
Pria yang menabrak dan memanggil joohyun tadi langsung menoleh dan melihat pria yang memang cukup dikenalnya. Kyuhyun yang baru menyadari siapa pria yang ada dihadapannya itu juga tak kalah terkejutnya melihat pria dihadapannya.
"Neo.... yakk..."ucap pria yang tadi menabrak joohyun.
"Changmin-ah... "panggil kyuhyun.
"Aku tidak menyangka kau mengkhianatiku cho kyuhyun...dan yakkkk siapa anak itu... apa kalian berniat menipuku sejak awal... bughh... bugh..."marah changmin yang tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh kyuhyun.
"Aku bisa menjelaskan..akkhh..."ringis kyuhyun lagi karena changmin berhasil memukulnya, tentu saja kyuhyun tidak bisa menghindar karena saat itu dia masih menggendong daniel.
"Appa...hikhikk... ahjussi nappeun..."tangis daniel.
"Shin changmin-ssi.. aku yang salah.. maafkan aku...aku mohon jangan sakiti mereka..."ucap joohyun yang mendekat membantu kyuhyun dan menenangkan daniel.
"KALIAN SANGAT KETERLALUAN...bagaimana kau bisa melakukan hal ini padaku kyu... bukankah kau tahu jika aku menyukainya..."ucap changmin yang seolah meluapkan kekesalannya selama ini.
Daniel melepaskan pelukan joohyun dan kemudian berlari memukul changmin dengan tangan mungilnya.
"Ahjussi nappeun...jangan sakiti uri appa..."ucap daniel dengan sesenggukan.
"Appa... mworageu??? Appa... yakkk apalagi yang kalian sembunyikan dariku... kau sungguh sangat mengecewakan kyu..."ucap changmin.
Seorang wanita cantik tengah melihat kekasihnya yang nampak hilang kendali dan membuat keributan dilorong restoran mewah itu segera menghampirinya.
"Oppa, geumanhae..."ucap wanita itu.
"Pergilah...aku akan memaafkanmu kali ini.. dan juga setelah kau tenang aku akan menjelaskan semuanya padamu..."ucap kyuhyun.
"Aku tidak butuh penjelasanmu..."ucap changmin.
"Kajja, oppa.... tolong maafkan uri oppa..."ucap wanita itu dan menarik changmin agar segera meninggalkan restoran itu.
Joohyun mendekat dan membantu kyuhyun untuk berdiri, disana daniel menangis.
"Gweanchana...manhi appo?" Tanya joohyun dengan memeriksa wajah kyuhyun yang terlihat memar.
"Hanya sedikit... tidak masalah...ommo... yakkk daniel-ah... uljimma... seorang laki-laki tidak akan menangis hanya karena masalah kecil seperti ini..."tegur kyuhyun.
"Jangan memarahinya, dia hanya khawatir..."ucap joohyun.
"Jinjja appa?? "Tanya daniel.
"Heummm... geu ahjussi hanya salah paham saja... ayo appa gendong..."tawar kyuhyun, namun daniel menggelengkan kepalanya.
Setelah insiden kecil itu daniel masih tetap menempel pada kyuhyun, bahkan anak laki-laki kecil itu sangat berat melepaskan kyuhyun.
"Heyyy... jagoan appa... jangan cemberut seperti itu...appa gweanchana... lihatlah..."ucap kyuhyun.
"Ini hanya memar sayang... hal seperti ini sering terjadi pada pria dewasa... jadi jangan khawatir... "ucap joohyun yang baru saja selesai mengobati luka kyuhyun.
"Chaaa... daniel harus makan... bukankah daniel ingin bertemu aegy..."ucap kyuhyun yang membuat joohyun menatapnya seolah bertanya.
"Aegy?? Jinjja?? Huaahhh.... aku bisa mengajaknya bermain...yeee..."ucap daniel.
"Apa yang oppa katakan..."tanya joohyun.
"Setelah ini kita akan pergi kerumah andrew choi, istrinya baru saja melahirkan satu bulan yang lalu.."ucap kyuhyun.
Joohyun hanya mengangguk mengerti, dan lima menit kemudian joohyun membuka pesan ponselnya. Joohyun nampak gelisah setelah melihat isi dari pesan itu.
"Ada apa..."tanya kyuhyun yang melihat ada yang disembunyikan joohyun.
