
Seo joohyun atau yang kyuhyun kenal sebagai aleyna seo itu nampak terkejut dengan apa yang dilihatnya saat ini. Pria itu tidak menyangka jika tamu yang dikirimkan oleh jonghyun adalah wanita yang dia tahu adalah mantan kekasih shim changmin sahabatnya.
"Ne.. cho kyuhyun imnida.. itu nama koreaku... kau terlihat sangat terkejut...Wuahhh... aku tidak menyangka kau berada disini... wuahh daebak...ckk sekarang aku tahu wanita seperti apa dirimu..."ucap kyuhyun pedas.
Joohyun menelan ludahnya serat saat pria itu mulai mendekatinya, joohyun bahkan sempat mundur namun tangan kyuhyun dengan gerakan cepat mencengkeram pergelangan tangan joohyun.
"Marcuss cho.. cho kyuhyun..apa maksudmu??" Ucap joohyun gugup karena cho kyuhyun mulai mendorong tubuh joohyun dan membentur dinding.
Kyuhyun kemudian berbisik sambil membelai lembut wajah joohyun seolah menggodanya namun dengan tatapan yang sinis.
"Mereka mengatakan padaku jika ini yang pertama bagimu?? Apakah itu benar... hahaha jadi selama ini kau hanya mengencani pria kaya dan memanfaatkannya.. aigoo... lalu sekarang kau ingin menjual tubuhmu..."sinis kyuhyun.
"Hah.. mereka mengatakan jika clienku malam ini lee jonghyun tapi kenapa kau yang ada disini....hempptt..."ucap joohyun yang kemudian mengecup bibir joohyun berulang kali.
"Dia menyerahkannnya padaku... jadi lakukan saja tugasmu... dan bermainlah denganku malam ini..."ucap kyuhyun yang kemudian menggendong tubuh joohyun menuju kamarnya, berulangkali joohyun mencoba untuk memberontak dan melepaskan diri namun sepertinya sia-sia. Kyuhyun bahkan menciumnya berulang kali hingga membuat joohyun terkejut. Ciuman pertama, kedua, ketiga dan seterusnya direbut oleh pria yang sama. Bahkan dengan mantan mantannya dulu joohyun belum pernah melakukannya dia hanya akan mencium pria pria itu dipipinya.
Kyuhyun mulai membuka pintu kamarnya dan kemudian melemparkan tubuh joohyun, pria itu mulai menindih tubuh joohyun yang saat ini sedang berada diatas tubuhnya. Kyuhyun mulai mencium bibir joohyun dengan kasar, pria itu bahkan sedang berusaha melepaskan gaun yang dipakai oleh joohyun.
"Aku akan memberikanmu pelajaran karena telah menyakiti temanku...awhh...yakkk...."teriak kyuhyun begitu dia merasakan sakit ditubuh bawahnya karena joohyun menendang masa depannya.
"Rasakan....itu pantas untukmu...kau pikir aku wanita seperti apa eoh.. dan sepertinya temanmu itu salah dengar tuan... ahhh....hempptt..."teriak joohyun begitu dengan cepat kyuhyun menindihnya dan mencium wanita itu dengan kasarnya, yahh kyuhyun marah tentu saja bagaimana wanita itu menendang masa depannya begitu saja.
"Kau harus membayarnya..."bisik kyuhyun dan kemudian mulai merapatkan tubuhnya pada tubuh joohyun.
Pria yang saat ini tengah menciumnya dengan penuh nafsu dan kasarnya itu kemudian mulai turun keleher joohyun dan kemudian membuat kecupan dan kissmark disana. Tangan pria itu bahkan mengunci kedua tangan joohyun dan meletakkan diatas kepalanya, sedangkan tangan yang satunya dia gunakan untuk melepaskan bra joohyun.
"Hemmpp...ahh...le..pass...kan... tanganku...ehmmm...sakitt..awhh...."ucap joohyun disela sela desahannya karena tangan joohyun yang mulai meremas dada joohyun.
Kyuhyun tidak menuruti apa yang joohyun pinta, dan seperti kehilangan akal kyuhyun pun tidak sadar jika dirinya mulai masuk kedalam permainan joohyun. Joohyun dengan cepat meraih botol kecil dari tasnya, joohyun menutup hidungnya dan kemudian menyemprotkan botol kecil itu. Kyuhyun yang memang menyadari suara itu kemudian mendongak dan menatap joohyun, sangat aneh memang joohyun menutup hidungnya hingga kyuhyun kemudian jatuh keatas dada joohyun.
"Ahhh.. yakk bagaimana kau bisa pingsan disini.. tidak tahukah itu sangat sakit eoh..."keluh joohyun dan memindahkan kepala kyuhyun di bantal sebelahnya. Joohyun duduk dan memandang payudaranya yang memang memerah karena ulah tangan kyuhyun tadi. Joohyun kemudian membenarkan bra dan juga gaunnya tidak lupa joohyun kemudian membuka kemeja kyuhyun dan meloloskan celana jeans pria itu. Setalahnya joohyun mengambil beberapa cek yang ada didompet kyuhyun.
