
Wanita bernama Rachel kim itu bahkan tidak segan atau tidak tahu malu bertemu dengan kyuhyun kembali yang nyatanya adalah mantan tunangan pria itu.
"Pergilah..."usir kyuhyun.
"Oppa....jadi berita itu benar?? Dia istri dan anakmu.. "tanya wanita itu.
"Jika benar dia anak dan istriku apa urusanmu Rachel Kim..."ucap kyuhyun yang kemudian menyerahkan kartu kreditnya untuk membayar semua belanjaan itu.
Kyuhyun memasuki mobilnya diikuti oleh joohyun yang berjalan dibelakang kyuhyun. Langkah joohyun terhenti ketika tangan joohyun ditarik oleh Rachel, wanita itu bahkan mencoba menampar joohyun.
"Nappeun yeoja....karena kau uri oppa meninggalkanku....akhh.."maki rachel yang berusaha menampar joohyun.
"Haah..lucu sekali ahgassi...bagaimana bisa kau berfikir seperti itu ahgassi??.. kyuhyun oppa pasti punya alasan mengapa dia meninggalkanmu?? Ahh satu lagi jangan kau pikir bisa menamparku begitu saja..."ucap joohyun dan menghempaskan tangan wanita itu.
"Yakk...wanita sialan... awas saja aku akan memberimu pelajaran..."ucap rachel yang kemudian menghentakkan kedua kakinya.
Cho home,
Kyuhyun merebahkan tubuh daniel menuju kamar tamu yang tentu saja akan ditempati daniel dan joohyun , sedangkan joohyun membawa belanjaan yang lumayan banyak dan meletakkan tubuh kecil itu diranjang empuk.
"Gantikan bajunya...."ucap kyuhyun dan kemudian berlalu keluar dari kamar daniel tentu saja dengan membawa satu piyama untuknya.
"Nde...."balas joohyun dan mengambil piyama.
Kyuhyun kembali kekamarnya dan mengganti bajunya dengan piyama pilihan daniel tentunya, bahkan daniel sempat mengguman ingin memakai setelan piyama itu bersama eomma dan appanya. Tidak lama kemudian kyuhyun turun dan duduk di mini bar miliknya dengan mengambil satu botol wine dan gelasnya, kyuhyun menikmati setiap tegukan cairan merah itu.
"Boleh aku duduk disini..."tanya joohyun yang sudah memakai gaun tidur kimono dengan motif yang sama.
"Heumm... "kyuhyun kemudian mengambilkan satu gelas lagi dan menuangkan botol wine itu kedalam gelas kosong milik joohyun.
"Gomawo...sebenarnya apa yang terjadi?? Kau bisa bercerita padaku..jangan memendamnya sendiri tuan cho."ucap joohyun dan sesekali menyesap wine merah itu.
Kyuhyun menoleh kearah joohyun dan memandang wanita itu dengan penuh arti, seriangaian pria itu bahkan tercetak jelas saat ini.
"Benarkah?? Bagaimana jika aku memintamu menghiburku apa kau mau melakukannya??"ucap kyuhyun dengan seringaiannya.
"Yakk... "teriak joohyun karena terkejut, tiba-tiba saja kyuhyun menarik tubuh joohyun dan mendudukkan tubuh joohyun diatas pangkuannya.
"Biarkan seperti ini sebentar saja...kau tahu aku sangat lelah... ah tidak ada bantahan..."ucap kyuhyun yang membuat joohyun membulatkan matanya karena tidak bisa membalas kata-kata kyuhyun. Kyuhyun semakin menyamakan kepalanya yang bersandar diatas dada joohyun karena posisi joohyun lebih tinggi dari kyuhyun tentunya.
"Lepaskan.. ini membuatku hempptt....."ucap joohyun yang mendapat ciuman dari kyuhyun, pria itu bahkan menciumnya dengan menggebu-gebu seolah dirinya mencari pelampiasan.
"Hah...hah....neo micheoseo."maki joohyun.
"Diam saja.. atau kau ingin berakhir diranjang?? Ingatlah..kesepakatakan yang telah kita sepakati seo joohyun..."ancam kyuhyun yang saat ini beranjak berdiri dan menggendong joohyun menuju kamar nya.
Joohyun masih terpaku dengan apa yang dilakukan oleh kyuhyun padanya, kyuhyun kemudian merebahkan tubuh joohyun dikamarnya.
"Jalja...."ucap kyuhyun yang kemudian beranjak dari sisi joohyun.
