Player

Player
Player 07



Joohyun kemudian berdiri dan membalas perkataan kyuhyun, sungguh pria ini memang bermulut tajam untuknya.


"Apa anda ingin menceramahi saya uisa, maja dia putraku...maaf ini kehidupan pribadi saya, anda tidak berhak untuk mencampurinya...jika yang anda katakan hal tidak penting lebih baik saya permisi.."ucap joohyun yang sudah berdiri namun kyuhyun dengan cepat mengunci ruang kerjanya.


"Yakkk...apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan padaku... kau menipuku?? Bagaimana jika kau bertemu dengan pria jahat dan dia tahu bagaimana caramu bekerja...kau dalam bahaya seo-ssi....pria itu pasti tidak akan terima, karena yang mereka butuhkan hanyalah wanita ****** yang bisa melayaninya..."ucap kyuhyun  dengan nada meninggi.


"Itu bukan urusanmu...yah aku memang wanita ****** yang rela melakukan apa saja demi uang..."ucap joohyun.


"Ohh.. jinjjayo?? Lalu bagaimana dengan ini...cupp......"ucap kyuhyun yang dengan cepatnya mendorong tubuh joohyun untuk bersandar pada dinding ruangannya dengan kedua tangan yang tentu saja kyuhyun kunci.


"Hmppt...."desah joohyun karena tangan kyuhyun yang berani meraba dada joohyun.


Ada perlawanan disana, dan seo joohyun wanita itu pasrah dengan hanya diam saja. Kyuhyun melepaskan ciumannya dan dan berbisik ditelinga joohyun.


"Berapa harga yang harus aku bayar jika aku ingin menjadi yang pertama untukmu.. ah ani.. bagaimana bisa menjadi yang pertama jika kau saja sudah memiliki seorang putra...hah..awhh."bisik kyuhyun dan mengeluarkan beberapa lembar cek.


"Yakk..nappeun sekki.."maki joohyin.


"Haha...wae?? Kau marah?? Daniel bahkan tidak memiliki appa solma apakah dia putra yang kau hasilkan dari hubungan one night standmu itu nona.."ucap kyuhyun sadis.


"Yakk jika kau tidak tahu tentangku dan daniel lebih baik kau diam saja tuan..."ucap joohyun dan kemudian membuka kunci pintu ruangan kyuhyun dan berjalan keluar bahkan joohyun membanting pintu itu dengan sangat keras.


Kyuhyun baru saja teringat dengan ucapan jonghyun mengenai pekerjaan wanita itu dan yah dia merasa bersalah setelah mengucapkannya tadi. One night stand bukankah dirinyalah yang menjadi pertama jika saja wanita itu tidak menyemprotkan obat bius.


"Tunggu..jika aku yang pertama bukankah dia masih gadis.. lalu bagaimana dengan daniel... aku harus menanyakannya...ahhh ini membuatku penasaran.."ucap kyuhyun yang kemudian yang bergegas untuk menyusul joohyun.


Snowflowers apartement.


Sooji sedari tadi menundukkan kepalanya, dia malu sangat malu karena nyatanya pria yang ada dihadapannya adalah seorang pria yang hampir saja membuatnya masuk penjara karena penipuan apalagi pria itu telah melihat seluruh tubuhnya.


"Gomapta..."ucap sooji.


"Gweanchana...masuklah...."balas myungsoo.


"Heumm...ahhhhh...eotteohke...eomma..nan meuseowo....."teriak sooji begitu semua penerangan tiba-tiba mati, sooji bahkan langsung jatuh terduduk sambil memeluk tubuhnya.


Myungsoo yang sudah berada dipintu apartemennya itu langsung berbalik dan mengambil ponsel disakunya menghidupkan senter disana.


"Wae... sooji-ssi.... eodiga...ommo.."tanya myungsoo, satu menit berlalu dan myungsoo menemukan sooji yang memang berada diruang tengah dan menekuk lututnya sambil menangis.


"Museowo... lepaskan aku...jangan menyentuhku... "teriak sooji yang masih terisak dengan tubuh yang masih bergetar karena ketakutan.


"Yakkk... ini aku... kim myungsoo... jangan takut...tenanglah...aku akan melindungimu... gweanchana...."ucap myungsoo yang kemudian memeluk tubuh sooji dengan menepuk punggung sooji dengan lembut.


"Hajima... nan museowo..."lirih sooji yang semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh myungsoo karena hujan deras yang tiba-tiba saja datang.


"Pegang ini....kau akan sakit nanti jika terus berada disini..."ucap myungsoo yang kemudian menggendong tubuh sooji menuju sebuah kamar yang sepertinya memang kamar sooji.


