
"Bram mana kuncinya? " Tanya Bryan pada malam hari kemarin.
"Kunci apa ,Tuan Muda?" Tanya Bram bingung.
"Kunci kamar Lia masa ya aku minta kunci kamar mu..Edan mungkin aku."Jawab Bryan judes.
"Eist ,ya Tuan tunggu bentar."Sahut Bram melesat mengambil kunci serep kamar Aurelia di ruang khusus perkuncian rumah graha Lin."Ini, Tuan Muda kunci nya."Bram memberikan kunci serep kamar aurelia kepada Bryan.
"Offkan Cctv di kamar aurelia khusus untuk malam ini."Kata Bryan sebelum masuk ke kamar Aurelia dengan kunci serep.Lalu ia kunci dan ia pun menyelinap di balik bedcover hello kity pink Aurelia.
Bryan menciumi wajah Aurelia di mulai dari dahi halus,sepasang alis halus ,sepasang mata yang tertutup rapat ,hidung lucu itu ,bibir yang terbuka sedikit ,kemudian Bryan merasakan Aurelia balas ciumamnya.
"Emm..Aku coba bagian lainnya ,ah."Kata Bryan menjelajahi seluruh tubuh Aurelia ,dengan di mulai dari sentuhan lembut di leher ,dada dan menjalar ke seluruh bagian lainya..
"Mmm..Apakah sebaiknya aku coba saja ?Apakah dia masih di segel ataukah sudah di buka orang lain?" Pikir Bryan yang membuka celana piyama dan bagian lain.
Lalu menerobos goa pipa air Aurelia yang amat mengagumkan dan Bryan melihat darah mengalir di antara kedua sisi kaki Aurelia.Ia pun tersenyum puas mengetahui Aurelia masih suci dan kini gadis itu miliknya seutuhnya.
Bryan melakukan hal itu secara diam -diam namun ia tahu Aurelia juga merasakan setiap sentuhan yang ia berikan kepada istrinya itu bahkan ia lihat Aurelia membalas sentuhannya dengan lebih liar ternyata.
Menjelang pagi hari Bryan keluar dari kamar tidur Aurelia dan menguncinya kembali sebelum ia pun kembali ke kamarnya dan tidur dengan wajahnya berseri -seri bahagia.
Kini di kantor tempatnya bekerja.Bryan selalu ceria dengan senyum di kulum di bibirnya dan ia juga tak mencemooh hasil kerja Roy yang suka lupa memanggilnya dengan sebutan Pak Ceo di hadapan staff adm yang biasa saja bukan dengan nama Pak Bryan.
"Maaf ,Pak Bryan..Saya tak sengaja lupa dengan sandiwara kita sampai jangka waktu yang anda inginkan untuk berada di bagian staf adm bukan di posisi anda sebenarnya di ruang komisaris utama perhotelan GH."Kata Roy membungkuk di depan Bryan yang senyum -senyum saja sambil makan siang sederhana.
"Roy ,ini makanan apa namanya? "Tanya Bryan di kantin kantor.
"Lontong sayur ,Pak."Jawab Roy segera.
"Ini ada kerupuk dan bakwan jagung juga."Kata Steve cleaning service yang heran melihat Ceo Roy ikut makan di kantin kantor khusus karyawan biasa.
"Aku mau minuman es doger juga."Kata Bryan di layani oleh Philip asisten pribadinya sendiri yang membeli es doger di penjual minuman itu di luar kantor.
"Pak Bryan ,kau hebat juga bisa menyuruh Bapak Philip untuk membelikanmu es doger."Kata Devina karyawati yang centil itu.
"Mmm sekali -kali tak apa tapi kalau setiap hari tentu aku akan pecat dia ,Dev."Kata Philip yang untungnya cepat tanggap juga.
Bryan tetap senyum tak menangapi mereka yang di sekitarnya di jam makan siang hari ini dan ia ingat Aurelia yang kuliah di universitas Ubm lalu Bryan mengambil hp nya di saku celana panjang kerjanya dan menelepon istrinya.
"Aurelia , Apakah kau sudah makan siang belum?"
Tanya Bryan di hpnya.
"Sudah."Jawab Aurelia di kantin ubm bersama dengan tiga teman kuliah nya.
"Jangan lupa kalau sudah pulang kuliah ,maka kamu harus pulang ke rumah ontime jam 6 sore jangan terlambat lagi.Ingat itu."Kata Bryan nada memerintah.