"Tidak apa-apa..."balas joohyun.
Dua puluh menit kemudian mereka meninggalkan restoran itu dan meluncur kediaman choi.
Other place.
Changmin yang saat ini sedang dalam mood yang buruk itupun kemudian melampiaskan pada alkohol. Changmin yang sudah mabuk itu kemudian mendatangi wanita yang saat ini tengah berjalan kearahnya dengan memakai pakaian yang menurutnya sangat menggoda.
"Waeyoo...ommo...oppa kau sudah mabuk.. geumanhae..."ucap wanita itu yang kemudian merebut gelas yang ada ditangan changmin.
"Aniya...aku tidak mabuk..lihatlah aku baik-baik saja..."balas changmin.
"Ahh...hemmptt...yakk oppahmmppt..."desah wanita yang bersama changmin, karena tiba-tiba saja changmin mencium bibir wanita itu dan menggendongnya untuk masuk kedalam kamarnya.
"Diamlah sayang.... kau harus menerima hukumanku karena memutuskanku dan memilihnya, aleyna-ssi...brukk...."ucap changmin yang telah membuka pintu dan melemparkan tubuh wanita itu keatas ranjang, wanita itu ingin kabur namun belum sempat dirinya bangun, changmin sudah terlebih dulu menindih tubuh kurus wanita itu.
"Oppa...aleyna aniya...oppa...hemppt...ah..."ucap wanita itu diiringi dengan ringisan.
"Cupp...aku tidak akan membiarkanmu lolos kali ini...kau harus jadi milikku...cupp..."ucap changmin dan kemudian dia membungkam bibir wanita itu dengan bibirnya, dengan satu tangan mengunci kedua tangan wanita itu, sedangkan satu tangan nakalnya berusaha membuka pakaian wanita itu.
Sunflowers apartemen.
Myungsoo baru saja sampai di apartemennya, pukul tujuh malam. Ponsel myungsoo berdering, dia kemudian memencet tombol lampu dan menjawab ponselnya.
"Ne... apakah ada petunjuk untukkku....hyung jebal bantu aku harus menemukan keluargaku...besok aku ..aku akan mengantarkan benda itu...gomawo..."pinta myungsoo yang kemudian menutup ponselnya. Saat dia berbalik dan menuju kamarnya, dia sangat terkejut melihat seorang wanita yang tiba-tiba ada dirumahnya.
Myungsoo kemudian mendekat dan mencium bibir wanita itu dengan cepat. Karena wanita itu membalas ciumannya, myungsoo kemudian menciumnya lagi dan memperdalam ciumannya hingga wanita itu memukul dada myungsoo beberapa kali karena kehabisan oksigen.
"Hoshh...hoshh...oppa ingin membunuhku eoh...awhh...yakk oppa..."ucap wanita itu yang tidak lain adalah sooji, sooji berteriak karena tiba-tiba tangan nakal myungsoo meremas dadanya.
"Haha.. mianhae... tanganku tak kuasa untuk tidak menyentuhnya sayang..."ucap myungsoo yang kemudian meninggalkan sooji menuju kamar mandi.
"Kalau hanya menyentuh sih tidak masalah.. tapi oppa bahkan meremasnya dengan kuat..."gerutu sooji.
Sooji tersenyum senang dan mengambil ponselnya untuk mengirim pesan pada joohyun tentu saja karena sooji teringat permintaan soojung kemarin.
Bel Pintu apartemen milik myungsoo berdering dengan nyaring, hingga mau tidak mau sooji berjalan kepintu utama dan melihat dilayar monitor.
"Yeoja??? Nugu..."ucap sooji dan kemudian membuka pintu apartemen myungsoo.
Wanita yang ada dipintu itupun menerobos masuk kedalam apartemen myungsoo.
"Neo... pulanglah... bukankah oppa sudah bersenang-senang denganmu..."ucap wanita itu yang membuat sooji mengernyitkan keningnya karena tidak paham.
"Kau mengusirku...yak kau pikir siapa dirimu berani memerintahku...dan apa kau bilang... bersenang-senang..."balas sooji yang mulai memahami perkataan wanita itu.
"Yahh..aku mengusirmu....aku...kau akan tahu nanti jika myungsoo oppa sudah keluar...yahh apa kau tak paham ucapanku... melayani myungsoo oppa tentunya .."ucap wanita itu yang menekankan kata-kata itu.
