
Mendung, akankah turun hujan? Kenapa? Kenapa harus hujan di hari ulang tahunku? Aku benci hujan di bulan November, semenjak kejadian itu aku membenci hujan di bulan November, hujan yang begitu menyakitkan untuk ku lihat, menyakitkan untuk ku ingat kembali. Kejadian yang membuatku kehilangan mereka yang menyayangiku.
"Kamu baik-baik saja Zara?" suara itu, suara lembut yang familiar di telingaku, suara kak Nia.
"Aku baik baik saja kak Nia" sambil tersenyum pahit.
"Mungkin akan turun hujan hari ini. Aku tau hujan di bulan ini amat menyakitkan bagi mu, tapi kamu harus bisa menghadapinya" sambil memeluk.
"Kenapa harus hari ini kak, kenapa hujan datang di hari ulang tahunku" tiba tiba menangis.
"Jangan menangis, aku di sini bersamamu, hapus air mata mu, ayo kita masuk walau acaranya masih jam 7 tapi kamu harus bersiap-siap untuk nanti, jangan sampai wajah cantik kamu jadi jelek karna menangis" hibur sang kakak.
"Baiklah" melepaskan pelukan dan berjalan masuk ke restoran.
"Zara, bisakah kamu melupakan kejadian itu?" Sambil melihat langit.
●●●
Perkenalkan namaku Azahra Putri keluarga dan teman teman biasa memanggil ku Zara. Aku mahasiswi di salah satu Universitas terkemuka di Negara ini. Karena lingkup keluarga ku berasal dari dunia Bisnis aku mengambil jurusan Ekonomi dan Bisnis di kampus. Aku memiliki sahabat bernama Levina Kirana biasa ku panggil Evi. Kami bersahabat sejak aku masuk SMP, itu pertama kalinya aku berteman sejak aku pindah dari kota asal ku.
*Kampus*
Pagi itu aku duduk di bawah pohon dekat kantin. Terdengar suara yang familiar ku dengar memanggil namaku.
"Hai, Zara" teriak Evi dari kejauhan.
"Evi, ada apa?" tanya Zara sambil menutup buku yang di baca.
"Zara kemungkinan hari ini dosen ekomoni tidak hadir karena ada urusan, jadi kita free hari ini" sambil kegirangan menyampaikan berita.
"Eeehh buku apa yang sedang kau baca?" melirik ke arah bukh di tangan Zara.
"Ahh, ini novel yang baru ku baca, ceritanya bagus kamu mau coba baca" sambil menunjukan buku ke arah Evi.
"Ahh tidak aku tidak tertarik, mau baca buku kuliah aja sudah bagus, masih harus baca novel. Aku lebih suka baca postingan akun gosip di Istagaram" sambil tertawa licik.
"Hahaha ada-ada saja kamu, oh iya Evi bagaimana kalau pulang nanti temani aku ke kantor kakek, ada yang ingin aku bicarakan ke kakek mengenai ulang tahunku.
"Baiklah" sabil merangkul Zara.
●●●
Setelah orang tuaku meninggal karena kecelakaan dua belas tahun lalu. Aku dan kak Nia di rawat oleh kakek dan nenek, tetapi 2 tahun setelah itu nenek meninggal karena sakit. Kakek merupakan orang yang tegas dan disiplin, walau begitu kakek sangat menyayangi aku dan kak Nia. Kakek merupakan pendiri Perusahaan Cakrawala Putra bersama dengan adiknya dia menjalankan perusahaan tersebut. Setelah lulus kuliah nanti aku akan menggantikan posisi kak Nia menjadi Wakil Direktur di perusahaan Cakrawala Putra.
*Kantor*
"Hai pria tua" sapa Zara pada pria tua gagah yang ada di hadapannya umurnya sekitar 68 tahun tapi masih terlihat seperti 50 tahun.
"Zara kau sudah datang, sudah kakek bilang jangan panggil seperti itu di kantor" sambil menutup berkas yang telah di tanda tangani.
