Player

Player
Player 22



Sooji tentu saja takut dengan teriakan wanita itu tanpa sadar sooji mencengkeram tangan myungsoo.


"Eomma...."panggil kyuhyun dan kemudian mengisyaratkan myungsoo untuk masuk dan membersihkan tubuhnya.


"Jelaskan padaku...apa yang sebenarnya terjadi disini...."ucap tuan cho yang sangat kesal dan emosi.


Cho kyuhyun kemudian memberikan daniel pada joohyun, kyuhyun kemudian mengikuti kedua orangtuanya menuju ruang kerja.


Pintu kamar myungsoo dan sooji kembali terbuka dan menghampiri kamar kyuhyun untuk meminta penjelasan.


"Eonni.... siapa mereka?? Apakah mereka orangtua kyuhyun oppa..."tanya sooji.


"Mungkin saja... aku juga belum pernah melihat orangtua oppa secara langsung..."ucap joohyun.


"Sejujurnya aku takut noona... bagaimana jika mereka tidak menerimaku... tatapannya tadi seolah mengisyaratkan jika aku dan sooji adalah orang asing..."ucap myungsoo.


"Jangan khawatir... kyuhyun oppa akan menjelaskan yang sebenarnya... aku rasa orangtuamu datang karena berita yang ada dimedia..."ucap joohyun.


"Eomma...baegopa..."ucap daniel.


"Ahh...iya sayang..maaf eomma melupakanmu....daniel harus mandi dulu ne..."ucap joohyun.


"Kami juga akan mandi dulu eonni... setelah itu aku akan membantu untuk memasak..."ucap sooji.


"Arrasseo... kau bisa memakai kamarku untuk mandi ji-ah...."ucap joohyun.


"Hahaha...eonni pikir aku akan mandi bersama myungsoo oppa.."ucap sooji.


"Jika kau tidak keberatan aku dengan senang hati melakukannya chagia...ahh.."bisik myungsoo dan dihadiahi cubitan oleh sooji.


"Rasakan..."ucap sooji dan kemudian masuk kedalam kamar joohyun.


Ruang kerja,


Kyuhyun duduk ditengah menghadap kedua orangtuanya. Tuan dan nyonya cho bahkan menatap tajam putra sulungnya.


"Aku telah menemukan david..."ucap kyuhyun.


"Mwo....kau tidak berbohong kan..."ucap nyonya cho.


"Aniya...pria yang ada dikamar dekat anak tangga...dia adalah david..."ucap kyuhyun.


"Apa kau bisa membuktikannya..."tanya tuan cho, kyuhyun kemudian berdiri dan mengambil ampop coklat yang berada dilaci paling bawah.


"Igeo....hasil tes DNA yang aku lakukan padanya....dia juga memiliki kalung yang aku pesankan untuknya... aku dan cho halmoni sudah mengkonfirmasinya pada orang yang telah membantu merawatnya selama ini..."ucap kyuhyun.


"Ohh...ya Tuhan... terimakasih...karena telah mempertemukan aku dengannnya....gomawo... kyunie...."ucap sang eomma yang kemudian memeluk tubuh kekar putranya, setelah membaca amplop coklat itu.


"Gomawo.... kyunie... lalu bagaimana dengan keluarga yang merawatnya...apa mereka meminta imbalan.."tanya tuan cho, yang tentu saja gembira karena putra yang dia cari telah kembali.


"Mollayo.... kami hanya berbicara dengan halmoni saja....mengenai orangtuanya aku belum mengatakan apapun...aku rasa eomma dan appa lah yang harus mengatakannya..."ucap kyuhyun.


"Arrasseo... jelaskan siapa wanita dan anak kecil itu..."ucap tuan cho.


"Lalu siapa wanita yang bersama putra bungsuku kyunie..."tanya nyonya cho.


"Dia tunangan david...kim myungsoo itu nama korea david eomma... tunangannya bersama Bae sooji...."ucap kyuhyun.


