
Daniel yang mendengar suara joohyun langsung berteriak memanggil joohyun dengan penuh semangat.
"Eomma....eomma...."ucap daniel yang turun dari sofa dan berlari menuju ranjang joohyun.
"Appa bantu aku..."ucap daniel yang menarik celana kyuhyun.
"Aigoo... ini karena daniel masih pendek ne..."ucap kyuhyun dengan nada mengejeknya.
"Aku akan tinggi seperti appa nanti ketika aku sudah besar..."ucap daniel.
"Joohyun-ah...apa kau tidak mengingatku...daniel juga..."tanya kyuhyun.
Joohyun memijat pelipisnya, lima menit kemudian kang minhyuk dan tim medis datang keruangan joohyun untuk memeriksa keadaan joohyun.
"Eomma.... "panggil daniel.
"Ne..daniel-ah...."ucap joohyun lirih, kyuhyun menatap joohyun dengan curiga.
"Eomma hanya pusing dan butuh istirahat..daniel bersama samchon ne...bawa daniel pergi myung..."ucap kyuhyun.
"Arrasseo hyung..."balas myungsoo.
Kang minhyuk membawa tabletnya dan memperlihatkan beberapa hasil ctscan yang dilakukannya semalam.
"Igeo... aku tidak perlu memberitahumu kan...kau bisa menyimpulkannya sendiri..bagaimana keadaannya..."ucap minhyuk.
"Ah nde...arrasseo...aku akan meminta penjelasan padanya nanti..."ucap kyuhyun dengan dan menatap tajam joohyun yang saat ini langsung memalingkan wajahnya dari kyuhyun.
Tuan dan nyonya datang menghampiri kyuhyun, namun dengan cepat kyuhyun mengembalikan tablet itu pada minhyuk.
"Apa yang terjadi..."tanya tuan cho, yang tentu saja dia akan tahu jika melihat tablet yang berisi catatan medis. Karena tuan cho memang pernah mengenyam pendidikan sebagai dokter.
"Appa tidak perlu tahu..igeo hyuk-ah...."ucap kyuhyun dan menyerahkan tabletnya.
"Yakkk..."kesal tuan cho.
"Dia bahkan tidak mengingat kyunie..."ucap nyonya cho.
"Sepertinya Seo joohyun hanya mengalami syok saja... tapi kami akan melakukan pemeriksaan lagi.."ucap minhyuk, karena mereka belum melakukan ctscan pada kepala joohyun.
Setelah kepergian minhyuk dan teman-temannya, cho halmoni yang mengerti kedua manusia perlu waktu berdua pun mengajak putra dan juga menantunya itu untuk meninggalkan ruang inap joohyun.
"Kajja.."ucap cho halmoni dan membuka pintu, putra dan menantunya itu kemudian berjalan dibelakang cho halmoni.
Sesampainya diluar, cho halmoni berbalik dan menghadap kearah tuan dan nyonya cho.
"Eomma...bukankah ini salah...."tanya tuan cho yang memang belum bisa menerima joohyun.
"Aniya...apa yang salah...eomma menyukai wanita itu menjadi cucu menantuku...ahh kyunie memang benar pintar memilihnya..."ucap cho halmoni dengan berjalan meninggalkan tuan dan nyonya cho yang masih nampak diam, namun jangan tanyakan pada nyonya cho, dia diam-diam tersenyum penuh arti.
"Eomma lihat kan...bagaimana dia hidup... semua media sedang memburu berita dengannya..apa jadinya nanti jika.."ucapan tuan cho terhenti ketika cho halmoni menjawabnya dengan lantang.
"Tidak masalah... dia melakukannya karena ingin menyelamatkan daniel...dan juga jae-ah...kau tahu bukan jika dia seperti ini karena menyelamatkan putramu... wanita itu tidak akan melakukannya jika dia tidak mencintai putramu dia bahkan mencoba untuk bersembunyi..pikirkanlah.... jika kau tidak merestuinya...eomma yang akan bertindak...tanpa restumu...."ucap cho halmoni.
"Aku setuju dengan eommonim...kebahagiaan putraku jauh lebih penting dari apapun... "sahut nyonya cho.
