Player

Player
Player 27



Nyonya Cho datang kekantor putranya hanya untuk memastikan putra sulungnya makan siang dengan benar. Nyonya Cho dan Kyuhyun turun dari mobil dan berniat untuk menyeberang. Nyonya Cho tidak sengaja melihat seorang pelayan diseret oleh seorang pria dengan kasarnya.


"Ommo, Kyunie bukankah itu Seo Joohyun...astaga apa yang dilakukan pria itu.."ucap Nyonya Cho dengan terkejut.


"Mwo?? Yakk apa pria itu sudah gila...Eomma tunggu disini..."ucap Kyuhyun dan langsung menyeberang dengan cepat saat lampu hampir saja berubah menjadi hijau.


"Hati-hati sayang..."balas Nyonya Cho.


Kyuhyun kemudian menarik tubuh Joohyun yang sudah pasrah karena memang dia tidak punya tenaga untuk menghindar dan Kyuhyun menarik Joohyun kedalam dekapannya hingga mereka jatuh bersama. Beruntungnya Joohyun berada diatas tubuh Kyuhyun.


Joohyun tidak merasakan sakit sama sekali, perlahan Joohyun membuka matanya dia terkejut melihat seorang pria tepat berada dibawah tubuhnya.


"Neo..."ucap Joohyun dengan terkejut, namun lima detik kemudian Joohyun pingsan.


"JEONGSHINCHARYEO...YAKKK...."ucap pria itu dengan begitu khawatir.


Nyonya Cho yang baru saja sampai langsung memanggil taksi, dan tentunya menyuruh Kyuhyun segera membawa tubuh Joohyun.


"Bawa kerumah sakit Kyu, palli..."perintah Nyonya Cho.


"Wae...Eomma..."tanya Kyuhyun penasaran sekaligus khawatir.


"Kau akan tahu nanti..."balas Nyonya Cho.


Restoran.


Sepasang suami istri itu sedang memikirkan bagaimana caranya untuk mengatakan pada adiknya jika kini usahanya telah sukses. Apalagi Inguk mendapatkan kiriman uang dengan jumlah yang tidak sedikit.


"Apa yang Oppa pikirkan... "tanya Yuri.


"Aku hanya takut saat menemui adikku nanti...apa dia akan memaafkan perbuatanku..aku juga malu jika harus bertemu dengannya..."tanya Inguk yang tampak menyesal dengan perbuatannya.


"Oppa bisa menjelaskan situasi kita saat itu..mianhae..karena aku Oppa harus membuat pilihan yang sulit..."balas Yuri.


"Jangan berbicara seperti itu...Aku merindukan Daniel...."balas Inguk.


"Nado..bagaimana dengan pria itu...sepertinya dia memang tulus mencintai Joohyun...."balas Yuri.


"Heumm... aku rasa begitu...Cho Kyuhyun...aku sudah bertemu dengannya empat hari yang lalu..."balas Inguk.


"Apa dia tahu mengenai status daniel.."tanya Yuri.


"Heum... dia juga yang telah menyelamatkan Daniel...aku bahkan tidak berhak untuk membawa Daniel pergi bersama kita Yeobo.."balas Inguk.


"Aku harap Joohyun bisa bersamanya... dia pria dingin namun berhati lembut..aku bisa melihatnya melalui sorot matanya..dan aku juga berharap Joohyun dan Daniel bisa memaafkanku nanti..."ucap Inguk.


"Nde...aku juga berharap seperti itu Oppa..dia juga tampan..ahh aku tidak sabar ingin bertemu dengan mereka.."balas Yuri dan memeluk suaminya lagi. Memberikan kekuatan untuk suaminya yang sedang rapuh.


Diamond Street.


Tuan Cho mendapatkan laporan dari Taehwan dan juga Taesoo, dan selama dua minggu ini Tuan Cho mencari tahu latar belakang keluarga Seo Joohyun


"Jadi...apa yang kau dapatkan.."tanya Tuan Cho.


"Nona Seo Joohyun adalah putra dari Seo Yunho dan kim Boa.."balas Lee Taesoo.


