
Pria yang ada didepan ballroom hotel itu adalah seorang pria tampan, yah dia adalah park hyungsik.
"Yakkk kenapa kalian diam saja....."bentak hyungsik pada kedua penjaga itu.
"Kau mengenalnya..."tanya wanita yang nyatanya adalah cho halmoni.
"Jeoseonghamida.....saya akan menghubunginya..."ucap penjaga itu.
"Aishhh terlalu lama... "kesal hyungsik dan kemudian membawa tubuh tidak berdaya joohyun kedalam gendongannya menuju mobilnya dan tentunya harus segera dirumah sakit. Cho halmoni mengikuti kemana mobil hyungsik membawa seo joohyun pergi.
Taehwan yang sedang mempastikan keadaan Ballroom hotel itu baik-baik saja itupun memutuskan untuk datang keruang kontrol keamanan, dimana disana ada beberapa monitor yang memang mereka lakukan untuk mengecek keadaan ballroom.
"Bisa kau putar ah yang disana ..."ucap taehwan.
"Nde...tuan...."balas petugas keamanan itu.
"Ah itu...bisa kau besarkan....ommo...apa itu...yakk... apa yang kalian lakukan eoh... awasi dengan benar... berikan salinan cctv itu kepadaku..."ucap taehwan, dia melihat seseorang yang mencurigakan selalu berada tidak jauh dari kyuhyun.
Taehwan kemudian berlari dan bertanya pada dua penjaga namun sepertinya sia-sia saja karena dua penjaga itu tidak mengenal atau bahkan tahu siapa pria yang membawa seorang wanita dengan pakaiannya yang bisa dibilang sexy itu.
Tuan dan nyonya cho memberikan selamat pada putra bungsunya yang baru saja berulangtahun yang ke 27, dan itu karena telah melewatkan banyak moment tuan dan nyonya cho membuatkan pesta yang begitu meriah tentunya.
Cho home,
Ketika semuanya sudah masuk kedalam kamar masing-masing, taehwan mengetuk pintu kamar kyuhyun.
"Masuk saja... ah kau, ada apa....ini sudah larut malam...."ucap kyuhyun malas.
"Jeoseonghamida tuan muda, tapi aku rasa anda perlu tahu mengenai hal ini....igeo...."ucap taehwan dan menyerahkan ponselnya pada kyuhyun.
Kyuhyun melihatnya, matanya membulat sempurna. Kyuhyun bahkan melihat dengan jelas darah keluar dari perut joohyun.
"Yakk siapa yang berani melakukannya...cari tahu siapa pria itu..."ucap kyuhyun dan mengambil kunci mobilnya.
"Tuan muda mau kemana...ini sudah malam...saya akan mencari tahu bagaimana keadaan joohyun ahgassi..."ucap taehwan.
"Tidak bisa...aku tidak bisa menunggunya...."balas kyuhyun.
Kyuhyun menghubungi beberapa rumah sakit namun tidak ada nama seo joohyun disana, hingga ketika dia akan menghubungi rumah sakit yang berada di gangnam itu ponselnya tiba-tiba berdering.
"Yeobseyo... halmoni...waeyo.....mwo... arrasseo...gomawo...."ucap kyuhyun dan mengarahkan mobilnya menuju rumah sakit taemin.
Kyuhyun berlari mencari keberadaan ruangan joohyun, dia melihat sang nenek dan juga seorang pria yang tentu saja dilihatnya tadi sukses membuat kyuhyun mengeraskan rahangnya.
"Cckk...pria itu bahkan masih saja ada disini..."ucap kyuhyun, namun kyuhyun tetap melangkahkan kakinya untuk mendekat keaarah sang nenek.
"Ah kyuhyun-ah... neo wasseo... "tanya cho halmoni.
"Bagaimana keadaannya..."tanya kyuhyun.
"Dokter masih menanganinya..."balas cho halmoni.
"Aku yang akan menunggunya, kau boleh pergi..."usir kyuhyun pada hyungsik.
"Apakah anda sedang mengusirku...maafkan aku, tapi aku tidak bisa meninggalkannya berjuang sendiri didalam sana..."sahut hyungsik.
"Yakkk.....kau berani membantahku eoh.....siapa kau sebenarnya?? Ada hubungan apa kau dengan seo joohyun...malhaebwa..."teriak kyuhyun.
"Kyunie...ini rumah sakit...tenanglah..."ucap cho halmoni dengan menarik lengan kyuhyun agar menjauh dari hyungsik, jika dibiarkan begitu saja mungkin kyuhyun akan menghajar hyungsik saat itu juga.
Tidak lama dokter yang menangani joohyun keluar dari dalam operasi, dokter itu kemudian mengatakan pada kondisi joohyun.
