
Pria itu menatap tajam seo joohyun yang masih diam membeku, sungguh dia merasa dalam bahaya saat ini.
"Dia...sebenarnya dia adalah teman kencanku..."ucap tuan muda nam.
"Bisa kau putuskan dia dan pergi dari sini...aku akan langsung menandatangi proyek kerjasama yang kau kirimkan nanti..."ucap pria yang tidak lain adalah putra sulung dari tuan cho jaejong.
"Jeongmalyo... algesemida.... aleyna-ssi... kita putus saja...."ucap tuan muda nam.
"Yakk..kau melakukannya hanya demi uang joohyuk-ssi....nappeun nom..."maki joohyun yang kemudian beranjak dari sofa, namun tangan kyuhyun dengan kuat mencengkeram erat pergelangan tangan joohyun.
"Yakkk kau mau kemana eoh... kita perlu berbicara..."ucap kyuhyun dengan menghempaskan tubuh joohyun, dengan sigap dia berdiri dan mengunci pintu ruang vip itu.
"Biarkan aku pergi dari sini..."ucap joohyun datar.
"Pergi?? Yakk tidak akan semudah itu... katakan kenapa kau meninggalkan rumahku...apa ini perbuatan uri appa..."ucap kyuhyun, kyuhyun menyeringai dan memasukkan satu butir pil dan memasukkan kedalam air putih.
"Aniya... aku pergi dari rumah itu bukankah itu memang seharusnya...kita tidak mempunyai hubungan...dan lagi suatu saat aku juga harus menikah cho kyuhyun-ssi...jadi tidak ada alasan untuk aku tinggal disana... yakk..apa yang akan kauhmmppt...lakuhmpptkan....ahh..."ucap joohyun saat kyuhyun tiba-tiba saja mengunci pergerakan tubuhnya, joohyun bahkan sempat meminum air putih itu karena sangat gugup. Kyuhyun bahkan mencium bibir joohyun dengan kasarnya.
"Cuppp....ahhh....hmppttt...kenapa kau melakukannya lagi..bukankah aku sudah mengatakan untuk berhenti..dan lagi kesepakatan kita belum selesai..."ucap kyuhyun begitu dia melepaskan tautan bibirnya pada bibir joohyun.
"Tidak... kesepakatan itu sudah selesai...kau bahkan sudah menemukan adikmu..."ucap joohyun.
"Yakk apa kau tahu berapa uang yang harus aku keluarkan untuk menyelamatkan daniel... kau pikir dia bisa mendapatkan perawatan terbaik pasca operasi jika tidak ada campurtanganku eoh..dan aku ingin kau melunasinya....."ucap kyuhyun.
"Mwo..."ucap joohyun dengan terkejut.
"Tidak ada yang gratis didunia ini aleyna-ssi..."balas kyuhyun sinis.
"Baiklah aku akan melunasinya nanti...jadi biarkan aku pergi dari sini..."balas joohyun.
"Tidak bisa...ah kau bisa membayarnya dengan memberikan tubuhmu padaku..biarkan aku menjadi yang pertama untukmu....eotte..aku bahkan tidak yakin kau masih perawan atau..awh...."ucap kyuhyun dengan nada mengejek, namun beberapa detik saja kyuhyun merasakan sebelah pipinya panas karena tamparan joohyun.
"Nappeun nom...jinjja....nappeun sekki...kau pikir aku tidak tahu dengan perbuatanmu tuan cho kau bahkan rela menghabiskan banyak uang hanya untuk wanita rendahan ."balas joohyun dengan wajah yang sudah memerah karena marah dan lagi air mata yang jatuh seolah sedang berlomba-lomba.
Joohyun tahu dia tidak akan bisa lepas begitu saja dari cho kyuhyun,
Kyuhyun tidak terima dengan perkataan joohyun, hingga pria itu mendorong tubuh joohyun hingga menabrak sandaran sofa.
"Akhh...."ringis joohyun ketika dia merasakan punggungnya sakit, joohyun juga terkejut ketika kyuhyun sudah berada diatas tubuhnya.
"Dengan tubuhmu ini kau bisa melunasinya... dan kesepakatan kita akan berakhir.....cup.... "ucap kyuhyun dan mencium bibir joohyun. Kyuhyun sungguh tidak bisa menahan emosinya kali ini, dan saat ini dia harus meluapkan semuanya mencari pelampiasan untuk meredakan emosinya.
