
Aurelia benar -benar memberikan bekal makan siang Bryan untuk makan siang Bryan kepada Susi untuk sarapan pagi Susi di kampus saat mereka telah sampai di parkiran mobil kampus Ubm.
Bryan yang kesal tak mengucapkan selamat kuliah kepada Aurelia.Ia melajukan mobil silvernya begitu Aurelia dan Susi turun dari mobil sampai Aurelia heran melihat suaminya murung.
"Kenapa Bryan murung gitu ke aku?"Pikir Aurelia.
"Lia..Aku masuk dulu ya ke kelas ku."Kata Susi di pintu gedung Ubm.
"Eh,ya..Susi..Selamat kuliah ,ya?"Sahut Aurelia yang cepat menuju ke gedung Ubm juga.
Di mobil silvernya Bryan menerima panggilan telepon dari Bram yang mengabarkan informasi terkait masalah orang tua Aurelia dengan Kakek Bryan.
"Tuan..Bisnis proyek yang di danai oleh Tuan Mark Lin adalah bisnis ilegal yang di sponsori oleh Tuan Felix Sanders Chou atas rayuan maut Tuan Adi Wijaya yang bermain di belakang layar proyek Xxx yang melanggar kode etik perbisnisan."Kata Bram di telepon mobil canggih Bryan.
"Emmm...Makasih atas informasimu,Bram."Kata Bryan yang langsung menghubungi pengacara perusahaannya untuk menangani masalah bisnis ilegal itu dengan baik sesuai hukum yang berlaku di Indonesia dan Internasional.
Di Kafetaria Sri Rahayu.
Randy hampir melupakan pekerjaannya di kantor perusahaan keluarganya karena ia di sibukkan oleh Adelia yang memintanya untuk menemani Adelia belajar di rumah Adelia.
"Ran,ini aku buatkan teh manis dingin untukmu."
Kata Adelia membawakan nampan isi gelas air teh manis dingin yang di taruh di atas meja tamu di rumah Adelia.
"Ouh,ya makasih Adel."Jawab Randy meminum air teh manis dingin itu tanpa ragu sampai habis.
Lalu 15 menit kemudian Randy merasa dirinya amat mengantuk berat dan ia pun tertidur pulas di sofa ruang tamu di rumah Adelia.
"Ran..Ran kenapa kau tidur di sini?Ayo ke kamarku agar tidurmu nyaman."Ajak Adelia meraih Randy dan mengajak Randy masuk ke kamarnya.
Di sana Adelia berpura-pura telah di nodai oleh Randy sampai Ibu Sri Rahayu menuduh Randy telah mencelakakan putrinya dan memaksa Randy untuk bertanggung jawab kepada Adelia.
"Baiklah..Saya akan bertanggung jawab kepada Adelia secepatnya,jadi Tante Sri tak perlu ragu akan sikap pria sejati saya yang berani berbuat tentu saya juga berani bertanggung jawab."Kata Randy memberikan gelang emas putih di tangan kanannya kepada Adelia.
"Adel,ini anggaplah mahar yang ku berikan kepada kamu sebagai tanda pertunangan kita.Aku janji esok lusa aku akan datang bersama orangtuaku untuk melamar mu sebagai calon istriku dan kita akan melangsungkan pernikahan secepatnya."
Kata Randy tulus hati kepada Adelia.
"Kenapa kita tak menikah di hari ini saja dengan cara keluargaku ?"Tanya Adelia yang tahu kalau Randy sudah bertunangan dengan gadis pilihan orang tua Randy ,dan tentu saja Adelia takkan punya kesempatan emas menjadi orang kaya usai ia di putus dari Rio yang menghamilinya dan ia gagal menjebak Bryan untuk menikahinya.Kini ia tak mau gagal lagi terhadap ambisinya menjadi orang kaya dengan menjebak Randy yang ia tahu mencintainya.
"Hari ini? "Ulang Randy tak percaya Adelia begitu agresif untuk menikahinya.
"Iya..Kalau kau tak merasa keberatan untuk kita bisa menikah hari ini dan kau jadikan aku sebagai isteri kedua mu pun tak masalah asalkan kita bisa resmi menjadi suami-istri."Jawab Adelia pura-pura menangis agar Randy setuju.
"Ummm...Oke tak masalah."Kata Randy memang mencintai Adelia dan berharap kalau Randy bisa menikahi dan memiliki Adelia seutuhnya.