"Aishh kau bahkan berpihak padanya...aigoo..."balas tua cho dan berjalan cepat meninggalkan ibu dan juga istrinya.
"Oppa mau kemana eoh..."teriak nyonya cho namun tuan cho tidak menggubrisnya sama sekali.
"Biarkan saja... dia memang butuh waktu untuk menerimanya..kajja...."ucap cho halmoni.
Restoran.
Saat ini myungsoo tengah menikmati makan siang bersama sooji dan juga daniel. Yah setelah menjemput sooji dari kampusnya, myungsoo memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar dengan daniel dan sooji tentu saja hingga myungsoo memutuskan untuk mampir kesebuah restoran.
"Kau senang daniel-ah..."tanya myungsoo.
"Nde..samchon...gomawo..."ucap daniel.
"Daniel ingin makan apa heumm??..."tanya sooji dengan menunjukkan beberapa menu yang ada direstoran bergaya eropa ini.
"Imo...daniel mau ini, ini dan ini..."ucap daniel dengan antusias.
"Wuahhh uri daniel memang jjang...tunggu sebentar ne.."ucap sooji.
Walaupun restoran ini bergaya eropa tapi disana ada ruangan untuk bermain anak kecil, dan disanalah daniel bermain dengan teman sebayanya.
Myungsoo dan sooji tentu saja mengawasi mereka sambil menunggu pesanan mereka selesai disajikan.
"Oppa, bagaimana perasaanmu setelah menemukan orangtua kandungmu..."tanya sooji yang memang belum sempat menanyakannya kemarin.
"Tentu saja aku senang...aku juga bahagia... kau tahu ji-ah... mereka sangat menyayangiku.. eomma, appa memberikan kasih sayang yang benar-benar berlimpah... hingga aku lupa bagaimana rasanya kesepian dan juga terasingkan..."ucap myungsoo.
"Mianhae...mengingatkan oppa pada perlakuan orangtua angkatmu.."balas sooji merasa bersalah.
"Gweanchana... oppa bahagia sekarang.. oppa juga tidak bisa membenci mereka bagaimanapun mereka pernah merawat oppa.. aku jadi merindukan kim halmoni..."ucap myungsoo.
"Kita bisa berkunjung nanti...ajak daniel saja... sebentar oppa...eomma menghubungiku..."ucap sooji dan mengangkat ponselnya.
Seorang pelayan datang dan mengatakan pada myungsoo jika pesanan mereka telah siap.
"Ne... terimakasih.... "ucap myungsoo yang mendekati daniel.
"Anyeong...."ucap daniel pada beberapa temannya disana.
"Semoga kita bisa bertemu lagi oppa..."ucap gadis kecil yang sangat imut menurut myungsoo.
"Siapa dia daniel-ah..dia sangat cantik dan imut..."tanya myungsoo.
"Ji an namanya lee ji an.."ucap daniel.
"Ji-ah...kajja..makanannya akan menjadi dingin nanti..."ucap myungsoo yang membuat sooji terkejut.
"Kapjagia... mwo... eomma....kalau begitu aku tidak akan pulang... aku akan menginap saja dirumah oppa... eomma... "ucap sooji dengan ponsel yang masih dia tempelkan ditelinganya.
Myungsoo memperhatikan sooji mempoutkan bibirnya lucu, dan itu tentu saja membuat myungsoo ingin menciumnya. Jika saja mereka ditempat yang lebih sepi mungkin sooji akan habis saat itu juga.
"Waeyo...jangan mempoutkan bibirmu seperti itu...kau seperti merajuk karena ingin kucium.."tanya myungsoo.
"Oppa... eomma menyebalkan... bagaimana bisa eomma melarangku untuk bertemu denganmu..."ucap sooji manja.
"Mwoya.... kenapa bisa begitu eoh... kau tunanganku sekarang..."ucap myungsoo.
"Molla oppa... eomma hanya takut kau menyerangku dan... dan eomma takut jika aku hamil saat oppa belum menikahiku..."ucap sooji dengan nada yang tinggi dan cepat tentunya.
"Hahaha... ahh pasti karena eommonim melihat kita waktu itu... "ucap myungsoo dengan tertawa.