Myungsoo merebahkan tubuh sooji diranjang besar itu, myungsoo berniat untuk mengambil air putih namun tangan sooji dengan cepat bergerak mencekal pergelangan tangan myungsoo seoalah tidak mengijinkan pria itu untuk beranjak sesenti pun dari tubuhnya.


"Hajima... jebal...nan museowo..."lirih sooji dengan nada memohon.


"Hah bagaimana kau bisa seperti ini eoh... ini hanya mati lampu..."ucap myungsoo mulai kesal karena sejujurnya dia juga lapar dan haus.


"Aku juga tidak mau seperti ini myungsoo-ssi...hikhik....aku..aku hanya takut seseorang akan menyekapku dan...dan dia...akhh..."teriak sooji diiringi suara petir yang membuat sooji terbangun dan memeluk kakinya, menyembunyikan wajahnya dengan menunduk tentu saja.


Myungsoo yang masih bisa melihat jelas wajah sooji tadi merasa iba, dan myungsoo sepertinya mengerti apa yang dirasakan sooji yah menurut pengamatan myungsoo, sooji memiliki trauma.


"Arrasseo... aku akan bersamamu...tidak akan ada orang yang berani menyekapmu... tidurlah....."ucap myungsoo yang kemudian merebahkan tubuh sooji, sooji bahkan dengan reflek menarik tangan myungsoo agar mengikutinya, entah sadar atau tidak sooji saat ini sudah memeluk pria yang sepertinya membuatnya sangat nyaman.


Perlahan myungsoo yang memang sudah merasakan kantuk dan juga lelah akhirnya menyusul sooji dialam mimpi.


****


Joohyun berjalan dipinggir jalan menuju halte bus, namun sepertinya ada seseorang yang mengikutinya. Joohyun lalu mempercepat jalannya agar sampai di halte bus yang memang terdapat beberapa orang disana. Joohyun merasa lega sekarang, tidak lama kemudian bus yang ditunggu joohyun pun datang.  joohyun yang baru saja menginjakkan kakinya diatas bus itu terpaksa harus turun karena seorang pria yang tiba-tiba mengatakan jika joohyun tidak akan menaiki bus itu.


"Jeoseonghamida ahjussi... "ucap pria yang dengan sengaja mencengkeram pergelangan tangan joohyun kuat.


"Akhh... nuguya..."ringis joohyun begitu joohyun tidak mengenali pria itu.


"Diam saja dan kau akan tahu nanti aleyna-ssi..."bisik pria yang membuat joohyun merinding.


Joohyun kemudian turun dari bus itu mengikuti pria yang saat ini berjalan bersamanya, joohyun begitu penasaran dengan siapa pria itu.


"Eotteohke..  hah..."lirih joohyun yang kemudian menghela nafas.


"Waeyo... ingin mencoba untuk kabur.. "lirik pria yang berdiri disamping joohyun.


"Aniya... bisa kau lepaskan tanganku... aku tidak akan kabur..."ucap joohyun yang mampu menyakinkan pria yang ada didekatnya itu.


Joohyun masuk kedalam restoran privat yang tentu saja membuatnya terkejut karena joohyun berfikir akan diculik.


"Duduklah... "ucap pria itu.


"Kau mau kemana..."tanya joohyun pada pria yang saat ini berjalan keluar ruangan.


"Tugasku sudah selesai..."balas pria itu.


Joohyun masih bingung dengan situasi ini, hah siapa memang yang ingin menemuinya saat ini. Tidak lama pintu terbuka memperlihatkan wanita cantik dan juga anggun memasuki ruangan privat itu.


"Jeoseonghamida membuat anda menunggu lebih lama aleyna-ssi..."sapa wanita cantik itu.


"Nugusemika...apa yang anda inginkan dariku..."tanya joohyun to the point.


"Hahaha... baiklah...ternyata kau pintar juga... apa hubunganmu dengan marcuss cho..."tanya wanita itu dengan berteriak seperti menahan emosi.


"Siapa anda sampai berani membentakku seperti itu...marcuss cho...hemm...apa itu penting untukmu ahgassi.."balas joohyun yang sengaja membuat wanita itu bertambah kesal.


"Yakkk.... malhaebwa... aku bisa berbuat sesuatu padamu aleyna-ssi..."ucap wanita itu.


"Hah...lakukan saja... ah kenapa kau tidak tanyakan saja pada marcuss cho... aku lelah ahgassi biarkan aku pulang...."ucap joohyun dengan santai.


Wanita itu menggeram karena nyatanya aleyna itu tidak semudah apa yang dia pikirkan.


