
Jam pelajaran sudah mau di mulai, tapi Molly belum juga kembali, melihat bangku Molly yang kosong Jun pun merasa tidak nyaman dan pergi meninggalkan kelas untuk mencari Molly.
" mau kemana Jun ? " tanya Christ menghentikan langkah Jun.
" toilet " ucap Jun berbohong.
" ya udah, jangan lama-lama, pelajaran udah mau mulai." ucap Christ mengingatkan.
" em " ucap Jun singkat dan berlalu pergi dengan cepat.
......................
" kemana sih nih anak ? " ucap Jun dalam hati sambil berkeliling mencari Molly.
Jun sudah berkeliling mencari Molly di setiap sudut sekolah, mulai dari kelas kosong, belakang sekolah, gedung olahraga, atap sekolah, hingga berakhir di toilet wanita.
" anjir, ngapain gua nyariin tu anak ? sial, gak ada kerjaan aja gue " ucap Jun kesal karena tidak menemukan Molly.
Jun kembali ke kelas yang sudah di mulai dan membuat seisi kelas hening. Dengan santainya, dia berjalan menuju meja dan menatap sesosok gadis yang dari tadi dia cari-cari.
" dari mana kamu Jun, baru masuk sekarang ? ucap pak guru sedikit kesal.
" toilet pak " ucap Jun sambil berjalan menuju.
sang guru hanya menggelengkan kepala dan melanjutkan penjelasannya.
melihat Molly hanya tertunduk dan tak berbicara sama sekali, membuat Jun tidak nyaman.
Hingga bel pulang sekolah berbunyi Molly langsung meninggalkan kelas tanpa berkata sepatah kata pun.
di tengah perjalanan Jun menghentikan langkah Molly dengan motornya.
" loe marah ?" tanya Jun kepada Molly
tetapi Molly hanya diam.
"****" ucap Jun kesal
"masa gitu doang loe marah sih?" ucap Jun
mendengar kata-kata Jun, Molly langsung menatap Jun dengan tajam.
" gitu doang ? " ucap Molly dengan nada marah dan juga lirih.
" seumur hidup aku, gak pernah ada yang berani hina aku, berkata kasar sama aku, tapi kamu sama pacar kamu sudah mempermalukan aku." ucap molly lirih menahan air matanya.
"emang kenapa kalau penampilan aku begini ? salah ?, aku nyakitin kalian ? aku ngerugiin kalian ? engak kan ?" ucap Molly kesal
"aku juga manusia, sama seperti kalian, aku punya perasaan, aku bisa merasakan sakit, sedih, dan aku juga bisa terluka" ucap Molly tidak bisa menahan air matanya lagi dan berjalan pergi.
mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Molly, Jun pun terdiam seribu bahasa.
Chris dan Nuel datang menghampiri Jun yg berdiri terdiam.
"loe knp Jun ?" ucap Nuel.
tetapi Jun hanya terdiam.
"plak" pukulan Chris mendarat di pundak Jun.
"anjir, sakit" ucap Jun sambil memegang pundaknya.
"gua mau ke tempat latihan" Ucap Jun.
"lah, hari ini kan kita gak ada jadwal latihan" ucap Nuel.
tanpa memperdulikan Chris dan Nuel Jun pergi ke tempat latihan.
...----------------...
(Rumah Wolly)
"siang non" ucap kepala pelayan.
tetapi Molly hanya berlalu tanpa menyapa kembali.
"kayaknya mood Non Molly lagi gak bagus deh, mukanya kayak habis nangis" ucap kepala pelayan dalam hati.
sementara itu Molly menyiapkan dirinya dan bersiap ke ruang latihan pribadi yang ada di rumahnya, begitu pula Jun di tempat latihannya.
Jun dan Molly berlatih begitu keras untuk meredamkan amarah mereka.
" Jun, stop" ucap sang coach
tetapi Jun tidak memperdulikannya.
"JUN, STOP, STOP" ucap coach dengan nada tinggi.
seketika itu juga Jun berhenti dengan napas yang tidak beraturan.
"saya tau kamu pasti ada masalah, tapi tidak seperti ini Jun" ucap coach
Jun masih mengatur napasnya dan membaringkan dirinya di matras.
"sebenarnya kamu ada masalah apa? gak biasa kamu seperti ini" ucap coach
"apa papa kamu mukulin kamu lagi? pertanyaan coach yang tidak berhenti karena penasaran.
"tidak apa-apa" dengan senyuman Jun menatap coach nya.
di sisi lain Molly juga terbaring kelelahan karena berlebihan memukul samsak.
"permisi Non, saya bawakan coklat dingin" ucap kepala pelayan.
Molly mengambil posisi duduk dan meminum coklat dingin yang bibi bawakan.
"aahhh, emang coklat dingin tuh yang paling enak" ucap Molly dengan bahagia
"terimakasih ya bi" ucap Molly dengan tulus kepada kepala pelayan.
...****************...
Bab 8 telah usai
.
.
.