangannya..."ucap Joohyun.
"Heumm...Ommo...Daniel sudah bangun..."ucap Nyonya Cho dan mendekati Daniel.
"Eomma..."panggil Daniel yang meminta Joohyun untuk menggendongnya. Joohyun tentu saja mengulurkan tangannya dan menggendong tubuh kecil Daniel lalu memeluknya.
Joohyun duduk dipinggir ranjang dengan Daniel memeluk tubuh Joohyun, bahkan kepala Daniel sudah bersandar manja di dada Joohyun.
"Apakah setiap pagi Daniel seperti ini..."tanya Nyonya Cho.
"Aniya...dia akan seperti ini kalau sedang kelelahan saja.."ucap Joohyun.
"Daniel-ah, ayo bangun...Daniel mau ikut Halmoni tidak?"tanya Nyonya Cho.
"Eghhmmm....eoh...Eomma, Eomma rapi sekali...pernikahanku masih lusa..."ucap Kyuhyun dengan mata yang masih mengantuk.
"Kalian bisa ikut nanti jika ada waktu..."ucap Nyonya Cho.
"Kemana?"tanya Kyuhyun.
"Melamar Bae Sooji untuk adikmu..."balas Nyonya Cho.
"Mianhae Eomma, aku dan Joohyun ada sedikit urusan..."balas Kyuhyun. Nyonya Cho memandang Joohyun, namun Joohyun menatap Kyuhyun seolah mengatakan jika dirinya ikut apa yang dikatakan oleh Kyuhyun.
"Hah baiklah..."balas Nyonya Cho.
"Aku ikut Halmoni kerumah Sooji Imo...Imo bilang jika aku kerumahnya, dia akan mentraktirku Ice Cream..."tanya Daniel sambil mengucek matanya.
"Tentu saja...Halmoni tunggu dibawah ne..."balas Nyonya Cho yang kemudian beranjak dari kamar Kyuhyun.
Kyuhyun mendelik pada Joohyun dan juga menghela nafas lelah.
"Bukankah sudah aku katakan untuk tidak menggendong Daniel...kau tahukan jika didalam perutmu ada calon anakku yang sedang tumbuh..."ucap Kyuhyun.
"Oppa aku tidak menggendongnya...aku hanya duduk disini...ayo Daniel harus mandi jika ingin ikut Cho Halmoni..."Ucap Joohyun dengan lembut. Daniel turun dari pangkuan Joohyun dan kemudian berlari menuju kamar mandi.
"Biar aku yang mandikan Daniel..kau hanya perlu menyiapkan keperluanku dan baju Daniel..."ucap Kyuhyun tegas.
"Arrasseo..."balas Joohyun yang hanya bisa pasrah dengan apa yang dikatakan oleh Kyuhyun.
Ketiganya sudah siap dengan, Daniel juga tidak kalah rapi dengan pakaian yang telah dipilihkan oleh Joohyun tadi. Ketiganya lalu turun, Nyonya Cho melihat Daniel benar-benar mirip dengan Myungsoo waktu kecil.
"Dia mirip denganmu waktu kecil Myungie...ah pantas saja Kyuhyun begitu menyayanginya..."ucap Tuan Cho yang memang baru memperhatikan wajah Daniel.
"Hahah...itu juga yang membuat Kyuhyun Hyung memanfaatkan Joohyun Noona waktu itu..."balas Myungsoo yang sudah rapi dengan setelan jasnya.
"Mwo?? Jangan bilang...aigoo...tidak heran Joohyun bisa hamil lebih dulu..."balas Nyonya Cho.
"Pagi Appa, Myungie..."sapa Kyuhyun.
"Pagi juga Hyung..."balas Myungsoo.
"Pagi..juga sebaiknya kalian sarapan dulu...kasihan Joohyun dan Daniel nanti..."Ucap Tuan Cho.
"Nde...appa..."balas Kyuhyun.
"Daniel harus makan ini yah, Daniel akan tumbuh tinggi seperti appa nanti..."ucap Joohyun yang melihat Daniel menyingkirkan sayurannya. Tuan Cho yang melihat Kyuhyun sudah selesai menikmati sarapannya langsung memanggil Kyuhyun untuk bertanya mengenai pernikahannya yang memang terkesan sangat mendadak.
