
Plakkk..
Joohyun tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh kyuhyun, bahkan mendengar kyuhyun mengucapkan kata itu membuatnya sakit hati.
Setelah menampar pipi kyuhyun, joohyun menghapus air matanya dan mengatakan sesuatu yang tentu saja membuat kyuhyun membulatkan matanya tidak percaya.
"Bagaimana jika seluruh hartamu?? Apa kau sanggup??"ucap joohyun menantang.
"Hahaha... seluruh hartaku... kau bercanda eoh....maldo andwae ..."balas kyuhyun.
"Lupakan saja..yakk turunkan aku...."ucap joohyun yang berusaha melepaskan cengkeraman tangannya, namun berbeda kyuhyun malah menggendong tubuh joohyun dan melemparkannya ke ranjang kingsizenya.
"Tidak akan... kau hanya perlu memuaskan aku seperti kau memuaskan pria yang tadi ada di telpon.. dan aku akan memberikan apa yang dia berikan padamu lebih.. awh..yakkk...kau berani menggigitku eohh"marah kyuhyun yang saat ini berada diatas tubuh joohyun setelah kyuhyun melemparkan tubuh joohyun keatas ranjang miliknya.
Joohyun mencoba memberontak dengan sekuat tenaga, hingga joohyun berakhir menyerah karena percuma dirinya melawan kyuhyun. Tenaga mereka tentu saja berbeda, kyuhyun menghentikan ciumannya ketika wanita yang berada dibawah tubuhnya kini tidak melawan lagi. Perlahan kyuhyun melepaskan ciumannya dan menatap kedua mata joohyun.
"Bukankah aku sudah mengatakannya padamu untuk berhenti melakukan pekerjaan kotor itu..."ucap kyuhyun yang tentu terdengar lebih lembut.
"Tidak bisa bagaimana aku bisa hidup tanpa..hemppttt..."ucapan joohyun terpotong oleh ciuman lembut kyuhyun.
"Cup... kau pasti bisa...aku akan membantumu... bukankah kau adik kelas yoona noona... kau bisa bekerja disana sebagai dokter anak.."ucap kyuhyun setelah melepaskan ciumannya.
"Gaji disana sangat kecil.. sedangkan hutangku saja sangat banyak... jika aku hanya..."lagi dan lagi ucapan joohyun terhenti oleh ucapan kyuhyun.
"Kau hanya perlu berada disisiku selama aku membutuhkanmu dan juga aku akan melunasi semua hutangmu..brakk..."ucap kyuhyun dan membanting ponsel joohyun hingga tidak berbentuk.
"Yakk bagaimana.. heummmpptt... ahh... kyuhyun-ssi geumanhae...ahhh...appo..."ucap joohyun yang mendesah karena ulah tangan serta bibir nakal kyuhyun yang mempermainkan dada joohyun, pakaian joohyun bahkan sudah terlepas dari tubuhnya.
"Wae...apakah ini sakit...mianhae..cup...cup...kau hanya perlu menuruti perkataanku..."ucap kyuhyun berguling disamping joohyun dan memeluk tubuh joohyun.
"Heum... manhi..."ucap joohyun yang memakai pakaiannya kembali namun tangan kyuhyun mencegahnya ketika joohyun akan mengancingkannya.
"Andwae.....biarkan seperti ini...( aku pasti sudah gila.. bagaimana bisa aku melakukan hal ini... hampir saja aku hilang kendali..)"ucap kyuhyun yang kemudian menarik selimutnya sampai sebatas dada.
"Jangan macam-macam..."ucap joohyun dengan membalas pelukan kyuhyun.
Pukul 2 malam daniel terbangun, daniel sangat ketakutan malam itu karena hujan disertai dengan suara petir itu membuat daniel menangis.
"Huahh... hua... hik..hik..eomma.. appa eodiseo...jangan tinggalkan aku...aku takut..."ucap daniel yang kemudian berjalan menuju kamar kyuhyun.
Toktoktok....