"Bagaimana keadaan seo joohyun, hyuk-ah..."tanya kyuhyun, dan ternyata dokter yang menangani joohyun adalah kang uisa.
"Keadaannya tidak begitu baik, dia juga kehilangan banyak darah...jika malam ini dia bisa melewati masa kritisnya...dan aku tidak perlu menjelaskan apapun lagi padamu..karena kau pasti tahu bagaimana nanti akhirnya..."ucap kang uisa.
"Jadi apa maksudnya..."tanya hyungsik.
"Dia kritis saat ini... dan jika sampai besok pagi, atau lusa dia tidak bangun dipastikan bahwa seo joohyun akan koma..."ucap kyuhyun menjelaskan pada hyungsik.
"Ommo.... eotteohke....kyunie, jika joohyun disini lalu bagaimana dengan daniel..."tanya cho halmoni.
"Aku tidak tahu halmoni, aku juga tidak tahu dimana tempat tinggalnya..."ucap kyuhyun.
"Aku tahu dimana rumahnya halmoni..."ucap hyungsik.
"Ckk...kau bahkan tahu dimana tempat tinggalnya, aku sungguh iri padamu..."sinis kyuhyun.
"Kalau begitu biarkan kyuhyun yang berada disini, bisakah kau mengantarkan aku kerumahnya..aku takut daniel akan mencarinya.."ucap cho halmoni.
"Algesemida..."balas hyungsik dan mengikuti cho halmoni.
Hyungsik tentu sangat bingung, kenapa cho halmoni juga tidak mengatakan saja jika dirinya ini hanya teman joohyun.
"Kau pasti bertanya kenapa aku tidak mengatakan padanya jika kau adalah temannya..."ucap cho halmoni yang membuat hyungsik terkejut karena cho halmoni seolah bisa membaca pikirannya.
"Nde... dan sepertinya dia telah salah paham akan hubunganku dengan joohyun.."ucap hyungsik.
"Biarkan saja... kajja..."ucap cho halmoni.
Rumah atap,
Daniel terus memanggil nama joohyun didalam mimpinya, dan yang terakhir daniel berteriak dan menangis karena mimpi buruknya. Bibi han yang berada disofa tidak jauh dari ranjang yang ditempati daniel itupun segera beranjak untuk mendekati daniel.
"Eomma....hikhik...eommma....."tangis daniel.
"Ommo...daniel-ah....ada apa??...apa kau bermimpi buruk...katakan pada halmoni..."ucap bibi han, dan memeluk tubuh daniel.
"Eomma.... eomma terluka....hikhik...halmoni...daniel ingin eomma...."ucap daniel dengan yang semakin mengeratkan pelukannya pada bibi han.
Tidak lama suara ketukan pintu terdengar membuat bibi han tersenyum, dia bahkan mengatakan jika yang datang adalah joohyun.
"Halmoni...daniel ikut...."ucap daniel.
"Baiklah....mungkin itu eommamu daniel..."semangat bibi han.
Bibi han kecewa tentu saja, karena yang dilihatnya bukanlah sang majikan melainkan dua orang yang berlawanan jenis dan juga tidak dikenalnya.
"Maaf sepertinya anda salah rumah..."ucap bibi han sambil menutup pintu kembali.
"Tunggu... ommo..daniel belum tidur...."ucap wanita tua yang tidak lain adalah cho halmoni.
"Anda mengenal daniel...ommo...tuan muda park...."tanya bibi han, dia bahkan terkejut saat melihat hyungsik berada disamping cho halmoni.
"Ne....maaf tidak bisa membawa pulang joohyun bersamaku..."ucap park hyungsik.
"Ahgassi baik-baik saja kan..."tanya bibi han menyakinkan dirinya.
"Nenek buyut.... "panggil daniel.
"Tentu saja.... boleh aku masuk, aku ingin memberitahukan padamu... seo joohyun berada dirumah sakit..."balas cho halmoni.
"Ommo..sesange... maldo andwae..."ucap bibi han tidak terpacaya.
"Kau bisa pulang hyungsik-ah ..aku akan menginap disini...terimakasih telah mengantarkan aku..."ucap cho halmoni.
"Sama-sama..."balas hyungsik dan pergi meninggalkan rumah atap joohyun.
Cho home.
Keluarga Cho tengah menikmati sarapan paginya. Namun nyonya cho melihat kursi kosong didepannya membuatnya menjadi tidak berselera untuk makan.
"Eomma, waeyo..."tanya myungsoo.
"Eomma hanya khawatir dengan kesehatan kakakmu... "ucap nyonya cho.
"Dia akan baik-baik saja dengan atau tanpa wanita itu..."sahut tuan cho.
"Appa...mengertilah...dia wanita baik..."ucap myungsoo.
