
Desa Cisarua,Bogor.
Lucas berdiam diri di warung milik Susi yang telah memberikan anak itu tempat tinggal dan makan.
"Nak ,saya mau membeli biskuit merk roma."Kata pelanggan warung.
"Iya,Pak,silakan."Jawab Lucas.
"Ini ,nak uangnya."Kata pelanggan yang di layani oleh Lucas.
"Makasih,Pak."Kata Lucas ramah dan sopan.
"Lucas..!"Panggil Roni suami Susi dan Ayah dari Bagas dan Metta dari seberang jalan.
"Iya,Pak Roni..Ada apa?"Sahut Lucas yang cepat menyeberangi jalan untuk menemui Roni di toko sepeda.
"Ayo ikut Bapak Roni ke Kantor polisi untuk lapor masalah penculikan mu oleh penjahat yang telah membuang mu di hutan desa Cisarua agar kamu bisa secepatnya berkumpul kembali dengan Ibu kamu di Jakarta."Kata Roni.
"Tapi,Pak ,bagaimana dengan warungnya?"Tanya Lucas ragu.
"Gak usah khawatir karena ada keponakan Bapak yang bernama Herdi yang akan menggantikanmu untuk menjaga warung."Jawab Roni yang sudah menunggu Lucas di sepeda motor.
"Ya,Bapak.Makasih."Kata Lucas yang duduk di belakang Roni.
Jakarta,Indonesia.
Lucia sudah mengganti pakaian seragam Smu dengan pakaian rumahnya.Ia berjalan di tangga untuk menuju ke ruang keluarga untuk menonton televisi program terfavoritnya.
"Rio ,lepaskan aku..!!"
Suara teriakan wanita terdengar oleh Lucia dari kamar pribadi kakaknya.
"Aku mau bertemu dengan Lucas!!"
Teriakan wanita itu sungguh menggugah hati dan Lucia ingin menolong wanita yang di kurung kakak laki -lakinya itu selama berhari -hari selalu berada di kamar itu.
"Aku akan mempertemukanmu dengan Lucas mu asalkan kamu mau menikah dengan ku."Kata Rio dengan negosiasi kepada Aurelia.
"Gak..Aku gak mau menikah dengan seorang pria bajingan gila sepertimu sampai matipun.Aku gak sudi menikah denganmu..!!Kau dengar itu,Rio!!"
Aurelia terus saja menolak tawaran Rio meskipun ia begitu sangat merindukan putranya,Lucas.
"Lucas..Mama yakin kamu baik -baik saja,Nak."
Batin Aurelia terus mendoakan keselamatan dan keamanan Lucas.
"Lia..Aku gak kan pernah mempertemukan kamu dengan putra mu yang berasal dari si sialan Bryan yang meskipun sudah jadi mayat tetap saja terus menghalangi hubungan cinta kita yang terputus oleh kehadiran si berengsek itu."Kata Rio dengan nada bengis kepada Aurelia yang meringkuk di ranjang Rio.
"Dengar Rio..Bryan selalu berada di hatiku sampai kapanpun jua."Kata Aurelia tersenyum mengejek Rio.
Rio berang dan mendorong Aurelia dengan kasar agar Aurelia telentang di ranjangnya.Rio berniat untuk melakukan tindakan asusila kepada Aurelia yang memberontak dengan histeris.
"Rio..Jangan..!!Bryann..Tolong akuuuuu..!!"Teriak Aurelia begitu ketakutan kepada Rio.
Brakk..!!
Bruakk..!!
"Kakak ,kau tak apa -apa?"Tanya Lucia yang telah tiba tepat waktunya.
Lucia mendobrak pintu kamar dan memukul Rio dengan vas bunga hingga Rio pingsan lalu Lucia cepat menolong Aurelia.
"A..Aku tak apa -apa..,Makasih Adik."
"Ya,ok..Kakak sebaiknya kakak cepatlah pergi dari rumah kami."Kata Lucia menarik dan mendorong Aurelia keluar dari kamar.
Aurelia tersentak kaget saat dia terdorong keluar kamar dan menabrak seorang pria muda yang telah menangkap tubuhnya dengan tepat waktu sebelum dirinya jatuh ke lantai.
"Ma..Maafkanlah aku..Aku gak sengaja menabrak dirimu karena aku harus keluar dari rumah ini agar aku bisa segera bertemu dengan putraku lagi yang di pisahkan Rio dari ku."Kata Aurelia menangis.
