Player

Player
Player 16



Pria itu memperkenalkan dirinya dan kemudian mendekat kearah kyuhyun.


"Nan shin do kyung imnida...deoryeonim..."sapa shin dokyung.


"Neo....shin ahjumma adeul.."ucap kyuhyun yang saat ini mencoba untuk bangun.


"Jangan banyak bergerak.. biar aku naikkan tempat tidurnya.."ucap joohyun.


"Wuahh apa dia istrimu...cantik...sangat cantik...siapa namamu.."tanya dokyung dengan melangkah mendekati joohyun dengan tangan yang siap menjabat tangan joohyun, bahkan tangan pria dewasa itu berniat untuk menyentuh pipi joohyun.


"Yakkk...singkirkan tanganmu dari wanitaku..."ucap kyuhyun sangat geram.


"Hahaha.. aku hanya ingin berkenalan dengannya, apa itu tidak boleh?? Tuan muda cho ternyata sudah dewasa...aku menunggumu selama 4 jam dan kau dengan mudahnya membatalkan janji padaku...tapi aku bisa mengerti dengan keadaanmu seperti ini.."ucap shin dokyung dengan nada yang meremehkan.


"Karena kau sudah ada disini katakan dimana adikku..."ucap kyuhyun dengan tegas.


"Haha... bukankah kau meragukanku tuan muda... aku tidak bodoh seperti yang kau pikirkan... aku juga tahu kau juga merencanakan sesuatu...ah rasanya aku terlalu lama disini... semoga cepat sembuh tuan muda cho...aku berharap kita bisa bertemu dengan keadaanmu yang lebih baik.. setelah itu kita buat kesepakatan..anyeong..."ucap dokyung.


Tangan kyuhyun mengepal kuat karena ucapan dokyung, jika dirinya tidak tengah sakit mungkin kyuhyun akan langsung menghajarnya saat ini juga.


Joohyun yang melihat tangan kyuhyun mengepal kuat itu, tangan joohyun memegang tangan kyuhyun dan mengatakan padanya untuk tidak terpancing dengan ucapan pria itu.


"Jangan terpancing dengan ucapannya..bisa saja dia hanya menggertakmu..."ucap joohyun dan kemudian berjalan menuju kamar mandi.


"Yakk mau kemana..."tanya kyuhyun.


"Tentu saja mandi..."ucap joohyun.


Joohyun masuk kedalam kamar mandi, dia memegang dadanya dan teringat perkataan kyuhyun yang menyatakan jika dirinya adalah wanitanya.


"Ommo...apa aku sedang bermimpi... dia mengatakan jika aku wanitanya dengan bergitu tegas...mwoya... aishhh... ada apa denganku...aku tidak sedang jatuh cinta padanya kan...ah eotteohkeee..."ucap joohyun dengan wajahnya yang memerah.


Kyuhyun merutuki bibirnya saat dia teringat ucapannya sendiri. Walaupun pada akhirnya dia tersenyum, melihat punggung joohyun yang melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamar mandi.


Lima belas menit kemudian, joohyun telah selesai membersihkan tubuhnya yah walaupun dia masih menggunakan baju yang sama.


"Sudah aku bilang jangan banyak bergerak... lukamu bahkan belum kering... wae..."tanya joohyun yang saat ini tengah membersihkan wajah dan juga tubuh kyuhyun dengan sapu tangan. Kyuhyun memegang tangan joohyun saat joohyun akan beranjak membawa air kotor itu kedalam kamar mandi.


"Gomawo...."ucap kyuhyun yang menatap joohyun dengan tatapan yang tentu saja sulit diartikan, joohyun kemudian meletakkan baskom berisi air kotor itu keatas nakas.


"Ada apa lagi...yakk...ommo..."ucap joohyun yang tubuhnya sedikit limbung bahkan tubuh joohyun sudah menubruk dada bidang kyuhyun. Kyuhyun memegang tangan joohyun erat seolah tidak mau melepaskan tubuh joohyun.


"Yeopeoda.... cup....."ucap kyuhyun yang tentu saja setelah mengucapkan pujian pada joohyun, kyuhyun bahkan tidak ragu untuk mencium bibir joohyun yang memang menggodanya.


"Hmppttt...ahh.."desah joohyun saat tangan kyuhyun sedikit berulah.