Ibu Sri Rahayu menuruti kemauan anaknya dan ia meminta bantuan pihak keluarganya untuk jadi wali di acara pernikahan putrinya dengan Randy yang di wakili oleh asisten pribadi Randy di rumah Adelia.
Di saat Randy akan mengucapkan janji sucinya di atas surat resmi pernikahan tiba-tiba Randy dapat nada panggilan masuk di hpnya dari Bryan yang menanyakan kapan Bryan bisa bertemu dengan mama nya Bryan,Emilia Sastani.
"Bry ,tunggu dulu ya aku lagi sibuk nih,nanti aku kabari kamu lagi."Jawab Randy yang langsung memutuskan sambungan teleponnya dari Bryan lalu melanjutkan upacara pernikahannya dengan Adelia.
Di Kampus Untar.
Rio berpapasan dengan gadis yang baru saja mau masuk ke dalam lift.
"Rio.."
"Wati..?Apakabar mu ?"Sapa Rio memencetkan tombol lift untuk Wati.
"Kabar ku baik..Kamu?"Sapa balik Wati merona di sapa cowok paling ganteng dan tajir sejabotabek dan sekitarnya.
"Kabarku buruk sekali."Jawab Rio merana saat ia masuk lift bersama dengan Wati.
"Loh kenapa kau bilang kabarmu buruk sekali,Rio? Bukankah selama ini kamu terlihat baik -baik saja dan sempurna sekali hidupmu?"Tanya Wati tak percaya akan ucapan Rio,pasalnya Wati lihat Rio ok saja.
"Jangan lihat aku dari luar saja dong..,Orang lain mana tahu betapa merana nya hidupku di putusin oleh cewek ku sendiri yang sudah aku pacari 3 tahun lebih ,dan sekarang aku jomblo akut."Kata Rio menghela napas berat.
"Ahh..Kamu bisa saja...Kau ini kan ganteng dan tajir banget..,Kamu pasti bisa cari dan temukan cewek yang paling ok dan bisa membahagiakan mu lagi."Kata Wati menggigit bawah bibirnya dan gadis itu berdiri begitu dekat sekali dengan Rio.
"Ummm..Dimanakah aku bisa cari dan temukan cewek paling oke itu dan bisa membahagiakanku lagi?" Tanya Rio menatap lurus Wati.
"Di sini."Jawab Wati pelan menundukkan wajah karena malu.
"Oh ,kamukah cewek paling oke itu?"Tanya Rio yang semakin dekat kepada Wati sampai Wati di pojok kanan dinding lift.
Ting...!!
Pintu lift terbuka dan membebaskan Wati dari Rio yang melihat larinya gadis itu dengan malu -malu tapi mau dengan tatapan mata meremehkan para gadis yang mudah terpesona olehnya.
"Dasar semua cewek itu sama..Sama -sama rendah bagi gue kecuali Aurelia yang nilainya jauh lebih tinggi dari saham papa gue."Kata Rio yang keluar dari lift sambil mengelap bibirnya yang basah karena ciuman panas di lift bersama Wati.
Wati yang akan menuju ke area parkiran mobil di hadang sebuah mobil mewah milik pria asal China yang meminta untuk masuk ke dalam mobil itu.Ia segera memberikan berkas di dalam map warna coklat kepada pria itu.
"Paman Joe..Ini berkas yang paman minta untuk aku serahkan kepada paman."Kata Wati gugup.
"Wati ,aku selain minta berkas ini ,aku juga mau kau melakukan sesuatu untuk ku."Pinta Joe pria asal China usia 35 tahun kepada Wati.
"Iya,Paman Joe mau minta apa kepada Wati?"
Tanya Wati semakin gugup kepada Joe.
"Jangan terlena pada rayuan maut Rio karena kau akan menjadi korban buasnya selanjutnya dan aku tak mau kalau sampai hal itu terjadi kepadamu karena aku akan merasa bersalah dan berdosa besar kepada Papa mu."Jawab Joe dengan nada permintaan yang besar kepada Wati.
"Iya,Paman Joe..Wati akan turuti perkataan dari Paman Joe untuk kebaikan Wati."Kata Wati nada sungguh hati meski Wati sakit hatinya karena ia tak boleh jatuh cinta kepada Rio oleh paman Joe.
Bersambung..!!