Noah

Noah
Teknik mengerikan Noah



Cuaca menjelang siang itu cukup panas, sekalipun tempat itu ditengah -tengah hutan. Seorang pemuda sedang berjuang keras dengan latihannya. wajahnya begitu serius, keringat sekujur tubuhnya menandakan tidak ada hal lain dipikirannya selain menguasai teknik yang Ia pelajari. walaupun nafasnya sedikit terengah-engah, Ia masih kokoh memasang kuda-kuda, menarik nafas panjang, beberapa saat kemudian terlihat uap tipis mulai menyelubungi tangan pemuda itu. Ia mencoba melakukan beberapa gerakan dengan tangan yang masih berselubung uap, ya... uap yang muncul akibat konsentrasi energi tinggi. sebuah pukulan diarahkannya kesebuah batu didepannya dan... Duar! sebuah dentuman menggelegar akibat dihantam tangan penuh energi itu.


"Argh....! sialan, rasa sakit apa ini!" teriak Noah kesakitan.


"Jangan kehilangan Konsentrasi Noah!" teriak orang tua yang dari tadi memperhatikan latihan Noah.


"Tanganku!" Noah masih mengerang sambil memegang salah satu tangannya.


"Biar aku melihatnya" kata Villand sambil berlari kearah pemuda yang kesakitan itu.


Dilihatnya tangan pemuda itu, betapa ia terkejut, tangan pemuda itu penuh sobekan luka.


"Jika kau kehilangan Konsentrasi, inilah yang akan terjadi. Energi itu akan meledak di tanganmu." jelas Villand sambil berusaha melihat tingkat kerusakan pada tangan Noah.


"Kau beruntung, sarafmu baik -baik saja. biar kulihat tangan yang lain." kata Villand sambil menarik tangan Noah yang legam.


"Tangan hitam mu baik-baik saja. Apa kau merasa sakit ditangan hitammu ini?" tanya Villand.


"Tidak! hanya yang ini pak tua"


"Syukurlah, kalau begitu." sahut Villand.


"Apa kau sudah gila, Tanganku hampir buntung dan kau baru saja mensyukurinya?" Sambung Noah kesal.


"Jangan cengeng bocah. Tanganmu akan sembuh. Tapi kita menemukan sesuatu yang menakjubkan." kata Villand sambil berusaha membalut tangan Noah yang terluka.


"Ya... sangat menakjubkan karna seorang guru nyaris melumpuhkan muridnya sendiri dengan teknik anehnya." sambung Noah.


"Mari kita turun ke goa sebentar, istirahat dan makan lah dulu. Setelah itu akan ku berikan masukan untuk mengasah teknik ini." Kata Villand.


"Kau ingin aku cacat ya pak tua?" potong Noah


"Berisik sekali! Aku Gurumu! Aku tahu yang terbaik untuk mu!"


"Dan kau sudah membuktikan dengan hampir memutuskan lenganku!" sambung Noah lagi.


"Kau yang gagal saat berkonsentrasi. itu salahmu, tapi dengan tangan hitam mu itu, kau mungkin bisa tak terkalahkan."


"Serius? apa kau tidak salah bicara?" Noah berbicara seakan mengejek


"Jadi kau belum sadar? kau mengumpulkan energi di kedua tanganmu, lalu berusaha menghancurkan batu itu dengan tangan hitammu. disaat kau kehilangan Konsentrasi, tanganmu yang tidak dibalut mantra itu langsung menerima dampak dari ledakan energi. sementara tangan hitam yang kau gunakan untuk menyerang tidak mengalami kerusakan. Artinya, tangan hitammu itu kebal terhadap ledakan energi." jelas Villand.


"Lalu?" tanya Noah bingung


"Aku mengajarkanmu teknik pengerasan, dimana penggunanya memerlukan konsentrasi yang tinggi selama durasi penggunaan. Artinya jika kau menggunakan selama bertarung, maka selama itu juga kau wajib berkonsentrasi terhadap penyaluran energi itu. Sementara dengan tangan hitammu tadi, kau menciptakan teknik baru." sambung Villand.


"Teknik baru?"


"Teknik ini adalah teknik yang berbahaya bagi orang lain, tetapi sangat efektif bagimu. Jika kau gunakan hanya pada tangan hitammu itu."


"Jadi teknik apa ini?"