"Oppa... yakk hentikan...apa ini lucu eoh..."tanya sooji dengan cemberut.
"Mwo..."ucap sooji dengan terkejut.
"Jangan terkejut seperti itu sayang.. makanlah....aku yang akan berbicara dengan eommonim nanti..."ucap myungsoo dengan memegang tangan kiri sooji yang saat ini tengah menganggur diatas meja.
Hospital,
Setelah kepergian Tuan dan Nyonya Cho, Kyuhyun mengunci pintu ruang inapnya. Dia kemudian mendekat kearah Joohyun.
"Jangan berakting lagi, kau pikir aku bodoh Eoh.."ucap Kyuhyun.
"Kenapa? Bukankah itu lebih baik?..."balas Joohyun yang memang tidak berakting lagi, percuma saja dia melakukannya jika nyatanya Cho Kyuhyun tidak tertipu sama sekali.
"Kau yang membuatnya menjadi lebih rumit... apa maumu yang sebernarnya Seo Joohyun.."tanya Kyuhyun.
"Lepaskan aku, kau akan lebih bahagia jika bersamanya..."ucap Joohyun dengan memalingkan wajahnya.
"Siapa yang kau maksud apakah Rachel?? Kau cemburu..."balas Kyuhyun.
"Aniya...aku tidak mempunyai hak apapun...kumohon pergilah dan biarkan aku sendiri.."balas Joohyun.
"Hah...percuma saja bicara denganmu...ahh satu lagi, jika itu keinginanmu...aku akan kembali padanya, menikahinya..."balas Kyuhyun dan kemudian membanting pintu ruang inap Joohyun.
Dijalan kyuhyun terus saja memaki karena perkataan Joohyun, dan apa yang dia pikirkan kembali bersama Rachel Kim.
"Ckk...Rachel Kim, ckk....dia benar-benar tidak waras...menyuruhku kembali bersamanya...apa dia tidak tahu dia telah meninggalkanku demi pria lain..."gerutu Kyuhyun dengan mengepalkan kedua tangannya.
Joohyun menangis dan mengatakannya dengan lirih, jika dirinya memang mencintai Kyuhyun.
"Maafkan aku, aku tidak mau membuatmu membenci appamu? Bagaimanapun dia menginginkan yang terbaik untukmu Oppa...saranghae...saranghae..."tangis Joohyun pecah. Setelah puas menangis, Joohyun menghapus air matanya.
Tidak lama Myungsoo dan juga Sooji datang dengan membawa Daniel tentunya.
"Dimana Kyuhyun Hyung, Noona..."tanya Myungsoo.
"Eomma, Appa eodiseo?"tanya Daniel.
"Molla..."sahut Joohyun dengan lirih.
"Eonni...kenapa?? Jangan seperti ini...katakan apa yang terjadi..."ucap Sooji.
"Aku...aku melepaskannya..."balas Joohyun dengan terisak didalam pelukan Sooji.
Shin Home,
Beberapa detektif langsung menyergap kediaman Shin, tentu saja kali ini Tuan Cho yang bertindak memang setelah melihat keadaan Joohyun di Rumah Sakit membuat Tuan Cho sedikit berfikir dan tentu hatinya sedikit terbuka untuk bisa menerima Seo Joohyun menjadi menantunya.
Didalam kediaman Shin, Shin Soora yang memang tidak melakukan apapun sedikit terkejut ketika beberapa detektif sudah berada didepan kediamannya, Choi damdong dan juga istrinya juga terlihat panik.
"Apakah Oppa melakukan sesuatu dibelakangku.."tanya Soora yang panik.
"Aku hanya ingin memberikannya pelajaran..tapi wanita itu tiba-tiba saja datang..."ucap Shin Dokyung.
Brakkk...
"Jangan bergerak..."ucap Seorang detektif.
"Shin Dokyung-ssi anda ditangkap atas kasus percobaan pembunuhan... dan Anda pasti Choi Damdong dan Shin Soora anda ditangkap atas kasus penipuan..bawa mereka..."ucap sang kepala detektif.
"Saya tidak bersalah Hyeongsanim...jebal lepaskan aku..."pinta Soora.
