Noah

Noah
Orang yang spesial



Noah yang masih ada dipuncak bersama beberapa teman barunya itu sedang menikmati alam siang hari, walaupun terik, tetapi rindangnya dedaunan pohon yang tumbuh Disana membuat suasana menjadi sejuk.


"Aku ingin menikmati sejuknya suasana ini sepanjang hidupku." ucap Noah sambil menghela nafasnya.


"Apa aku terlambat?" seru Ling dari jarak yang tidak begitu jauh.


"Tidak terlambat, kita baru saja akan memulai." sahut Roya.


"Apa yang akan kita bahas disini?" tanya Noah sedikit bingung.


"Baiklah, karena semua sudah berkumpul maka aku akan memulainya." ujar Roya


Sekelompok pemuda itu berkumpul, ada yang duduk cukup santai, ada yang berdiri, ada pula yang bersandar didekat batang pohon yang ditata mirip bangku.


"Noah! Apa kau tahu? tanganmu itu sebenarnya ada mantra yang sedang dicari?" tanya Roya memulai topik diskusi mereka.


"Tentu saja. Aku tahu! bahkan semua mantra sedang dikumpulkan bukan?" jawab Noah.


"Bukan itu maksudku! Apa kalian tahu, apa yang diinginkan raja kita?" tanya Roya lagi.


"Memperluas wilayah kekuasaannya, bisa jadi." sahut Ling.


"Bisa jadi, tetapi itu tidak ada keterkaitan dengan mantra yang dimiliki Noah." potong Roya.


"Menjadi raja terkuat?" tanya Alka.


"Salah juga. Apa ada yang tahu?" Tanya Roya lagi.


"Jika kau tahu, langsung saja, jangan buat ini menjadi kuis cerdas cermat." potong Noah.


"Yang diinginkan Raja adalah kehidupan abadi!" Jawab Roya.


"Lalu apa kaitannya dengan tangan hitam Noah?" tanya Arka yang duduk didekat Ling.


"Mantra ditangan Noah adalah mantra abadi. Mantra ini sudah dicabik-cabik tetapi masih terjaga dan disimpan dibeberapa desa kuno.


jika potongan-potongan gulungan itu disatukan, maka penggunanya akan menjadi abadi dan tidak bisa mati." sambung Roya.


"Hahahaha... Apa kau yakin dengan kata-katamu ini?" Noah sedikit tertawa mendengar penjelasan Roya.


"Aku tidak bercanda. Sejauh yang kita tahu, tangan Noah sampai saat ini belum ada yang bisa menandingi. Bahkan sabetan pedang Alka yang begitu tajam, tidak mampu menggores tangan hitam. Bayangkan jika mantra ini menyebar di seluruh tubuh seseorang? maka tidak ada senjata yang mampu melukai orang itu. itulah alasan mengapa mantra ini disebut mantra abadi."


"Cukup masuk akal. tetapi apakah benar tangan ini adalah tangan iblis?" tanya Arka.


"Jika apa yang guru Sina sampaikan adalah benar, maka sudah bisa dipastikan Noah adalah inang dari si Hitam." sahut Roya.


"Jadi? maksudmu? Si Hitam lah yang membuat mantra tangan Noah ini?" tanya Ling.


"Semua mantra berasal dari si Hitam. Si Hitam tidak memiliki tubuh fisik. Dia memberi mantra dengan tujuan untuk menguasai tubuh pengguna mantra. Jika pengguna mantra mencabut mantra yang Ia pakai, maka tubuh pengguna dapat dirasuki oleh si Hitam." jawab Roya.


"Guru Rosoku, Beliau pernah mengalami hal itu. Ketika mantra dicabut, Guru Rosoku menjadi tak sadar dan hilang kendali atas tubuhnya." sambung Ling.


"Apa yang terjadi dengan paman Rosoku adalah kasus yang sedang kita bahas ini. Paman Rosoku dikuasai oleh Si Hitam. itulah sebabnya bibi Tiara tidak memiliki pilihan lain selain membunuhnya." ucap Roya pelan.


