Player

Player
Player 23



Joohyun tersadar ketika sooji menepuk bahunya dengan disertai panggilannya karena joohyun tidak kunjung menoleh tadi.


"Eonni... eonni melamun...ada apa?" Ucap sooji.


"Ah aniya...aku kembali kekamar dulu...daniel sendirian disana tadi..."ucap joohyun.


"Ah baiklah..."balas sooji yang kemudian berjalan menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk myungsoo tentu saja.


Sooji membawa minuman dingin itu untuk diberikan pada myungsoo, myungsoo bahkan bertanya apa sang eomma sudah sadar.


"Apa eomma sudah sadar ji-ah.."tanya myungsoo.


"Mollayo oppa... aku takut menanyakannya...tadi aku tidak sengaja mendengar tuan cho berbicara dengan joohyun eonni..."ucap sooji.


"Apa yang dikatakannya..."balas myungsoo penasaran.


"Dia mengatakan pada eonni, untuk menjauh dari kyuhyun oppa..kau pasti tahu maksudku..."balas sooji.


"Mwo... aigooo...jika sampai hyung tahu... aku punya ide ji-ah... awasi joohyun noona..jika dia memang berniat kabur... buntuti dia dan pastikan kau mengetahui tempatnya... tapi jangan katakan apapun pada hyung... setidaknya kita harus tahu bagaimana perasaan kyuhyun hyung...arrachi..."ucap myungsoo.


"Heumm... arrasseo....igeo oppa minumlah...."ucap sooji dan memberikan jus mangga pada myungsoo.


Joohyun terdiam sambil memikirkan ucapan tuan cho, pikiran joohyun memang sedang kalut sekarang namun setelah dia mencerna kata-kata tuan cho itu semua adalah kenyataan. Dirinya memang tidak pantas untuk bersanding dengan kyuhyun dan dia sadar akan hal itu.


"Daniel-ah.... ayo daniel harus mandi ini sudah sore...."ucap joohyun.


"Nanti saja eomma, daniel menunggu appa pulang..."tolak daniel.


"Kita akan pergi sayang...apa daniel mau heum..."ucap joohyun dengan memasukkan beberapa bajunya dan baju daniel yang memang dia bawa beberapa waktu yang lalu.


"Apa kita akan pergi jalan-jalan eomma... jinjja... yeee...."balas daniel dengan semangat, sedangkan kyuhyun menganggukkan kepalanya dengan wajah sedih.


Nyonya cho sudah siuman setelah lima belas menit kyuhyun memberikan suntikan padanya, namun tuan cho melarang istrinya untuk bangun.


"Myungsoo...dimana dia.."ucap nyonya cho.


"Dia berada dikamarnya....dia tidak akan kemana-mana..."balas tuan cho.


"Bisakah oppa panggilkan dia kemari... jebal..."ucap nyonya cho.


"Arrasseo..."balas tuan cho dan kemudian berjalan menuju kamar myungsoo.


Kyuhyun melewati kamar myungsoo dan kemudian berjalan menuju kamar joohyun, namun dia tidak menemukan joohyun dan daniel berada disana, kyuhyun lalu berjalan kekamarnya dan disanapun dia juga tidak menemukan joohyun. Kyuhyun kemudian kembali kekamar joohyun dia memperhatikan dikamar itu nampak rapi dan tidak ada koper yang biasanya berdiri disampin pojok.


"Dia pergi... solma...appa...."guman kyuhyun, dia kemudian memanggil sang appa dengan berteriak dan menghampiri tuan cho yang berada dikamar myungsoo.


"Seo joohyun eodiseo...."tanya kyuhyun.


"Kenapa kau menanyakan wanita itu padaku..."ucap tuan cho kesal.


"Dia pergi..."lirih kyuhyun.


"Bukankah itu bagus....palli myungie... eommamu ingin bertemu denganmu..."ucap tuan cho dan meninggalkan kamar myungsoo.


"Appa... ishhh... sial..."maki kyuhyun dan kemudian pergi meninggalkan rumah itu kemudian menuju mobilnya.


Kyuhyun menelurusuri jalan yang kemungkinan akan dilewati joohyun, namun dia tidak menemukan apapun hingga dia memutuskan untuk mendatangi apartemen sooji saat ini.


*****


Seo joohyun menghentikan langkah kakinya, dia tersenyum tipis begitu mendapati seorang wanita paruh baya sudah menunggunya di rumah atap.


"Syukurlah ahgassi tidak tersesat..."ucap bibi han.


"Gomawo.... ahjumma aku harap kau tidak akan memberitahukan keberadaanku dan daniel pada siapapun.."balas joohyun.


"Heumm tentu saja... sepertinya dia sangat kelelahan..."ucap bibi han yang mengambil daniel dari gendongan joohyun.