"Sebaiknya aku kembali kekamar daniel...ah Nado jalja..."ucap joohyun yang kemudian membalas ucapan Kyuhyun karena tatapan tajamnya dan Joohyun lalu menaikkan selimutnya hingga sebatas dada dengan posisi membelakangi Kyuhyun tentunya, Kyuhyun kemudian memeluk Joohyun dari belakang.
SUNFLOWERS, GANGNAM.
Tuan dan nyonya Bae mengernyitkan keningnya begitu pagi ini ada seorang pria tampan yang tentu saja tidak mereka kenal memencet bel pintu apartemen putrinya.
"Yeobo... nuguya..."tanya tuan Bae.
"Molla... namja...solma apakah dia kekasih sooji..."ucap nyonya Bae.
"Sudahlah buka pintunya... dan kita akan tahu nanti..."balas tuan Bae dan berjalan menuju ruang tamu.
Myungsoo terkejut dengan apa yang dilihatnya, dia lalu membungkukkan tubuhnya memberikan salam pada nyonya Bae.
"Anyeonghaseyo... nan Kim Myungsoo imnida.... heumm... jika boleh tahu...apakah ahjumma adalah eomma sooji..."ucap myungsoo karena melihat kemiripan diantara mereka.
"Ne...eotteohke arra?? Masuklah...."ucap nyonya Bae.
"Duduklah... "ucap tuan Bae.
Tepat saat itu juga Bae sooji keluar dari kamarnya dengan masih menggunakan gaun tidurnya, dia kemudian menyuruh myungsoo untuk pulang.
"Ommo... oppa pulanglah... jebal..."ucap bae sooji yang melihat myungsoo berada disofa.
"Masuk kekamarmu dan bersihkan tubuhmu...apa kau tidak malu keluar dengan gaun seperti itu..."ucap tuan Bae sangat kesal tentunya.
Myungsoo bahkan tidak berkedip sedikitpun, yah pagi-pagi datang dan disuguhi pemandangan indah tentunya.
Nyonya Bae yang melihat keadaan gaun putrinya itu tentu saja langsung menarik putrinya.
"Eomma....."manja sooji.
"Bae sooji bersihkan tubuhmu dan cepatlah turun kemari...aisshhh kenapa kau masih menggunakan gaun gaun kurang bahan itu...yakk palli.."ucap nyonya Bae dan dengan terpaksa menarik tangan putrinya.
Tuan Bae memperhatikan kim myungsoo yang nampak salah tingkah karena melihat tubuh sooji yang memang terekspos karena gaun tidurnya.
"Apa tujuanmu datang kemari? Lihatlah ini masih terlalu pagi untuk seorang pria bertamu?? Apa kau menjalin hubungan dengan putriku.."ucap tuan Bae dengan tegasnya.
"Kami...kami sepasang kekasih..."ucap myungsoo.
"Benarkah?? Apa benar kau mencintai putriku??" Tanya tuan Bae.
"Nde...."balas myungsoo yang begitu gugup ketika tatapan tajam tuan bae seolah menguhuskan pedang padanya.
"Buktikan jika kau memang mencintai putriku...bawalah kedua orangtuamu kemari... kami ingin bertemu dengan mereka..."ucap tuan Bae.
"Mwo....arrasseo...."kaget myungsoo namun dia langsung merubah ekspressi wajahnya.
Tidak lama kemudian sooji keluar dari kamarnya dengan nyonya Bae.
"Sekarang jelaskan pada eomma dan appa kenapa kau melakukan hal itu ji-ah..."ucap nyonya Bae dengan tegas.
"Eomma dari awal aku memang tidak tertarik dengan jurusan itu...aku hanya menyukai desain...maafkan aku karena membohongi kalian..."ucap sooji merasa bersalah tentunya.
"Hah...baiklah...eomma bisa menerimanya?? Dan kau myungsoo-ssi apa pekerjaanmu...awhh ji-ah..jangan ganggu eomma... eomma harus tahu pria seperti apa kim myungsoo..."ucap nyonya Bae yang meringis karena cubitan sooji.
"Eomma keterlaluan eoh... myungsoo oppa kajja..."ucap sooji yang menarik tangan myungsoo untuk keluar dari apartemennya.
"Yakk Bae Sooji...stop...."teriak nyonya Bae.
"Sudahlah yeobo... biarkan saja... dia terlihat seperti pria baik-baik..."ucap tuan Bae.
"Tetap saja aku khawatir yeobo.. bagaimana jika pria itu ternyata tidak punya apa-apa... hidup putriku tentu saja akan menderita nanti..."ucap nyonya Bae.