"Yakkk...kau akan menyesal nanti setelah mengetahui siapa aku..."ucap sooji dan kemudian masuk kedalam kamar myungsoo.
"Yakk...kenapa kau masuk kesana..."teriak wanita itu yang mengikuti sooji untuk masuk kedalam kamar myungsoo.
Myungsoo yang baru saja keluar dengan hanya berbalut handuk sebatas pinggang itu pun terkejut melihat sooji berada dikamarnya.
"Ommo...sooji-ah...waeyo..."ucap myungsoo yang melihat sooji membawa pakaian myungsoo.
Brakk... pintu kamar myungsoo kembali terbuka memperlihatkan seorang wanita yang dia kenal itu.
"Oppa..myungsoo oppa..."panggil wanita itu setelah bertemu pandang dengan myungsoo.
"Maafkan aku... tapi sebaiknya kau tunggu saja diluar ahgassi...aku harus mengurus priaku terlebih dulu..."ucap sooji yang mendorong masuk kedalam kamar mandi dengan menguncinya dari dalam.
"Yakk... michin yeoja...apa yang kau lakukan eoh..."teriak wanita itu.
Sooji tidak peduli dan kemudian menyuruh myungsoo untuk segera berpakaian. Myungsoo hanya terkekeh melihat tingkah kekasihnya yang memang baru beberapa hari mereka meresmikannya.
"Apa yang dia bilang padamu heum...sampai kau berani membawaku masuk kedalam kamar mandi lagi heumm..?? Tunggu apa kau mau menggodaku...atau kita bisa bermain seben...awhhh....yakk appo..."ringis myungsoo karena sooji mencubit perut myungsoo.
"Jangan bercanda.. cepat pakai bajumu dan usir wanita itu.. ah dia bahkan tidak punya sopan santun sama sekali..."ucap sooji.
"Kau mau melihatku berpakaian.. lihatlah baik-baik ne...aku akan melepaskan handukku...lagipula kau sudah melihat semuanya..."ucap myungsoo dengan nada menggoda.
"Yakkk... nappeun.."maki sooji yang kemudian berbalik menghadap pintu, dia tidak akan rela wanita lain melihat tubuh telanjang prianya.
Wanita itu menghentakkan kakinya kesal, dia kemudian memutuskan untuk menunggu myungsoo di sofa ruang tamu.
"Akhirnya kau keluar juga oppa... apa kau sudah puas dengan jalangmu itu..."tunjuk wanita itu pada sooji.
"Yakk apa maksudmu... "ucap myungsoo.
"Aku kekasih myungsoo oppa, bukan ****** seperti yang kau bilang..."bela sooji pada dirinya sendiri.
"Oppa.. dia berbohong kan??..."ucap wanita itu.
"Han yeri keluarlah... dia memang kekasihku... dan sebaiknya kau pergi dari sini..aku sudah tidak ada hubungannya denganmu.."balas myungsoo.
"Mwo...oppa... aku masih mencintaimu...maafkan aku..aku menyesal karena tidak mempercayaimu....."ucap yeri sambil menangis.
"Mianhae... semua sudah terlambat..."ucap myungsoo dan kemudian membukakan pintu apartemennya mempersilahkan han yeri untuk pulang.
Setelah kepergian yeri, sooji tiba-tiba saja memeluk tubuh myungsoo dari belakang.
"Oppa tidak akan meninggalkan aku kan..."ucap sooji.
"Heyy... kau ini kenapa..."tanya myungsoo.
"Jawab aku oppa..."ucap sooji lagi.
"Aniya... "balas myungsoo dan membalikkam tubuh sooji.
"Jinjja??"tanya sooji.
"Heumm tentu saja....aku hanya mencintaimu.."ucap myungsoo yang memeluk sooji kedalam pelukannya.
Choi home,
Kyuhyun, joohyun dan daniel dibawa oleh seorang pelayan menuju kamar siwon atau andrew choi. Joohyun begitu takjub dengan arsitektur dan dekorasi rumah keluarga choi tersebut.
"Ah kyunie kau disini, apakah benar rumor itu..."tanya nyonya choi.
"Ne... hahaha.. menurut ahjumma bagaimana..."jawab kyuhyun balik.