Rumah atap,
Sudah pukul 9 malam dan seo joohyun bahkan belum menunjukkan batang hidungnya. Bibi han tentu saja sangat cemas, tadi dia berkata akan pulang cepat dan ini sungguh sudah melewati batas jam pulang joohyun dihari biasanya.
"Ahgasssi... tidak biasanya dia pulang terlambat seperti ini..."ucap bibi han pada dirinya sendiri.
Bibi han yang memang sudah tidak bisa menahan kantuknya akhirnya tertidur disofa.
Cho home,
Kyuhyun baru saja melangkahkan kakinya dengan lesu, tuan dan nyonya cho bahkan melihat kyuhyun dengan tidak biasanya. Dasi yang hanya tersampir dibahunya, beberapa kancing kemeja terbuka dan lagi jas kerjanya yang disampirkan ditangannya.
"Hyung... "panggil myungsoo.
"Wae...."balas kyuhyun singkat.
"Gweanchana....."tanya myungsoo lagi.
"Ani... seo joohyun arghhh...."teriak kyuhyun yang mengingat kejadian semalam.
"Hyung bertemu dengan noona...."tanya myungsoo.
"Aku lelah..."ucap kyuhyun.
"Lupakan dia... bukankah appa sudah pernah bilang untuk menjauh dari wanita itu..."balas tuan cho, kyuhyun tidak menanggapi ucapan sang appa, dia bahkan lebih memilih untuk pergi kekamarnya dan beristirahat. Tubuhnya benar-benar sangat lelah karena bergadang semalam.
"Yeobo.....kenapa tidak menyelidiki siapa sebenarnya seo joohyun... aku yakin dia bukan wanita yang rela menjual tubuhnya hanya untuk mendapatkan uang..."ucap nyonya cho.
"Aku setuju dengan eomma.... joohyun noona orang baik appa...."sahut myungsoo.
"Kalian mendukungnya eoh..."ucap tuan cho dan lebih memilih keruang kerjanya.
Hotel.
Seo joohyun membuka matanya begitu cahaya masuk dari celah korden yang sedikit terbuka. Dia melihat sekelilingnya, tampak asing. Hingga kilatan kejadian semalam ketika kyuhyun menciumnya membuat joohyun dengan reflek bangun dari tidurnya.
"Ommo...apa yang terjadi...arghh...kepalaku...dingin....arghhhhhhh...."teriak joohyun begitu menyadari dirinya tidak mengenakan apapun. Joohyun kemudian beranjak dari ranjang dan melihat kaca di meja rias, joohyun terkejut melihat bibirnya bengkak, lehernya penuh dengan kissmark.
"Maldo andwae....kenapa dia melakukan hal ini padaku...hikhik..."tangis joohyun dan kemudian berjalan kekamar mandi dengan lesu.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya, joohyun mengambil tasnya dia menemukan note kecil yang terletak dinakas.
Note:
"Terimakasih..karenamu aku merasakan malam yang begitu indah dan panas.. dan mulai saat ini kesepakatan kita berakhir...aku berharap kita tidak akan bertemu lagi."
Hati joohyun sungguh mencelos karena pria itu dengan teganya mengambil apa yang telah dia jaga sampai saat ini.
"Aishh... cho kyuhyun neo....ahh shitt...bagaimana jika aku hamil..."ucap joohyun yang meremas note yang diberikan oleh kyuhyun.
Shin home.
Shin dokyung sungguh tidak terima dengan karena tuan cho sudah mengumumkan jika putra keduanya telah ditemukan.
"Oppa...sudah melihatkan...bagaimana kalau kita bekerja sama saja..."ucap shin soora yang tiba-tiba masuk kedalam rumah shin dokyung.
"Apa maksudmu...."ucap shin dokyung.
"Oppa aku tahu segalanya...anak kecil yang oppa bawa dulu adalah myungsoo dan oppa melakukannya karena oppa tidak terima karena tuan cho memecatmu..."ucap shin soora.
"Yakk itu bukan urusanmu..."balas dokyung.
"Tapi sekarang menjadi urusanku...setidaknya mereka harus membayar apa yang telah mereka lakukan padamu oppa..."ucap soora memanas manasi dokyung.
"Tentu saja....tapi kau jangan ikut campu soora-ya...oppa tidak bisa membiarkanmu masuk penjara nantinya... biarkan oppa saja yang melakukannya sendiri..."balas dokyung yang kemudian memeluk adiknya.
"Maafkan aku oppa..."ucap soora yang telah sadar karena membohongi oppanya mengenai park chanyeol waktu itu.
"Gweanchana.. "balas dokyung.
Hotel king.