"Terimakasih dan selamat tinggal.. aku harap kita tidak akan bertemu lagi... "ucap joohyun dan kemudian meninggalkan kamar kyuhyun.
Joohyun kemudian mencegat taksi menuju apartemennya, didalam perjalanan joohyun bahkan beberapa kali membayangkan ciuman kyuhyun yang masih membekas dibibirnya.
"Aisshh...apa yang aku pikirkan... dia pria brengsek yang pernah aku kenal..."maki joohyun.
Hotel.
Myungsoo melepaskan tangannya dan kemudian menatap tajam wanita yang tidak lain adalah tetangganya. Sooji yang mulai sadar itu kemudian menatap tubuh myungsoo yang tentu saja saat ini sedang bertelanjang dada dan hanya dengan handuk yang melingkar indah dipinggangnya.
"Bagaimana bisa kau ada disini eoh...yakk berhenti memandangku seperti itu.."ucap myungsoo sebal karena sooji memandang tubuh bagian atas yang tentu saja sayang jika dilewatkan.
"Aniya... jadi kau penghuni kamar suite room limited edition... ommo... aaahhhhhhh..."teriak sooji begitu kakinya terpeleset dan kehilangan keseimbangan.
Myungsoo dengan cepat menarik tubuh sooji dan menahan punggungnya dan itu berhasil namun tangan sooji sepertinya yang salah wanita bahkan tidak sadar apa yang dipegangnya saat ini.
"Jauhkan tanganmu dari handukku..."ucap myungsoo.
Sooji terkejut dan mulai menjauhkan tangannya, namun saat itu juga handuk myungsoo malah terlepas dan membuat sooji berteriak sambil menutup matanya.
"Awhhhh......mataku ternodai..."teriak sooji dengan menatap tubuh bagian bawah myungsoo. Myungsoo yang terkejut langsung mengikuti arah pandang sooji dirinya juga terkejut saat melihatnya tubuh bagian bawahnya terekpos. Myungsoo langsung mengambil handuknya dan kemudian berlari menuju kamar mandi.
Lima belas menit kemudian, myungsoo menghampiri sooji dan kemudian bertanya apa maksud wanita itu datang kemari.
"Soal kejadian hari ini lupakan saja...anggap saja kau tidak pernah melihatnya...Jadi untuk apa kau kemari..."tanya myungsoo datar.
"Ah..kau pikir aku akan mengingatnya... hah aniya.. itu terlalu kecil untukku...Sudah aku bilang seseorang menyuruhku kemari.. apa dia sudah pergi.. aku memang terlambat tadi..."ucap sooji.
"Mwo...apa maksudmu eoh... ah jadi kau wanita itu...yakkk kau melukai harga diriku....srekkk..."dengan sekali tarikan, myungsoo menarik kemeja sooji hingga beberapa kancing kemeja putih sooji terlepas memperlihatkan apa yang ada dibalik bra hitam itu.
Myungsoo yang memang harga dirinya telah terluka itu langsung mengeluarkan dua benda kenyal yang membuat myungsoo meneguk ludahnya serat. Jangan kalian pikir sooji tidak melawannya , dia sudah mencoba melawannya namun lagi dan lagi myungsoo mengunci pergerakannya.
"Yakk apa yang kau lakukan....yakk...ahhh...."teriak sooji dan kemudian mendesah karena kedua tangan myungsoo yang meremas kedua benda kenyal itu.
"Hah..kau pikir ini tidak kecil eoh... aku hanya kasihan nanti pada suamimu nanti..."ucap myungsoo yang kemudian melepaskan tangannya dari benda kenyal itu dan kemudian berguling kekanan.
Sooji tentu saja menangis saat itu, pria itu benar-benar kejam. Bagaimana bisa dia memperlakukannya seperti itu, sepertinya memang ini hari paling sial untuk sooji.
Sooji kemudian membenarkan letak bra-nya dan mengeratkan kemejanya. Sooji menangis dan berjalan keluar dari hotel itu tanpa sepatah katapun.
Myungsoo yang memang sudah sadar jika apa yang dilakukannya itu sangat salah langsung berlari mengejar sooji tentunya. Myungsoo kemudian mengambil mobilnya dan mengemudikan secara perlahan disana dia melihat beberapa pria hidung belang itu seakan ingin memakan sooji.
"Kka..lepaskan....."teriak sooji.
"Tenanglah nona manis....kami tidak akan menyakitimu...akhh..."ringis pria itu yang akan menyentuh wajah sooji.
"Dia istriku...pergi kalian jika kau masih ingin hidup..."ucap myungsoo.
"Istri?? Haha jangan bercanda tuan..."ucap pria yang masih memegang tangan sooji.
"Lepaskann....."teriak sooji dan menghempaskan tangan pria itu dan kemudian berjalan menuju halte. Myungsoo dengan cepat menghajar kedua pria itu dan setelahnya dia membawa mobilnya dan menarik paksa tubuh sooji agar memasuki mobilnya.
"Jangan pernah melakukannya pada pria lain atau kau akan benar-benar seperti wanita ****** diluar sana...menjual tubuhmu hanya demi uang... "sinis myungsoo.