Kyuhyun masih dengan santainya meminum orange juice yang ada dihadapannya saat ini.
"Kenapa memutuskannya sendiri? Apa kau tidak menganggap Appa sebagai orangtuamu lagi..?"tanya Tuan Cho.
"Bukan begitu Appa, aku hanya tidak bisa menunggu lebih lama lagi..apalagi perut Joohyun semakin lama akan terus membesar...maafkan aku appa...aku mohon restui hubungan kami...ini juga demi kebaikan cucu Appa.."balas Kyuhyun.
"Baiklah lalu apa kau sudah menyiapkan semuanya...gedung, baju dan lain-lain.."tanya Tuan Cho.
"Aku sudah menyuruh Lee Taehwan untuk mengurusnya...hari ini kami akan melakukan fitting gaun pengantin..."balas Kyuhyun.
Setelah menyelesaikan sarapan yang memang sudah agak siang itu, Tuan dan Nyonya Cho berserta Myungsoo dan juga Daniel meninggalkan kediamannya untuk menuju ke rumah Tuan Bae.
Sedangkan Kyuhyun dan Joohyun menuju Boutique yang telah dipesan oleh Lee Taehwan.
Shim Home,
Shim Changmin yang sedang duduk santai itu terkejut melihat sang istri mendekat dengan membawa makanan yang begitu banyak.
"Ommo apa kau akan memakannya sendiri...bukankah itu terlalu banyak....."tanya Changmin.
"Apakah Oppa tidak suka, aku memakan ini semua bukan untuk diriku...ini juga demi anakmu.."balas Victoria dengan berkaca-kaca.
"Hey...aku tidak bilang kau tidak boleh memakannya.."ucap Changmin.
"Baby-ah...sepertinya appa memang tidak sayang padamu...kita pergi saja ya kerumah Halmoni..."ucap Victoria dengan mengelus perutnya yang memang sudah memasuki bulan ke 8.
"Yakk bukan seperti itu, sayang...."panggil Changmin yang menahan lengan sang istri.
Tidak lama seorang pelayan yang ingin memberikan sebuah udangan itu sedikit sungkan karena saat ini kedua majikannya sedang berpelukan.
"Permisi tuan muda....maaf menganggu...seseorang mengantarkan ini untuk anda....."ucap sang pelayan.
"Heumm terimakasih..pergilah..."balas Changmin yang kemudian membuka isi undangan itu.
Changmin terkejut melihat nama yang tertera di undangan itu. Victoria kemudian merebut undangan itu dan membacanya.
"Aleyna menikah dengan Marcuss..."ucap Victoria dengan memandang wajah Changmin.
"Heumm....aku sudah menduganya..."balas Changmin.
"Apakah Oppa kecewa..."tanya Victoria yang penasaran sekaligus sedih.
"Aniya... jangan berfikir yang tidak-tidak, walaupun dulu aku sempat menaruh hati pada Aleyna tapi sekarang yang ada dihatiku hanya kau dan baby..."ucap Changmin.
"Oppa tidak sedang berbohong kan..."tanya Victoria yang memandang mata Changmin dengan lekat namun dirinya tidak menemukan kebohongan dimata Changmin. Hingga dengan beraninya Victoria berjinjit untuk menggapai bibir suaminya. Victoria kemudian melepaskan ciumannya dan mendekap tubuh Changmin dengan erat.
"Aku mencintaimu Oppa..."ucap Victoria.
"Aku juga mencintaimu terimakasih karena telah dengan sabarnya menungguku...cupp..."ucap Changmin dengan mengecup kening Victoria.
Bae Home,
Tuan dan Nyonya Bae nampak tersenyum lebar melihat kedatangan calon besannya dan juga calon menantunya. Tuan dan Nyonya Cho pun kemudian memberikan salam pada Tuan dan Nyonya Bae, diikuti oleh Myungsoo.
"Anyeonghaseyo..."sapa Daniel yang membuat Tuan dan Nyonya Bae mengalihkan pandangannya.
"Ohh...siapa pria tampan ini, ahh bukankah ini Daniel..."tanya Tuan Bae.