"Dia tidak punya pilihan lain selain menerima tawaran yang kyuhyun katakan...jadi berhentilah seolah olah dia itu melakukannya dengan senang hati... bagaimana jika oppa yang mengalaminya??"ucap nyonya cho.
"Mwo..yakk kenapa kau membelanya.... "balas tuan cho kesal.
Tidak lama lee ahjussi datang dan memberikan tablet pada tuan cho.
"Kapan kejadian ini terjadi..."tanya tuan cho saat melihat video yang ada ditangannya.
"Selamat malam tuan..."balas lee ahjussi.
"Selidiki siapa pria itu, dan cari tahu bagaimana wanita itu bisa datang keacara ulangtahun myungsoo..."ucap tuan cho.
"Ada apa?? Astaga.... seo joohyun...."ucap nyonya cho yang terkejut, myungsoo kemudian bertanya pada lee ahjussi.
"Ada apa..jelaskan padaku..."ucap myungsoo.
"Tuan muda cho semalam hampir saja terluka, tapi ada seorang wanita yang berlari dan saat itulah pria itu menusukkan pisau itu keperut joohyun ahgassi..."balas lee ahjussi.
"Mungkinkah...kyunie berada disana..."tanya nyonya cho.
"Heumm... sepertinya iya nyonya..."balas lee ahjussi.
"Mau kemana eoh..."tanya tuan cho yang melihat pasangan anak dan ibunya itu sedang berlari menuju pintu keluar.
"Menemui putraku/hyung...."sahut nyonya cho dan juga myungsoo bersamaan.
"Aku ikut...."balas tuan cho yang berjalan meninggalkan meja makan menuju mobilnya.
Myungsoo dan nyonya cho tentu saja senang, semoga dengan ini tuan cho bisa menerima joohyun sebagai calon istri dari putranya.
Bae home.
Sooji nenggerutu kesal karena dirinya tidak diperbolehkan untuk pergi bersama dengan myungsoo. Karena nyonya bae berfikir yang iya-iya pada putri dan juga calon menantunya yang tampan itu. Apalagi usai pesta semalam, nyonya Bae memergoki putrinya berciuman panas dengan calon menantunya didalam mobil.
"Yakk eomma tidak mau kau hamil duluan sayang...."ucap nyonya bae.
"Aku tahu batasannya eomma... ayolah itu hanya sebuah ciuman..."bela sooji pada dirinya.
"Ciuman katamu... apa kau tidak ingat jika myungsoo hampir saja menurunkan resliting gaunmu itu..."balas nyonya bae.
"Mwo... didalam mobil...aigoo...apa myungsoomu itu tidak mampu menyewa kamar hotel eoh..."celetuk tuan bae yang membuat nyonya bae menatapnya sinis.
"Yakk oppa...."teriak nyonya bae.
"Eomma...kami hanya terbawa suasana...Eomma aku akan bosan jika terus disini...kalau begitu ijinkan aku pergi kerumah soojung ne...."pinta sooji.
"Calon menantuku itu sungguh sangat agresif... sepertinya appa memang harus secepatnya menikahkanmu dengannya...agar ibumu tenang..."ucap tuan bae.
"Ide bagus yeobo....Arrasseo... eomma akan mengijinkanmu tapi jika sampai kau membohongi eomma...dan bertemu myungsoo hari ini... eomma akan memukulmu..."balas nyonya cho.
"Bagaimana jika mereka tidak sengaja bertemu.. bukankah itu takdir sayang..."ucap tuan bae.
"Pergilah ji-ah....biar appa yang mengurus eommamu..."ucap tuan bae dan langsung mengajak istrinya itu taman belakang rumahnya.
"Gomawo appa....eomma anyeong."ucap sooji dan segera pergi meninggalkan rumahnya dengan mengendarai mobil mewahnya.
Hospital.
Kyuhyun membuka matanya, dia masih menatap joohyun dengan sendu. Tangan kyuhyun mengulur mengusap pipi joohyun, tangannya bergerak turun menuju bibir joohyun yang nampak pucat.
"Bangunlah....maafkan aku...cup..."ucap kyuhyun lirih dan mencium kening joohyun.
Setelah kyuhyun mencium kening joohyun, kyuhyun masuk kedalam kamar mandi setidaknya untuk membersihkan diri terlebih dulu tidak lupa dia mengirimkan pesan untuk taehwan dan membawakan baju ganti tentunya.
Pintu terbuka menampilkan daniel yang tengah digendong oleh hyungsik, cho halmoni langsung duduk menghampiri sang cucu yang tentu saja saat ini tengah berdiri dengan melipat kedua tangannya sambil memandang joohyun.
"Kyunie..gweanchana..apa ada perubahan.."tanya cho halmoni.