"Eomma tidak sabar ingin segera memeluknya...."ucap nyonya cho.


"Lalu wanita yang keluar dari kamarmu itu...jangan bilang dia wanita yang kau katakan waktu itu...dan anak kecil itu..."ucapan tuan cho terpotong oleh selaan kyuhyun.


"Nde... majayo...geundae appa...dia bukan wanita seperti yang mereka katakan..."ucap kyuhyun membela joohyun.


"Jika dia wanita baik-baik...tidak mungkin dia bersama dengan banyak pria...lihatlah...."ucap tuan cho dengan membuka ipadnya dan memberikannya pada kyuhyun.


"Appa...dia wanita baik-baik...hanya saja keadaan yang menuntutnya melakukan hal itu..."ucap kyuhyun.


"Apa kau mencintainya..."tanya nyonya cho.


Kyuhyun tidak bisa menjawab hatinya masih bingung dengan perasaannya pada joohyun.


"Bersihkan dirimu...kita akhiri permbicaraan ini sampai disini..."putus tuan cho.


"Akhirnya penantian kita berakhir yeobo...nan haengbokkae..."ucap nyonya cho dengan memeluk sang suami.


Kyuhyun pergi keluar dari ruang kerja menuju kamarnya, dia kemudian membersihkan dirinya dan segera turun untuk melihat joohyun dan daniel tentu saja.


"Apa aku mencintainya...."ucap kyuhyun pada dirinya sendiri.


"Hyung...apa mereka tidak menerimaku. "Ucap myungsoo yang tiba-tiba sudah ada didekat kyuhyun membuat kyuhyun berjenggit karena terkejut.


"Ahhh...kau mengejutkanku myungie...tentu saja, mereka sangat menyayangimu...ah persiapkan dirimu...eomma dan appa pasti akan mengintogasimu termasuk mengenai sooji..."ucap kyuhyun.


"Arrasseo.... aku sangat gugup sekarang hyung......"ucap myungsoo.


"Jangan khawatir...mereka sangat merindukanmu...."sahut kyuhyun menepuk punggung myungsoo.


Sooji yang baru saja turun dari kamar joohyun itu menundukkan kepalanya karena begitu gugup, apalagi dirinya ditatap oleh nyonya cho.


"Siapa namamu..."tanya nyonya cho.


"Bae sooji imnida...."balas sooji.


"Apa hubunganmu dengan putraku..."ucap nyonya cho membuat sooji mendongak.


"Putra bungsuku...kim myungsoo ah aniya cho myungsoo..."balas tuan cho yang tiba-tiba berada disamping nyonya cho.


"Saya...ssaya..."gugup sooji dengan terbata.


"Dia calon istriku..tuan..."sahut myungsoo.


"Tuan... yakkk mulai sekarang biasakan dirimu memanggilku appa..."ucap tuan cho.


"Apa kau bahagia bertemu dengan kami?? Bagaimana dengan keluarga yang merawatmu...apa mereka memperlakukanmu dengan baik..."ucap nyonya cho yang tiba-tiba merasa khawatir jika putra bungsunya membencinya.


"Aniya...jeoseonghamida..saya hanya butuh waktu untuk menerima keadaan ini.."balas myungsoo.


"Benar apa yang dikatakan myungie, eomma... ini tidak mudah untuknya..."ucap kyuhyun yang berjalan menuju sofa ruang keluarga.


"Heummm...baiklah...appa mengerti...myungie memang butuh waktu..."balas tuan cho.


"Uri adeul... bogoshipeo...mianhae... jeongmal mianhae...jebal jangan lakukan hal ini pada eomma..."ucap nyonya cho dengan menangis, bahkan wanita paruh baya itu telah memeluk myungsoo membuatnya tersentak karena terkejut.


"Nyonya....an..anniyo...eom...eomma..."gugup myungsoo, myungsoo membalas pelukan hangat sang eomma, dia sangat bahagia..akhirnya setelah sekian lama dia bisa merasakan kehangatan seorang ibu.