"Appa..eomma...."teriak daniel yang berada diluar kamar kyuhyun. Berbeda dengan kedua orang yang berlawanan jenis itu, joohyun bahkan saat ini tengah berada didalam pelukan kyuhyun.
Joohyun samar-samar mendengar teriakan daniel, dan benar tidak salah lagi joohyun memang mendengarnya. Kyuhyun yang menyadari pergerakan ranjangnya itu membuka matanya.
"Ada apa..."tanya kyuhyun dengan suara seraknya.
"Daniel... dia..menangis..."jawab joohyun.
"Tunggu disini..."ucap kyuhyun dan beranjak dari ranjangnya menuju pintu kamarnya, kyuhyun terkejut melihat daniel yang ketakutan serta tangisan daniel yang masih menggema.
Daniel mendongak begitu dia mendengar panggilan kyuhyun, kyuhyun kemudian menggendong tubuh kecil daniel untuk masuk kedalam kamarnya. Untunglah joohyun merapikan sedikit ranjangnya yang memang berantakan karena mereka hampir saja melakukan hubungan suami istri.
"Eomma...aku takut...."isak tangis daniel yang langsung memeluk tubuh joohyun dan membenamkan wajahnya didada joohyun.
"Gweanchana... eomma ada disini... appa juga..."ucap joohyun dan menepuk punggung daniel pelan.
"Tidak bisakah kau menutupinya terlebih dulu..."ucap kyuhyun karena melihat joohyun.
"Ini sudah tertutup.. apa kau tidak lihat beberapa kancingnya lepas.. neo tteomeunae..."ucap joohyun.
"Hahaha... maafkan aku...sudah aku bilang aku kehilangan kontrol tadi.. hah aku bahkan hampir menerkammu..."ucap kyuhyun blak-blakan.
"Sudahlah jangan dibahas lagi... bisa kita tidur saja..aku sangat lelah dan mengantuk..."ucal joohyun dan meletakkan tubuh daniel tepat ditengah-tengah mereka.
Sunflower apartemen.
Pagi telah tiba, myungsoo terbangun dari tidurnya yang memang semalam dirinya tidur dengan nyenyak karena ditemani wanita cantik disebelahnya, siapa lagi jika bukan Bae Sooji.
"Kau terlihat sangat cantik dan juga sexy disaat yang bersamaan... ah andaikan aku menemukan keluargaku aku akan segera meminangmu sooji-ah ..ommo..kau sudah bangun.."ucap myungsoo serak.
"Eghhmmm.....aku memang cantik... jinjja??" Balas sooji cepat.
"Heumm... aku belum menemukan petunjuk apapun saat ini.."ucap myungsoo yang menghela nafas lelahnya.
"Ooppa harus bersabar..aku akan membantu mencarinya nanti ..ehhmm..apa hari ini oppa ada waktu...bagaimana kalau kita pergi kerumah kyuhyun oppa..."ucap sooji.
"Kyuhyun oppa??? Maksudmu cho kyuhyun?? Mwo...yakk kenapa kau memanggilnya seperti itu...."ucap myungsoo dengan nada cemburu, bahkan myungsoo telah dengan cepat beranjak dari kamarnya menuju kamar mandi.
"Oppa... yakk oppa...jangan marah...aku hanya ingin bertemu dengan daniel dan juga joohyun eonni.."ucap sooji, namun sepertinya myungsoo tidak mendengarkannya.
Sooji kemudian keluar dari kamar myungsoo dan memilih membuat sarapan. Tidak lama kemudian bel pintu apartemen myungsoo berbunyi, sooji yang sedang memakai apron itu melepasnya dan langsung membuka pintu apartemen myungsoo tanpa melihat siapa tamu yang datang.
"Kapjagia.....eo..eomma..aappa..."gagap sooji.
"Jadi ini yang kau lakukan eoh...menginap ditempat pria dewasa... aigoo... "ucap tuan Bae yang langsung mendorong putrinya masuk kedalam apartemen.
"Igeo mwoya.... yakk Bae sooji apa yang kau lakukan dengan kim myungsoo semalaman hah... dasar anak nakal..."kesal nyonya Bae.