"Aku akan kebawah dulu untuk mengambil koper dan belanjaan tadi..."ucap joohyun.


"Arrasseo noona..."ucap bibi han dan langsung membawa daniel untuk masuk kedalam rumah atap yang memang tidak terlalu besar.


Bibi han menyelimuti daniel diatas ranjang berukuran queen itu, untung saja dirinya menemukan rumah atap yang lumayan bagus dengan beberapa fasilitas yang cukup tentunya.


"Maaf telah merepotkan bibi...."ucap joohyun.


"Tidak masalah ahgassi... lalu apa langkah yang akan ahgassi ambil..."tanya bibi han.


"Sepertinya aku harus kembali ke pekerjaanku yang dulu... setidaknya untuk bisa bertahan hidup beberapa bulan... setelahnya aku akan kembali bekerja di rumah sakit..."ucap joohyun.


"Baiklah kalau begitu ahgassi bisa pulang terlebih dulu... besok ahjumma bisa datang kemari pukul 3 sore..."balas joohyun.


"Baiklah...ahjumma pergi dulu ne... berhati-hatilah..."ucap han ahjumma.


Cho home,


Cho kyuhyun kembali kerumahnya setelah dia mendatangi apartemen sooji, disana dia bahkan tidak menemukan apapun. Hingga kyuhyun pun memerintahkan taehwan untuk mencari informasi dimana joohyun berada.


Kyuhyun menghempaskan tubuhnya diranjang kamarnya, tubuhnya sangat lelah. Baru saja kyuhyun akan memejamkan matanya, myungsoo kemudian masuk tanpa permisi dan duduk disofa.


"Apa hyung mencintai noona...."tanya myungsoo.


"Aku tidak tahu..."balas myungsoo.


"Dia pergi... myungie, apakah appa melakukan sesuatu pada joohyun?? Menyuruhnya pergi mungkin..."ucap kyuhyun dengan pandangan menelisik.


"Mollayo hyung, seharian ini aku berada dikamar.... apalagi eomma dalam keadaan tidak baik...tapi berkat hyung sekarang eomma tidak apa-apa...(maafkan aku hyung, aku melakukan ini karena aku ingin kau sadar jika kau membutuhkan noona ah ani..tanpa sadar kau telah bergantung padanya)"balas myungsoo yang menatap kyuhyun kasihan.


"Dimana sooji...mungkin dia mengetahui keberadaan joohyun..."ucap kyuhyun.


"Sooji sudah pulang, jangan tanyakan pada sooji, hyung. jika sampai dia tahu aku takut dia akan sedih..."balas myungsoo.


Myungsoo yang tahu kyuhyun butuh waktu sendiri itupun kemudian keluar dari kamar kyuhyun dan kembali kekamarnya untuk memantau dimana kekasihnya.


"Arrasseo... pulanglah... dan jangan lupa mimpikan aku..."ucap myungsoo dan kemudian terkekeh oleh candaan sooji.


Hari dimana tuan dan nyonya kim di undang oleh tuan cho itupun terkenjut dengan rumah keluarga cho yang tidak terkesan mewah itu.


"Eoremaniya... kim jaewon-ssi..jadi kau kah yang merawat uri myungsoo selama ini. "sapa tuan cho.


"Eoh eoremaniya....apa?? Uri myungsoo..."ucap tuan kim terkejut dengan apa yang didengarnya tadi.


"Apakah nyonya kim ah maksudku eomma mu tidak memberitahu mengenai myungsoo..."ucap tuan cho dengan berhati-hati.


"Aniyo..."balas tuan kim.


"Baiklah saya akan mengatakannya, sebenarnya kim myungsoo adalah putra kami yang hilang sejak dia masih balita..."ucap tuan cho.


"Mwo....."teriak nyonya dan tuan kim.


"Maka dari itu kami mengundang anda untuk memberitahukan ini pada kalian... sebagai bentuk terimakasih kami... kami akan memberikan sebuah rumah dikawasan gangnam..."ucap tuan cho yang memberikan amplop coklat pada tuan kim.


"Tidak perlu..kami mencintainya seperti kami menyayangi kim bum...."ucap nyonya kim dengan berat hati.


"Kami tidak menerima penolakan... kalian harus terima amplop ini..."ucap tuan cho penuh dengan penegasan.


Kim myungsoo yang berada dilantai dua itu tidak terkejut dengan apa yang dilihatnya, yah kedua orangtua yang merawatnya bahkan menerima amplop coklat pemberian kedua orangtua kandungnya.


"Setidaknya aku tidak akan merasa berhutang budi pada mereka..."lirih myungsoo dan kembali kekamarnya, namun suara kyuhyun mengejutkannya.