"Bagaimana jika kita sarapan dulu...setelah itu kalian bisa mengobrol sepuasnya...."ucap kyuhyun yang kemudian beranjak dari ruang keluarga menuju dapur.


Beberapa hidangan telah disajikan, tuan dan nyonya cho memperhatikan seo joohyun yang dengan cekatannya menyiapkan makanan itu diatas meja.


"Eomma...yeogi...."ucap daniel memanggil joohyun.


"Ah jeoseonghamida... "ucap joohyun dan kemudian memangku putra kecilnya.


"Kyunie....apa kau selalu makan bersama dengan orang asing disini.. kapan kau akan mengusir wanita dan anak ini dari sini..."ucap tuan cho.


"Mwo...apa maksud appa....dia tidak seperti yang appa pikirkan.. bukankah aku sudah menjelaskan pada appa..."ucap kyuhyun dengan penuh emosi.


"Jeoseonghamida... jangan bertengkar hanya karena wanita sepertiku.. aku dan daniel akan kebelakang saja.."ucap joohyun yang langsung berdiri dengan membawa daniel kedalam pelukannya.


"Eomma....kenapa haraboji itu marah..."balas daniel.


"Haraboji itu otangtua kyuhyun appa sayang.....dia tidak marah..."ucap joohyun memberi pengertian.


"Appa...eomma... kalian sungguh keterlaluan...."balas kyuhyun yang memilih beranjak dari kursinya.


Joohyun menyuapi daniel ditaman belakang, joohyun mendudukkan dirinya di gazebo milik keluarga kyuhyun.


"Eomma...uljimma..."ucap daniel dan menghapus air mata joohyun.


"Aniya...eomma hanya terkena debu tadi..."balas joohyun cepat.


Kyuhyun membawakan roti yang sudah diberi selai coklat untuk joohyun, tidak lupa dia membawa dua susu sekaligus.


"Kau makanlah... biar aku saja yang menyuapi daniel..."ucap kyuhyun.


"Arrasseo..gomawo..."balas joohyun.


"Appa...aaaa...."panggil daniel dan kembali mengunyah nasinya.


"Kau menangiss..."tanya kyuhyun.


Setelah kepergian kyuhyun, tuan dan nyonya cho menghela nafas lelahnya.


"Inilah yang aku takutkan sedari awal kyunie mendapatkan skandal itu...dia terlalu menikmati perannya dan terbawa perasaan..."ucap tuan cho.


"Eomma...tolong jangan berkata seperti itu pada joohyun noona...aku mengenalnya dengan sangat baik.."balas myungsoo.


"Apa maksudmu sayang.. "tanya nyonya cho.


"Tapi bukankah kau juga mendengar jika dia seorang player.. foto dia bersama dengan beberapa pria yang berbeda juga telah beredar di internet...dan jika dia masih berada disini...apa yang akan terjadi dengan nama baik keluarga kita..."ucap tuan cho.


"Joohyun eonni melakukan semua ini hanya untuk memenuhi kewajibannya membayar tagihan rumah sakit..."sahut sooji.


"Apa maksudmu dia juga memberikan tubuhnya untuk mendapatkan selembar uang...dan menghasilkan anak lelaki itu...aigoo.."ucap tuan cho.


"Appa...jebal... jangan berspekulasi seperti ini...."balas myungsoo.


"Kelihatannya kau tahu semua sooji-ssi..."tanya nyonya cho.


"Nde...karena aku tinggal bersama eonni semenjak dia kehilangan rumahnya untuk membayar rumah sakit..."ucap sooji.


"Mwo..."ucap nyonya cho dengan terkejut.


"Jadi dia hanya gadis miskin yang tak punya harga diri...ommo..."ucap tuan cho dengan memijat pelipisnya.


Kim myungsoo beranjak dari kursinya dan kemudian bersiap meninggalkan ruang makan, namun tuan cho dan nyonya cho mencegahnya.


"Habiskan sarapanmu myungie..."ucap nyonya cho.


