
Kyuhyun semakin menekan tubuhnya pada tubuh kurus joohyun, joohyun tentu saja takut dengan perlakuan kyuhyun yang seperti itu apalagi tatapan mata pria yang tentu saja tidak bisa diabaikan begitu saja.
"Appa... cepatlah turun, appa kan berat... kasihan uri eomma..."ucap daniel dengan polosnya.
Kesempatan itu joohyun gunakan untuk mendorong tubuh kyuhyun kesamping, jangan tanyakan wajah kyuhyun yang tentu saja memerah karena malu.
"Yakk jangan kau pikir aku akan melepaskanmu begitu saja..."bisik kyuhyun pada telinga joohyun.
"Daniel-ah... bermain sebentar saja ne..."ucap joohyun, dan tentu saja daniel menganggukkan kepalanya.
"Ya..yakk...yakkk...aishhh...."kesal daniel yang membuat kyuhyun dan joohyun langsung mendekat kearah daniel.
"Waeyo....ommo....yakk daniel-ah...jangan terlalu sering bermain game..."tanya joohyun panik.
"Appa..."rengek daniel pada kyuhyun.
"Gweanchana daniel-ah... jangan memarahi putraku seperti itu heum... dia masih kecil...appa akan memberitahumu cara bermainnya..."ucap kyuhyun dan kemudian mendudukkan daniel dipangkuannya.
"Yakk lukamu belum sembuh cho kyuhyun... kenapa kau..."ucap joohyun kesal namun disisi lain hati joohyun berdesir karena ucapan kyuhyun yang menyebut daniel putranya, dan dia bertambah kesal karena kyuhyun memotong pembicaraannya.
"Lebih baik kau diam saja...biarkan aku dan daniel berkonsentrasi..."ucap kyuhyun dan membuat joohyun sangat kesal hingga memilih untuk berjalan ke balkon.
Joohyun duduk dikursi yang biasa kyuhyun tempati, disana joohyun melihat sebuah buku yang nampak menarik. Joohyun pun mengambilnya dan kemudian membaca buku itu.
Bahkan lima belas menit kemudian, seseorang berjalan dan duduk disampingnya pun joohyun bahkan tidak tahu.
"Kapjagia... yakk apa kau sengaja ingin membunuhku eoh..."teriak joohyun karena kesal.
"Kau ini kenapa eoh?? Dari pada membunuhmu lebih baik aku menyiksamu di ranjang... eotte??"sahut kyuhyun.
"Yakk..jangan berkata macam-macam eoh... bagaimana jika daniel mendengarnya..."balas joohyun menatap sengit kyuhyun.
"Tidak akan... daniel sudah tidur...ahh...katakan siapa yang menghubungimu tadi...malhaebwa... atau kau ingin aku mengatakan pada daniel jika aku bukanlah.."ucap kyuhyun dengan melontarkan ancaman untuk joohyun, namun belum juga dia melanjutkan ucapannya, joohyun sudah memotong ucapannya.
"Uri oppa dia mengirimiku pesan..."ucap joohyun.
"Mwo..."balas kyuhyun dengan terkejut.
"Eotteohke...aku hanya takut dia akan mengambil daniel...bagaimana jika mereka menelantarkan daniel lagi..."ucap joohyun dengan menangis.
"Jangan khawatir... itu tidak akan terjadi...jika pun mereka mengambil daniel..aku akan memastikan jika daniel tidak akan menderita...uljimma..."ucap kyuhyun yang kemudian memeluk tubuh joohyun.
Joohyun merasa nyaman dipelukan kyuhyun, dan kyuhyun pun merasakan hal yang sama bahkan dia merasa sedih jika melihat seo joohyun menangis.
Perlahan kyuhyun melepaskan pelukannya, dan menatap mata joohyun untuk memastikan kejujuran wanita itu. Hingga kyuhyun pun tergoda untuk mencium bibir joohyun yang menggodanya. Kyuhyun kemudian mencium bibir joohyun dengan lembut, karena tidak ada penolakan kyuhyun bahkan merapatkan tubuhnya membawa tubuh joohyun kepangkuannya, sedangkan joohyun yang tidak mampu menolak kyuhyun hanya bisa pasrah dengan perlakuan kyuhyun.