"Eomma... awhh... yakk...awhh.."ringis sooji yang juga menghalau kedua tangan sang ibu yang sibuk memukul tubuh sooji.
"Yeobo... jangan memukulnya... kita bisa meminta penjelasan kim myungsoo nanti..."ucap tuan Bae.
"Geundae yeobo...lihatlah... pakaian yang berantakan... bibir yang membengkak, leher dan dadanya aigoo...aku tidak yakin jika mereka hanya tidur bersama..."ucap nyonya Bae.
Tidak lama kemudian myungsoo keluar dari kamarnya, myungsoo mengedarkan pandangannya dan melihat sooji yang sedang bersama dengan pria dan wanita paruh baya yang saat ini tengah bersedekap didadanya.
"Ahjumma, ahjussi...ada apa..."tanya myungsoo yang menyadari jika mereka adalah orangtua sooji.
"Plakk...apa kau begitu bodoh menanyakan apa yang terjadi...apa begini perlakuanmu pada putriku... menidurinya tanpa status yang jelas... bagaimana jika putriku hamil kim myungsoo...apa kau akan bertanggung jawab.."marah tuan Bae, bahkan pria paruh baya itu tidak segan menampar pipi mulus myungsoo.
"Awhhh...aku bisa menjelaskan semuanya..."ucap myungsoo.
"Nanti malam temui aku bersama dengan kedua orangtuamu..jika sampai kau tidak datang..aku anggap kau hanya mempermainkan putriku....dan jangan harap kau bisa menemuinya lagi....sooji-ah...kajja.."ucap tuan Bae.
"Appa... biarkan aku disini..aku..."ucapan sooji terpotong karena nyonya Bae menyahut ucapannya.
"Yakk... diamlah Bae sooji.."bentak nyonya Bae dan menyeret lengan sooji. Sooji juga khawatir dengan ekspressi myungsoo yang terlihat datar.
Myungsoo terdiam melihat kejadian yang baru saja saksikan, myungsoo melihat nasi goreng kimchi yang masih ada ditempat penggorengan.
"Hah.. eotteohke.... halmoni yah aku akan menghubungi halmoni... tapi bagaimana jika orangtua sooji menolaknya..."ucap myungsoo yang nampak khawatir dan sedikit frustasi.
Cho home,
Joohyun terbangun ketika ponselnya kembali berdering, dia kemudian melepaskan tangan daniel yang masih setia memeluknya. Joohyun kemudian berjalan menuju keluar kamar kyuhyun dan membenarkan selimut kedua pria berbeda generasi.
"Manis sekali... hah kau juga sangat manis saat tertidur..."guman joohyun.
Kyuhyun yang memang menyadari pergerakan ranjangnya lalu berjalan mengikuti langkah kaki joohyun tentunya.
"Yeobseyo... mianhae...nde... jeoseongha...yakk..apa yang..."ucapan joohyun terhenti karena kyuhyun sudah merebut ponsel joohyun yang tentu saja layarnya sudah rusak namun masih bisa dipakai.
"Jangan menghubungi wanitaku lagi...atau kau akan tahu akibatnya..."ucap kyuhyun dengan nada mengancam, bahkan kyuhyun langsung meleparkan ponsel joohyun itu keluar gedung.
Kyuhyun kemudian berbalik dan mendorong tubuh joohyun hingga membentur dinding, dengan kedua tangan kyuhyun berada disisi tubuh joohyun.
"Turuti saja perintahku dan aku akan memberikanmu uang... jangan pernah lakukan hal itu lagi...apa kau tidak kasihan dengan pandangan orang yang mengenal daniel ketika dia tahu kau melakukan pekerjaan itu...yakk tatap mataku seo joohyun.."ucap kyuhyun dengan menatap joohyun tajam namun joohyun hanya menundukkan wajahnya sambil terisak.
"Yakk tatap mataku....jebal...demi daniel... aku hanya tidak ingin hidup daniel hancur hanya karena kesalahanmu..."ucap kyuhyun menusuk hati joohyun.