"Hahaha.. kalian nampak terlihat serasi...apa dia putramu...ah tampan sekali...lama tidak bertemu kau banyak berubah..kau bahkan tidak memberitahu kami jika kau sudah menikah..masuklah.. mereka pasti menunggumu.."ucap nyonya choi.
Kyuhyun memang sengaja tidak memberitukan mengenai rumor itu, entahlah yang dia pikirkan hanyalah segera menemukan sang adik.
Cklekkk....
"Ommo..."ucap kyuhyun terkejut karena melihat istri siwon yang saat ini sedang menyusui buah hatinya.
"Yakkk...kau ini selalu saja...ikut aku... "ucap siwon yang melihat kyuhyun masuk begitu saja tanpa permisi dan menariknya kembali keluar dari kamar siwon dan istrinya.
Joohyun masuk dengan diikuti oleh Daniel, yoona yang memang melihat joohyun tentu saja sedikit lega karena kyuhyun memang sudah ditarik oleh suaminya.
"Maaf...tunggu bukankah anda dokter im.."tanya joohyun.
"Nde... bagaimana..ommo... dia mantan pasien tampanku... senang melihatmu tumbuh sehat...kau datang bersama kyuhyun..."ucap yoona.
"Ne.. aku bahkan tidak menyangka bisa bertemu denganmu uisa.. "ucap joohyun.
"Ahjumma.. aegy namanya siapa..."tanya daniel.
"Lauren.. namanya Lauren Choi..Panggil aku eonni.. sepertinya aku lebih tua darimu..mulai sekarang kita berteman... ah sebenarnya aku pernah melihatmu beberapa kali dulu dikampus..."ucap yoona.
"Eomma... Lauren sangat menggemaskan bolehkah aku menciumnya..."ucap daniel.
"Nanti saja sayang..lihatlah lauren sepertinya sedang kelaparan..."balas joohyun.
"Eomma... bukankah dia hanya.."ucapan yoona terhenti ketika joohyun langsung menjelaskannya.
"Nde...eonni.. dia mengalami amnesia eonni.. setelah dia bangun..yah seperti yang eonni lihat.."ucap joohyun.
"Ah begitu...mianhae.... "balas yoona yang kemudian meletakkan lauren diatas tempat tidurnya.
Daniel yang sudah terlihat lelah itupun kemudian mendekat pada joohyun.
"Eomma...aku ingin mencium lauren..."ucap daniel.
"Ne.. ah silahkan tapi hati-hati ya...jangan sampai lauren bangun..."ucap yoona.
"Nde..imo...gomawo..."balas daniel dan kemudian merangkak untu mendekati lauren.
"Hati-hati daniel-ah..jangan sampai lauren bangun..."ucap joohyun.
Kyuhyun yang berada diluar bersama siwon nampak terkejut dengan apa yang dilihatnya. Kyuhyun bahkan membawa seorang wanita bersama anak kecil.
"Kyu...bisa kau jelaskan siapa wanita itu.. "ucap siwon.
"Hyung... dia hanya wanita biasa dan tentu saja aku bisa memanfaatkannya untuk menyamarkan identitasku..."ucap kyuhyun.
"Aigoo.. berhati-hatilah kyu... jangan sampai kau jatuh cinta padanya... dia terlihat sangat cantik..."ucap siwon.
"Aishh hyung... bicara apa heum... tidak mungkin..."ucap kyuhyun.
"Eeeittt siapa yang tahu kyu...ayo aku rasa istriku sudah selesai menyusui putriku.."balas siwon.
Cklekk.. kyuhyun masuk bersama siwon, dia melihat bayi perempuan nan cantik itu tertidur dengan pulasnya.
"Chukaee noona... hyung..."ucap kyuhyun.
"Gomawo... daniel...ahh aku berharap nantinya akan memiliki jagoan sepertinya .."ucap Yoona.
"Tentu saja... setidaknya dia nanti yang akan menjadi penerusku kyu.."ucap siwon.
"Eomma.. aku juga ingin adik bayi yang cantik seperti lauren..."ucap daniel yang memang samar-samar mendengar pembicaraan orang dewasa itu.
"Minta saja pada appamu daniel-ah karena disini hanya tempat penitipan sementara... tanpa appa mu eommamu tidak akan mengandung daniel-ah..awhhh...."ucap siwon yang mengelus perut yoona.