Pintu ruang inap kyuhyun kembali terbuka, seseorang masuk dengan wajah terkejut dan juga bersemu merah karena melihat kemesraan mereka.


"Ommo....jeoseonghamida..."ucap seorang wanita.


Kyuhyun yang menyadari seseorang telah masuk ke ruangannya itu harus menghentikan kegiatan panasnya itu.


"Eoh... letakkan saja disitu..lain kali ketok dulu sebelum masuk keruanganku..."ucap kyuhyun tegas bahkan dengan nada dinginnya.


"Sa..saya sudah mengetuk pintu berkali-kali..."ucap seorang perawat dan meletakkan nampan berisi makanan itu diatas nakas.


"Terimakasih...pergilah..."ucap joohyun yang mengisyaratkan wanita itu agar segera meninggalkan ruangan kyuhyun, untung saja kyuhyun tidak membuka baju joohyun.


"Ckk... menganggu saja..."gerutu kyuhyun, namun joohyun masih bisa mendengar semuanya.


"Apa kau kecewa tuan cho... hahaha... ckk... jangan terlalu dingin seperti itu.. semua wanita akan takut nanti...apalagi mengajakmu untuk berkencan..."ucap joohyun.


"Yakk... tentu saja aku kecewa... aishh... biarkan saja...untuk saat ini aku hanya butuh dirimu... dan kau tidak akan bisa menolakku seo joohyun... kau milikku..."ucap kyuhyun dengan nada tegas.


"Arrasseo.... aku bahkan kau bayar untuk itu... sudahlah... aaaa... kau harus makan..dan minum obatmu..."ucap joohyun dan menyendokkan bubur kedalam mulut kyuhyun.


"Baguslah jika kau sadar... daniel...tiba-tiba saja saja aku merindukan daniel ..."tanya kyuhyun.


"Han ahjumma akan mengantarkannya kemari..."ucap joohyun.


Kyuhyun menghela nafas sejenak, bayang-bayang kejadian semalam bahkan terngiang dikepalanya.


Sunflowers apartemen.


Sooji menerobos masuk kedalam apartemen myungsoo, sooji tersenyum setelah melihat myungsoo yang masih tertidur. Seperti merasakan ada seseorang yang sedang memperhatikannya, myungsoo kemudian membuka matanya dan benar saja, sooji bahkan memperhatikan wajah dan tubuh myungsoo.


"Sudah puas memandang wajah tampanku sayang .."ucap myungsoo serak karena baru bangun tidur.


"Ommo..oppa tahu ne aku disini..."tanya sooji terkejut.


"Heumm.. tentu saja.. ahhh..."ucap myungsoo, sedikit merintih tentunya.


"Manhi appo... oppa ini bukan kecelakaan kan??? Malhaebwa..."balas sooji dengan menyelidik.


"Heumm... semalam segerombolan pria berpakaian serba hitam itu menghadang dan langsung menghajarku... ah kyuhyun hyung bahkan terluka karena menolongku..sekarang berada dirumah sakit.."ucap myungsoo.


"Mwo...jinjjayo??? Aigoo.. tunggu jika kyuhyun oppa berada dirumah sakit lalu eonni dan daniel..."ucap sooji yang begitu khawatir tentunya.


"Joohyun noona berada dirumah sakit.. daniel?? Aku tidak melihatnya..."balas myungsoo yang kemudian beranjak dari ranjangnya, bermaksud untuk membersihkan tubuhnya.


" hah... han ahjumma... daniel pasti bersamanya... oppa.. bagaimana jika kita menjemput daniel dan mengajaknya menjenguk kyuhyun oppa..."ucap sooji.


"Tentu saja... aku memang berniat menjenguknya setelah sarapan.."ucap myungsoo.


Sooji menyiapkan sarapan ketika myungsoo sedang mandi, tidak lama memang karena saat myungsoo sudah rapi dengan pakaiannya, sarapan myungsoo sudah berada diatas meja.


Myungsoo tersenyum melihat punggung sooji, myungsoo tiba-tiba saja memeluk tubuh sooji dari belakang.


"Terimakasih karena percaya padaku dan menungguku...bahkan kau membelaku di hadapan kedua orangtuamu..."ucap myungsoo dengan menyandarkan dagunya di bahu sooji.