"Jangan khawatir... sebentar lagi kita akan tahu siapa kim myungsoo...aku menyuruhnya membawa kedua orangtuanya..."ucap tuan Bae.
"Hah...kenapa oppa datang pagi-pagi kerumahku..."tanya sooji.
"Aku ingin meminta maaf mengenai kejadian kemarin... maafkan aku...tidak seharusnya aku mengatakan hal itu... nan...saranghae..."ucap myungsoo.
"Mwo... bukankah...hmptt..."ekpressi terkejut terlihat dari reaksi sooji yang diam membeku karena myungsoo yang tiba-tiba menciumanya.
"Apa kau merasakannya...disini seperti tersengat listrik ribuan volt.."ucap myungsoo sambil meletakkan tangan sooji di dadanya.
"Nde...nado oppa....disini...jantungku berdetak lebih cepat saat bersamamu..."ungkap sooji.
"Sooji-ah...ada satu hal yang harus kau ketahui... sebenarnya aku bukanlah putra kandung keluarga kim...itulah mengapa semalam aku...hemmpt.."ucapan myungsoo terputus oleh ciuman sooji.
"Cup... gweanchana... aku mencintaimu bukan mencintai keluargamu yang kaya itu oppa... "ucap sooji dan menundukkan wajahnya karena malu.
"Heyy angkat wajahmu...ommo... sooji-ah ...berhentilah melakukannya...arrasseo..."ucap myungsoo.
"Mwoga..."balas sooji tidak tahu.
"Aishh... seperti yang kau lakukan padaku dan akhirnya kita bersama..."ucap myungsoo.
"Ah itu... hah...itu yang terakhir kalinya oppa... dan oppa tahu... aku hanya menggoda oppa saja...aku lapar.. "ucap sooji.
"Aishh dasar gadis nakal... duduklah oppa akan membuatkanmu makanan spesial..."ucap myungsoo yang mengacak rambut sooji kemudian berjalan menuju dapur.
Sooji memperhatikan punggung pria yang saat ini telah resmi menjadi kekasihnya. Sooji tersenyum dan kemudian menghubungi joohyun namun sepertinya dia tidak ada respon, hingga sooji lebih memilih untuk mengirimkan pesa saja.
Cho home.
Morning,
Didalam kamarnya daniel membuka matanya dan memanggil joohyun beberapa kali namun daniel tidak juga menemukan. Daniel kemudian berjalan menyusuri rumah itu hingga dirinya berjalan keatas tangga menuju kamar atas.
Daniel mendorong pintu kamar kyuhyun yang nyatanya tidak tertutup sama sekali. Daniel tentu saja tersenyum lega setelah beberapa menit dirinya mencari kedua manusia yang saat ini tengah tidur berpelukan.
Daniel berusaha naik keatas ranjang dan menemukan ponsel kyuhyun yang berada diatasnya. Ponsel kyuhyun yang sedari tadi berbunyi itu kemudian diambil daniel.
"Yeobseyo..."sapa daniel.
"Kyuhyun-ah.... yakkk... ada apa denganmu...suaramu kenapa berubah....."ucap penelpon diseberang sana, daniel bahkan meletakkan ponsel itu disembarang tempat dan kemudian tidur ditengah diantara kyuhyun dan joohyun.
"Eomma....aku ingin ini..."ucap daniel dengan mengelus dada joohyun yang memperlihatkan hampir separuh payudaranya, joohyun pun kemudian melototkan matanya karena daniel bisa ada dikamar kyuhyun.
"Mwoya... apa yang terjadi semalam... ah aniya...daniel sudah besar.. jadi daniel hanya boleh meminum susu..."ucap joohyun sambil membenarkan kimononya yang sedikit terbuka.
"Eomma...hikhik..."rengek daniel dengan wajah yang tentu saja hampir menangis.
"Eghmmmm....wae....da..daniel...yakk bagaimana daniel bisa ada disini...ommo jam berapa ini..."ucap kyuhyun yang terkejut saat dia melihat ponselnya.
"Jangan salahkan daniel..bagaimana kau bisa terkejut seperti itu eoh. Aigoo...oppa pasti lupa mengunci pintunya..."ucap joohyun.
"Eomma... "ucap daniel dengan mencubit dada joohyun yang masih saja terlihat sedikit.

"Ada apa ini... daniel-ah...."tanya kyuhyun.