"Nde...Daniel Seo imnida..."ucap Daniel.
"Aigoo kau sangat menggemaskan.. "balas Nyonya Bae yang mencubit pipi Daniel karena sangat lucu.
"Dimana calon menantuku..kenapa tidak ada disini..."tanya Nyonya Cho.
"Ah itu dia..."balas Tuan Bae.
"Jeoswonghamida..."ucap Bae Sooji.
"Lebih baik kita langsung bahas saja... sebenarnya bukan tanpa alasan saya mengundang anda kemari..tapi mengingat ternyata Kim Myungsoo ah ani maksudku David Cho dan juga putriku sudah sering tertangkap basah sedang melakukan hal yang mungkin saja jika aku tidak cepat datang..."ucapan Nyonya Bae menggantung saat Nyonya Cho memotong ucapannya.
"Saya menyadarinya dari awal, maafkan kami yang baru bisa datang kerumah ini.. sebaiknya memang segera dilaksanakan saja..."ucap Nyonya Cho.
"Jika keduanya setuju, kita bisa segera menyelenggarakannya..."sahut Tuan Cho.
"Kami hanya tidak ingin putriku hamil terlebih dulu..."balas Tuan Bae.
"Kami tahu.... 4 bulan lagi...acara pernikahannya itupun jika kalian setuju.."balas tuan Cho.
"Kami setuju..."balas Tuan Bae.
Daniel yang memang bosan dengan pembicaraan ora g dewasa itu lebih memilih untuk mendekat kearah Sooji.
"Imo....ice cream..."ucap Daniel.
"Kau masih mengingatnya,...aigo..."balas Sooji.
"Sudah dari tadi Daniel mengatakannya...bahkan sebelum kami sampai disini.."ucap Myungsoo.
"Ah begitu..baiklah...ayo kita kesana..."ucap Sooji dengan menggandeng tangan kecil Daniel.
"Pergilah....biarkan kami yang membahasnya..."ucap Tuan dan Nyonya Cho.
"Mereka tampak serasi..."balas Tuan Bae.
Kedua orangtua Sooji dan juga Orangtua Myungsoo saat ini bahkan telah membicarakan bagaimana konsep pernikahannya, gedungnya sampai urusan honeymoon pun mereka telah membahasnya.
Boutique.
Kyuhyun menggandeng lengan Joohyun untuk masuk ke butik yang telah Kyuhyun pesankan. Pemilik desainer bahkan langsung menyambut Kyuhyun dan juga Kyuhyun.
"Silahkan anda melihatnya dulu ahgassi..."ucap sang Desainer sekaligus pemilik butik.
"Aku akan menunggu disini..."ucap Kyuhyun dengan santai.
"Mari Ahgassi ikut saya....ini koleksi terbaru kami..."ucap Desainer yang menunjukkan beberapa koleksi terbarunya.
Karena gaun itu memang sudah selesai, sang Desainer itu langsung menyuruh beberapa karyawannya untuk membantu membawa gaun-gaun itu kedalam ruang ganti agar Joohyun bisa mencobanya.
Gaun pertama yang Joohyun kenakan memiliki perpotongan dada rendah dan Kyuhyun tidak suka itu. Yang kedua terlalu mengekpos punggung mulus Joohyun, gaun yang ketiha terlalu pendek dan inilah Joohyun kembali masuk kedalam ruang ganti untuk mencoba gaun terakhirnya.
Tirai terbuka, Joohyun masih menundukkan wajahnya takut jika gaun yang terakhirnya juga tidak sesuai dengan selera Kyuhyun.
"Cantik...itu sangat bagus untukmu..."puji seorang pria yang ternyata itu bukanlah suara Kyuhyun, perlahan Joohyun mengangkat kepalanya.
Joohyun terkejut dengan apa yang dilihatnya, Kyuhyun-nya tidak duduk seorang disini namun pria itu malah tersenyum hangat saat seorang pria memberikan pujian pada calon istrinya.
"Hyunie..."panggil pria itu, Joohyun menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca, lidahnya seakan kaku karena tidak bisa membalas sapaannya.
1 part lagi ending...
Ada yang mau sequelnya....heheh... tapi dalam bentuk PDF ya CHINGUDEUL....