Player

Player
Player 02



Kyuhyun semakin menghapus jarak antara dirinya dengan wanita yang telah berani menatapnya tajam seolah sedang memandang rendah dirinya.


"Tu..tuan...jangan begini semua orang memperhatikan kita..."ucap wanita cantik yang tidak lain adalah Seo joohyun atau aleyna seo.


"Aku tidak peduli...katakan..apa kau menginginkan sesuatu dariku hingga kau berani menatapku seperti itu..."desak kyuhyun.


"Hah... yakk aku memang menatapmu karena aku penasaran...tidak ada maksud lain lagi...oppa...jihoon oppa... bisakah kita pergi dari pesta ini...aishh apa dia pikir aku tertarik dengan pria sombong sepertinya..."gerutu Joohyun.


"Yakk..Aleyna.. geumanhae... kita pulang.... jeoseonghamida...jeongmal jeoseonghamida.."balas lee jihoon dan menarik lengan kekasihnya.


"Tuan Lee sebaiknya anda bawa kekasih anda...sebelum Cho Dapyeo benar-benar marah..."ucap sekertaris Kyuhyun.


"Hah semua orang kaya sama saja...ckk..."balas joohyun yang langsung ditarik oleh sang kekasih untuk segera menjauh dari pesta itu.


Kyuhyun hanya tersenyum sinis ketika melihat wanita yang nyatanya memang telah berani meremehkannya.


"Wanita itu... berani sekali dirinya berkata seperti itu..."lirih kyuhyun.


÷÷÷


Lee jihoon menepikan mobilnya dan kemudian menghentikan mobilnya dipinggir jalan. Dia menghela nafas sebelum dirinya menoleh kearah joohyun yang nyatanya saat ini sedang menahan amarahnya.


"Aleyna...kumohon mengertilah...jangan mendiamiku seperti ini..."ucap jihoon.


"Yakk oppa bagaimana aku bisa diam jika oppa terus menyalahkanku sedari tadi... dan membela pria itu..."ucap joohyun.


"Oppa tidak bermaksud seperti itu..hanya saja perusahaanku tergantung padanya.."ucap lee jihoon.


"Mwo... hanya karena itu.... aishhh aku pikir oppa sangat mencintaiku tapi nyatanya ... ah sudahlah hubungan kita berakhir....aku pergi..."ucap joohyun dan segera keluar dari mobil jihoon.


"Aleyna.. tunggu.... yakk... tunggu aku...aishh sial..."teriak jihoon namun seakan tidak peduli aleyna atau seo joohyun itu terus saja berjalan menjauh dari lee jihoon.


***


Joohyun sudah putus dengan lee jihoon dan tentunya dia belum mendapatkan apa-apa, hingga joohyun memutuskan untuk memasuki sebuah klub malam terkenak di kota gangnam.


"Eonni... wae...bukankah eonni tadi kepesta.."tanya sooji yang nyatanya berada di club yang joohyun datangi.


"Hemm... hai minho berikan aku minuman...!" Pinta joohyun.


"wajah eonni nampak kusut eoh...musun mariya...apa kali ini tidak lancar... apa mungkin pria itu berulah..."tanya sooji yang penasaran.


"Aku sudah memutuskannya... kau tahu aku bahkan belum mendapatkan apapun darinya.. dia sangat menyebalkan..."ucap joohyun.


"Kalau begitu kita lupakan saja mereka pria-pria berengsek...kita hanya perlu bersenang-senang sekarang.. "ucap sooji yang dengan semangatnya menarik tangan joohyun untuk menari dilantai dansa.


Ponsel joohyun bergetar menandakan jika seseorang telah menghubunginya, joohyun yang memang baru meneguk beberapa kali minumannya itu langsung berdiri dan berjalan menuju toilet. Joohyun mengambil ponselnya dan mendengarkan penjelasan orang yang menghubunginya. Wajah panik dan juga syok langsung menjalar ditubuh joohyun hingga dirinya berlari keluar dari club itu.


"Aku mohon selamatkan dia.. hikhik... awhh..."lirih joohyun langsung jatuh dan beruntungnya pria yang ditabrak oleh joohyun itu langsung menahan tubuhnya.


"Gweanchana... anda terlihat sedang terburu-buru..."tanya pria itu.


"Ne.. gweanchana...jeoseonghamida.."ucap joohyun.


"Hemm... ahgassi... ireumi mwoeyo..."tanya pria itu.


"Aleyna Seo....maaf aku harus pergi..."ucap joohyun.


"Nama yang indah... shim changmin imnida..bisakah kita bertukar nomor telepon...sepertinya aku tertarik padamu...."ucap changmin dengan menyeringai.


"Wuahh..jinjjayo... baiklah...."ucap joohyun.


"Lain kali akan kupastikan kita akan mengobrol...."ucap changmin.


"Heumm... maaf aku harus pergi..."ucap joohyun.


Setelah kepergian joohyun, shim changmin berguman dan sepertinya memang pria ini telah jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.