Kali ini adalah pesta ulang tahun myungsoo, karena tuan dan nyonya cho telah melewatkan selama 22 tahun ulang tahun sang putra, tuan cho bahkan mengadakan acara yang tidak tanggung-tanggung.
"Dimana putramu itu..."tanya tuan cho.
"Dia akan menyusul nanti bersama teman wanitanya..."ucap tuan park.
"Wuahhh...jinjjayo. ..aku iri denganmu...."balas tuan cho.
"Oppa, dia siapa....kenapa dia menatapku seperti itu...rasanya aku ingin mecolok matanya..."ucap sooji.
"Aigoo...chagia...biarkan saja jangan hiraukan dia..."ucap myungsoo.
"Ommo...dia berjalan kemari...."ucap sooji dan semakin mengeratkan kaitan tangannya pada lengan kekar myungsoo.
"Hallo.... myungsoo oppa.....bagaimana kabarmu...ah karena wanita rupanya..."ucap wanita itu.
"Apa maksudmu eoh... dan siapa kau...."ucap sooji kesal.
"Tentu saja baik...kalau memang benar apakah itu salah. "Ucap myungsoo.
"Heumm salah....sangat....han yeri imnida ..kekasih myungsoo oppa..."ucap yeri dengan pedenya.
"Kekasih...hahaha....baiklah kenalkan aku bae sooji...calon istri myungsoo oppa...aku bisa membuktikannya jika kau tidak mempercayainya..."ucap sooji.
"Ji-ah... "panggil myungsoo.
"Lakukan saja.. hanya calon istri..haha...setidaknya aku masih bisa merebut myungsoo oppa darimu...ommo....sial..."ucap yeri yang melihat sooji mencium bibir myungsoi didepan banyak orang, yeri kemudian memilih untuk menjauh dari sooji dan juga myungsoo.
"Aigoo...kenapa kau agresif sekali... apa kau juga sedang cemburu...awhh..."ringis myungsoo karena sooji mencubit perutnya.
"Untung saja tidak ada yang memperhatikan..."lirih sooji yang melihat sekelilingnya.
"Kalau begitu kita ketempat sepi saja..dan kau bisa menciumku sepuasnya...awhh appo..."ucap myungsoo, yang kembali mendapat cubitan dari sooji.
Kyuhyun berjalan ditemani dengan seorang wanita, siapa lagi jika bukan rachel kim. Mereka nampak berbincang berdua, bahkan sesekali kyuhyun tertawa karena lelucon yang rachel ucapkan.
"Aku melihat berita itu, apakah itu benar oppa...."ucap rachel.
"Aku tidak mau membahasnya...kajja kita harus menemui adikku..."balas kyuhyun.
Rachel selalu mengajak kyuhyun mengobrol hingga sampai dihadapan myungsoo dan sooji. Kyuhyun memeluk myungsoo dan tentu saja mengucapkan selamat ulang tahun untuk pertama kali setelah 22 tahun dia tidak bisa mengucapkannya.
"Chukae...uri dongsaeng...."ucap kyuhyun.
"Gomawo hyung...."balas myungsoo.
"Rachel kim... senang bertemu denganmu myungsoo-ssi...kau bahkan tidak kalah tampan dengan hyungmu..selamat ulangtahun.."ucap rachel.
"Noona kau datang..... terimakasih.."ucap myungsoo.
"Nde...maafkan aku karena terlambat...."ucap wanita yang sangat familiar ditelinga kyuhyun. Tanpa ragu kyuhyun memalingkan kepalanya, dilihatnya seo joohyun tengah berdiri bersama dengan seorang pria tampan.
"Ckk...dia bahkan tidak malu membawa korbannya..."cibir kyuhyun dan memilih untuk mengambil wine dan menikmati dengan memandang langit di balkon ballroom hotel itu.
Tidak lama kemudian rachel menyusul kyuhyun, mereka bahkan mengobrol santai saat ini. Padahal dulu kyuhyun sama sekali tidak tertarik mengobrol dengan rachel.
Sooji kemudian menarik lengan joohyun dan meminta penjelasan mengenai pria yang berada disampingnya.
"Kau akan tahu nanti...."ucap joohyun.
"Noona tidak mau mengenalkanku padanya...."balas myungsoo.
"Bukan begitu hanya saja...."ucapan joohyun menggantung ketika pria disamping joohyun langsung memperkenalkan dirinya.
"Nan...park hyungsik imnida...."balas hyungsik dengan tersenyum lebar.
