Player

Player
Player 10



Pria dewasa itu reflek menggendong tubuh daniel yang hampir saja oleng karena tarikan kasar seorang security.


"Yakk apa yang kau lakukan..?" Tegur kyuhyun pada sang security. Kyuhyun langsung menghampiri tubuh kecil daniel dan menggendongnya.


"Jeoseonghamida..."ucap sang security.


"Gweanchana...manhi appo??" Tanya kyuhyun.


"Heumm.. gweanchana..daniel mengantuk appa..."ucap daniel dan memeluk leher kyuhyun cepat.


"Tidurlah...."ucap kyuhyun dan menepuk punggung daniel dengan lembut.


"Who is he? do you know him?"tanya pria asing itu kembali pada kyuhyun.


"his name is daniel, he is..."ucapan pria itu terhenti ketika daniel yang berada digendongannya itu ikut menyahut walaupun matanya tertutup.


"I am his son... appa.. eomma disana..."ucap daniel yang membuat semua mata tertuju pada arah tangan daniel.


"What..?? are you married and this child your son... "tanya pria asing bernama mike.


"Cho uisa, apakah wanita disana adalah istrimu...benarkah kalian sudah menikah .."tanya seorang wartawan.


"Yakk minggir... biarkan mr.mike lewat..."ucap sang security yang mencarikan jalan untuk mr. Mike dan rekannya.


Kyuhyun yang masih menggendong tubuh daniel langsung berjalan dengan cepat menuju mobilnya, tidak lama kemudian joohyun masuk kedalam mobil itu saat beberapa wartawan itu mewawancarai Kang uisa yang saat itu juga berada disana.


Kyuhyun menyerahkan daniel digendongan joohyun, dirinya langsung mengemudikan mobilnya dan membawa daniel menuju rumahnya. Bagaimana tidak, kyuhyun sudah berada didepan apartemen joohyun namun disana ada beberapa wartawan yang telah menunggu joohyun.


Kyuhyun lalu mengambilalih daniel dan membawanya menuju ruang tamu.


"Kenapa kau dan daniel berada disana eoh. Apa kau sengaja membuat kehebohan disana.."ucap kyuhyun setelah dia menarik lengan joohyun untuk keluar dari kamar tamu.


"Aku mengantar daniel untuk check up..."ucap joohyun.


"Harusnya kau mencegah daniel memanggilku...apa kau tidak lihat mereka mengira aku sudah menikah dan memiliki putra...arghhh...jika orangtuaku tahu...mereka pasti akan marah dan kecewa padaku..."ucap kyuhyun.


"Mianhae...aku akan menjelaskan pada media besok..."ucap joohyun dengan menggigit bibirnya.


"Tidak perlu biarkan saja seperti ini, aku akan mengatakannya jika mereka mengetahui siapa aku sebenarnya..."ucap kyuhyun yang berjalan menuju kamarnya.


Joohyun beranjak menuju dapur mencari bahan makanan untuk membuatkan makan siang daniel tentu saja.


"Ommo, kapjagia....maaf aku hanya ingin memasak untuk daniel..."ucap joohyun begitu dia melihat kyuhyun sudah berganti baju casualnya namun terlihat rapi.


"Gunakan saja... ah... aku harus pergi sebentar.. jangan pulang terlebih dulu tanpa seijinku.. media pasti sedang mencarimu dan daniel untuk mengkonfirmasi tentang hubungan kita.."ucap kyuhyun.


"Arrasseo..."balas joohyun dengan tersenyum, seketika hatinya menjadi menghangat karena perlakuan kyuhyun yang menurutnya sangat manis.


New York, Amerika.


Nyonya cho yang memang sudah mulai berangsur membaik keadaannya dan tidak lagi melamun itupun saat ini sedang duduk diruang keluarga sambil melihat tv yang bertaraf internasional.


"Yeobo... palliwa.... bukankah itu marcuss..putra kita... bagaimana?" Ucapan nyonya cho terpotong ketika nyonya cho dengan sangat jelasnya melihat sang putra dengan seorang anak kecil yang diketahuinya berjenis kelamin pria.


"Waeyo... ommo... seorang putra....siapa wanita itu.."sahut tuan cho yang juga terkejut melihat putranya membawa seorang anak laki-laki digendongannya.