Sunflower apartement.
Myungsoo baru saja memasuki kamarnya, dia terkejut dengan keadaan rumahnya. Sangat kacau barang-barang yang berada dimeja bahkan telah berpindah dilantai, buku yang ada di rak juga semua telah tersebar dilantai.
"Igeo mwoya...siapa yang melakukan hal ini...."ucap myungsoo.
Myungsoo membereskan buku dan beberapa barang yang berserakan itu, tapi tangannya tidak sengaja terkena pecahan kaca.
"Ahh....appo... mwoya....tulisan ini...siapa dia berani mengancamku seperti ini..."marah myungsoo dan meremas kertas yang berisi peringatan serta ancaman untuknya.
Myungsoo kemudian mengobati lukanya dan lebih memilih untuk tidur, pekerjaan yang baru dirintisnya benar-benar membuatnya harus ekstra.
Morning,
Seorang wanita cantik terlihat memasuki apartemen myungsoo dengan mengendap-endap, wanita itu melihat apartemen myungsoo yang memang tidak begitu rapi.
"Mwoya... kenapa barang-barang ini... apa myungsoo oppa marah dan melemparkan barang-barang ini, sepertinya tidak mungkin..."ucap wanita yang saat ini tengah berserakan dilantai.
Setelah selesai, wanita itu kemudian menyiapkan sarapan dan tanpa permisi masuk kedalam kamar myungsoo.
Pemandangan pertama yang dilihatnya adalah punggung myungsoo yang hanya menggunakan handuk sebatas pinggang.
"Ommo... dia terlihat begitu sexy..."ucap wanita itu yang kemudian menutup pintu, jika sampai ketahuan nanti ah tentu saja akan sangat memalukan.
Myungsoo merasa jika seseorang telah memasuki apartemennya tanpa ijin, myungsoo kemudian memutuskan untuk segera memakai pakaiannya. Setelah selesai myungsoo keluar menatap sekeliling ruangan apartemennya nampak sudah rapi. Myungsoo pun melihat sosok wanita yang sangat dikenalinya itu sedang berdiri bahkan dia tidak sadar jika saat ini myungsoo sudah berada didekatnya.
"Selamat pagi..chagia..."bisik myungsoo pada telinga kiri sooji.
"Kapjagia... ooppa mengejutkanku eoh...."balas sooji.
"Sudah tidak marah heum..."tanya myungsoo.
"Oppa..mianhae....maaf karena aku marah tanpa sebab..."ucap sooji.
"Gweanchana... aku tahu...jangan seperri itu lagi eoh... dia hanya istri dari kakakku...jangan berfikir yang tidak-tidak..."jelas myungsoo dengan melingkarkan tangannya pada perut sooji kemudian menarik tubuh sooji kedalam pelukannya.
"Dia benar-benar genit oppa...aku tidak suka...walaupun dia sedang mengandung..tetap saja..."ucap sooji dengan meluapkan kekesalanny tidak seperti beberapa hari yang lalu.
"Heummm... aigoo... calon istriku ternyata sangat cemburuan..."ucap myungsoo yang menggoda sooji.
"Oppa..... tempat oppa kenapa berantakan? Oppa tidak sedang mengamuk karena aku mendiamkan oppa kan.."tanya sooji dengan pedenya.
"Wae... aniya... sepertinya seseorang telah menyusup keapartemenku.. dia bahkan meninggalkan pesan ancaman..."ucap myungsoo.
"Mwo??... nugu... oppa harus lapor polisi..."ucap sooji.
"Jangan khawatir... oppa bisa mengatasinya...wuahhh... kebetulan kau sudah memasak..aku sangat lapar..."ucap myungsoo yang kemudian menarik sooji untuk berjalan menuju meja makan.
"Bagaimana aku tidak khawatir..."ucap sooji.
"Aku akan melaporkannya nanti setelah aku mendapatkan petunjuknya...jangan khawatir...apa kau tidak tahu jika aku pemegang sabuk hitam..."ucap myungsoo menyombongkan dirinya.