"Cup..terimakasih karena oppa tidak melepaskanku begitu saja... hmmppttt..."ucap sooji yang mencium myungsoo tiba-tiba, myungsoo langsung membungkam bibir sooji dengan bibirnya, myungsoo semakin meraparkan tubuhnya dengan menarik pinggang sooji untuk memperdalam ciumannya.


Cho home,


Daniel yang baru saja bangun dari tidurnya itu mencari sang eomma namun tidak menemukannya dikamarnya, hingga han ahjumma datang dan mengatakan pada daniel jika seo joohyun berada dirumah sakit menemani sang appa.


"Daniel harus sarapan dan tentu saja bersiap.. ahjumma akan mengantarkan daniel ketempat eomma dan appa..."ucap han ahjumma.


"Jinjja?? Yeeee...."teriak daniel kegirangan, akhirnya dia bisa melihat sang appa.


Bel pintu berbunyi, han ahjumma yang sudah siap dengan daniel itu kemudian menyuruh daniel untuk menunggu disofa, sedangkan bibi han dia langsung berjalan menuju pintu keluar.


"Ommo... sooji ahgassi..."sapa bibi han.


"Ne... ommo.. daniel anyeong..."sapa sooji begitu dia masuk kedalam rumah kyuhyun.


"Nde...tuan muda.. dan sepertinya nanti malam dan beberapa hari kedepan saya tidak bisa menemani daniel ataupun menjaganya..."ucap Han ahjumma.


"Waeyo..."tanya sooji.


"Saya baru mendapat kabar jika uri eomma masuk rumah sakit..."ucap Han ahjumma.


"Kalau begitu, ahjumma lebih baik segera kesana... daniel biar aku dan sooji yang akan mengantarkannya kerumah sakit..."ucap myungsoo.


"Benarkah... terimakasih tuan muda...anda baik sekali...daniel-ah..ahjumma pergi dulu ne... sampaikan salam ahjumma pada eomma dan appamu...anyeong..."ucap ham ahjumma dan segera berpamitan.


Setelah kepergian han ahjumma, sooji mengambilkan baju ganti untuk joohyun, sedangkan myungsoo mengambilkan satu stel pakaian ganti untuk kyuhyun mengingat pakaiannya yang dipakai waktu itu sudah tidak layak pakai.


"Oppa...sudah selesai...ayo kita berangkat..."ucap sooji.


"Kajja.... daniel..kajja...jeoshimhae..."ucap myungsoo yang menggandengan lengan kecil daniel.


Seoul hospital.


Dokter kang masuk kedalam ruang inap kyuhyun, begitu dia masuk kedalam sana bukanlah wajah kyuhyun yang dia perhatikan melaiankan seorang wanita yang saat ini tengah duduk disamping pria itu. Kyuhyun menatap tidak suka pria yang berprofesi menjadi dokter itu sekaligus rekan kerjanya.


"Yakk berhenti menatapnya..."teriak kyuhyun.


"Hah... sepertinya memang ada salah dengan hubungan kalian..."ucap dokter kang dengan penuh selidik.


"Yakk itu bukan urusanmu kang uisa..."ucap tegas kyuhyun.


"Aigoo...kau tidak seperti orang sakit kyuhyun-ssi.. haruskah aku mengusirmu dari sini..."ucap kang uisa.


"Ada apa dengan mereka.. bukankah kang uisa kemari untuk memeriksa keadaan kyuhyun-ssi..."guman joohyun dan lebih memilih untuk duduk disofa saja membiarkan kedua pria dewasa itu berdebat sengit.


Kyuhyun menatap pria itu dengan tajam, walaupun pria dihadapannya ini menjabat sebagai ketua tim tapi kyuhyun tidak pernah takut.


"Sebenarnya apa yang ingin kau katakan eoh...jangan berbelit-belit..dan apa tadi..mengusirku... ckkk...aku akan menuntutmu..."ucap kyuhyun sinis.


"Lakukan saja.. jika kau mau semua media tahu..jika kau tengah bermesraan dirumah sakit ini dengan istrimu..perawat yang mengantarkan makanan itu ketakutan karena nada dinginmu itu.. "ucap kang uisa yang saat ini tengah memeriksa keadaan kyuhyun.


"Aishh...jadi dia mengadu padamu...ckk..dalam keadaan sakit saja kau masih bisa berbuat seperti itu... "cibir kang uisa.