"Emm..Baiklah ,aku akan membantumu.Ayolah kau ikuti aku ke pintu belakang yang jauh lebih aman."Kata Luis adik nya Irene.
Ruko jalan K.
Ika turun dari lantai atas untuk menemui Adelia di lantai bawah.
"Ma.."
"Ya,Ika."
"Mama..Ika pamit pergi ke tempat les bimbel dulu ya!"Pamit Ika kepada Adelia yang sedang hitung uang di meja kasir tokonya.
"Iya,Ika.Hati-hati di jalan dan jangan lupa kamu harus belajar yang benar kepada guru bimbelmu."
Pesan Adelia kepada Ika.
"Yep,Ma."Sahut Ika menyampirkan tas les bimbel di pundak dan pergi keluar dari Ruko.
Di jalan Ika berpapasan dengan Rudi yang ingin ke ruko nya.
"Hai ,Ika kamu pergi ke les bimbel ,ya?"Sapa Rudi.
"Iya,Oom Rudi."Jawab Ika menyalami Rudi yang senang dengan anak dari pujaan hatinya Adelia.
"Ika,gimana kalo kamu oom anterin pergi ke les bimbel mu?"Tanya Rudi yang memang ingin dekat dengan Ika untuk mendekati Adelia.
"Maaf,Oom Rudi.Ika mau pergi ke les bimbel sama Yuli dan Ecca teman sekolahnya Ika."Jawab Ika.
Rudi menarik napas berat karena ia memang lihat Ika sudah di datangi oleh kedua anak perempuan lain.
"Ya,baiklah ,gak apa Ika..Dah selamat belajar ,ya?"
"Ya,Oom makasih..Dah..!"Sahut Ika berpamitan kepada Rudi.
Rudi memandangi ketiga anak perempuan yang berjalan keluar dari kompleks perempuan mereka menuju ke jalan raya dan di mana ketiga anak itu menyetop mobil angkutan umum lalu satu persatu menaiki angkutan umum.
Drrrtt..!!
Ponsel Rudi berdering di saku celana jeansnya.Ia merogoh ponselnya dari dalam saku lalu ia cepat keluarkan dan melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
Rudi menerima panggilan dari nama yang tertera di ponselnya.
"Iya,halo Pak Benny."Sapanya.
Di Bali,Indonesia.
Benny bersandar pada batang pohon kelapa yang sangat membantunya dari panas terik matahari di tepi pantai Sanur,Bali.
"Rud,gimana proyek udang tambak yang gue kasih tau elu tempo hari ?Jadi,gak?"Tanya Benny yang menerima kelapa muda yang sudah siap di sedot airnya pakai sedotan dari seorang pelayan.
"Jadilah ,Pak Ben.Masa gak jadi sih ,kan?Kita udah sepakat dengan orang China yang waktu itu kita temui di Singapore."Jawab Rudi di ponsel.
"Orang China yang otaknya sedikit sengklek itu."
Kata Benny yang kaget sekali karena orang China yang sedang di bicarakan olehnya dengan Rudi di ponsel telah terlihat olehnya.
"Kenapa mirip dengan suaminya ade gue yang katanya sudah meninggal dunia sekitar 11 tahun yang lalu?"Pikir Benny yang segera memutuskan hubungan ponselnya dengan Rudi untuk Benny bisa memerhatikan pria usia 36 tahun yang duduk di kapal pesiar.
Pria itu sedang berjemur menikmati sinar mentari yang menyorot kepadanya.Ia tersenyum lembut di bibirnya dan sebelah lengannya meraih pinggang seorang wanita muda cantik yang berbaring di sampingnya.
"Ruo Lan,kenapa aku selalu mengingat mimpiku di setiap tidurku?"Tanya pria itu mengernyitkan dahi karena silau mentari.
"Gausah ingat kembali mimpi kosongmu itu jika kau tak bisa mengingat siapa kamu dan orang -orang di mimpimu,Wilson."Jawab Ma Ruo Lan.
"Ummm ,gak bisa gitu dong aku harus lanjutkan hidupku yang kosong selama 11 tahun ini.Aku ini ingin tahu siapa gadis yang selalu menangis dan tertawa di mimpi ku tiap tidurku..!"
Wilson melompat ke air laut berenang usai pria itu berteriak putus asa kepada Ma Ruo Lan yang di kapal pesiar milik pribadinya.Ma Ruo Lan duduk di bagan kapal dengan senyuman yang menyiratkan kebencian mendalam kepada Wilson yang sedang menyelam di dasar laut Bali.
Bersambung..!!