
Lazio,Italy.
Aurelia Anastasya sangat terkesan dengan Bryan Lin yang tipe cowok klasik yang amat teguh dalam prinsipnya dan juga pandangan hidup yang sangat sederhana di balik kekayaan yang tak ada duanya di dunia.
"Kamu itu amat sederhana sekali serta tak pernah memamerkan segala yang kamu miliki, Bryan kau ini sungguh cowok langka banget deh kayak orang zaman dulu aja." Kata Aurelia Anastasya berbaring di tempat tidur di kamar.
"Chen Chen aku sangat menghargai mu karenanya aku ingin dirimu dapat menikmati masa remaja menjelang dewasa mu dengan alamiah tanpa ada paksaan seperti istilah Dewasa belum waktunya.
"Kata Bryan Lin di kamar lainnya.
Jakarta,Indonesia.
Rio tampak semakin membenci Emilia Sastani Si Ibu tiri yang kini sedang hamil anak kedua untuk menambah anggota baru di keluarga Ferdinan yang meresahkan posisi Rio sebagai anak nomor satu di keluarga Ferdinan.
"Setelah gue jadi adik tiri Si Bryan Sialan itu yang kini jadi suami Aurelia cewek yang gue sayangi..!
Elo masih juga pengen menjadikan papa gue jauh dari gue dengan elu tambahin adek -adek baru buat gue."Batin Rio Ferdinan mendelik sinis Emilia Sastani yang sedang masak untui sarapan pagi di keluarga Ferdinan di dapur.
"Ei Selamat pagi sayang..Apakah kamu menunggu sarapan pagi menu nasi goreng spesial mu siap di meja makan?" Sapa Emilia Sastani keibuan yang amat di benci Rio.
"Gak ,gue ga nunggu sarapan pagi buatan elu tapi gue nunggu elu kapan elu pergi dari hidup gue dan papa gue selamanya.."Jawab Rio judes sekali.
Emilia Sastani terbengong -bengong melihat raut wajah jutek dan nada suara judes pula dari putra tirinya itu .
"Rio ada apa dengan mu ,nak ? "Tanya Emilia nada keibuan kepada Rio.
"Gak ada apa-apa dan gak usah sok perhatian deh elu ama gue." Jawab Rio mendorong kasar Emilia Sastani sampai wanita usia 35 tahn ini terkena wajan nasi gorengnya.
"Auww..!" Pekik Emila Sastani kepanasan pada siku lengan kanannya yang terkena wajan panas di kompor yang masih menyala.
Rio melengos begitu saja keluar dari dapur dan lari keluar dari rumah dengan mengendarai mobil menuju ke sebuah kafetaria yang masih sepi dan ia memesan kopi capucino.
"Hai Rio kok tumben pagi -pagi sekali kamu ada di kafetaria ku ?" Sapa Adelia gadis sekolah lain yang berkenalan dengan Rio melalui akun Instagram.
"Iya ,aku lagi mo berangkat ke sekolah ku pagi -pagi biar gak terlambat upacara bendera di hari senin." Jawab Rio menyeruput kopi pesanannya.
"Oh gitu..Oke deh kalau gitu aku berangkat ke sekolah dulu ya?!" Kata Adelia keluar dari kafetaria menuju ke parkiran untuk mengambil motornya.
"Adel..Gimana kalau kita pergi ke sekolah bersama -sama ?Bukankah sekolah mu satu arah dengan sekolahku? " Ajak Rio.
"Makasih Rio tapi gak perlu kamu repot -repot karena aku bisa bersekolah dengan motor bebek ku ini."Kata Adelia tersenyum simpul yang mirip dengan senyuman Aurelia sekilas bagi Rio.
"Lia..!"
"Apa Rio ?Ada apa? "
Rio menghampiri Adelia di motor gadis itu lalu ia mendekati Adelia begitu dekat dan mencium bibir Adelia yang mengerjapkan sepasang matanya.
"Ah Adel maafin aku ya ?"
"Eghh enggak kok gak papa..Aku suka kok dengan kamu, Rio." Jawab Adelia merona.
"Kalau begitu mau kah kamu menjadi pacar ku?"
Tanya Rio menyentuh rambut ikal agak coklat Adelia.
"Hmm kalo gitu aku bisa mengantarkanmu pergi ke sekolah bersama dengan ku..Dengan mobilku itu." Kata Rio menggunakan ibu jari menunjuk ke mobil nya.
"Oke." Jawab Adelia turun dari motornya untuk ia bisa masuk ke mobil Rio di samping motornya.