"Aaku ini pria normal yang masuh tertarik dengan wanita, apalagi saat itu bibir istriku sangat seksi... hah kau pasti tidak akan tahu jika belum merasakannya... maka dari itu cepatlah cari pasangan...."ucap kyuhyun.


"Yakk... diamlah...berdebat denganmu hanya akan membuatku naik darah..."ucap kang uisa disertai senyuman miring kyuhyun.


Kang uisa yang sudah berjalan menuju pintu kamarnya menghentikan langkahnya dan kemudian melihat sekelilingnya namun dia tidak menemukan seseorang yang dicarinya.


"Anda seperti mencari seseorang..."tanya joohyun yang sudah berada didekat kang uisa.


"Dimana pria yang telah mendonorkan darahnya demi menyelamatkannya... "tanya kang uisa.


"Maksudmu kim myungsoo pria yang juga mengalami beberapa luka memar...aku menyuruhnya pulang semalam...waeyo..."ucap joohyun.


"Siapa yang mendonorkan darah untukku...myungsoo??"tanya kyuhyun.


"Nde..tolong berikan ini padanya...kemarin tertinggal diruanganku..."ucap kang uisa.


"Arrasseo.. gomawo...."balas joohyun sedikit membungkuk.


"Lain kali jika kalian ingin bermesraan lebih baik pastikan dulu pintu ini terkunci..."ucap kang uisa sebelum dia menutup pintunya, wajah joohyun langsung memerah karena malu.


"Yakkk diamlah... lihat saja aku akan membuat perhitungan denganmu..."kesal kyuhyun.


"Aku akan menunggunya...kyuhyun-ssi..."ucap kang uisa.


Tidak lama pintu terbuka memperlihatkan sooji, myungsoo dan daniel memasuki ruang inap kyuhyun.


"Eomma...eomma....appa...."teriak daniel yang menghampiri joohyun, kemudian membawa daniel untuk duduk disebelah ranjang kyuhyun.


"Aigoo sayang... hati-hati ne... "ucap joohyun mengingatkan daniel.


"Appa eodi appo.."tanya daniel.


"Waeyo?? Daniel ingin melihatnya.... yeogi..."ucap kyuhyun yang memperlihatkan perutnya yang tentu saja dibalut dengan perban.


"Manhi appo??..."tanya daniel.


"Heum..tentu saja sayang... bagaimana tidur daniel semalam..."tanya joohyun.


"Sepertinya sangat buruk eonni... ah han ahjumma mengatakan padaku tidak bisa menjaga daniel beberapa hari ini..."ucap sooji.


"Eohh arrasseo..."balas joohyun.


"Hyung... mianhae... dan gomawo...telah menyelamatkan aku..."ucap myungsoo.


"Ne..sama-sama.. menurutmu siapa yang melakukan hal itu padamu..."tanya kyuhyun.


"Molla... aku merasa tidak mempunyai musuh.. aku juga tidak menemukan petunjuk apapun..."ucap myungsoo.


"Ah.. hampir saja aku lupa, kang uisa menitipkan ini padaku.. dan sepertinya barang ini milikmu yang tertinggal diruangannya semalam..."ucap joohyun dan menyerahkan titipan kang uisa.


"Igeo mwoya..."tanya sooji.


"Benda inilah yang aku bawa saat aku ditemukan oleh kim halmoni..."ucap myungsoo dengan sedih.


"Jadi kau.... yakk kau bercanda kan..."tanya kyuhyun yang langsung berfikir jika memang myungsoo bukanlah putra kandung dari tuan kim.


"Aniya..."ucap nyungsoo membenarkan apa yang ada dipikiran kyuhyun.


"Maldo andwae .."ucap joohyun.


Beberapa orang yang berada diruang inap kyuhyun sontak melihat kearah pintu saat seorang pria paruh baya dan juga pria tampan dan tinggi menggandeng seorang wanita paruh baya itu masuk begitu saja tanpa permisi.


"Dia kakakmu... ucapkan salam padanya..."ucap wanita paruh baya itu.


"Nan park chanyeol imnida..."sapa pria muda yang berada disamping wanita paruh baya itu.


Kyuhyun yang menyaksikan itu semua nampak syok, dengan tiba-tiba pria asing itu bahkan mengaku menjadi adiknya.


"Mwo..."ucap kyuhyun karena terlalu syok.


"Maldo andwae..."ucap myungsoo, joohyun dan juga sooji.


No edit..


Sorry for typo