"Bukan urusanmu...yakk..."balas sooji seolah tidak peduli namun dirinya berteriak karena dengan tiba-tiba myungsoo membalikkan tubuh sooji agar menghadap kearahnya memaksa tubuhnya untuk memakai jaket yang telah dipasangkan oleh myungsoo.
"Pakai ini... mulai hari ini aku akan mengawasimu... lihatlah apa yang bisa aku lakukan jika kau berani menerima job seperti itu lagi..."ancam myungsoo.
"Yakk bagaimana bisa kau mengaturku dan memerintahku..memangnya siapa kau.."ucap sooji tidak terima.
"Apa kau tidak sadar kau dalam bahaya... dan lagi kau masih amatiran.. kau bahkan tidak tahu apa yang akan kau lakukan ketika bertemu pria dijalan seperti tadi....siapa aku?? Baiklah mulai sekarang kau adalah kekasihku... tenang saja aku akan membayarmu... "ucap myungsoo dan memandang lurus kedepan dengan membelah jalanan kota seoul.
Sooji menatap myungsoo dengan pandangan tidak percaya, bagaimana pria itu memutuskan seenak jidadnya sendiri.
Cho home.
Kyuhyun terbangun merasakan kepalanya sedikit pusing, dia melihat disekelilingnya dan kemudian dia teringat dengan apa yang terjadi saat dirinya mencium dan meremas dada joohyun, namun setelahnya kyuhyun tidak ingat lagi.
"Aku menciumnya lalu mengukir banyak kissmark di lehernya... dan tunggu aku bahkan tidak merasakan apapun ditubuhku... bukankah seharusnya aku merasa lelah... ahh... yahh rekaman itu..."ucap kyuhyun dan kemudian melihat rekaman cctv dengan dilaptopnya. Dirinya bahkan begitu terkejut dengan apa yang di lakukan semalam.
"Aishh dia memang membuatku gila.. aigoo... tunggu...jadi... argghhh lihat saja... aku akan membalasmu aleyna-ssi... "kesal kyuhyun dan kemudian berjalan kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Snowflower apartemen.
Joohyun baru saja membuka pintu kamarnya dan mendapati sooji dengan wajah kusutnya.
"Ada apa... apa rencanamu tidak berjalan dengan lancar..."tanya joohyun.
"Heumm... bagaimana eonni tahu?? Ah ini benar-benar memalukan... aku tidak akan bermain lagi... aku bertemu pria psikopat semalam... "ucap sooji.
"Wae..apa dia menyakitimu...."tanya joohyun.
"Heumm... "ucap sooji.
"Berhentilah... bukankah eonni sudah mengatakan padamu... pekerjaan ini memang sangat berbahaya... biar eonni saja yang lakukan.. kau hanya perlu memegang kendali..."ucap joohyun.
"Aniya... lebih baik eonni hentikan... jebal..."ucap sooji memohon.
"Mianhae... aku belum bisa melakukannya ji-ah.. mengertilah.. aku akan lebih berhati-hati mulai sekarang... yaksoke.."ucap joohyun.
"Berjanjilah eonni akan baik-baik saja..."ucap sooji yang kemudian memeluk tubuh joohyun.
Tidak lama bunyi ponsel joohyun berdering, joohyun mengangkatnya dan betapa terkejutnya dia mendengar keadaan daniel.
"Daniel-ah... sooji apa yang harus aku lakukan..."ucap joohyun.
"Eonni tenanglah... dengarkan aku baik-baik...daniel akan baik-baik saja... kita akan kesana..."ucap sooji dan menenangkan joohyun.
Seoul hospital.
Joohyun menangis sampai dirumah sakit, dia benar-benar tidak tega melihat keadaan daniel yang berada diruangannya. Joohyun menemui sang dokter dan kemudian bertanya bagaimana keadaan daniel.
"Kami tidak bisa lagi menundanya, malam ini daniel harus segera dioperasi..."ucap sang dokter.
"Baiklah... lakukan yang terbaik dokter...jebal... aku akan mencari sisa uangnya.. "ucap joohyun yang langsung pergi dari sana dan langsung menuju administrasi.
Perawat mengatakan jika joohyun harus segera melunasinya, joohyun menyanggupinya. Tanpa pikir panjang joohyun langsung pergi dari rumah sakit seoul.
Brakkk... joohyun terkejut begitu dia tidak sengaja menabrak seorang pria berpakaian dokter.
"Jeoseonghamida... "ucap joohyun membungkukkan tubuhnya tanpa melihat siapa pria itu. Hingga suara yang joohyun kenali mampu membuatnya menoleh menatap pria itu.
"Apakah hanya dengan meminta maaf saja sudah cukup..."ucap sinis pria itu yang membuat joohyun terdiam, dia bahkan tidak bisa bergerak saat pria itu berusaha mendekatinya.
Joohyun memejamkan matanya berharap seseorang akan datang menolongnya.
"Bantu aku Tuhan....aku mohon... jangan biarkan pria ini menyakitiku...aku tahu aku salah...."lirih joohyun.
Tbc or End???