"Bukankah daniel bukan urusanmu kyuhyun-ssi..."ucap joohyun yang berani menatap kyuhyun.
"Sekarang dia menjadi urusanku karena kau tahu.. daniel mengingatkanku pada adikku yang telah lama menghilang...karena itulah aku mengijinkannya memanggilku appa..."ucap kyuhyun yang berubah menjadi sendu, bahkan kedua tangan kyuhyun sudah tidak lagi berada disisi joohyun.
Kyuhyun lebih memilih untuk duduk disofa dan menghela nafas panjang. Kyuhyun bahkan menceritakan semuanya tentang adiknya yang sudah menghilang selama 22 tahun.
"Mungkin jika aku menemukannya dia tidak lagi mengenalku..maka dari itu..aku membutuhkanmu...cukup kau dan daniel berada disisiku..dan aku akan membiayayai kebutuhanmu..ah satu lagi..lakukan apapun yang aku perintahkan..."ucap kyuhyun.
"Aku bukan pengemis tuan cho... "sahut joohyun.
"Hah...jika kau ingin menjual tubuhmu..katakan saja berapapun yang kau minta akan aku berikan....jadi..awhh..."ucap kyuhyun dengan ringisan yang tentu saja karena tamparan joohyun.
"Yakk...aku tidak serendah itu..."ucap joohyun.
"Kau tidak bisa mengontrol pikiran pria mesum diluar sana.. mereka pasti akan membicarakan apapun tentang wanita yang telah dikencaninya atau mungkin wanita yang pernah mereka sewa untuk memuaskan nafsunya... apa kau tidak pernah mendengar mereka bahkan bertukar ******.. jadi apa kau masih mau menjadi player didunia seperti itu..."ucap kyuhyun yang saat ini tengah menarik joohyun yang berdiri diam membeku didekat tubuh kyuhyun, hingga joohyun duduk diatas pangkuannya.
"Mwo..."ucap joohyun yang terkejut dan belum sadar dengan posisinya saat ini.
Kyuhyun kemudian memegang dagu joohyun, perlahan namun pasti kyuhyun pun mendekatkan bibirnya untuk menggapai bibir joohyun, bahkan joohyun yang semula terkejut itu langsung menutup matanya merasakan betapa lembutnya ciuman kyuhyun, bahkan tanpa sadar kedua tangan joohyun mengalung dileher kyuhyun, sebelah tangan kyuhyun bahkan merapatkan tubuh joohyun pada tubuh kyuhyun, bahkan dada joohyun yang menyembul itu bahkan sudah terhimpit tubuh kekar kyuhyun.
Seseorang yang mempunyai akses untuk masuk kedalam rumah cho memang tidak banyak, salah satunya adalah lee taehwan sekertaris sekaligus bodyguard kyuhyun. Taehwan nampak terkejut dengan apa yang dilakukan oleh kyuhyun dan juga joohyun diatas sofa.
"Eheeeemmmm.....tuan muda....jeoseonghamida...menganggu anda..."ucap Taehwan dengan lantang.
Kyuhyun yang kembali dengan kesadarannya langsung melepaskan ciumannya, bahkan kyuhyun membersihkan sisa saliva dibibir joohyun.
"Masuk kekamarmu dan jangan lupa bersihkan tubuhmu..."ucap kyuhyun, membuat joohyun mengangguk dan kembali kekamarnya dengan wajah memerah tentunya.
Kyuhyun bahkan memegangi dadanya yang masih berdetak sangat kencang.
"Kau terlihat sangat menikmatinya tuan muda cho..."ucap Taehwan.
"Ckk.. bukan urusanmu...aku bahkan tidak pernah mencampuri urusanmu dengan beberapa wanitamu..."ucap kyuhyun kesal.
"Haha... slowdown.. tuan muda .. aku hanya memperingatkan saja..agar lebih berhati-hati dalam bersikap..ya seperti tadi... bagaimana jika kalian tertangkap basah lagi..."ucap Taehwan.
"Hah... diamlah... katakan ada apa kau kemari.."tanya kyuhyun berusaha mengalihkan pembicaraan taehwan.