"Aniya... kim halmoni yang merawatku hyung...mereka hanya orangtuaku diatas kertas..."balas myungsoo.


"Aku harus pergi...."ucap kyuhyun dengan menuruni tangga, myungsoo bisa melihat wajah kyuhyun yang nampak kacau saat ini.


"Kemana...."tanya myungsoo.


"Mencari joohyun dan daniel..."balas kyuhyun dan segera berlalu dari lantai dua.


Seminggu telah berlalu,


Pesta yang diadakan oleh tuan dan nyonya cho akan segera dibuka, namun cho myungsoo saat ini masih bersiap didalam kamarnya. Nyonya cho masuk kedalam kamar putra bungsunya dan tersenyum mendapati putranya yang tidak juga selesai memakai dasinya.


"Perlu bantuan sayang...."ucap nyonya cho lembut.


"Heumm... sedari tadi tidak rapi-rapi...untunglah eomma kesini..."ucap myungsoo pada sang eomma, jangan tanyakan kenapa yah karena saat nyonya cho jatuh pingsan waktu itu myungsoo menjadi dekat dengan sang eomma tapi untuk sang appa jangan ditanyakan myungsoo masih belum menerima sifat sang appa yang lebih mementingkan status sosial dan tentu saja uang.


"Aigoo...harusnya kau memanggil calon istrimu sayang...dimana dia?? Eomma belum melihatnya..."ucap nyonya cho.


"Dia harus menjemput kedua orangtuanya dibandara....sepertinya akan terlambat nanti...."jelas myungsoo.


"Myungie, apa kakakmu pernah bercerita tentang wanita yang bernama seo joohyun itu...sejak kepergiannya eomma melihat kakakmu sangat kacau...dia bahkan pulang larut malam..eomma tidak tega melihatnya..."tanya sang eomma tiba-tiba.


"Maksud eomma, joohyun noona...aku mengenalnya eomma... mengenai berita itu, tidak sepenuhnya benar eomma.... yang aku tahu, noona memanfaatkan para hidung belang itu untuk menjadi kekasihnya... dan hadiah mahal yang dia dapatkan noona akan menjualnya untuk biaya rumah sakit daniel..."ucap myungsoo.


"Daniel?? Anak kecil yang tampan itu...aigoo...lalu..apa mereka tidak meminta imbalan, maksud eomma... yah kau tahukan myung...tidak semua pria bisa menahan hasratnya pada wanita cantik seperti seo joohyun...tunggu dari mana kau tahu sebanyak ini eoh..."ucap nyonya cho memandang curiga putranya.


"Sooji yang memberitahuku eomma, joohyun noona pernah tinggal bersama sooji... noona akan memutuskannya jika pria itu sudah mulai bertingkah....kalau dengan hyung, aku tidak tahu eomma...lebih baik eomma bertanya pada hyung.."ucap myungsoo.


"Cha sudah selesai....uri adeul memang tampan.....Syukurlah jika dia tidak menjual tubuhnya...myung...bagaimana jika kita membantu hyungmu...eomma benar-benar kasihan melihatnya... kita juga harus selalu membujuk appamu agar menerima joohyun... tapi dimana kita bisa menemukannya..."ucap nyonya cho.


"Gomawo eomma...cup...eomma juga cantik... call...kita bicarakan nanti eomma...ayo kita turun kebawah...suara appa membuat telingaku sakit...."ucap myungsoo dan menggandeng lengan ibunya.


"Appamu memang selalu begitu..."balas nyonya cho.


Kyuhyun yang baru keluar dari kamarnya tersenyum melihat eomma dan adiknya berjalan bersama, dan tidak lama nyonya menoleh dan memanggil putra sulungnya mengisyaratkan untuk menggandeng sebelah tangannya.


Kyuhyun tersenyum dan melakukan apapun yang dikatakan oleh sang eomma, hingga mereka bertiga berjalan menuruni tangga dengan semua pasang tamu melihat kearah mereka.


"Huah beruntung sekali nyonya cho...diapit oleh kedua pria tampannya..."ucap tamu yang tidak lain adalah nyonya hong yang tidak lain istri dari direktur hong selaku pimpinan di rumah sakit seoul.


"Wah siapa yah pria tampan itu.."ucap tuan hong.


Tuan cho tersenyum bangga pada kedua putra tampannya, semua mata yang menatap penuh kagum pesona pria keturunan cho itu.


"Tes...tes... kalian pasti tahu saya mengundang para tamu yang ada disini karena saya cho jaejong ingin menyampaikan pengumuman terkait putra saya..putra yang telah lama hilang dan setelah dua puluh dua tahun kami berhasil menemukannya.... perkenalkan dia adalah cho myungsoo atau david cho...putra bungsuku..."ucap tuan cho, sedangkan myungsoo maju beberapa langkah dan berdiri disamping cho jaejong.