"Kau mau kemana...appa belum selesai berbicara "ucap tuan cho dengan tegas.


"Mianhae appa, eomma...sebaiknya aku harus pergi dari sini...aku tidak menyangka jika pemikiran kalian tidak lebih baik dari keluarga yang selama ini merawatku... "ucap myungsoo menatap kecewa pada kedua orangtua kandungnya.


"Oppa...rendahkan suaramu...ingatlah mereka kedua orangtuamu.."bisik sooji yang sudah berdiri didekat myungsoo.


"Yakk apa maksudmu myungsoo-ah ..."tanya tuan kim dengan menahan amarahnya.


"Yeobo...."panggil nyonya cho.


"Maafkan aku aku rasa aku tidak bisa tinggal disini.."balas myungsoo yang berjalan dengan cepat meninggalkan ruang makan dan kemudian berjalan menuju tangga.


"Myungie...jangan lakukan itu pada eomma... myung..." panggil nyonya cho dan kemudian terhempas kelantai karena tiba-tiba saja dia pingsan.


"Yeobo...sadarlah... "teriak tuan cho panik ketika melihat istrinya terbaring lemah diatas lantai, myungsoo yang mendengar dentuman dan teriakan sang appa langsung menghentikan langkahnya, dia kemudian berbalik.. mata myungsoo melebar ketika dia mendapati sang eomma tidak berdaya dilantai. Myungsoo langsung mendekati sang eomma dan kemudian memindahkan tubuhnya keatas sofa panjang diruang keluarga, dia bahkan mengabaikan kondisi perutnya yang terluka.


"Eomma.... "panggil myungsoo dan meneteskan air matanya.


Kyuhyun yang berada ditaman belakang itu terlihat berlari menuju sang eomma berada. Dengan gerakan cepat kyuhyun kemudian memeriksa kondisi nyonya cho.


"Ambilkan obat didalam laci kamarku...palli..."ucap kyuhyun, namun tidak ada yang tahu obat apa yang dimaksud kyuhyun.


"Arrasseo...."balas seo joohyun yang sudah berada didekat kyuhyun tadi.


"Halmoni... appo??" Tanya daniel yang saat ini bersama dengan sooji.


"Heum... "balas sooji dengan singkat.


Tidak lama kemudian joohyun membawa sekotak obat yang diyakini joohyun itu nanti sangat berguna, karena dilaci itu ada beberapa kotak obat yang memang disimpan kyuhyun.


"Igeo...."ucap joohyun.


"Gomawo....."balas kyuhyun yang langsung menyuntikkan obat itu pada lengan nyonya cho.


"Bagaimana hyung/ kyunie..."tanya myungsoo dan tuan cho bersamaan.


"Untung saja bisa cepat ditangani...jika tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada eomma.."ucap kyuhyun.


"Jangan berharap kau bisa pergi dari sini kim myungsoo ah aniyo harusnya cho myungsoo kecuali kau menginginkan eomma mu mati..."ucap tuan cho dan langsung menggendong tubuh istrinya untuk dibawa kedalam kamarnya.


"Appa...."tegur kyuhyun.


"Sebaiknya kau tenangkan pikiranmu dulu, ji-ah temani myungsoo kembali kekamarnya...dia butuh istirahat agar lukanya cepat sembuh..."ucap joohyun.


Kyuhyun kemudian menatap joohyun dengan lembut, hingga entah sadar atau tidak kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya. Kyuhyun bahkan mengarahkan bibirnya pada bibir cherry joohyun.


"Cupp.... gomawo..."bisik kyuhyun dan mencium kilat bibir joohyun.


"Hemppt... sama-sama..."balas joohyun.


"Appa...eomma..."protes daniel yang merasa diabaikan.


"Ahh... mianhae...eomma melupakanmu..."ucap joohyun.


"Daniel jangan marah ne... appa akan membelikan mobil-mobilan nanti untukmu... sekarang daniel harus menuruti perkataan eomma....."ucap kyuhyun.


"Jeongmalyo... yeeee....."ucap daniel.