Seoul hospital.


Untung saja joohyun membawa baju ganti didalam mobilnya, terakhir kali dia datang kerumah sakit menggunakan gaun yang lumayan seksi.


"Dokter bagaimana keadaannya...perawat nam tadi menelponku..."tanya joohyun.


"Sekarang sudah lebih baik...sebaiknya kita harus segera mencari donor hati untuk daniel...tapi   joohyun-ssi.. kau tahukan jika biayanya tidak sedikit...."ucap dokter im.


"Arra...aku akan berusaha untuk mencarinya.. tolong berikan yang terbaik..."ucap joohyun.


"Hemm...kami akan mengabarimu nanti jika sudah menemukan donornya...kami permisi dulu.. lihatlah dia sudah bangun dari tidur panjangnya..."ucap dokter im.


"Gomawo...."ucap joohyun dan kemudian mendekati ranjang menatap keponakannya yang memang baru sadar setelah 5.5 bulan dia terbaring koma.


Mata kecil itu terbangun menatap sekelilingnya, joohyun menangis haru dan kemudian menciumi kening dan pipi daniel yang memang sudah sadarkan diri.


"Eomma...."lirih daniel.


"Daniel-ah... ini imo....apa yang kau rasakan.. dimana yang sakit...katakan jika kau merasakan sakit heumm.."ucap joohyun.


"Eomma..daniel ingin pulang..."pinta daniel.


"Aniya.. daniel masih harus disini... setelah daniel sembuh.. eomma berjanji kita akan pulang..."ucap joohyun.


"Hyunie...apa tidak apa jika daniel memanggilmu eomma... apa mungkin karena benturan dikepalanya..."ucap bibi han.


"Heumm.. dokter im sudah menjelaskan kemungkinan yang terjadi waktu pertama kali daniel dirawat disini.. tidak apa ahjumma...setidaknya dia tidak akan mencari oppa dan juga eonni.."ucap joohyun.


"Kau memang sangat baik sayang... semoga kau juga bisa mendapatkan kebahagiaanmu kelak...ahjumma keluar dulu ne... kau pasti belum makan malam kan..."ucap bibi han.


"Hem.. gomawo ahjumma..."ucap joohyun.


Sudah tiga hari ini keadaan daniel membaik dan itu tentu saja membuat joohyun senang. Dia bisa bekerja dengan tenang tentunya, hari ini dia bahkan berkencan dengan shim changmin, putra tunggal tuan shim jaesuk pemilik Hotel terkenal  dengan beberapa anak cabang diberbagai negara.


Restoran.


"Changmin-ah... kau disini... nugu?? "Sapa kyuhyun sambil mengingat siapa wanita yang hampir ditabraknya.


"Ohh... kyu... wae... apa kau mengenalnya...dia kekasihku... ini kencan pertamaku dengannya..."ucap changmin.


"Aleyna seo imnida...."ucap joohyun dengan memperkenalkan dirinya dengan sopan.


"Lebih baik kau putuskan saja... jika tidak ingin terluka..."ucap kyuhyun begitu dia mengingat siapa wanita yang ditemuinya saat ini.


"Aishh kyu... kau hanya perlu mendukungku saja....baru kali ini aku merasakan benar-benar jatuh cinta pada seorang wanita..."ungkap changmin.


"Jangan lupakan perkataanku min-ah..."ucap kyuhyun dan kemudian melangkahkan kakinya untuk pergi.


Seolah tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh kyuhyun, changmin lebih memilih menggandeng lengan joohyun menuju meja yang telah dipesannya.


Malam ini mereka akan menikmati makan malam romantis, changmin bahkan memberikan satu set kalung berlian pada joohyun.


"Kau menyukainya... "tanya changmin.


"Heumm... ini sangat bagus...gomawo oppa..."ucap joohyun.


"Aleyna-ah... bagaimana...jika kita....ommo..."ucapan changmin terhenti karena ketika seorang wanita dengan tampang angkuhnya duduk didekat changmin.


"Bagaimana kabar oppa... ahh oppa sedang berkencan tentunya... ah ahgassi... perkenalkan aku Victoria Song... tunangan tuan shim... "ucap victoria tanpa ragu.


"Tunangan??? Aigo..."ucap joohyun.


"Aleyna... aku bisa jelaskan... ini tidak seperti yang kau pikirkan..."ucap changmin.


"Mianhae oppa... aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita..."ucap joohyun dan kemudian meninggalkan restoran mewah itu.


"Oppa... changmin oppa.. yakk berhenti... berhenti aku bilang..."teriak victoria.


"Aku sudah mengatakannya berulang kali victoria-ssi... aku tidak mencintaimu..."ucap changmin tegas.


"Tapi aku mencintaimu oppa... manhi..."ucap victoria yang tidak memperdulikan orang-orang yang berada disekitarnya, bahkan mungkin mereka menganggapnya aneh.