"Kalian bisa menjelaskan nanti dipersidangan..."balas Detektif wanita yang membawa Soora.
Cho Home.
Tuan Cho tersenyum senang mendengar kabar jika ketiga pembuat onar itu telah berada di penjara saat ini.
"Yeobo..kau terlihat sangat senang...waeyo..."tanya Nyonya Cho yang duduk dengan membawakan teh hangat untuk suaminya.
"Pelaku yang ingin mencelakai Kyuhyun adalah Shin Dokyung putra Shin ahjumma... tapi kau tenang saja..mereka sudah ada di penjara...."ucap Tuan Cho.
"Jinjjayo....Ommo...apa kau sudah memberi tahu Kyuhyun..."tanya Nyonya Cho.
"Aniyo...Taehwan pasti sudah memberitahukannya..."balas Tuan Cho.
"Aku bahagia akhirnya kita bisa berkumpul lagi, ada kau, aku dan juga kedua putra kita... Yeobo bukankah seharusnya kita merestui hubungan Kyuhyun dan Joohyun... aku tidak ingin melihat Kyuhyun menderita...apalagi selama bertahun-tahun dia selalu bekerja keras demi menemukan adiknya..."ucap Nyonya Cho.
"Nde...aku tahu...dan lagi aku tidak akan menghalangi apapun yang akan dilakukan oleh Kyuhyun nantinya...dan benar apa kata Eomma..."balas Tuan Cho.
"Gomawo..."ucap Nyonya Cho.
Dua minggu kemudian.
Hubungan Kyuhyun dan Joohyun benar-benar sudah berakhir, yah mereka tidak lagi saling berhubungan sejak saat terakhir kali mereka bertengkar dirumah sakit.
Joohyun tidak bisa bekerja sebagai dokter di rumah sakit lagi, karena berita itu banyak orang yang telah memandang rendah dirinya. Saat ini dia hanya menjadi seorang pelayan di restoran terkenal.
Joohyun membawakan makanan yang telah dipesan diruangan vip yang berada dilantai atas, pria itu bahkan mencoba menyentuh Joohyun.
"Wuahh...simpanan seorang Marcuss Cho sekarang berada disini...wuahh"ucap seorang pria dengan mencekal tangan Joohyun.
"Berikan padaku..sepertinya aku...ahh yakkk...plakk...kau sengaja ingin membuatku terluka..."bentak pria yang ada disebelah kanannya.
"Ani...animida tuan..saya...akhhh...."ringis Joohyun saat pria disebelah kanannya langsung menyeret tangan Joohyun.
"Ommo...tuan...tuan...kumohon jangan menyakitinya..."pinta seorang pelayan yang mengenal Joohyun.
"Bukan urusanmu...kka..."ucap pria itu dengan kalap.
Joohyun meringis sakit merasakan kepalanya berkunang-kunang, pria itu menghempaskan tubuh Joohyun kejalanan.
"Rasakan kau ******...kau pikir dirimu siapa hah..bisa menyakitiku seperti ini..."ucap pria itu dan kemudian pergi meninggalkan Joohyun yang saat ini tengah berada ditengah jalan.
Joohyun tersungkur ketanah, dia kemudian berusaha untuk berdiri karena beberapa hari ini juga dia merasa tidak sedang dalam keadaan sehat. Joohyun berusaha untuk berjalan, namun suara klakson berkali-kali membuatnya gugup , saat dia berbalik kebelakan mobil itu kian mendekat dengan kecepatan tinggi.
"Jika ini memang akhirnya......"lirih Joohyun yang memejamkan matanya.
Joohyun tidak merasakan sakit sama sekali, perlahan Joohyun membuka matanya dia terkejut melihat seorang pria tepat berada didepannya.
"Neo..."ucap Joohyun dengan terkejut, namun lima detik kemudian Joohyun pingsan.
"JEONGSHINCHARYEO...YAKKK...."ucap pria itu dengan begitu khawatir.
😁😁😁😁
Jangan pada kesel ya...ayo silahkan dibaca...happy sunday....
Maaf baru bisa up sekarang...sinyalku jelek karena hujan...hehehe