Noah

Noah
Sebuah Teknik Mengerikan



Didalam sebuah pertarungan tentu membutuhkan teknik bertarung. Diantaranya ada yang menggunakan mantra, ada yang menggunakan senjata tajam ataupun menggunakan tangan kosong.


Bertarung dengan tangan kosong, tentu saja membutuhkan teknik yang pas, agar memaksimalkan tiap gerakan menjadi senjata yang mampu menumbangkan lawan.


Selain gerakan beladiri, tentu agar menjadi senjata, dibutuhkan energi murni yang memungkinkan penggunaan tangan kosong bisa menghasilkan daya hancur yang luar biasa ketika bertarung.


Energi murni yang disalurkan kebagian tubuh tertentu akan menghasilkan kerusakan yang parah untuk korban yang terkena serangan.


Teknik Pengerasan adalah salah satu teknik yang memanfaatkan energi murni dan merupakan teknik yang paling jarang digunakan para ahli tarung. teknik ini berbeda dengan zirah mantra, yang memberikan kekuatan instan bagi penggunanya. Zirah mantra memberikan kekuatan dengan batas dari kekuatan mantra itu sendiri, sementara teknik pengerasan akan semakin meningkat jika sering dilatih.


Teknik pengerasan diaktifkan dengan memusatkan energi murni pada bagian tubuh tertentu. pemusatan energi murni ini menghasilkan konsentrasi energi yang memungkinkan tubuh dijadikan senjata yang mematikan.


Energi murni yang dikonsentrasikan harus tetap dijaga selama penggunaan agar tetap stabil, dengan begitu bagian tubuh yang di beri energi ini, menghasilkan gelombang energi stabil, Gelombang energi yang stabil ini akan memperkuat serangan ataupun menjadi tameng untuk bertahan didalam pertarungan.


Penggunaan teknik ini memaksa tubuh untuk terus menghasilkan energi murni selama digunakan, hal ini tentunya membuat pengguna mudah kelelahan atau bahkan kehabisan energi murni. inilah sebabnya dibutuhkan orang dengan daya tahan fisik yang kuat, agar penggunaan teknik ini menjadi lebih maksimal.


Ada banyak tahap yang harus dilalui bagi pemula untuk bisa menggunakan teknik ini, baik tahap dasar sampai dengan tahap lanjut.


Hanya ada sedikit pengguna dari teknik ini, hal ini bukan karna tanpa alasan. Alasan yang paling mendasar adalah kebanyakan petarung sulit mengontrol energi murni yang dikonsentrasikan, sehingga menjadi tidak stabil, hal ini bisa menghasilkan ledakan energi dan malah menjadi bumerang bagi penggunanya.


Ya, jika energi yang dikonsentrasikan tidak stabil dan meledak, maka hal paling ringan yang didapatkan penggunanya adalah hancurnya saraf bagian tubuh yang terkonsentrasi oleh energi tersebut, atau bahkan jika konsentrasi energinya kuat maka bisa menghancurkan tangan penggunanya disaat itu juga.


Tidak sedikit juga petarung yang mencoba teknik ini dan kemudian gagal.


Inilah sebabnya mengapa pengguna dari teknik ini langkah dan sulit ditemukan. Bagi petarung yang sanggup menggunakan teknik ini sudah pasti akan dianggap sebagai petarung yang hebat.


Jangan merasa heran jika seorang Ruby langsung menjadi sorotan ketika berhasil menggunakan teknik ini. Bagaimana tidak? Diusianya yang tergolong muda, Dia sudah menunjukan tingkat pengendalian energi murni yang tinggi dengan digunakannya teknik berbahaya ini. Hal ini menarik perhatian para petinggi Pemerintahan dan merupakan hal wajar jika Ruby masuk didalam satuan komando Elit.


Teknik gila ini konon diciptakan oleh seorang Raja bernama Pora, sebelum menjadi teknik yang sempurna Ia harus kehilangan salah satu tangannya, Akhibat dari ketidakstabilan saat penggunaan. Lalu kemudian teknik ini diajarkan turun temurun. Setelah generasi per generasi diwariskan, teknik ini menjadi teknik yang umum. Meskipun merupakan teknik yang umum, namun teknik ini adalah salah satu teknik tersulit yang pernah ada.