"Appa... daniel hanya ingin meminum susu eomma.. dirumah sakit daniel melihat adik bayi meminumnya...tapi eomma bilang tidak boleh..hikhik...."ucap daniel dengan sesenggukan.
"Berikan saja seperti kau memberikannya padaku... "ucap kyuhyun yang saat ini bersandar dikepala ranjangnya.
"Yakk... jangan bicara seperti itu didepan daniel...pergilah mandi tuan muda...bukankah kau harus bekerja..."ucap joohyun dan berjalan menggendong daniel menuju ruang keluarga.
Joohyun kemudian mendudukkan tubuhnya dan daniel dipangkuannya, joohyun kemudian menarik simpul tali kimononya dan mengeluarkan benda kenyal itu dari sarangnya.
"Daniel... uljimmma... igeo....akhhh...."ringis joohyun ketika daniel menggigit puncak dada joohyun dengan gigi susunya, joohyun mendorong kepala daniel agar melepaskan mulutnya dari puncak dada joohyun. Namun sepertinya daniel belum mau melepaskannya. Dua menit kemudian Daniel melepaskannya, Joohyun dengan cepat merapikan kimono bahkan wanita itu kembali mengikat simpul tali kimono yang dipakainya.
"Eomma...kenapa tidak ada susunya..."ucap daniel yang sudah tidak menangis lagi.
"Eomma sudah bilang kan... daniel harus minum susu yang eomma buatkan.. daniel tahukan jika daniel sudah besar... jadi susu eomma tidak keluar lagi...arrachi.."ucap joohyun menjelaskan dan daniel mengangguk mengerti.
Kyuhyun telah rapi dengan pakaian kerjanya yang terlihat formal, yah karena hari ini tidak ada jadwal dirumah sakit sepertinya kyuhyun harus datang ke Diamond Street saat ini.
"Aku mendengar teriakanmu...apa daniel menggigitnya...yakk jawab aku..."tanya kyuhyun penasaran.
"Heum..."balas joohyun.
"Hahaha... bagaimana?? Bukankah kau lebih menikmatinya jika aku yang menggigitnya... "balas kyuhyun frontal.
"Shut up marcuss cho... daniel disini..."kesal joohyun karena kyuhyun terus-terusan menggodanya.
"Daniel-ah bisa ambilkan ponsel eomma didalam kamarmu..."pinta joohyun.
"Arrasseo eomma..."balas daniel semangat.
Joohyun mematikan kompornya dan berjalan menuju tempat kyuhyun berdiri. Yah joohyun harus memberi pelajaran pada kyuhyun saat ini.
"Yakk...apa yang kau...geumanhae... yakk seo joohyun..."teriak kyuhyun yang tentu saja hampir kehilangan akal jika joohyun benar-benar membuka simpul tali kimononya.
"Menyerah tuan muda cho..."ejek joohyun.
"Hah jika saja tidak ada daniel dan aku tidak ada jadwal sekarang..aku pasti tidak akan melepaskanmu seo joohyun..."ucap kyuhyun dan beranjak dari tempatnya berdiri menuju kursi makan.
"Alasan... katakan saja jika kau takut.. "Sinis joohyun.
Daniel datang membawakan ponsel joohyun dan memberikannya pada kyuhyun. Kyuhyun menerima dan membuka ponsel joohyun.
"Yakk seo joohyun jangan berfikir untuk pulang keapartemen adikmu itu... kau tahu dia mengirim pesan jika kedua orangtuanya masih berada disana dan tidak tahu kapan akan pulang...jadi kau harus tinggal disini sampai orangtua sooji kembali ke paris..."ucap kyuhyun dan memangku tubuh daniel.
"Hah... menyebalkan...."gerutu joohyun yang membuat kyuhyun tertawa.
Tidak lama kemudian ponsel kyuhyun berdering, tanpa melihat siapa penelpon tersebut kyuhyun langsung menekan tombol hijau.
"Yeobseyo..."sapa kyuhyun.
"Yakkk.. panggilan video.... ommo...nuguya....solma..."ucap penelpon diseberang saja dan melihat joohyun membawa dua piring nasi goreng untuk diletakkan dimeja makan.
"Ini tidak seperti yang... yakkk... aishhh... dia pasti salah paham..."ucap kyuhyun.
"Nuguseyo??...kau terlihat sangat panik..." sahut joohyun.
Yang ga mau nasib ff ini menjadi ebook atau Pdf ayo dong berikan vote dab comment...
Padahal yang baca aja 500 yang vote cuma 200 sisanya pada kemana😢😢😢😢😢ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