"Dia tidak bisa melakukan ini padaku yeobo, bagaimanapun dia berjanji akan mencari adiknya..tapi kenapa?? Kita harus menyusulnya yeobo??" Ucap nyonya cho.


"Istriku.. tenangkan hatimu..lihatlah anak laki-laki itu mungkin berumur empat tahunan jika dikorea, jadi jika umur internasional bukankah anak itu berumur tiga tahun?? Pikirkankah?? Marcuss bahkan baru dua bulan yang lalu sampai disana..."ucap tuan cho.


"Aku akan menanyakannya pada marcuss nanti... kau tenang saja..."ucap tuan cho.


"Aku hanya takut dia melupakan janjinya...."ucap nyonya cho yang saat ini sudah berada dipelukan suaminya.


"Jangan khawatir..kau tahukan putra sulung kita tidak mungkin seperti itu...lebih baik kau beristirahat saja..."ucap tuan cho dan kemudian berdiri menuntun sang istri kedalam kamarnya.


Universitas seoul.


Pasangan suami istri itu terlihat sangat modis lihat saja mereka menjadi pusat perhatian diantara mahasiswa yang berlalu lalang disana. Yah siapa lagi jika bukan tuan dan nyonya Bae yang ingin memberi kejutan pada putrinya.


"Haksaeng... apakah kau mengenal Bae sooji dari jurusan Hukum.."tanya nyonya Bae.


"Animida... kami hanya mengenal Bae sooji dari jurusan desain nyonya..."ucap mahasiswi.


"Jurusan desain... hoksi... baiklah terimakasih...bolehkan saya tahu dimana ruangannya..."ucap tuan Bae.


"Disana ahjussi... tapi sepertinya kelasnya hari sudah selesai... dan saya melihat Bae sooji pergi bersama pacarnya.. "ucap mahasiswa yang berada didekat mahasiswi itu.


"Mwo...terimakasih..."ucap tuan Bae dan kemudian mengajak istrinya untuk meninggalkan kampus itu dan menuju apartemen sooji.


Didalam taksi tuan dan nyonya Bae bahkan tidak percaya putri satu-satunya telah membohonginya saat ini.


"Lihat saja Bae sooji apa yang akan eomma lakukan padamu nanti...kau pasti akan menyesal karena tidak menuruti perkataan eomma..."ucap nyonya Bae.


"Yeobo sudahlah...kita akan tahu alasan anak nakal itu nanti setelah kita bertemu dengannya..."ucap tuan Bae menenangkan istrinya.


Japan resto,


Sooji saat ini bersama dengan myungsoo yang saat itu sedang memeriksa restoran baru miliknya. Semuanya terlihat sangat lancar, dan saat itu juga myungsoo menarik sooji kedalam ruangannya ketika tidak sengaja seorang pelanggan yang membawa gelas wine itu menabrak sooji dan wine itu tumpah diatas kemejanya.


"Jeoseonghamida...."ucap pelanggan itu yang seketika tangannya sudah berada didepan dada sooji yang bermaksud untuk membersihkan noda wine, namun tangan myungsoo dengan cepat menepisnya.


"Yakk...Seharusnya kau..."ucapan myungsoo terpotong ketika sooji dengan cepat membalas ucapan pria yang tidak dikenalnya.


"Gweanchana.. akhh... oppa.."balas sooji, namun myungsoo langsung menarik lengan sooji.


"Dasar pria pencemburu.."gerutu pria itu dan kemudian pergi kembali kemejanya.


Didalam ruangannya myungsoo dengan cepat duduk disofa dan menarik lengan sooji, alhasil sooji jatuh dipangkuan myungsoo. Myungsoo dengan cepat melingkarkan satu tangannya agar sooji tidak kabur, sedangkan satu tangannya mengambil tisu untuk membersihkan kemejanya dari noda wine.


"Ahh..oppa aku bisa melakukannya sendiri..."ucap sooji.


"Yakk dan kau hampir saja menerima pria berengsek itu untuk menyentuhnya...diam saja jika kau tidak ingin aku berbuat lebih dari ini..."ucap myungsoo dengan nada sinisnya.