"Hah.. tuan shin ingin bertemu dengan anda... dan lagi suami nyonya shin juga ingin bertemu dengan anda.."ucap taehwan.
"Jadi apakah yang kau maksud kemarin adalah suami dari shin soora...aigooo... salah satunya pasti ingin menipuku...baiklah...aku akan mengikuti permainan mereka..."ucap kyuhyun.
Daniel terbangun dan kemudian mencari dimana kyuhyun dan joohyun berada.
"Appa.. eomma eodiseo..."ucap daniel dan langsung duduk dipangkuan kyuhyun.
"Eomma sedang mandi...wae...apa daniel lapar..."tanya kyuhyun, namun daniel tidak menjawabnya lagi karena daniel kembali tertidur.
"Ommo dia bahkan tertidur dipangkuanmu hyung..."ucap taehwan dengan bahasa tidak formal.
"Aku akan menemuinya nanti...pergilah...kau harus mengurusnya dengan baik..aku tidak mau mengalami kerugian.. Lee taehwan...kka..."usir kyuhyun.
Other place,
Victoria berteriak saat mendapati tubuhnya tidak memakai sehelai benangpun ditubuhnya, bahkan dia melihat pria yang berstatus sebagai tunangannya itu hanya mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk keretina matanya.
"Argghhh..... ahh eotteohke.."teriak victoria saat dirinya menarik selimutnya dan memastikan sesuatu, dan nyatanya dia tidak memakai apapun hanya tertupi oleh selimut.
"Kenapa berteriak...kau menggangguku..."ucap changmin.
"Oppa... apa yang telah kau lakukan padaku...awhh....kau harus bertanggungjawab..."ucap victoria dengan sesenggukan, changmin yang memang tidak bisa melihat wanita menangis itu kemudian memeluk tubuh polos victoria.
"Ommo.... aku tidak sadar semalam... mianhae... ini salahku... aku akan bertanggungjawab... uljimma....secepatnya aku akan mengatakan pada appa untuk mempercepat pernikahan kita..."ucap changmin dan membuat victoria tenang tentunya.
****
Kyuhyun yang memang baru pulang dari rumah sakit itu berniat untuk menemui tuan shin dokyung terlebih dulu, setelah itu baru bertemu dengan choi damdong suami dari shin soora yang tidak lain adalah adik dari shin dokyung.
Mobil kyuhyun berhenti ketika melihat seorang pria yang dikenalnya itu terlihat kuwalahan menghajar beberapa orang yang sepertinya memang mengincarnya.
Ckitttt...
"Yakk...hentikan... siapa kalian hah.. berani bermain keroyokan seperti ini..."teriak kyuhyun.
"Jangan ikut campur...memangnya kau ini siapa eoh..."ucap pimpinan beberapa pria berpakaian hitam itu.
"Gweanchana..."tanya kyuhyun pada pria yang ditolongnya.
"Harusnya kau tidak ikut campur urusanku..aku hanya tidak ingin kau terluka karenaku..."ucap pria yang ditolong kyuhyun.
"Jangan keras kepala.. jika bukan karena kau kenalan joohyun dan sooji aku tidak akan menolongmu..."ucap kyuhyun kejam.
Kyuhyun dan pria itu kemudian berkelahi melawan beberapa pria berpakaian hitam itu. Mereka bahkan bersenjata, seorang pria berperawakan pendek itu kemudian mengeluarkan pistolnya dan menargetkan pria yang ditolong kyuhyun, namun kyuhyun mengetahuinya dan berusaha mendorong tubuh pria itu hingga keduanya jatuh keatas aspal.
"Argghhh....."teriak kyuhyun dan pria yang ditolongnya.
Selamat membaca...
Jangan lupa berikan voment...
SIDERS GO AWAY!!!
Maaf ya baru bisa up sekarang...ga ada sinyal soalnya
Sorry for typo no edit...
Untuk P.O one More Chance aku perpanjang sampai akhir bulan yah....yang masih berniat silahkan order..😁