"Jadi maksudmu dia putri dari sahabatku..."tanya Tuan Cho memastikan.


"Nde... Tuan dan Nyonya Seo telah meninggal beberapa tahun lalu, dan bisnisnya diteruskan oleh Seo Inguk putra sulungnya namun keadaan tidak berjalan lancar karena ada pengkhianatan didalam perusahaan itu hingga perusahaan itu gulung tikar..."ucap Lee Taesoo.


"Dan seperti yang anda ketahui wanita yang selama ini bersama dengan Tuan Muda Cho adalah putri kedua dari Seo Yunho dan Kim Boa..."balas Taehwan.


"Jadi selama ini...aigoo... dan pria kecil itu..ommo harusnya aku lebih peka, ahh istriku bahkan telah menceritakan bagaimana kerasnya hidup seorang Seo Joohyun..."balas Tuan Cho yang nampak menyesal.


"Belum terlambat Tuan Cho..."ucap Taesoo.


"Ne...siapkan mobilnya aku harus segera pulang...dan berbicara dengan istriku.."balas Tuan Cho.


Hospital.


Kyuhyun nampak kacau saat ini apalagi saat dirinya melihat darah mengalir dari paha Joohyun, Lin Uisa keluar dari ruangannya dan mengatakan entahlah itu disebut kabar gembira ataukah kanar buruk.


"Seperti dugaanku..dia tengah mengandung...dan kau harus bersyukur karena benturan itu tidak cukup keras..."balas Lin Uisa.


"Mengandung? Maksudmu hamil..."tanya Kyuhyun.


"Nde...apa ada yang salah..."tanya Lin Uisa.


"Maldo andwae..."ucap Kyuhyun dengan lirih.


Kyuhyun berjalan mendekat kearah Joohyun, memperhatikan detail wajah Joohyun yang memang terlihat lelah dan juga menderita.


"Seperti dugaan Eomma...Joohyun memang sedang mengandung.."ucap Nyonya Cho.


"Nde...jadi ini maksud Eomma...lalu ancaman appa waktu itu... "tanya Kyuhyun.


"Heumm..lupakan saja...karena cepat atau lambat Seo Joohyun pasti melakukan hal ini...wanita mana yang mau melihat pria yang dicintai dicaci maki hanya karena dirinya.. .dengarkan Eomma sayang... sebenarnya diam-diam Eomna dan adikmu yang mengawasi Joohyun..sejak saat kau melakukannya dia hanya bekerja menjadi pelayan restoran..maaf tidak mengatakannya."ucap Nyonya Cho.


"Aku bahkan hampir gila karena dua minggu tidak bisa bertemu dengannya, apalagi setelah pertengkaran itu..."ucap Kyuhyun.


"Bicarakan baik-baik, Eomma rasa dia melakukannya demi dirimu..Kyunie...Eomma..harus pulang dan menjemput daniel..."ucap Nyonya Cho.


"Termasuk menjauhiku...dan aku juga sempat mengabaikannya....Eomma tahu dimana Daniel..."tanya Kyuhyun yang memang terlihat sedih.


"Bicarakan baik-baik....ah jangan terlalu menekannnya nanti...pikirkan kedaannya dan juga bayinya...Heumm...Bibi Han yang memberitahuku..."balas Nyonya Cho.


"Arrasseo...."balas Kyuhyun.


"Jangan bertindak dengan emosi tenangkan dirimu dan bicarakan baik-baik...ah dengarkan penjelasan Joohyun terlebih dulu..."ucap nyonya Cho.


"Gomawo Eomma..cup..."ucap Kyuhyun dengan mencium kening sang Eomma.


Satu jam kemudian Joohyun membuka matanya, dia terkejut saat Kyuhyun berada dihadapannya.


"Untuk apa kau disini..."tanya Joohyun begitu dia sadar.


"Tentu saja menjagamu dan calon anakku..."balas Kyuhyun.


"Calon anak??? Apa maksudmu?" Tanya Joohyun yang memang tidak mengerti.