"Baiklah....oppa cemburu eoh.. apakah oppa mencintaiku? "Ucap sooji yang kemudian menatap mata myungsoo.


"Cinta?? Yakk kita hanya menjalin hubungan saling menguntungkan...lagipula aku tidak mungkin bersama dirimu setelah tahu siapa aku sebenarnya..."ucap myungsoo yang berubah menjadi sendu, myungsoo bahkan melepaskan tangannya yang berada dipinggang sooji, namun tangan kanannya masih terdiam didada sooji tanpa gerakan.


"Nappeun...jadi selama ini oppa hanya mempermainkanku... "ucap sooji yang sudah beranjak dari pangkuan myungsoo.


"Bukankah kita sudah sepakat waktu itu..."ucap myungsoo.


"Kita akhiri sampai disini kesepakatan itu... maaf aku harus pergi..."ucap sooji yang saat ini langsung mengambil tasnya dan berlari.


Myungsoo yang melihat kepergian sooji hanya mengacak rambutnya frustasi.


"Apa aku salah bicara..."guman myungsoo dan kemudian berlari menyusul sooji.


Diamond street.


Kyuhyun dengan santainya memasuki ruangannya, disana taehwan sudah menunggunya dengan membawa beberapa dokumen yang harus kyuhyun lihat tentunya.


"Ini laporan yang aku dapatkan dari seseorang yang telah mengaku menjadi saksi mata penculikan adik anda tuan muda..."ucap taehwan.


"Jinjja?? Mwo bagaimana bisa dia mengaku seperti itu?? Apa yang kau janjikan padanya..."ucap myungsoo semakin menajamkan matanya.


"Hanya memberikan sebuah rumah jika mereka benar-benar mengantakan siapa dan dimana adik anda tuan muda.."ucap taehwan yang tentu saja menundukkan wajahnya karena tatapan mematikan dari kyuhyun.


"Hah... mwoya ige? Bagaimana bisa?? Lanjutkan penyelidikanmu... pastikan jika salah satu dari mereka benar-benar adikku..hah diantara putra bibu shin pastilah seorang pembohong.."ucap kyuhyun dan kembali ke kursi kebesarannya untuk melihat beberapa berkas yang sempat dia tinggalkan beberapa hari yang lalu.


Kyuhyun lalu membuka galery diponselnya, foto dirinya bersama dengan adiknya yang mungkin saja saat ini dia tidak mengingatnya karena umurnya dibawah 5 tahun.


"David-ah... neo eodiga?? Kau pasti sudah besar sekarang...maafkan hyung tidak bisa menjagamu waktu itu... "lirih kyuhyun yang kemudian dia beranjak dari kursi kebesarannya dengan membawa beberapa berkas yang tentu saja harus diserahkannya kepada Taehwan.


Cho home,


Hari memang sudah gelap, dan waktu menunjukkan pukul 6 petang. Daniel duduk di sofa sambil melihat film animasi kesayangannya sedangkan joohyun wanita muda itu nampak berkutat didapur.


Tidak lama pintu terbuka menampilkan rambut acak-acakan kyuhyun yang tentu saja membuat daniel tertawa.


"Apa yang daniel bilang eoh?? Singa...hahaha lihatlah appa tetap tampan walau rambut appa seperti ini...daniel akan mendapat hukuman dari appa karena berani meledek appa eoh... rasakan ini..."ucap kyuhyun dengan tertawa puas setelah melihat daniel juga tertawa karena gelitikan kyuhyun dan juga ciuman bertubi-tubi di kedua pipi gembul daniel.


"Appa...ahhahaha...appa hentikan...hahaha... ampun...mianhae..."ucap daniel dengan memelas.


"Daniel sudah mandi? Eomma dimana?"tanya kyuhyun.


"Sudah...eomma membuat makan malam...daniel lapar appa..."ucap daniel.


"Ohh... baguslah...kalau begitu appa mandi dulu... mau ikut appa atau disini..."ucap kyuhyun.


"Daniel ikut appa..."ucap daniel dan merentangkan kedua tangannya agar kyuhyun menggendong daniel.


Joohyun yang sudah selesai memasak itu memperhatikan keduanya dari dapur yang memang tidak jauh dari sana.