"Ajig...halmoni bagaimana bisa kau datang bersamanya...bahkan membiarkan daniel berada digendongannya..."ucap kyuhyun begitu dia melihat kesamping.
"Appa....bogoshipeoseo....eomma...hikhik...eomma..."tangis daniel didalam pelukan hyungsik, namun dengan cepat kyuhyun mengambilalih daniel dari tangan hyungsik.
"Uljimma....eomma akan baik-baik saja heum...."ucap kyuhyun menenangkan daniel.
"Cho kyuhyun-ssi...jangan salah paham...sebenarnya aku teman joohyun..aku hanya membantunya waktu itu..."ucap hyungsik.
"Teman...yakk seorang pria dan wanita hanya berteman...ckk maldo andwae..."ucap kyuhyun sinis.
"Kyunie..daniel akan ikut bersama dengan halmoni...bibi han mengambil cuti karena putrinya sedang sakit...ahh dia juga minta maaf tidak bisa menjenguk joohyun....percayalah hyungsik memang hanya temannya kyu.."ucap cho halmoni.
"Aku harap kau bisa membahagiakan joohyun... dia sudah banyak menderita selama ini.... aku pergi dulu...daniel, halmoni anyeong..."ucap hyungsik, kyuhyun memandang hyungsik dan mencari kebohongan disana, namun ucapan hyungsik memang menyiratkan ketulusan.
"Nde... berhati-hatilah...."ucap cho halmoni.
Setelah kepergian hyungsik, pintu kembali terbuka disana myungsoo membawa sebuah tas karton berisi sarapan pagi untuk kyuhyun, sedangkan nyonya cho masuk dengan membawa bunga, jangan lupakan tuan cho masih saja memasang wajah angkuhnya.
"Eohh kau datang putraku..."ucap nyonya cho.
"Anak itu kenapa ada disini..."cibir tuan cho.
"Hah... kenapa?? Apakah appa juga melarangnya untuk berada disini.."sinis kyuhyun.
"Hyung makanlah...eomma yang membuatkannya..daniel ikut samchon ne, appa harus makan terlebih dulu.."ucap myungsoo dan tentu mengambilalih daniel dari gendongan kyuhyun.
"Yeobo jangan membuat keributan.. ini rumah sakit..."ucap nyonya cho menenangkan sang istri.
Taehwan masuk dengan membawakan baju ganti yang diminta oleh kyuhyun, kyuhyun menerimanya dan kemudian berjalan kekamar mandi.
Setelah keluar dari kamar mandi, kyuhyun sudah mendengar komentar dari sang appa.
"Apa kau lebih mementingkan wanita ini eoh.... bagaimana dengan pekerjaanmu... ckk...kau bahkan berubah hanya dalam hitungan bulan cho kyuhyun.."ucap tuan cho.
"Tentu saja appa... dia telah menyelamatkan hidupku..dan juga dia tidak memandangku sebagai pewaris diamond street.. "ucap kyuhyun.
"Hahaha....tahu dari mana kau jika dia berfikiran seperti itu..."ucap tuan cho.
Keduanya masih beradu mulut diruang inap yang joohyun tempati. Sedangkan nyonya cho hanya bisa mendesah mendesah lelah melihat kelakuan ayah dan anak itu. Daniel sedang bermain dengan ponsel myungsoo.
Ponsel myungsoo berdering, myungsoo tersenyum saat melihat id callernya siapa lagi jika bukan dari sooji.
"Daniel.. sebentar ne..sooji imo sedang menelpon..."ucap myungsoo.
"Imo...."panggil daniel.
"Nanti kita akan menjemput imo ne..."ucap myungsoo.
Kyuhyun masih saja berdebat dengan sang appa, joohyun samar-samar mendengar suara-suara yang membuatnya semakin pusing. Joohyun membuka matanya dengan perlahan.
"Ommo... joohyun-ah....kau sudah sadar..."ucap kyuhyun dengan berbinar.
"Noona/joohyun-ssi syukurlah.."panggil myungsoo dan juga nyonya cho bersamaan, mereka kemudian mendekat kearah ranjang joohyun.
"Panggil kang minhyuk...myung...cup..terimakasih..."ucap kyuhyun yang bahkan langsung menatap mata joohyun, hingga bibirnya mendekat pada kening joohyun memberikan ciuman lembut disana.
"Arrasseo..."balas myungsoo.
"Nuguseyo... "tanya joohyun saat kyuhyun menjauhkan wajahnya dari kening joohyun.
Kyuhyun membeku ditempat, rasanya seperti tertusuk beribu jarum saat joohyun mengucapkan kata kata itu.
Haii....aku up lagi ini...sesuai janjiku kemarin...kalau banyak yang vote dan comment aku up cepet hehe...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
Selamat membaca....