"Yakk oppa...dia masih kecil..jangan meracuni pikiran polos daniel dengan hal-hal dewasa seperti itu..."sinis yoona pada suaminya.
"Appa... berikan adik bayi diperut eomma.. aku ingin adik bayi cantik seperti lauren.."ucap daniel yang kemudian mencoba untuk naik dipangkuan kyuhyun.
"Ommo sayang... tidak semudah itu... "ucap joohyun.
"Kajja sebaiknya kita pamit saja.. bisa-bisa otak daniel tercemar jika terlalu lama disini..."ucap kyuhyun yang kemudian bangkit dari duduknya dengan membawa daniel digendongannya.
"Berhati-hatilah joohyun-ah... disebelahmu itu juga singa yang siap menerkammu kapan saja..."ucap yoona memperingatkan joohyun tentunya.
Cho home.
Kyuhyun membuka pintu mobil joohyun dan mengambilalih gendongan daniel. Joohyun kemudian membukakan pintu kamarnya agar memudahkan kyuhyun memasukinya bersama daniel. Joohyun kemudian membuka selimut, dan kembali meletakkan selimutnya setelah kyuhyun meletakkan daniel diatas ranjang.
"Hah anak ini sangat manis saat dia tidur seperti ini.."ucap kyuhyun.
"Gomawo karena selalu membuatnya tersenyum..."ucap joohyun.
"Heum...seo joohyun-ssi..."ucap kyuhyun.
"Waeyo....yakk apa yang...."tanya joohyun yang terkejut ketika kyuhyun mendorong tubuh joohyun yang membentur dinding.
"Bisakah...aku peringatkan padamu untuk tidak bersama dengan lelaki manapun termasuk shim changmin..aishh kenapa kau selalu membuatku gila...cupp..."ucap kyuhyun yang langsung mencium bibir joohyun.
Kyuhyun bahkan berusaha untuk membuka gaun yang joohyun pakai, hingga memperlihatkan belahan dada joohyun. Tangan nakal kyuhyun bahkan menurunkan gaunnya.
"Ini benar-benar membuatku gila... "ucap kyuhyun dan mulai mencium leher joohyun, dengan perlahan turun kebawah menuju dadanya yang memang masih tertutup bra.
"Opphmmpp... henhmppt..tikanhmmpp...ahh..."ucap joohyun disela-sela desahannya.
Tiba-tiba ponsel joohyun berdering, membuat kesadaran joohyun kembali. Joohyun kemudian mendorong tubuh kyuhyun agar menjauh dari tubuhnya tentunya.
"Sebaiknya oppa kembali kekamar.. bukankah besok oppa harus bekerja.."ucap joohyun sebelum akhirnya dia mengambil ponselnya dan menjawabnya.
Joohyun mengangkat ponselnya setelah kyuhyun melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar joohyun.
"Yeobseyo... ah ne... arrasseo... tenang saja.. dengan senang hati aku akan melayani tuan...tapi untuk kali ini tuan harus membawakanku uang yang lebih banyak..."ucap joohyun sebelum dia menutup ponselnya.
Kyuhyun yang memang masih berada didepan pintu kamar joohyun yang belum tertutup itu mengepalkan tangannya, tidak lama kemudian kyuhyun masuk dan menyeret joohyun dengan kasar menuju kamarnya.
"Yakk...oppa lepaskan..apa yang kau lakukan..."ucap joohyun.
"Sebenarnya apa yang kau inginkan seo joohyun...kau ternyata masih menawarkan tubuhmu dengan melayani nafsu pria diluar sana... kalau itu yang kau inginkan katakan padaku berapa uang yang kau butuhkan agar aku bisa menikmati tubuhmu ini... berapa..."teriak kyuhyun dengan mata yang tentu memerah karena menahan marah dan emosi yang meledak ledak.
Plakkk..
Joohyun tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh kyuhyun, bahkan mendengar kyuhyun mengucapkan kata itu membuatnya sakit hati.
Aku publish ulang readersnim, sepertinya memang watty maaih errorππππ
Selamat membaca...
Jangan lupa berikan voment...
SIDERS GO AWAY!!!
Sorry for typo no edit...
Untuk P.O one More Chance tinggal dua hari loh...