"Teknik pelepasan. itu adalah teknik yang memang pernah digunakan hanya oleh master energi, namun hanya digunakan dua kali atau bahkan hanya sekali seumur hidup."


Noah hanya bengong, seakan bingung dengan penjelasan panjang dari Villand.


"Berlatihlah teknik itu, hanya menggunakan tangan hitammu. salurkan energimu hanya pada tangan hitam, sesaat sebelum menghantam target, buatlah ledakan energi." Jelas Villand lagi.


"Aku baru saja pada tahap menyalurkan energi, lalu kau memintaku untuk meledakan energi itu. Bagaimana caranya?" tanya Noah bingung.


"Hei bocah, kau tadi baru saja melakukannya!" jawab Villand kesal


"Tapi malah tangan dan sekujur tubuhku sakit." sambung Noah


"Itu karna kau tidak menyalurkan hanya pada tangan hitammu. Jika kau salurkan hanya pada tangan hitammu, itu akan menjadi senjata yang mengerikan."


"Tapi batu itu mengatakan hal yang sebaliknya". Kata Villand pelan sambil menunjuk batu yang tadi dihantam Noah.


Betapa terkejutnya Noah, batu kokoh itu hancur berkeping -keping, bahkan tanah disekitarnya ikut retak.


"Apa ini aku yg melakukannya?"


Noah termenung, seakan tidak percaya, Dia kemudian menoleh ke arah kearah Villand.


Orang tua itu berjalan menuju goa, lalu berteriak "Kau bisa menghancurkan gunung jika kau bisa berlatih lebih sungguh lagi."


Mata Noah berbinar, Lalu melompat dan berlari kesana kemari.


"Aku berhasil! "Aku berhasil!"


"Hei Kimora! Lihatlah aku berhasil! whahahaha..... Aku berhasil!!


Villand baru saja masuk kedalam goa, Dia melihat putrinya baru selesai meditasi.


"Si bodoh itu sedang apa ayah? Teriakannya mengganggu ku." tanya Kimora.


"Dia gagal mempelajari teknik pengerasan" sahut Villand.


"Sudah kuduga, si bodoh itu memang tidak berbakat."


"Tapi dia berhasil menguasai teknik pelepasan." kata Villand.


"Apa? bukannya itu teknik yang sangat merusak? baik pengguna dan target akan di rusaki energi yang meledak?" tanya Kimora.


"Yup.... ledakan itu tidak membahayakan tangan hitam Noah. tangan Hitam nya adalah senjata yang mengerikan jika dikolaborasi dengan teknik pelepasan " sambung Villand.


"Dia itu sebenarnya bodoh atau jenius?" celetuk Kimora.


"Dia hanyalah si bodoh yang beruntung" kata Villand sambil tersenyum.


"Hei Hei Hei!!!! Apa kalian ingin ku perlihatkan teknik baru ku?" sambar Noah yang tiba-tiba ada di pintu masuk goa.


"Si paling pamer..." kata Kimora


"Kita makan dulu Noah, Sebelum kau teruskan latihan" Potong Villand sambil menuju meja makan.


"Hei Kimora, dengan ini kau tak perlu khawatir, aku akan melindungi mu sampai dendam ibumu terbalaskan." kata Noah dengan wajah yang ceria sambil menatap Kimora.


Villand terkejut mendengar kata-kata Noah, Ia sempat berbalik melihat ke arah Kimora.


"Orang ini, bodoh, jenius, tapi kadang dia menjadi harapan," Kimora berbisik dalam hati nya


Secara tak sadar Kimora merangkul Noah, lalu berkata "Terima kasih Noah"


Noah ingin membalas pelukan itu, tapi sebelum tangannya beraksi matanya melihat Villand yang sedari tadi memperhatikan Noah dengan mata yang membelalak.


"Maaf Kimora, tidak baik memeluk seorang laki-laki... didepan ayahmu" bisik Noah sambil melepaskan pelukan Kimora, tetapi ekspresi wajah Noah memperlihatkan kebahagiaan, begitupun dengan Kimora.


"Apa kau ingin benar-benar cacat?" Tanya Villand kepada Noah yang sudah ada di meja makan.


"Hei, bukan aku yang memeluk dia. Dia yang memeluk aku" sahut Noah.


"Sekali lagi kau melakukan itu, ku pastikan tidak ada tulangmu yang menempel pada sendi-sendinya."


"Pak tua, kau benar-benar kejam"


Bersambung.....