"Hihihi baiklah kakek, aku kesini ingin membahas lokasi pesta ulang tahunku" sambil menghampiri dan duduk di kursi depan kakeknya.
"Jadi kamu sudah tau akan di adakan di mana ulang tahunmu minggu depan?" tanya kakek.
"Iya, ada restoran dekat sini sepertinya bagus lagi pula dekat dengan kantor jadi kakek dan kak Nia tidak akan punya alasan untuk tidak datang ke pesta ulang tahunku" sambil tertawa
"Wah, Wah, Wah, ada orang yang akan mengambil posisi ku tahun depan, sedang apa kamu di sini sambil tertawa seperti itu? apa sedang merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan ku?" berjalan menghampiri.
"Ehh, baru ku tinggal lima hari karena dinas sudah kangen ya?" sambil memeluk balik.
"Kapan kamu sampai nia? Kenapa langsung ke kantor, harusnya istirahat saja di rumah" tanya kakek
"Tadi andy* menelfon, katanya ada berkas yang harus aku tanda tangani"
*Andy adalah sekretaris Nia.
"Kakak, apa kakak tidak rindu pada ku?" sambil mengeluarkan ekspresi lucu
"Iya, Iya aku juga merindukan mu kucing nakal ku" sambil mengelus rambut Zara.
"Nia, ada yang ingin aku bahas bersama mu" dengan wajah serius
"Ah, iya kek. Zara sebaiknya kamu pergi untuk mempersiapkan pesta ulang tahun mu yang tinggal seminggu lagi. Di depan aku juga melihat Evi, kamu pergi bersamanya kan? jangan buat dia menunggu mu terlalu lama" bujuk sang kakak sambil tersenyum.
"Ahh iya kak, kalo begitu aku pergi dulu. Jangan lupa pulang untuk makan malam di rumah ya pak tua hahahaha" sambil berlari keluar.
"Ahh, bocah ini masih saja memanggil seperti itu" dengan wajah kesal.
"Ahahaha, zara masih memanggil mu seperti itu" tertawa kecil.
"Diam kau, apa mau ku turunkan jabatan mu menjadi OB?" bergumam kesal.
"Ahhh, selalu saja mengancam dengan jabatan" jawab cuek.
"Baiklah, ayo kita bahas perjalanan dinas mu" sambil menutup pintu ruangan.
●●●
*Restoran*
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya karyawan restoran.
"Ah iya, saya ingin memesan tempat ini untuk acara ulang tahun saya tanggal 28 November pukul 7 sampai 10 malam" jawab Zara.
"Baiklah, kebetulan belum ada yang memesan pada tanggal itu, bisa saya tau atas nama siapa acara ini? dan mohon untuk memilih daftar menu untuk acara tersebut" tanya karyawan sambil memberikan buku menu dan kertas.
"Baik akan saya isi" sambil menerima buku menu dan mulai mencatat.
Beberapa menit kemudian.
"Ini dia sudah selesai" sambil memberikan kertas.
"Baiklah, kami akan mendekor ruangan restoran untuk tema ulang tahun" sambil tersenyum.
"Terima kasih" balik tersenyum.
Saat beranjak dari meja aku melihat seorang pria berdiri di dekat meja kasir tubuhnya tinggi tegap tingginya sekitar 180 cm memakai kemeja warna merah maroon dan dasi berwarna hitam. Dengan senyumannya yang manis, mataku enggan memalingkan pandangan itu.
"Zaraaaa" Sambil mengagetkan.
"Eviii... mengagetkan saja" sambil mengelus dada.
kamu lihat apa si sampai bengong gitu?" melihat sekeliling.
"Bukan apa-apa, yuk kita pulang sudah sore" mengalihkan pembicaraan sambil menarik evi keluar dari restoran.
Entah mengapa sejak saat itu senyum pria itu tak pernah hilang dari ingatan ku. Pria yang tidak aku kenal kenapa aku bisa selalu memikirkan mu?