"Hemmm... dia bisa diandalkan.. setidaknya nanti..aishhh apa yang aku pikirkan...sadarlah seo joohyun.. kalian hanya terikat perjanjian..."guman joohyun dan kemudian menata makanan dimeja makan tentunya.


Tidak lama kemudian kyuhyun bersama daniel turun dari tangga menuju meja makan yang telah terhidang.


"Jalmogosemida eomma, appa..."ucap daniel.


"Heumm... neo do...eotte?"balas joohyun dan menatap daniel yang tengah memakan makanannya.


"Mashita... eomma jjang"puji daniel.


"Kenapa diam saja..?? Apa ada masalah.. "tanya joohyun melihat kyuhyun yang sepertinya tidak berselera makan.


"Hmm.. aniya...tunggu sebentar..."ucap kyuhyun yang kemudian mengeluarkan ponselnya dari saku.


Kyuhyun kemudian menjawab ponsel itu dengan sedikit terkejut. Yah tuan cho yang menghubunginya.


"Nde.. appa... aniya itu tidak benar...aku mengerti... jangan khawatir, setidaknya dia bisa membantuku menyembunyikan identitas asliku....arrasseo.."Ucap kyuhyun dan menutup ponselnya.


Joohyun memperhatikan raut wajah kyuhyun yang memang berubah saat dia menerima telpon. Joohyun yang memang penasaran itu tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya pada kyuhyun.


"Apa semuanya baik-baik saja.. kau nampak banyak pikiran..."ucap joohyun.


"Bukan urusanmu... lebih baik kai fokus saja pada daniel..jangan pikirkan aku..."ucap kyuhyun yang berdiri dan akan beranjak dari kursinya.


"Appa ikut...."panggil daniel.


"Daniel-ah...."cegah joohyun.


"Daniel harus habiskan makananya..kalau tidak appa tidak akan mau main atau tidur bersama daniel..."ucap kyuhyun dan pergi keruang kerjanya.


Daniel kemudian menyelesaikan makan malamnya, setelah itu joohyun mencuci piring dan gelas kotor yang mereka gunakan tadi. 10 menit joohyun selesai menyelesaikannya, joohyun kemudian menyusul kyuhyun keruang kerja pria itu dan mendapati daniel sudah duduk dipangkuan kyuhyun dengan nyaman.


"Kyuhyun-ssi... kami harus pulang sekarang...aku rasa wartawan itu sudah pergi dari apartemen sooji..sayang kajja kita harus pulang" ucap joohyun dan mengambilalih daniel dari pangkuan kyuhyun.


"Eomma....appa juga pergi bersama kita kan..." tanya daniel.


"Tentu saja... appa akan mengantar daniel.."sahut kyuhyun.


"Tidak bisa, kau harus beristirahat..."balas joohyun.


"Suka tidak suka aku akan mengantar kalian...palli..."ucap kyuhyun dan mengambilalih daniel kedalam gendongannya.


Sunflowers apartemen.


Sooji membuka pintu apartemennya dengan lesu, setibanya dia ruang keluarga lampu ruangan itu tiba-tiba saja menyala membuat sooji terkejut.


"Eomma...appa...bagaimana akhhh...."tamparan keras mengenai pipi kiri sooji.


"Yakk Bae sooji neo micheosseo, bagaimana kau bisa menipu eomma selama ini hah.. "bentak nyonya Bae.


"Eomma... mianhae... aku tidak bermaksud menipumu..."bela sooji.


"Yeobo... kita bicarakan besok saja.. tenangkan dirimu...Bae sooji masuk kekamarmu.."perintah tuan Bae.


Sooji masuk kekamarnya dan menangis didalam kamarnya, yang dia tidak sukai adalah saat bersama sang eomma dia akan merasa tertekan karena tuntutan sang eomma yang menginginkan dirinya menjadi seperti yang dia inginkan.


"Apa benar aku putri kalian, ataukah hanya menjadi bonekamu saja eomma..inilah alasan kenapa aku lebih baik berada dikorea sendiri...hikhikhik..."tangis sooji pecah, dan ketika dia ingat joohyun dan daniel, sooji langsung mengetikkan sebuah pesan.


Myungsoo yang sudah berada didepan pintu apartemen sooji itupun bimbang karena teriakan lantang suara wanita yang sepertinya dia tahu jika itu suara eomma sooji. Myungsoo kemudian memutuskan untuk masuk kedalam apartemennya.