"Aku berangkat dulu...jika terjadi sesuatu hubungi aku...heummpptt....oppa..."kesal joohyun karena kyuhyun mencuri ciuman darinya.


Kim home,


Tuan dan nyonya kim saat ini sedang menikmati makan siang, tidak lama setelah mereka menyelesaikan makan siangnya, seorang pelayan memberitahukan pada nyonya kim jika seseorang ingin bertemu dengannya.


"Selamat siang tuan dan nyonya kim... maaf telah menganggu anda..."sapa tuan lee.


"Nuguseyo...."ucap tuan kim.


"Nan lee taesoo imnida... saya datang kesini karena tuan cho yang menyuruh saya untuk menyampaikan pesannya..."jelas tuan lee.


"Tuan cho... apakah dia cho jaejong.???Pesan... apa itu??"balas nyonya cho.


"Nde... tuan cho jaejong... tuan cho mengundang anda untuk makan malam dirumahnya..."balas tuan lee.


"Wuahhh tidak aku sangka mereka mengundangku... hah.. sayangnya aku tidak punya anak perempuan...jika punya anak perempuan aku pasti akan menjodohkannya dengan putra tuan cho..."ucap nyonya kim.


"Yeobo...."panggil tuan kim memberikan peringatan pada istrinya agar tidam banyak bicara.


"Kalau begitu saya permisi tuan... besok malam pukul 7 malam dikediaman tuan cho.."ucap tuan lee yang kemudian berdiri untuk meninggalkan kediaman tuan kim.


Tuan dan nyonya kim tentu saja sangat senang, apalagi mereka telah lama tidak bertemu.


Diamond street.


Lee taehwan melihat kyuhyun yang tidak bisa berkonsentrasi selama dia berada dikantor.


"Tuan muda... sebaiknya anda segera selesaikan dokumen ini... perusahaan jepang itu ingin anda segera membuat keputusan..."ucap taehwan.


"Taehwan-ah...apa yang harus aku lakukan...aku bahkan tidak bisa melihatnya bersama dengan pria lain"ucap kyuhyun yang membuat taehwan tentu saja terkejut mendengarnya, pasalnya pria itu baru pertama kali membicarakan perasaannya.


"Jika aku tidak salah..aku rasa tuan muda mencintainya....begitulah yang kurasakan saat aku jatuh cinta..."ucap taehwan.


"Benarkah...arrasseo... sekarang aku tahu apa yang harus aku lakukan..."ucap kyuhyun dan beranjak dari ruangannya.


"Tuan muda... bagaimana dengan berkas ini... yakk..."panggil taehwan ketika kyuhyun pergi begitu saja.


"Aku akan mengurusnya nanti...."balas kyuhyun dan kemudia menghilang dibalik pintu ruangannya.


"Hah... tuan muda memang sulit ditebak..."balas lee taehwan dan kemudian dia kembali keruangannya untuk menyelesaikan beberapa berkas yang juga sedang diperiksanya.


Cho home,


Tuan cho yang akan mengambil minuman itu tidak sengaja bertemu dengan seo joohyun. Dia kemudian menghentikan langkah kaki joohyun dan tentu saja berbicara empat mata.


"Seo joohyun-ssi... "panggil tuan cho.


"Ne... iya tuan cho..."jawab joohyun.


"Bisakah kau meninggalkan rumah ini..."ucap tuan cho, joohyun yang akan menyela tuan cho langsung mendapatkan makian dari tuan cho.


"Bukankah kau tahu siapa dirimu?? Kau tidak sebanding untuk bersanding dengan putraku!!! Sebaiknya kau tinggalkan rumah ini secepatnya..."ucap tuan cho dan meninggalkan tempat dimana joohyun masih berdiri, diam membeku disana.


🐾🐾🐾🐾🐾🐾


Tbc or End???


Tapi kalau sepi ya unpublish aja yah...😊


Sorry for typo...


Thx to seokyu shipper and myungzy shipper...love you all...