Lalu mobil meluncur ke sekolah Adelia lebih dulu sebelum meluncur ke sekolah Rio yang jaraknya tak jauh juga dan di parkiran mobil di sekolah Rio di temui oleh Susi.
"Rio..Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu?!"
Kata Susi gugup.
Rio menghindari Susi dengan jalan cepat sekali ke dalam kelas.
"Rio.." Gumam Susi sedih di parkiran mobil.
Lazio,Italy.
Sudah satu tahun lamanya Bryan Lin dan Aurelia Anastasya berlibur honeymoon di vila kota Lazio.
"Orang -orang liburan honeymoon minimal 1 bulan atau maksimal 2 bulan..Lah kita sudah 1 tahun di sini."Kata Aurelia Anastasya menaruh benang wol dengan gemas di keranjang.
"Iya karna kau tak bilang kepadaku mau liburan berapa lama ?Aku sih santai sajalah."Kata Bryan Lin memerah susu domba di kandang domba.
"Bwehh bilang saja kamu ingin sampai kita bisa punya anak dulu baru kau mau mengantarkan ku pulang ke Indonesia."Kata Aurelia Anastasya yang merasa Bryan telah menunda -nunda kepulangan dirinya ke Indonesia.
"Punya anak bagaimana ? Kita kan belum pernah melakukan itu..?Ciuman aja kita belum kok.!"Kata Bryan Lin tak mau bilang kalau keluarga Kunming melarang mereka pergi dari vila mereka sebelum mereka membawa pulang bayi dari mereka.
"Kau yang superklasik yang tak mau menyentuh ku sampai aku dewasa katamu..Padahal usia ku sudah 17 tahun dan sekarang aku sudah 18 tahun lebih !Ya aku pikir kamu akan menantiku usia 20 atau 21 tahun untuk kita memperoleh baby."Kata Aurelia Anastasya menimbang keranjang benang wol hasil kerjanya pada hari ini.
"Iya kau benar..Aku ingin sukses dulu barulah kita bisa belajar ciuman dan punya baby seperti daya khayalan mu yang ingin punya baby setampan Lee Min Ho atau secantik Jang Na Ra..Huh suamimu siapa kah ?Lee Min Ho ataukah aku? Dan ,istriku siapa Jang Na Ra ataukah dirimu?" Tutur Bryan Lin menuang hasil perahan susu domba ke dalam drum besar sebelum di olah menjadi susu macam -macam produk.
Aurelia manyun di sindir tajam Bryan Lin yang ternyata bisa juga berdebat dan mengalahkannya dengan tepat.
"Huh..Iya,ya..Kau bawel juga jadi cowok gak kayak yang aku duga selama ini karena ku pikir kamu itu cowok pendiam dan anti ngomong banyak."Kata Aurelia Anastasya membersihkan sarung tangan di keran air di depan pabrik penghasil benang wol sebelum berjalan menuju ke lapangan hijau nan permai.
"Aku pikir kau gadis yang kalem tapi ternyata amat sangat agresif dalam menginginkan sesuatu yang harus di pikirkan dengan matang sebelum menjadi suatu masalah yang fatal di kemudian hari karena kita belum mengenal dan memahami diri kita satu sama lainnya secara dekat tanpa layar laptop atau hp."Kata Bryan Lin berada di belakang Aurelia.
Aurelia berbalik tepat menghadapi Bryan Lin yang menunduk menatap gadis manis nan mungil di hadapannya dan deru angin laut menerpa rambut dan jaket mereka berdua.
Bryan Lin menutupi gadis itu dari angin laut yang dingin melalui jaket tebalnya,ia merapatkan dirinya dengan tubuh mungil Aurelia Anastasya lalu ia tahu bahwa Aurelia ingin kesungguhan hatinya.
"Apakah kau hanya mau melindungi ku dari angin laut saja dan tak ingin hal lainnya?"Tanya Aurelia Anastasya menengadahkan kepala dan wajahnya kepada Bryan Lin yang tinggi dan kekar juga.
"..."
Bryan Lin menundukkan wajahnya dan mencium bibir lembut Aurelia Anastasya untuk pertama kali dalam hidupnya.
"First kiss ku " Kata Bryan Lin menatap bibir manis Aurelia yang basah oleh ciuman kakunya.
"First kiss ku juga." Jawab Aurelia Anastasya yang menginjak sepasang sepatu bot kulit mahal Bryan Lin untuk berdiri sejajar dengan Bryan Lin.
Bersambung..