"Jadi itu alasan bibi Tiara membunuh guru? Inikah alasan mengapa guru selalu memarahiku jika aku mempelajari mantra? Dia selalu tidak ingin jika murid-muridnya mempelajari mantra. Aku dan beberapa murid lain tidak mempedulikannya." ujar Ling dengan wajah sedih.


"Ling, Aku berjanji atas nama Guru dan semua saudara kita yang mati, akan ku balaskan dendam mereka!" sambar Arka.


"Aku dan Liber sudah memutuskan untuk menjaga Noah. Jika perang benar terjadi, maka Noah tidak boleh tertangkap." ucap Roya lagi.


''Yang benar saja? Aku tidak butuh pengasuh seperti kalian!" bantah Noah.


"Dengar... jika kau tertangkap, mantramu akan dicabut! dan konsekuensinya.... kau tahu sendiri kan?" kata Roya mencoba meyakinkan Noah.


"Maksudmu aku akan dikuasai si Hitam?" tanya Noah.


"Itu memang sudah menjadi ketetapan. barang siapa mengandalkan mantra, ia berada di bawah kuasa si Hitam." ujar Liber.


"Bukankah kebanyakan dari kita disini adalah pengguna mantra?" tanya Arka.


"Maka berusahalah untuk bertahan dalam perang ini, jika tertangkap dan mantra mu diambil, maka kau hanyalah tubuh yang dikuasai si Hitam." ucap Liber sambil menatap Arka.


"Jika tahu seperti ini aku tidak perlu mempelajari mantra api!" sabung Arka kesal.


"Jangan sedih. Kita jangan menyia-nyiakan kekuatan mantra ini! jangan melihat hal negatifnya saja. dengan mantra ini bukankah kita menjadi semakin kuat? Untuk itu, kita harus bertarung demi diri kita dan demi semua yang sudah ditipu oleh mantra.!" kata Ling tegas.


"Aku cukup setuju dengan kalian." sambar Alka.


"Jangan sia-siakan perjuangan senior-senior kita yang sudah pergi mendahului kita. Jaga diri kalian dalam peperangan, dan ingat. Mantra ditangan Noah, jangan sampai jatuh ke tangan kerajaan." sambung Alka lagi.


"Hei.... Noah.... kenapa bengong?" tanya Liber yang melihat Noah diam.


"Jika memang demikian, Apakah Kimora akan dirasuki juga jika mantranya dicabut?" tanya Noah.


"Tentu saja. semua pengguna tanpa terkecuali." jawab Roya.


"Sudah ku putuskan.... kita harus melindungi Kimora." ucap Noah.


"Lindungi dirimu sendiri. kami menghawatirkan mantra yang ada di tanganmu, jadi jangan menjadi pahlawan untuk seorang gadis. yang paling utama adalah dirimu." sabar Alka.


"Tenang saja, Aku dan tangan ini.... tidak terkalahkan." sahut Noah tegas lalu berjalan pergi dari tempat itu.


Suasana hening sejenak. Pemuda-pemuda itu saling menatap satu sama lain.


"Apa kalian pernah membaca legenda rajawali putih?" tanya Alka.


"Yup! Aku pernah!" sahut Ling.


"Rajawali putih akan muncul jika mantra abadi disatukan." ucap Alka.


"Itu hanya mitos bukan?" sambar Arka.


"Bukan mitos.... itu sebuah kenyataan... mungkin kita akan melihat kebangkitan rajawali putih." jawab Alka.


"Jika Noah ditangkap! ingat mereka boleh mengambilnya, tetapi jangan mengambil mantranya." Ucap Roya.


"Kau sebenarnya ingin menjaga Noah? atau hanya ingin tangannya?" tanya Liber


"Sejauh ini, Noah masih lugu dan polos... harusnya siapapun pengguna mantra abadi, akan dipengaruhi oleh sifat si Hitam. Itulah kenapa Noah spesial." sahut Roya.


"Kita sudahi ini, Aku akan melindungi Noah dan semua yang ada di bukit ini.!" ucap Ling lalu pergi, diikuti Arka.


"Menarik.... Aku penasaran.... akan seperti apakah cerita Mantra hitam ditangan Noah."


Bersambung.....