"Kau sedang mengandung anakku saat ini..."balas Kyuhyun yang membuat Joohyun terkejut. Namun raut wajah Joohyun langsung berubah menjadi datar.


"Ah...anakmu?? Apa yang membuatmu bisa seyakin itu..jika anak yang ku kandung adalah anakmu..."ucap Joohyun dengan mata tajam Kyuhyun. Seolah ingin meyakinkan Kyuhyun.


"Yakkkk Seo Joohyun..Geumanhae....jangan berakting lagi...Eomma sudah menjelaskan semuanya....bahkan usia kandunganmu juga telah menjelaskannya..."bentak Kyuhyun, karena sangat kesal Kyuhyun bahkan meluapkan amarahnya dengan memukul bantal sofa.


Sepuluh menit mereka terdiam dengan pikirannya masing-masing hingga Joohyun meringis merasakan perutnya mual dan itu sukses membuat Kyuhyun beranjak dari sofa dan berjalan kearah ranjangnya.


"Gweanchana?? Manhi appo???"tanya Kyuhyun khawatir dengan keadaan Joohyun.


"Hempptt hoekkk...hoekk...gomawo.." balas Joohyun saat Kyuhyun memberikan air hangat yang ada disampingnya.


"Minumlah...minuman ini bisa mengurangi rasa mualmu..."ucap Kyuhyun.


"Mianhae..."ucap Joohyun dengan lirih.


"Beristirahatlah... aku akan menjagamu disini..."ucap Kyuhyun dengan membantu Joohyun untuk berbaring lagi.


"Daniel...bagaimana dengan Daniel..."tanya Joohyun yang mengingat daniel.


"Eomma sedang menjemputnya...tidurlah..."ucap Kyuhyun tegas dan tidak terbantahkan.


Mau tidak mau Joohyun menuruti ucapan Kyuhyun, hingga tidak lama kemudian Joohyun kembali tertidur dengan Kyuhyun yang masih setia menunggunya.


Rumah atap.


Nyonya Cho berada diatap  rumah kecil yang telah disewa oleh Joohyun, dia kemudian mengetuk pintu rumah itu. Sosok wanita paruh baya keluar dengan seorang anak kecil yang terlihat masih menangis sesenggukan.


"Ada perlu apa Nyonya kemari..."tanya bibi Han.


"Benarkah ini tempat tinggal seo  Joohyun...ah Daniel-ah...."ucap Nyonya Cho memastikan.


"Nde...tapi Joohyun ahgassi tidak berada dirumah....dia sedang bekerja..."jelas bibi Han.


"Ah halmoni...Eomma dari Cho Appa..."lirih Daniel dengan bersembunyi dibelakang bibi Han.


"Hemm... Daniel mengingat Halmonie? Sebenarnya saya ingin mengatakan jika Joohyun saat ini berada di Rumah sakit..dan saya kemari untuk membawa Daniel..."balas Nyonya Cho.


"Mwo?? Bagaimana keadaannya?"tanya Bibi Han.


"Tidak ada yang serius, dia hanya kelelahan....untuk sementara saya akan mengurus Daniel....Kajja Daniel-ah ikut halmoni.."balas Nyonya Cho.


"Tapi..."ucapan bibi Han terpotong oleh Daniel yang dengan semangatnya  bisa bertemu dengan sang Appa yang beberapa minggu ini tidak dilihatnya.


"Apa itu berarti Daniel bisa bertemu dengan Appa...yeeewww....."ucap Daniel saat Nyonya Cho menganggukan kepalanya.


"Baiklah kalau begitu...aku mempercayakan Daniel pada Anda...."ucap Bibi Han.


"Tentu saja..."balas Nyonya cho dan kemudian mengajak daniel untuk segera meninggalkan rumah atap itu.


Daniel tersenyum sedang dan sekarang dia telah berada di mobil milik Nyonya Cho.


Cho Home.


Langit sudah mulai gelap, saat ini langit kota seoul sudah menunjukkan pukul 7 malam, dan itu tentu saja membuat Tuan Cho kesal karena sang istri pergi entah kemana.


"Waeyo Appa?" Tanya Myungsoo.