"Hah... baiklah... tapi jika sampai oppa terluka...aku akan marah padamu..."ucap sooji dengan mengerucutkan bibirnya lucu.
"Arrasseo....kajja kita makan... "balas myungsoo.
Cho home,
Joohyun terbangun dengan tubuh yang tentu saja tidak bisa dia gerakkan karena seseorang tengah memeluknya dengan erat. Joohyun berusaha melepaskan tangan kekar itu, namun tangan kekar itu bahkan semakin mengeratkan tangannya diperut ramping joohyun.
"Eghhmm...ahh..lepaskan aku..."ucap joohyun yang begitu membuka matanya ada sosok pria kecil yang tengah tidur dengan damainya.
"Tidak akan..biarkan seperti ini..."balas kyuhyun dengan serak.
"Bagaimana jika daniel melihatnya...aku hanya...ommo..."ucap joohyun yang terkejut karena tiba-tiba kyuhyun membalikkan tubuh joohyun untuk menghadapnya.
"Dengarkan aku seo joohyun...daniel masih kecil dan apa yang dilihatnya adalah hal yang wajar apalagi dia berfikir jika kita orangtuanya...jadi jangan khawatir..."ucap kyuhyun.
"Geundae..oppa...bukankah seharusnya kita....yakk apa yang akan kau lakukan...menyingkir dari tubhmppttt...."ucapan joohyun terputus karena kyuhyun dengan tiba-tiba berada diatas tubuh joohyun, joohyun memandang bingung dengan apa yang dilakukan kyuhyun sekarang.
"Cupp.... diamlah jika tidak ingin daniel bangun melihat kita sedang bermesraan...cupp...ahh...kau membuatku gila seo joohyun...apa kau sengaja menggodaku eoh..."ucap kyuhyun dengan kembali mencium bibir joohyun, bahkan tangan kiri kyuhyun mulai bermain didada joohyun yang terlihat menyembul dari gaun yang tersingkap.
"Ahh... hmmppt....appo... "rintih joohyun saat kyuhyun meremas dadanya dengan kuat.
"Apakah sakit.. heummppt.. "tanya kyuhyun yang kemudian melepaskan ciumannya, tangan kyuhyun memang sengaja meremasnya lagi.
"Ahhh...jebal... "ucap joohyun yang kemudian mencubit perut kyuhyun dengan sekuat tenaganya.
"Aaakkhh...appo..."ucap kyuhyun dengan melepaskannya tangannya dan kemudian memposisikan tubuhnya berada disamping joohyun, dengan dirinya berada ditengah.
"Eomma...appa...."panggil daniel yang telah terbangun namun dengan mata masih tertutup.
"Nde... daniel-ah.. tidurlah lagi...ini masih terlalu pagi untuk bangun..."ucap kyuhyun dengan memeluk daniel.
"Yakk itu tidak seberapa dengan perbuatanmu tuan cho...aishh ini sangat sakit.. ya Tuhan...."ucap joohyun dengan melihat puncak dadanya yang memang lecet karena kyuhyun yang terlalu bersemangat semalam.
"Terimasaja..itu sudah menjadi kewajibanmu wanitaku...karena semua tidak ada yang gratis...."ucap kyuhyun santai.
"Itu salahku karena aku tidak bisa menolakmu tuan cho... aishhh aku seperti ***** saja..." ucap Joohyun yang membenarkan gaunnya dan kemudian beranjak dari kamar kyuhyun, dia berjalan menuju kamar mandi yang ada dikamar kyuhyu sambil mengerutu, kyuhyun bahkan mendengarkannya dengan sangat jelas.
"Yakk kau hanya bitchku tidak yang lain... jika sampai kau berani melakukan kencan buta dengan pria lain..lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu..."ancam kyuhyun.
"Setelah ini semua berakhir.. aku akan berkencan dengan banyak pria...lihat saja.. ahh tentu saja yang bisa menerima daniel sebagai putranya..."teriak joohyun yang berada dikamar mandi.
Kyuhyun mengeraskan rahangnya, dia kemudian beranjak dari ranjangnya dan masuk kedalam kamar mandi dengan menyeringai.