"Yakkk....Jauhi marcuss dan kupastikan kau akan baik-baik saja... aku akan memberikan apa yang kau minta.. eotte?" Ucap wanita itu dengan memberikan penawaran pada joohyun.


"Wuauhh jinjja... bagaimana jika aku meminta seluruh hartamu ahgassi?? Apa kau mau memberikannya padaku..."tanya wanita itu santai.


"Micheoseo..nappeun yeoja... "maki wanita itu.


"Hah.. harusnya aku yang memakimu ahgassi..."ucap joohyun.


"Pengawal lee singkirkan wanita itu..ah satu lagi... Nan Choi Soojin imnida.. "perintah wanita anggun itu.


Lee Minhwan masuk kedalam ruang privat itu dan menarik lengan seo joohyun, menghempaskan wanita itu kedinding dan membalikkan tubuhnya dengan menarik kedua lengan joohyun kebelakang dan mengikatnya dengan kuat.


"Kenapa anda tidak menuruti perintah choi ahgassi saja... "sinis Minhwan.


"Untuk apa.. aku bahkan tidak mengenal wanita itu..."ucap joohyun dan saat ini tentu saja dia sedang berfikir bagaimana dirinya bisa kabur dari sekapan pria tampan ini.


"Awhhh....yakkkkk...akhhhhh...yakk apa kau tidak tahu betapa sakitnya ini.."ringis minhwan.


"Salahmu sendiri kenapa menyekapku...mollayo... bukan urusanku lee-ssi... bye... bye...aku harap kita tidak bertemu lagi..."ucap joohyun dan melangkahkan kakinya untuk segera sampai didalam apartemen sooji.


Seminggu kemudian,


Sooji dan myungsoo semakin dekat bahkan saat ini sooji sedang menemani myungsoo untuk mencari setelan jas yang akan dia kenakan untuk datang kepesta sang kakak.


"Eotte?? "Tanya myungsoo begitu dia keluar dari ruang ganti.


"Perfect...."ucap sooji.


"Ini model terbaru dengan edisi terbatas...kami hanya membuat 5 potong saja... pilihan nyonya memang tidak diragukan lagi..."ucap sang manager toko itu.


"Nyonya?? Aniya... aniya...saya hanya temannya saja..jangan salah..."ucapan sooji terhenti ketika myungsoo langsung memotong ucapannya.


"Waeyo yeobo...apa kau malu mempunyai suami sepertiku...aku terluka..."ucap myungsoo seolah dirinya memang menyedihkan.


"Jeoseonghamida... seharusnya saya tidak selancang itu... jeongmal jeoseonghamida..."ucap manager itu yang merasa tidak enak.


"Gweanchana...ah saya yang seharusnya meminta maaf..."ucap sooji begitu dia teringat malam dimana myungsoo menenangkannya dan itu tentu saja membekas dihati sooji.


"Aniya saya yang bersalah..."ucap sang manager.


"Tolong pilihkan gaun agar cocok dengan jas yang akan saya kenakan nanti malam..."ucap myungsoo.


"Mari nyonya ikut saya..."ucap manager yang kemudian berjalan menuju lantai dua.


"Ikut saja...jangan kecewakan aku..."ucap Myungsoo yang kemudian duduk disofa dengan menyandarkan tubuhnya kemudian memejamkan matanya.


Sooji menghela nafas dan kemudian mengikuti langkah manager untuk memilih gaun yang akan dipakainya nanti. Sesuai dengan apa yang diperintahkan pria itu sooji tidak bisa menolaknya setelah apa yang pria itu lakukan padanya.


"Ommo.. kenapa selalu seperti ini...apa aku memiliki penyakit jantung.."gerutu sooji yang kemudian meletakkan telapak tangannya pada dada kirinya.


"Anda pasti sedang jatuh cinta..."ucap sang manager.


"Maldo andwae..."ucap sooji.


"Lebih baik mengaku dari pada tidak sama sekali..."ucap manager.


"Mwo...aishhh..."kesal sooji yang kemudian memilih gaun dan membawanya keruang ganti.


Sunflower apartemen.


Seo joohyun, wanita itu saat ini sedang menyuapi daniel yang memang tadi pagi sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Joohyun tersenyum begitu melihat daniel menghabiskan buburnya.


"Anak pintar... igeo...aaaa "ucap joohyun dan kemudian menyuapkan sendok yang berisi obat.


"Hemm... kenapa rasanya pahit eomma.. nan shireo..."ucap daniel.


"Jika daniel tidak meminumnya appa tidak akan mau datang kemari lagi..."sahut suara pria yang tiba-tiba saja berdiri disebelah kiri joohyun.