Myungsoo apartement.


Myungsoo menjambak rambutnya frustasi, mengenai keluarganya saja dia belum tahu ditambah ini kelakuan sooji yang semakin membuatnya merasa bersalah.


"Ah eotteohke??.."ucap myungsoo yang kemudian mengambil sebotol wine untuk dia nikmati sendirian, setidaknya dia bisq melupakan masalahnya walaupun hanya sehari.


Car,


Didalam mobil joohyun menerima pesan dari sooji yang mengatakan jika malam ini mereka tidak bisa kembali kerumah karena kedua orangtua sooji berada disana.


"Ahh eotteohke?? Orangtua sooji berada disana..."ucap joohyun memejamkan matanya sebelum dia mengatakan pada kyuhyun.


"Mwo?? Bagaimana kau tahu...ah begitu.....menginap saja dirumahku beberapa hari.. "tawar kyuhyun.


"Aniya..kami sudah terlalu banyak merepotkanmu.."ucap joohyun.


"Apa kau punya tujuan lain selain tempatku...apa kau lupa perjanjian kita..."ucap kyuhyun tegas dan seo joohyun hanya menggelengkan kepalanya mengingat dia memang tidak mempunyai tempat untuk dituju.


Kyuhyun menghentikan mobilnya di toko baju, kyuhyun menyuruh joohyun dan daniel yang saat ini sudah beralih kedalam gendongan kyuhyun itu berjalan dengan cepat diikuti oleh joohyun yang mengekor dibelakangnya.


"Ada yang bisa saya bantu tuan, nyonya..."tanya sang pelayan.


"Berikan kami kami sepasang piyama untuk ibu dan anak..."ucap kyuhyun.


"Jeoseonghamida tuan..kami hanya mempunyai piyama couple yang seperti ini..."ucap sang pelayan yang memperlihatkan sampel piyama yang ada manekin.


"Aku ambil ini...3 pasang...dan pilihkan beberapa baju untuknya..."ucap kyuhyun.


"Nde..algesemida... mari nyonya..."ucap sang pelayan.


"Daniel juga harus berganti baju... kau ingin yang mana daniel-ah..."tanya kyuhyun.


"Ini model terbaru tuan..cocok untuk putra anda..."ucap sang pelayan.


"Terimakasih, berikan kami beberapa pasang pakaian.. sepatu, kaos kaki dan juga celana dalam untuknya..."ucap kyuhyun tanpa malu.


"Algesemida..."ucap sang pelayan dengan tersenyum.


"Appa, aku mengantuk..."ucap daniel.


"Tidurlah...eommamu pasti lama memilih bajunya..."ucap kyuhyun dan menepuk punggung daniel membuat daniel merasa nyaman.


Seorang wanita dengan pakaian sexy, masuk kedalam toko baju ternama itu. Wanita itu nampak terkejut melihat kyuhyun memangku anak laki-laki. Wanita itu kemudian menghampiri kyuhyun dan tentu saja menyapanya.


"Marcuss cho?? Mwoya..jadi berita yang beredar itu benar..."ucap wanita itu.


"Bukan urusanmu..lebih baik kau pergi dari sini..."ucap kyuhyun tidak kalah sinis.


"Hahah...kau masih tetap sama seperti dulu..."ucap wanita itu.


Joohyun yang memang sudah berganti baju itu dengan cepat keluar dari kamar ganti dan berjalan menghampiri kyuhyun dan daniel.


"Oppa..."panggil joohyun dengan suara manjanya.


"Apa dia istrimu? Ckk tidak tahu malu" Tebak wanita itu.


"Jangan hiraukan dia, ayo kita pergi..."ucap kyuhyun.


"Jika oppa berani melangkahkan kakimu keluar dari butik ini dengan membawa anak dan istrimu aku akan mengatakan pada media jika cho kyuhyun uisa adalah seorang marcuss cho dari diamond street.."ucap wanita itu dengan nada mengancam.


Tangan kyuhyun mengepal kuat mendengar ancaman wanita itu, wajah pria itu bahkan nampak memerah menahan amarah yang bisa saja keluar saat itu