"Ya,udah hati -hati ya ?,Kamu kuliah yang benar"
Kata Bryan menutup teleponnya dengan senyum juga sebelum mulai masuk kerja lagi.
Universitas UBM.
Aurelia memandangi hpnya dengan jengkel bukan main karena sikap otoriter Bryan terhadapnya.
"Untung kamu ,ya nikah sama aku !Coba kalau cewek lain yang jadi istrimu ?,Wah bakal tobat dan kapok menjadi istrimu ,Bry?!"Kata Aurelia dengan nada jengkel kepada hpnya yang walpapernya ada foto dirinya dengan Bryan saat berkuda di vila di Kota Lazio,Italy.
"Ei ,Aurel siapa tuh cowok ganteng di walpaper hp mu ?" Tanya Agustina teman asal Kota Jambi.
"Suami ku."Jawab Aurelia bangga.
"Wow ,ternyata kamu sudah menikah ya?" Tanya Rosana heboh sambil menyuap bakso di mulut.
"Iya,aku sudah menikah Rosana."Jawab Aurelia yang menyuap siomay ke mulutnya.
"Lia...!!" Panggil Susi mendatangi Aurelia di kantin Ubm.
"Hai ,Susi ada apa tumben kamu mau jajan di kantin kampus kita padahal kan kamu paling anti jajan makanan murah kayak gini ?" Tanya Erna.
"Ya ,lagi kepengen aja."Jawab Susi judes kepada Erna.
"Uhh ,pasti lagi incar si William kan dosen muda kece kita itu."Kata Rosana yang satu jurusan kuliah dengan Susi.
"Ah ,gak juga kok ,gue ke sini cuma pengen kasih tau Lia mengenai acara reunian Sma kami pada akhir pekan ini di salah satu kafe favorit kami dulu di masa Sma.Itu aja." Kata Susi menaruh kartu undangan reunian Sma mereka di meja kantin di dekat piring siomay Aurelia.
"Iya,gue tanya dulu kepada Bryan apakah dia mau izinkan gue pergi ke reunian atau gak izinkan gue ?
Kemarin aja gue pulang telat ke rumah di omelin sama Bryan.Jadi,sorry Susi ,gue gak janji bisa datang atau gak ke reunian Sma kita pada akhir pekan ini."Kata Aurelia meminta pemahaman Susi mengenai dirinya sekarang bukan lagi Lia yang bebas kayak dulu tapi sekarang ia adalah Lia yang sudah bersuami.
"Oke,gue ngerti Lia."Sahut Susi pergi dari kantin dengan perasaan kesepian tak ada yang teman.
"Maaf ,ya Sus.Aku tak mau kamu terus bahas Rio seperti kemarin di mal karena akan ganggu hidup ku yang sudah berrumah tangga sekarang ini dan ku yakin jika Bryan tahu kalau Rio dulu pernah ada niat untuk menjadikan ku pacar masa depan nya ,
tentu Bryan akan marah besar kepada ku."Kata Aurelia menatap Susi di parkiran mobil setelah mereka selesai kuliah.
"Kalau kamu gak bilang ke Bryan ,maka Bryan gak akan pernah tahu janji mu kepada Rio untuk kamu jadi pacar nya Rio di masa depan setelah kalian lulus Sma atau kuliah tapi nyata dan faktanya kau malah menikah dengan Bryan di masa Sma mu belum selesai."Kata Susi yang merasa Aurelia dan Rio lebih cocok daripada Aurelia dan Bryan yang berbeda dalam segala hal.
"Iya ,sih kamu benar tapi aku gak mau melihat Bryan sedih karena masa lalu ku dengan Rio dan aku jujur kalau tak ada Bryan di kehidupanku saat ini ,aku akan memilih Rio sebagai masa kini dan masa depan ku selamanya."Kata Aurelia yang tak sadar bicarakan hal ini kepada Susi telah di lihat dan di dengar oleh Rio yang datang ke universitas Ubm untuk menyelidiki Aurelia dengan mengikuti Susi yang di ketahui oleh Rio bahwa Susi kuliah di universitas Ubm.
"Lia...Apakah ucapan mu itu benar apabila kamu tak menikah dengan orang panda itu ?Kamu mau menjadi masa kini dan masa depanku?" Tanya Rio menarik lengan kiri Aurelia sampai gadis itu kaget di tarik oleh orang dan menghadap Rio dengan raut wajah panik.
Bersambung..