Byur!


"Bisakah kau lebih sopan padaku?" teriak Noah yang baru saja basah kuyup.


"Mau tidur sampai hari siang?" sambung kimora


"Ini masih gelap!" sambung Noah yang kesal


"Aku bisa membuatmu tidur sampai siang didalam bongkahan Es jika kau tidak bangun sekarang." jawab kimora dengan Nada marah.


"Aku bisa mulai latihan agak siang, paling-paling harus lari keliling bukit." jawab Noah datar, sambil bangun mengelap muka dan tubuhnya yang basah disiram Kimora.


"Hari ini kita pelajari teknik baru, jadi mulai lebih awal." sambung kimora lalu menuju keluar goa.


"Tentu saja itu berita bagus, Nona pengendali Air." sahut Noah


"Cepatlah Kami menunggumu dibukit!" teriak Kimora lagi.


"Dia begitu kontras. Tingkahnya yang kasar tidak seperti parasnya yang lembut. Jadi ini sebabnya banyak yang berkata, jangan menilai buku dari sampulnya. Dasar cewe sialan." gumam Noah dalam hati sambil memperhatikan langkah Kimora yang sudah ada di luar Goa.


Noah kemudian menata tempat tidurnya, dijemurnya beberapa potong kain yang basah, kemudian mengelap tempat tidurnya yang penuh air.


"Kimora, mana Noah?" tanya Viland


"Pemalas itu masih bermalas-malasan di tempat tidur." jawab kimora


Disebelahnya Tiara sedikit tersenyum mendengar pertanyaan Viland.


"Aku hanya menyiramnya dengan sedikit air." jawab kimora pelan


"Lain kali jangan berlebihan Kimora. Noah itu anggaplah saudaramu." Kata viland.


"Setahu ku Ayah tidak punya anak selain aku." potong kimora kesal.


"Maksud ayah, sedikitlah menunjukan sikap sebagaimana seorang gadis yang lembut." sambung viland.


"Sudahlah viland. Kimora banyak mengalami hal sulit selama ini. mungkin suatu saat dia bisa menjadi gadis yang baik" Tiara mencoba berpendapat.


"Aku setuju dengan pendapat pak tua ini! Gadis ini sangat tidak lembut." potong Noah yang sudah ada disana.


Tak! sebuah rotan menghantam kepala Noah.


"Pak tua, kenapa kau memukulku? bukankah kita sependapat?" teriak Noah sambil memegang kepalanya.


"Diam kau bocah. lebih baik rotan daripada menjadi bongkahan Es!" potong Viland sambil memegang rotan.


Noah melirik ke arah kimora, seakan memberi sinyal bahwa yang dia alami karna ulah kimora.


Kimora disebelahnya hanya menatap dengan wajah yang datar, seakan tidak peduli.


"Sebaiknya kita mulai latihannya." sambung Tiara


"Baik Tiara, kuserahkan mereka padamu" setelah berkata demikian Viland berjalan menjauhi mereka.


"Ayah kemana? bukannya Ayah harus melatih kami?" tanya Kimora.


"Tahap Awal, sebaiknya bersama Bibi Tiara" sambung Tiara lagi.


"Jadi? Bibi bisa menggunakan teknik ini?" tanya kimora penasaran


"Bibi bisa secara teori dan tahap awal adalah hal yang mudah. jadi sementara bibi yang ajarkan."


"Baiklah Bibi, Aku siap!." jawab Kimora tegas dan bersemangat.


"Noah? bagaimana denganmu?" tanya bibi Tiara


"Jika tekniknya tidak menguntungkanku sebaiknya aku tidur." jawab Noah yang masih kedinginan.


DUAR! prak-prak-prak-prak


sebuah batu besar hancur berantakan.


Noah, Kimora dan Tiara melihat ke arah datangnya ledakan.


"Maaf, Aku hanya sedikit demonstrasi dengan teknik yang akan kalian pelajari hari ini" jawab Viland yang baru habis menghantam batu dengan tangan kosong.


Bersambung.