One + One (One Night Stand)

One + One (One Night Stand)
One + One (23)



Audrey sampai di Caffe. Ia langsung menemui si kembar.   Mencium bergantian pipi si kembar dan menanyakan kabar anak-anaknya itu. Tidak lupa ia meminta maaf, karena sudah terlambat datang.


"Kalian tidak marah, kan?" tanya Audrey menatap Cello dan Cella bergantian.


Cello dan Cella menggelengkan kepala bersama-sama. Mereka tersenyum menatap Audrey.


Audrey menatap gambar yang ada di atas meja, "Kalian menggambar apa? Mama boleh lihat?" tanya Audrey.


"Tentu," jawab Cella.


"Boleh, Ma." jawab Cello.


Audrey mengambil gambar Cella dan Cello di atas meja, lalu melihatnya. Audrey tersenyum melihat gambar Nicholas, Sherlyn, Cella, Cello dan dirinya digambar. Saat melihat gambar disebelahnya, Audrey mengerutkan dahi. Ia melihat gambar pria dan tulisan Papa di atas kepala gambar itu.


Dilihatnya gambar lain, yakni milik Cella. Digambar Cella juga ada gambar pria dengan tulisan Papa di atas kepalanya. Setelah melihat gambar kedua anaknya, Audrey pun menatap Cello dan Cella yang sedang sibuk bermain.


"Apa ini?" gumam Audrey.


Audrey lantas meletakkan gambar Cello dan Cella di atas meja. Melihat gambarnya sudah dilihat Mamanya, Cella pun bertanya, apakah gambarannya bagus, atau tidak?


"Mama, Mama ... bagaimana gambarku?" tanya Cella.


Audrey tersenyum mengusap kepala Cella, "Bagus sekali. Putri Mama pintar menggambar, ya." puji Audrey.


"Mama sudah lihat ini? Cella menggambar Papa. Apa Papa Cella dan Cello tampan seperti ini?" tanya Cella menunjuk gambar pria disamping gambar Mamanya, lalu menatap Mamanya penuh rasa penasaran.


Audrey terkejut. Ia tidak menyangka akan diberi pertanyaan yang membuatnya bingung untuk menjawabnya.


Cello menatap Audrey, "Memangnya Papa jelek, ya? kenapa Mama diam saja?" tanya Cello.


Audrey melebarkan mata, "Ya? Oh, maaf. Mama sedang tidak fokus. Papa ... hm, Papa itu sangat tampan." jawab Audrey.


Tiba-tiba Audrey terbayang wajah tampan Hansen dengan rambut berantakan. Bahkan Audrey terbayang akan tubuh kekar berotot milik Hansen.


"Gilaaaa! Kenapa aku jadi terbayang-bayang wajah sampai bentuk tubuhnya?" batin Audrey.


Audrey menggelengkan kepala cepat agar bisa segera melenyapkan bayanga Hansen yang menghantuinya. Melihat sikap aneh Mamanya, Cello dan Cella bingung, lalu mereka saling bertatapan.


Cella mengedipkan mata, seolah bertanya apa yang terjadi. Dan Cello menjawab dengan menaikkan kedua bahunya.


Tidak lama Sherlyn datang. Ia menyapa si kembar, lalu menyapa Audrey. Sapaannya pada Audrey tidak ditanggapi, Audrey terlihat diam melamun.


Sherlyn menatap Cello dan Cella, "Ada apa dengan Mama kalian?" bisik Sherlyn bertanya.


Cella pun berbisik. Ia mengatakan jika Mamanya aneh setelah membicarakan Papa.


"Papa?" gumam Sherlyn.


Cella menunjukkan gambarnya. Ia menunjuk gambar pria di samping gambar Mamanya.


"Iya, Papa. Ini Papa," jawab Cella.


Sherlyn melihat gambar Cella. Ia mengambil gambar itu untuk melihatnya dari dekat.


"Kalian menggambar Papa?" tanya Sherlyn lagi.


"Ya, kami menggambarnya. Awalny Cella yang menggambarnya. Karena aku ingin, aku juga menggambar Papa disamping gambar Mama." jawab Cello.


Sherlyn mengangguk-angguk tanda mengerti. Tidak lama Nicholas datang dan melihat gambar Cella. Nicholas juga terkejut saat melihat ada gambar dengan nama Papa di samping Audrey. Nicholas pun menatap Sherlyn, ingin tahu apa yang terjadi.


Sherlyn berbisik, Ia menjelaskan situasinya pada Nicholas. Nicholas mengengguk-angguk, ia sudah mengerti apa hal yang terjadi.


"Jadi begitu. Apa dia sedang memikirkannya?" bisik Nicholas ke telinga Sherlyn.