"Ommo..kapjagia..."ucap joohyun yang terkejut.
Cklek kyuhyun mengunci pintu kamar mandi, dan menyeringai kearah joohyun.
"Bisa kau ucapkan lagi... berkencan dengan banyak pria??? Lalu kau akan menipunya dengan menggunakan tubuhmu...daniel?? Jangan menggunakannya sebagai alasan??"tanya kyuhyun dengan berjalan kearah joohyun, joohyun mundur teratur dan saat dia mundur lagi punggungnya sudah menabrak dinding dengan shower yang tiba-tiba menyala karena tangan kananya yang tidak sengaja memencet tombol on.
"Ada apa denganmu... yakkk kita memang tidak dalam hub..hmpttt..ahh."desah joohyun saat kyuhyun mulai menciumnya lagi, namun tidak dengan cara lembut, kyuhyun menciumnya dengan kasar.
"Bukankah sudah aku katakan jika kau wanitaku... sampai kapanpun kau tidak akan bisa pergi dariku...kecuali aku yang membuangmu...cupp...aahh.. hemppt..."ucap kyuhyun sambil mencium dan menjamah tubuh joohyun dibawah guyuran shower.
Daniel terbangun melihat sisi kiri, kanannya tidak ada siapapun dikamar itu. Daniel kemudian menuruni ranjang dan berjalan menuju pintu kamar itu, namun langkah kaki kecil daniel terhenti ketika dia mendengar suara aneh yang berasal dari kamar mandi.
"Appa...eomma...eodiga?" Teriak daniel dan kemudian menggedor pintu kamar mandi.
"Ahh.. oppa jebal...daniel...dia memanggil kita...eotteohke?? "ucap joohyun dari dalam kamar mandi.
"Biarkan saja....Shireo.. sebelum kau...."ucap kyuhyun dengan memandang tajam joohyun.
"Arrasseo...ah....."ringis joohyun ketika kyuhyun mencoba menyentuh puncak dada joohyun.
"Baguslah...Wae.... igeo...mianhae..."ucap kyuhyun menyerahkan handuk kimono pada joohyun.
"Jangan menyentuhku untuk beberapa hari...kau tahu ini sangat sakit...dan lagi..yakk.... kenapa melepasnya didepanku...."ucap joohyun saat dia menyadari kyuhyun melepaskan celananya dan memakai handuk yang hanya menutupi bagian bawah tubuhnya.
"Aishh jangan berlebihan..kau bahkan sudah pernah melihatnya..."ucap kyuhyun santai.
"Dasar namja mesum..."ucap joohyun kesal.
Joohyun tersenyum lega, karena hampir saja kyuhyun melakukannya. Untung saja daniel bangun disaat yang tepat. Ketika pintu terbuka daniel sudah berada didepan pintu kamar mandi.
"Appa dan eomma mandi bersama... kenapa tidak mengajakku...."ucap daniel mengerucutkan bibirnya lucu.
"Hah jika appa mengajakmu itu tidak akan menyenangkan daniel-ah..."balas kyuhyun.
"Yakk...oppa diam saja... jangan meracuni daniel dengan kata-kata vulgarmu....Daniel-ah... mandi bersama appamu saja...eomma akan menyiapkan makanan..."ucap joohyun yang berusaha kabur dari kamar kyuhyun menuju kamarnya.
Kyuhyun memeriksa ponsel Joohyun dan kemudian mengetikkan beberapa digit nomor.
Kyuhyun menghubungi pria itu, dan menyuruh Seo Inguk untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dan alasan mereka meninggalkan Daniel. Lalu Kyuhyun yang memahami kondisi mereka itupun kemudian menyuruh mengirimkan nomor rekening yang telah diminta Kyuhyun.
Ketiganya saat ini tengah menyantap sarapan yang telah dibuat oleh joohyun.
"Jangan pergi kemana-kemana... ah nanti taehwan akan menjemputmu...ah ponselmu tertinggal dikamarku... "ucap kyuhyun setelah menyelesaikan sarapannya.
"Ohh jinjja?? Ternyata disana...Taehwan?? Kemana?? Lalu daniel?" Tanya joohyun.