"Appa...."ucap daniel ketika melihat pria yang ada dikenalnya siapa lagi jika bukan cho kyuhyun.


"Maafkan saya, ahjumma...tidak bisa menghentikan cho uisa..."ucap bibi han yang tidak bisa mencegah kyuhyun tadi.


"Gweanchana...daniel... eomma akan pergi menemani appa kepesta apakah tidak apa-apa"ucap joohyun yang langsung membuat daniel berubah menwjadi murung.


"Jika daniel dalam kondisi baik appa akan mengajak daniel juga, tapi saat ini appa tidak bisa mengajakmu....hmmm.. bagaimana jika daniel sembuh nanti..appa akan mengajak daniel berlibur eotte?? Daniel bisa memilih tempatnya nanti...eotte??"tawar kyuhyun untuk menyakinkan daniel.


"Jinjja?? Appa tidak berbohongkan... baiklah.. aku akan dirumah bersama han ahjumma..."ucap daniel.


"Sekarang daniel harus beristirahat... cup...eomma harus bersiap terlebih dulu.."ucap joohyun yang kemudian keluar dari kamar daniel menuju kamarnya.


"Bibi bisa membawa ini...saya yang akan menemani daniel sampai tertidur..."ucap kyuhyun dan kemudian membawa piring kotor dan membawanya keluar dari kamar daniel.


Kyuhyun kemudian membacakan cerita untuk daniel sebelum akhirnya dia mencium kening daniel dan membenarkan letak selimutnya.


"Daniel...kau mengingatkanku pada adikku... "lirih kyuhyun yang kemudian menutup pintu kamar daniel.


Kyuhyun memandang joohyun dengan gaun yang dia kenakan saat ini, yah gaun itu terlalu rendah hingga memperlihatkan belahan dada joohyun.


"Yakk... ganti bajumu eoh...apa kau ingin aku menelanjangimu saat ini juga.."ucap kyuhyun dengan sadisnya.


"Mwo... waeyo..."tanya joohyun yang memang tidak terlalu peduli pada ucapan kyuhyun.


"Kau pikir aku bercanda eoh.... "ucap kyuhyun yang berjalan mendekati tubuh joohyun dengan menyeringai.


"Arrasseo...."balas joohyun gugup karena nyatanya kyuhyun tidak main-main dengan ucapannya.


Setelah joohyun berganti baju, kyuhyun kemudian berjalan lebih dulu diikuti joohyun yang berada dibelakangnya. Kyuhyun masuk lebih dulu ke mobil sport yang dia pakai tadi, sedangkan joohyun masih berdiri sambil disamping pintu mobil.


"Yakk apa kau tidak akan masuk? Apa perlu aku membukakan pintu untukmu?"ucap kyuhyun.


"Aniya...dasar pria tidak peka.."cibir joohyun.


Keheningan melanda keduanya, hingga kyuhyun mengucapkan sesuatu yang membuat joohyun sedikit terkejut.


"Mianhae..."lirih kyuhyun merasa bersalah karena beberapa minggu yang lalu dia sempat marah-marah.


"Apa yang kau katakan aku tidak dengar.." balas joohyun.


"Aku bilang aku minta maaf...maaf seharusnya aku tidak mengucapkan kata-kata itu..."kesal kyuhyun.


"Arrasseo...lupakan saja...."balas joohyun.


Wedding party.


Kyuhyun dan joohyun berjalan bersama dengan bergandengan tangan, mereka kemudian memberikan selamat pada kedua mempelai dan setelahnya kyuhyun dan joohyun berbaur dengan tamu yang lain.


"Kyuhyun oppa..."panggil seorang wanita yang berjalan menghampiri kyuhyun yang saat ini tengah duduk dikursi tamu. Kyuhyun menoleh memperhatikan siapa wanita itu, matanya cukup terkejut mengenali wanita yang sudah 2 tahun tidak dilihatnya.


"Apa yang wanita itu akan lakukan... aku tidak akan membiarkannya..lihat saja..."ucap joohyun dengan lirih dan mulai bersiap.


Brukk...


"Ommo....awhhh...akhhh...."teriak wanita yang nyatanya dia bersiap dengan sengaja menjatuhkan tubuhnya diatas pangkuan kyuhyun.


Kyuhyun terkejut dengan apa yang dilihatnya, seorang wanita yang tiba-tiba saja duduk dipangkuannya bahkan kedua tangan wanita itu telah mengalung sempurna dileher pria itu.


Sorry for typo...


Jangan lupa tinggalkan jejak...


Tbc or End???


Sudah terjawab kan siapa david dan juga daniel...😁