"Oppa tunggu sebentar ne...aku harus kekamar kecil..."ucap joohyun dan kemudian melangkahkan kakinya berjalan menuju kamar mandi.
Sepuluh menit berlalu, joohyun tidak sengaja melihat rachel dan juga kyuhyun sedang tertawa lepas sambil memandang langit yang terlihat nampak cerah malam ini.
Joohyun menghentikan langkahnya dan kemudian berdehem, bermaksud agar kedua insan itu menyadari kehadirannya.
"Ehemmm...Bisakah kita berbicara kyuhyun-ssi..."ucap joohyun.
"Siapa dia oppa..."tanya rachel.
"Bukan siapa-siapa...ah rachel bisa kau tunggu disana..."balas kyuhyun dengan lembut.
"Arrasseo..."ucap rachel.
Kyuhyun menarik lengan joohyun menuju balkon dan memojokkannya disudut kanan, karena disana cukup aman.
"Apa yang ingin kau katakan...palli...rachel sudah menungguku..."ucap kyuhyun.
"Apa malam itu... kita..."ucap joohyun gugup.
"Yakk katakan dengan cepat..."balas kyuhyun tidak sabaran.
"Apa kita menghabiskan malam bersama..."ucap joohyun dengan menundukkan wajahnya.
"Jika memang iya..apa kau ingin aku bertanggung jawab...."ucap kyuhyun dengan seringaiannya.
"Aniya...aku tidak pantas melakukannya...aku hanya tidak habis pikir..kenapa kau pergi begitu saja..."ucap joohyun dengan meredam tangisannya.
"Baguslah jika kau berfikir seperti itu, lagipula kesepakatan kita sudah berakhir seo joohyun-ssi..jangan pernah menemuiku lagi...."ucap kyuhyun.
Tangan lentik joohyun memegang jas kyuhyun, namun dengan sigapnya kyuhyun menghempaskan tangan joohyun dan mendorong tubuh kurus joohyun hingga membentur dinding disamping pintu balkon hotel itu.
"Sudah cukup seo joohyun...aku tidak ingin melihatmu lagi...kau memang wanita murahan...dan lagi aku akui kau memang pemain terbaik...bahkan kau sudah berganti pria lagi... "ucap kyuhyun dan kemudian beranjak pergi meninggalkan joohyun yang masih membeku ditempatnya.
"Cho kyuhyun... berhenti... yakk...."ucap joohyun dengan memanggil nama kyuhyun, namun kyuhyun menghiraukan joohyun dan lebih memilih pergi.
Joohyun menyeka air matanya dan kemudian matanya terfokus pada punggung kyuhyun. Namun tidak sengaja Joohyun melihat seorang pria yang berjalan melewatinya itu tersenyum miring kearah punggung kyuhyun itupun terkejut, hingga pria itu mempercepat langkahnya dan meraih sesuatu didalam sakunya.
Joohyun kemudian berlari dengan sekuat tenaganya, hingga dia berada didepan tubuh pria itu. Pria itu terkejut dengan perbuatan joohyun yang dengan beraninya memblokir jalannya, hingga pria itu tidak sadar jika pisau ditangannya telah melukai perut joohyun. Joohyun mengerang kesakitan dan sempat terjatuh kelantai dengan posisi duduk ketika pria itu menarik pisaunya dan kemudian berlari menuju pintu
keluar dengan sangat cepat.
Semua mata tertuju pada joohyun, bahkan kyuhyun pun menoleh dan menatap wanita dihadapannya dengan tatapan kesalnya.
"Ckk...apa dia sengaja mencari perhatian orang-orang...ckk dia pikir aku akan peduli..."ucap kyuhyun dan kemudian melanjutkan langkahnya untuk menemui rachel.
Joohyun mencoba menahan sekuat tenaganya dan tentu saja segera berdiri menutupi luka itu dengan tas tangannya dan berjalan dengan cepat menuju pintu keluar ballroom hotel itu, namun joohyun yang memang sudah tidak kuat lagi akhirnya tumbang dan jatuh di depan pintu ballroom hotel.
"Arghhhmm...tolong panggilkan ambulance...."rintih joohyun dan kemudian jatuh pingsan.
"Ada apa dengan wanita ini..."ucap bass seorang pria yang bertanya pada penjaga yang ada didalam ruangan itu.
"Ommo... seo joohyun...darahhh....."ucap seorang wanita yang nyatanya mengenal seo joohyun.
Sebenarnya mau up semalam tapi karena ga ada sinyal baru bisa up pagi ini...
Selamat membaca...
Sorry for typo no edit....