"Dimana Eommamu? Kenapa tidak memberikan kabar pada Appa heoh..."gerutu Tuan Cho.


"Molla..aku hanya tahu tadi siang Eomma pergi berkunjung ke kantor Kyuhyun Hyung..."balas Myungsoo.


Ceklek...tidak lama Nyonya Cho menggandeng tangan anak laki-laki yang tampan, dan itu membuat tuan Cho sangat terkejut.


"Yakk, darimana saja kau? Kenapa pulang malah membawa seorang pria..."tegur tuan Cho dengan melipat kedua tangannya.


"Aigoo..Oppa jangan berlebihan...dia hanya anak kecil...ah mungkin sebentar lagi dia akan  berubah status menjadi cucumu?"ucap Nyonya Cho.


"Cucu?? Hahaha...aku baru sadar jika appa ternyata sudah tua.."tawa Myungsoo.


"Yakk..diam kau... tunggu aku seperti pernah melihat pria kecil itu.."ucap tuan Cho berusaha mengingatnya.


"Dia Daniel...anak laki-laki yang publik tahu adalah putra Kyuhyun, Oppa tidak ingat.."tanya Nyonya Cho.


"Samchon..."sapa Daniel pada Myungsoo.


"Kau bahkan juga  mengenalnya.."ucap Tuan Cho.


"Tentu saja..ah Appa, Eomma..bisakah  besok  meluangkan waktu untk bertemu dengan keluarga Bae Sooji...aku merasa.."ucapan Myungsoo dipotong oleh Nyonya Cho dengan cepat.


"Waeyo? Apa kau ingin memutuskan  hubungan dengannya?"tanya Nyonya Cho.


"Aniya..aku hanya ingi kalian melamarkannya untukku..aku rasa kedua orangtuanya ingin kalian datang kesana..."ucap Myungsoo.


"Daniel ingin bertemu dengan Appa dan Eomma..."ucap Daniel.


"Heumm nanti Daniel akan bertemu dengan Eomma dan Appamu...Daniel sudah mengamtuk Eoh.."balas Nyonya Cho.


"Matanya sudah memerah Eomma..dia sudah mengantuk..."ucap Myungsoo.


"Heum..kau sudah mendengar kabar dari kakakmu...."tanya Nyonya Cho.


"Aniya...waeyo Eomma?"tanya Myungsoo.


"Kyunie berada dirumah sakit, menemani Joohyun...dan entah ini berita baik atau buruk tapi Eomma harus tetap menyampaikannya, Seo Joohyun sedang mengandung..."balas Nyonya Cho.


"Mwo? Mengandung?? Yakk...apa hubungan mereka sejauh itu...malhaebwa" ucap tuan Cho dengan mengepalkan kedua tangannya, bahkan Tuan Cho meletakkan gelasnya dengan sangat kencang, dan itu membuat Daniel takut.


"Samchon...Daniel takut..."ucap Daniel yang memang sudah berada didekapan Myungsoo.


"Eomma tidak bohong kan...aigoo uljimma...kita keatas saja.."tanya Myungsoo, namun dirinya segera naik keatas.


"Aniya Myung...bawa Daniel keatas..."balas Nyonya Cho.


Setelah kepergian Myungsoo dan Daniel, Tuan Cho mengambil mantelnya dan segera bergegas menuju rumah sakit apalagi jika bukan meminta penjelasan pada putra sulungnya. Nyonya berusaha untuk mencegahnya namun sia-sia, nyonya cho mencoba menghubungi ponsel Kyuhyun namun ponsel kyuhyun tidak bisa dihubungi.


Hospital.


Tuan Cho membuka pintu kamar inap yang ditempati Joohyun dengan kasar, Tuan Cho terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"Ommo sesange...."ucap Tuan Cho yang terkejut melihat keduanya.


"Wae geurae? Aigooo....."ucap Nyonya Cho yang melihat Kyuhyun dan Joohyun dengan posisi yang errrr.


😁😁😁😁


Maaf ya baru bisa post sekarang...


Maaf juga ga bisa satu persatu bales commentnya...