"Tentu saja kau harus mengajaknya... kita akan menghadiri pesta ulangtahun tuan Hong yang menjabat sebagai direktur utama rumah sakit seoul..."balas kyuhyun yang kemudian berdiri bersiap untuk meninggalkan kursi makan.
"Arrasseo...."ucap joohyun.
"Appa...tidak mencimku dan eomma..."ucap daniel.
"Mwo..."ucap joohyun terkejut.
"Cup...cup...jaga eomma ne... laporkan pada appa jika eomma berbuat nakal..."ucap kyuhyun yang kemudian pergi meninggalkan kediamannya.
Joohyun menghela nafas lega, bagaimana bisa dia terlibat dengan kyuhyun bahkan hubungan mereka tanpa status, ah ani lebih tepatnya berdasarkan kesepakatan yang tentu saling menguntungkan.
Joohyun tentu saja sangat heran karena sang kakak tidak lagi menghubunginya, bahkan nomor ponsel sang kakak sekarang tidak aktif lagi.
Seoul Hospital,
Kyuhyun baru saja menerima panggilan dari taehwan yang mengatakan jika hasil tes DNA antara dirinya dan kim myungsoo telah keluar. Dan lagi informasi mengenai park chanyeol juga sudah ada ditangan Taehwan.
"Arrasseo...aku akan menunggumu dikantorku... hari ini aku tidak bisa pergi ke Diamond Street... "ucap kyuhyun.
"Algesemida tuan muda...saya akan kesan setelah mengantarkan gaun yang telah anda pesan kemarin..." balas Taehwan.
Kyuhyun sebenarnya bisa saja menanganinya sendiri, namun itu terlalu beresiko. Apalagi beberapa hari ini dia merasa ada seseorang yang sedang mengawasinya.
"Mungkinkah itu...shin dokyung ahjussi... ataukah shin soora dan suaminya...tapi bukankah orang yang ingin mencelakai myungsoo waktu itu adalah suami shin soora ahjumma..choi damdong...aku harus waspada....apa perlu aku memancing mereka..agar mereka keluar dengan sendirinya..."ucap kyuhyun yang kemudian menghubungi myungsoo saat ini.
Restoran.
Myungsoo saat ini tengah berada diruangannya, dia memperhatian dari dalam ruangannya seorang pria dengan berpakaian serta hitam itu tengah mencurigakan.
"Bukankah pria itu yang ditemuinya pagi tadi.. tunggu kenapa dia bisa sampai di restoranku... mungkinkah dia juga pria yang semalam masuk ke apartemenku..."ucap myungsoo berspekulasi.
Waktu menunjukkan pukul 12 siang, myungsoo kembali mengecek tamunya itu sedikit terkejut karena sudah hampir 3 jam pria itu ada di restorannya. Hingga myungsoo pun memutuskan untuk keluar dari restoran.
"Ah..kita lihat apa dugaanku benar...ahh kau masuk perangkapku..."ucap myungsoo tersenyum ketika pria itu mengikutinya.
Myungsoo semakin mempercepat jalannya dan memasuki sebuah gang kecil, pria yang berpakaian serba hitam itu mempercepat langkahnya dan mencari kesana kemari.
"Eodiga??... aku melihatnya disini..."ucap pria itu.
"Apa kau mencariku.....yakk jangan lari..."ucap myungsoo yang kemudian mengejar pria itu.
"Aishhh sialan..brakk...yakk katakan siapa yang menyuruhmu..."ucap myungsoo begitu dia mendapatkan pria itu dengan menendang kaki pria itu.
"Tidak akan..bugh.... "balas pria itu yang memukul myungsoo dibagian perutnya, hingga myungsoo tersungkur ke aspal. Pria itu kemudian berhasil melarikan diri dengan menggunalan taksi.
Myungsoo sangat geram, hampir saja dia berhasil menangkap pria itu, myungsoo kemudian melihat ponselnya siapa lagi jika bukan cho kyuhyun.
"Yeobseyo... ah ne... arrasseo hyung...aku akan datang" ucap myungsoo.