"Mungkin saja. Lihat wajahnya yang merah itu. Jangan-jangan dia memikirkan hal yang tidak-tidak," bisik Sherlyn.


Sherlyn mendekat dan berbisik memanggil Audrey. Ia penasaran apa hal yang dipikirkan sahabat baiknya itu sampai tidak menyadari kedatangannya.


"Audrey, hei, Audrey ..." bisik Sherlyn.


Audrey kaget, "haahhh ... kamu mengejutkan saja. Kenapa berbisik seperti itu di telingaku?" kata Audrey protes.


"Lalu aku harus bagaimana? aku sudah memanggilmu sejak tadi, tapi kamu entah memikirkan apa sampai diam mematung." kata Sherlyn.


"A-aku tidak memikirkan apa-apa. Jangan bicara yang aneh-aneh di depan si kembar," kata Audrey.


"Ya, ya, baiklah. Aku tak akan bicara yang macam-macam lagi," sahut Sherlyn.


***


Audrey memasak makan malam. Dan Sherlyn menyiapkan pencuci mulut. Mereka berdua sibuk di dapur.


"Lyn. Akhir bulan ini kamu sibuk?" tanya Audrey.


Sherlyn berpikir sejenak, "Hm ... entahlah. Sepertinya akan sibuk. Kenapa?" tanya Sherlyn.


"Kalau kamu sibuk, berarti kamu tidak bisa ikut pergi denganku. Aku mau ke luar kota karena ada undangan lelang amal." jawab Audrey memberitahu.


"Sayang sekali, ya. Aku tidak tahu pastinya sibuk atau tidak. Yang jelas aku ada beberapa pekerjaan. Aku harus segera menyelesaikan pakaian klienku." jawab Sherlyn.


Sherlyn mendekati Audrey, "Apa kamu akan mengajak anak-anak pergi?" tanya Sherlyn ingin tahu.


Audrey menggeleng pelan, "Entahlah. Aku belum bertanya. Kalau mereka mau ikut aku akan ajak mereka. Kamu tidak apa-apa sendirian di rumah?" tanya Audrey menatap Sherlyn.


Sherlyn menjawab, jika ia akan lembur kalau memang tidak ada anak-anak. Agar bisa lebih cepat menyelesaikan pesanan.


Audrey selesai memasak. Ia membawa panci berisi sup ke meja makan dan meletakan ditatakan yang sebelumnya sudah ia sediakan.


Sherlyn juga membawa potongan buah dan puding, mneyiapkan di meja makan. Saat ingin berjalan menuju kamar si kembar, tenyata si kembar sudah ada keluar dari kamar dan berjalan menuju meja makan.


"Yeahh ... puding." kata Cella senang.


"Hati-hati," kata Sherlyn. Menatap si kembar yang langsung menarik kursi dan duduk.


"Mama buat sup?" Tanya Cella.


"Ya, sup sesuai permintaanmu dan Cello. Oh, ya, kalian kenapa langsung duduk. Apa tidak cuci tangan?" tanya Audrey menatap Cello dan Cella.


"Kami sudah cuci tangan di kamar mandi karena tadi tangan kami kotor habis bermain." jawab Cello.


"Ya, itu benar." sahut Cella.


Audrey tersenyum, "Ya, baiklah kalau seperti itu. Mama akan ambilkan sup kalian dan makanlah dengan baik." kata Audrey


Audrey mengambil mangkuk, mengisi mangkuk dengan sup. Ia melakukan hal sama pada mangkuk berikutnya. Audrey menyiapkan minum untuk kedua anaknya.


"Cello, Cella. Kalian mau ikut Mama, tidak? akhir bulan ini Mama akan pergi ke luar kita untuk tiga hari." tanya Audrey menatap Cello dan Cella bergantian.


"Wah, apa kita akan liburan? Mama Elyn juga ikut?" tanya Cella.


"Tidak, sayang. Mama ada perkerjaan yang tidak bisa ditinggal." jawab Sherlyn.


"Oh, begitu." sahut Cella bergumam.


"Bagaimana? Mau ikut, tidak?" tanya Audrey lagi memastikan.


Cello dan Cella saling menatap, lalu menganggukkan kepala bersama-sama. Mereka bersedia ikut bersama Audrey ke luar kota.


Audrey tersenyum cantik. Mengusap kepala dua anaknya bergantian. Ia pun mengambilkan sup untuk Sherlyn dan menghidangka sup dihadapan Sherlyn. Ia juga mengambil sup untuk dirinya sendiri, lalu duduk disamping Sherlyn. Mereka menikmati makan malam bersama-sama.