"Chukae....cho jaejong-ssi...akhirnya kau bisa menemukan putramu....selamat...."ucap beberapa kolega tuan cho dan juga kyuhyun.


"Nyonya cho selamat...ah putramu sangat tampan... ah andaikan aku punya seorang putri..."ucap nyonya jung yang tidak lain adalah teman nyonya cho.


"Bagaimana jika dengan putriku..."ucap nyonya choi.


"Terimakasih..hahaha..sayangnya putraku sudah mempunyai tunangan..."ucap nyonya cho dengan bangga.


"Kalau begitu bagaimana dengan putra sulungmu..."tanya tuan choi.


"Ah...Yeobo jangan tanyakan padaku...lebih baik kau tanyakan pada kyunie saja..."balas nyonya cho.


"Hyung disini...dia sedang patah hati...."ucap tuan cho.


"Eoh... wanita itu sungguh sangat hebat bisa menaklukan seorang cho kyuhyun..."ucap tuan choi.


"Tuan dan nyonya... selamat menikmati hidangannya....."ucap tuan cho pada semua tamu yang hadir di kediaman cho jaejong.


"Anyeonghaseyo...jeoseonghamida..karena terlambat... Bae hyunbin imnida...dan ini istriku...Bae shinhye.."sapa tuan Bae.


"Ah anyeonghaseyo..."sapa nyonya Bae.


"Ah... senang bertemu kalian... cho jaejong...myungsoo appa..."ucap tuan cho.


Pesta penyambutan myungsoo berjalan dengan sangat lancar. Sooji kemudian berjalan mendekati myungsoo, dan mengatakan sesuatu pada myungsoo.


"Mwo...jinjjayo...."ucap myungsoo tidak percaya.


"Ne...oppa....aku melihatnya sendiri..."balas sooji.


"Tetap rahasiakan dulu dari hyung ..."ucap myungsoo.


"Arrasseo....ayo kita berdansa oppa..."ajak sooji dengan mengaitkan lengannya pada lengan myungsoo.


Sedangkan cho kyuhyun dia lebih suka menyendiri, dan meminum minuman mahalnya. Jika sesekali ada yang menyapa dia akan membalasnya, kalau tidak wajahnya tetap datar tanpa ekspressi.


Rumah atap.


Bibi han masuk kerumah atap yang telah seminggu ini ditempati joohyun dan juga daniel. Kyuhyun mematikan layar tv ketika daniel datang dengan membawa mainannya.


"Eomma...mobil ini rusak....appa...daniel ingin bertemu dengan appa...biar bisa memperbaiki mobil daniel..."ucap daniel.


"Daniel-ah... dengarkan eomma ne....saat ini appa sedang sibuk...dan daniel tentu tidak bisa bertemu dengan appa..."ucap joohyun.


"Ahgassi anda belum bersiap.. daniel...igeo...halmoni membawakan makanan kesukaan daniel..."ucap bibi han.


"Bibi han tahukan jika daniel alergi dengan..."ucap joohyun.


"Ahgassi tenang saja...saya membuatnya sendiri tadi pagi..."balas bibi han.


"Aku akan bersiap-siap ahjumma....tolong jaga daniel ya...."ucap joohyun yang kemudian kekamarnya dan mengambil gaun.


"Arrasseo...."balas bibi han.


Exclusive Bar,


Seorang pria tampan tengah menggandeng seorang wanita yang cantik serta sexy untuk menghadiri pertemuan yang memang diadakan di Exclusive Bar.


"Atas nama Vcourt Group...."tanya pria yang bertubuh tinggi.


"Mari tuan saya antar..."ucap sang pelayan.


Pria tinggi itu dan kemudian membawa joohyun untuk masuk diruangan yang tentu saja sangat privasi.


"Masuklah dan tunggu disini..aku akan kekamar mandi..."ucap pria yang membawa joohyun.


"Nde..."balas joohyun menatap tidak suka dengan apa yang tersaji dimeja itu.


Lima menit kemudian seseorang membuka pintu ruangan, pria itu mengedarkan pandangannya dan kemudian menatap joohyun dengan pandangan yang memang sulit diartikan.


"Neo...."ucap pria itu.


"Jeoseonghamida...telah membuat menunggu lama..."ucap pria yang datang bersama joohyun tadi.


"Siapa dia... bisa jelaskan padaku..."ucap pria itu dan membuat joohyun nampak tidak nyaman dengan tatapan rekan kerja dari klien barunya.


Yah seo joohyun kembali menjadi pemain, untuk memenuhi kebutuhannya selama beberapa bulan ini.


Yang mau cepet update, ayo dong tinggalkan komen dan juga vote yang banyak....


Jangan lupa order ff ku yang Puzzle of Love....😊