"Mianhae...."ucap changmin dan kemudian pergi meninggalkan restoran untuk mengikuti joohyun, namun sayang changmin tidak berhasil menemukannya.


Sedangkan victoria, dia menangis merasakan luka dihatinya. Namun victoria tidak akan menyerah, dia harus mendapatkan changmin agar mencintainya.


Snowflower  apartement.


Sooji memasuki lift untuk membawanya ke lantai 7 namun ketika dia akan menekan tombol tutup sooji terkejut ketika dia melihat seorang pria tampan sedang menahan pintu itu.


"Jeoseonghamida...."ucap pria itu.


"Gweanchana..."balas sooji.


Sooji beberapa kali mencuri pandang pada pria tampan itu, kemudian sooji mulai mengajaknya untuk mengobrol karena tentunya mereka akan semakin canggung jika hanya diam saja.


"Tuan.. apa anda tinggal disini juga... atau anda sedang berkunjung..."tanya sooji.


"Aku tinggal disini..."balas pria itu dengan cepat.


"Hemm... lalu dilantai berapa anda tinggal?? ( aigoo aku ini bertanya tapi kenapa aku seolah ingin mengintrogasinya.)..."ucap sooji dalam hati.


" waeyo.. apa anda akan berkunjung jika saya memberitahukannya..atau kau mulai tertarik padaku... "ucap pria itu dengan memandang tajam kearah sooji.


"Mwo....yakk aku hanya... wuahhh eomma.... museowo...."teriak sooji begitu didalam lift tiba-tiba saja lampu padam dan lift terhenti.


Sooji reflek berjongkok dengan memeluk kakinya sendiri, bahkan wanita dewasa itu sudah terisak dan terdengar menyedihkan.


Pria yang berada di lift itupun terkejut dan kemudian menyalakan ponselnya, yah walaupun ini menyebalkan namun pria itu terlihat bukan pria yang jahat.


"Gweanchana... uljimma... aku ada disini...."ucap pria itu yang mendekati sooji.


Tanpa pikir panjang sooji bahkan memeluk pria asing yang baru saja dilihatnya beberapa menit yang lalu.


"Bantu aku keluar dari sini... jebal..."lirih sooji dengan memeluk kuat pria itu, seolah dia akan mendapatkan kekuatan jika memeluknya.


***


Kali ini kyuhyun tidak akan tinggal dengan apa yang dilihatnya, bukankah baru seminggu yang lalu dia bertemu changmin dan mengenalkan kekasihnya yang bernama aleyna namun nyatanya dia melihat aleyna saat ini sedang bersama dengan pria lain. Pria itu bahkan dengan beraninya mengelus pipi chabby aleyna tangan nakal pria itu bahkan sudah berada dipinggang aleyna dan menariknya untuk menghapus jarak diantara mereka.


"Lihat saja aleyna-ssi...aku akan memberikanmu pelajaran..."ucap kyuhyun dengan smirknya.


Kyuhyun sengaja menabrak joohyun dan joohyun membulatkan matanya begitu kyuhyun mengucapkan dua kata yang membuat pria itu meninggalkannya begitu saja.


"Catherine-ah mianhae..."ucap pria itu yang takut dengan kyuhyun, pria yang dia tahu adalah pemimpin Diamond Street namun pria itu tidak berani mengatakan siapa cho kyuhyun karena tatapan tajamnya juga seolah mengisyaratkan untuk diam.


"Dia kekasihku..."ucap kyuhyun sambil menatap tajam aleyna bahkan kyuhyun menarik tangan kurus joohyun untuk berada didalam pelukannya.


"Yakk...apa yang... oppa dia bukan kekasihku...yakk lepaskann..aku tidak mempunyai urusan denganmu..."ucap joohyun.


"Mianhae..aku harus pergi..."ucap pria itu lagi dan benar-benar meninggalkan joohyun disana bersama dengan kyuhyun.


"Tidak ada urusan denganku?? Kau salah aleyna??? Tunggu pria itu menyebutmu catherine?? Wuahh apa ini nama lain untukmu... kau tahu temanku menjadi sangat kacau itu karena ulahmu..."ucap kyuhyun sinis namun kyuhyun langsung menarik lengan joohyun dan membawanya masuk kedalam sebuah ruangan yang diyakini joohyun ini adalah ruangan vip.


Pria itu tidak tinggal diam, dia menyudutkan tubuh joohyun hingga membentur dinding. Kyuhyun bahkan mengunci pergerakan joohyun dengan memegang kedua tangannya.


"Lepaskan aku...."ucap joohyun kesal.


"Berapa harga semalam yang harus aku berikan padamu agar aku bisa menikmati tubuhmu ini..."bisik kyuhyun ditelinga joohyun.


"Yakk... geumanhae...."teriak seorang pria tampan yang mengganggu kyuhyun.


"Nuguseyo....ini tidak ada urusannya denganmu...pergilah..."usir kyuhyun.


Lanjut or end???