Myungsoo kembali masuk kedalam kantornya, disana dia menemukan sooji dan juga temannya itu berada di restorannya saat ini.
"Oppa....."panggil sooji dengan manja.
"Ah...kau disini... ah dia teman yang kau ceritakan itu kan...jung soojung"balas myungsoo.
"Jung soojung imnida...dia benar sangat tampan..."sapa soojung.
"Hah... yakk jangan menggodanya jungie...kau tahu dia kekasihku..ah ani...calon suamiku...kau tahu..."ucap sooji dengan tatapan membunuhnya.
"Haha...kau menyeramkan...chagia..."ucap myungsoo menggoda sooji.
"Jangan buat moodku hancur oppa...."balas sooji.
"Kalian melupakanku eoh...ah inikah rasanya sendiri...sooji-ah..palli... kenalkan aku dengan namja yang baik..."ucap soojung dengan ber-aegyeo.
"Kau sangat lucu soojung-ssi...kalau begitu ikut saja kepesta dengan kami nanti malam..."ucap myungsoo.
"Pesta?? Dimana??"ucap kedua wanita itu bersamaan.
"Kyuhyun hyung yang mengajakku kesana... ah satu lagi...sepertinya doamu akan terkabul soojung-ssi..."ucap myungsoo.
"Jinjja...wuahh....gomawo..oppa..."balasoojung yang kemudian memegang tangan myungsoo.
"Yakk lepaskan...jung soojung..."teriak sooji.
"Arrasseo...mianhae....kajja sooji-ah...sebaiknya kita berbelanja...tenang saja aku akan mentraktirmu.."ucap soojung.
"Jeongmal..."tanya sooji menyipitkan matanya.
"Tentu..."balas soojung.
"Oppa...aku akan pergi dulu... sampai bertemu nanti dirumah...cupp..."balas sooji dengan mencium bibir myungsoo kilat, untung saja mereka berada didalam ruangan myungsoo jika tidak mungkin sudah menjadi tontonan gratis direstorannya.
Pesta.
Kyuhyun menarik lengan joohyun dan memposisikan tangannya pada pinggang joohyun.
Kyuhyun membimbing tubuh joohyun menuju direktur utama rumah sakit seoul untuk mengucapkan selamat ulangtahun tentunya.
"Saengil chukae... mr. Hong..."ucap kyuhyun.
"Wuahh apa dia istrimu...ommo dia putramu... kyuhyun-ssi...keluarga sempurna..."balas tuan Hong.
"Bisa dibilang begitu...gamsahamida..."ucap kyuhyun.
"Hey boy...."ucap tuan hong.
"Anyeonghaseyo.. "sapa daniel.
"Silahkan Nikmati pestanya..."ucap tuan hong.
Kyuhyun, joohyun dan daniel nampak duduk dikursi tamu undangan dengan meja yang tentu saja sudah penuh dengan makanan dan minuman berwarna merah itu.
"Eomma..aku haus..."ucap daniel.
"Sebentar ne daniel-ah...eomma akan meminta waiter untuk mengambilkanmu susu.."ucap joohyun kemudian berdiri dan meninggalkan daniel dan juga kyuhyun.
Tidak lama kemudian kyuhyun tersenyum sinis, disana dia melihat park chanyeol, choi damdong dan istrinya diikuti oleh sooji, myungsoo dan juga krystal. Mata kyuhyun nampak tidak asing melihat seorang pria dibelakang myungsoo.
"Nuguya?? Aku seperti pernah melihatnya... tapi dimana..."ucap kyuhyun berbicara sendiri.
"Daniel-ah....oppa dimana daniel.."ucap joohyun yang telah kembali dengan membawa segelas susu.
"Daniel... tadi dia...ommo...dia disana.. menghampiri sooji dan myungsoo...aishhh...tunggu disini..andwae...."ucap kyuhyun begitu dia bertatapan dengan pria bersetelan jas hitam itu mendekat kearah daniel dan juga myungsoo dengan tatapan meremehkan. Pria itu bahkan mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya.
Part ini panjang banget lohhh.....
No edit...dilarang protes...sorry for typo....
Vote dan comment jangan lupa...