
Rio memerintahkan anak buahnya untuk membuat makam sederhana untuk Irene dan Luis di tempat pemakaman umum di daerah yang tak jauh dari kawasan perumahannya tinggal.
"Pastur Edwin ,apakah Anda sudah siap untuk memberikan doa restu pemberkatan pernikahan ku dengan Aurelia Anastasya calon mempelaiku yang sangat cantik ini?" Tanya Rio yang sudah rapi dengan balutan jas pesta pernikahan yang amat elegan.
Pastur Edwin bisa melihat betapa Aurelia sangat tertekan namun tetap tegas menolak pernikahan yang di paksakan atas kehendak egois Rio yang sangat tak memiliki hati dan perasaan seorang manusia pada umumnya.
"Tuan Rio,pernikahan adalah suatu yang sakral dan suci karena tak bisa sembarangan dan harus berdasarkan cinta dari kedua pihak bukan sepihak saja."Kata Pastur Edwin mencoba untuk memberi wejangan kepada Rio.
"Pastur Edwin ,apakah kau ingin cepat aku kirim ke Surga ?"Tanya Rio dingin sambil menodongkan pistol di pelipis Pastur Edwin.
"Rio..Kau sudah gila ,kau tak bisa memaksakan kehendak mu dengan cara gila mu itu terhadap tiap orang...!!"Bentak Aurelia sambil memeluk bayi perempuan milik Irene kepada Rio.
"Husshh,Lia jangan membentak calon suamimu."
Kata Rio mengangkat tangan untuk membelai rambut Aurelia.
Aurelia menepis tangan Rio dengan kasar sekali sampai Rio marah lalu menjambak rambut Aurelia dan berusaha untuk merebut bayi perempuan itu dari pelukan Aurelia.
"Jangan..!!Kau tak berhak mengambil anak ini dari ku..!!"Bentak Aurelia menendang lutut Rio.
"Hush,jangan kasar terhadap Rio Ferdinan yang akan segera menjadi suami mu,sayang."Kata Rio menarik kaki Aurelia untuk membelai lembut kaki Aurelia.
Aurelia menarik kasar kakinya sampai dirinya dan bayi itu nyaris terjatuh ke kaki sofa jika tidak ada Pastur Edwin yang menahan tubuhnya dengan sigap.
"Ei ,ei lepaskan tangan kotor mu dari Aurelia ku."
Kata Rio mengacungkan pistol ke dahi Pastur.
"Tembak saja saya tak takut mati karena Tuhan pssti akan lindungi saya tetapi Anda akan masuk neraka dunia karena kejahatan Anda,Tuan Rio."
Ucap Pastur Edwin dengan berani.
"Baiklah ,kau menantang ku Pastur sialan..!!"Kata Rio menarik pistolnya dan bersiap untuk tembak dahi Pastur Edwin.
Tetapi..
Dor..!!
Rio terjatuh ke lantai dengan darah bercucuran di lantai.
"Berhenti kalian semua atau kami akan menembak mati kalian semua di tempat seperti yang kami lakukan terhadap Rio Ferdinan majikan kalian..!!"
Seruan tersebut berasal dari pihak kepolisian yang datang melalui laporan yang di berikan oleh Lucas bersama dengan Roni dari Kota Bogor tentang penculikan ,pembuangan serta penyekapan yang dilakukan Rio dan anak buahnya terhadap Aurelia dan Lucas.
Polisi itu segera melakukan investigasi dengan akurat sekali sehingga dapat menyelamatkan Aurelia dan Pastur Edwin serta Lucia tepat waktu sebelum Rio menembak Pastur Edwin.
"Mama..!!"Panggil Lucas menubruk Aurelia.
"Lucas..Anak mama...!!"
Aurelia memeluk Lucas dengan tangisan rindu di kalbunya terhadap putranya ini.
"Kak Lia..!!"Panggil Lucia yang dapat di bebaskan dari kamarnya oleh polisi.
"Pak ,tolong usut juga Pak Gunawan yang tinggal di Kota Surabaya yang berniat ingin melakukan pernikahan ilegal dengan transaksi pernikahan di bawah usia untuk adik saya Lucia ini yang baru berusia 16 tahun dan masih sekolah Smu."Kata Aurelia cepat melaporkan masalah Lucia kepada Polisi yang masih melakukan penyisiran di dalam dan luar rumah kediaman Ferdinan.
"Terimakasih ,Pak Polisi ,Atas bantuannya kepada kami semua sehingga kami dapat selamat."Kata Roni menyalami polisi dengan hormat.
"Ya,sama -sama Pak Roni,Kami hanya melakukan tugas kami sebagai aparat keamanan yang wajib melindungi setiap warga negara Indonesia kapan pun dan di manapun jua."Kata Polisi berwibawa.
Lalu Aurelia mengucapkan terimakasih kepada Roni yang sudah mengantarkan Lucas kepadanya dalam keadaan sehat dan selamat usai polisi telah meninggalan rumah kediaman Ferdinan.
"Sama -sama Lia karena kita bersahabat sejak Smu."Kata Susi yang ternyata datang bersama dengan Bagas dan Metta ke rumah itu.
"Susi..!"
Aurelia memeluk sahabat Smu nya dengan rasa syukur.
"Iya,aku dan keluargaku yang menolong putramu Lucas yang manis ini di desa Cisarua ,Bogor."Kata Susi menceritakan pengalaman pahit Lucas yang berkeliaran di daerah mereka kepada Aurelia.
"Oh,makasih banyak Susi kau sungguh membuat ku tak tahu harus bagaimana untuk membalas budi kebaikan mu kepadaku dan Lucas putraku."
Kata Aurelia berlinang air mata.
"Tak perlu berterimakasih kepadaku,Lia,Karena semua ini adalah jalan kebaikan Tuhan yang telah membuka jalan untuk putra mu terjaga baik dan bertemu dengan ku yang juga akhirnya dapat di pertemukan kembali dengan mu sahabat terbaik ku di dunia."Kata Susi bercucuran air mata pula.
"Sus..Mereka?"Aurelia mengedarkan pandangan keduanya kepada Roni,Bagas dan Metta yang duduk di sofa bersama Pastur Edwin dan Lucia.
"Mereka adalah Roni suamiku ,Bagas dan Metta putra dan putriku ,Lia."Jawab Susi tersenyum pada Aurelia.
"Ma,siapakah nama adik bayi lucu yang berada di pangkuan Mama?"Tanya Lucas menowel halus pipi bayi perempuan milik Irene.
"Mama belum sempat memberikan nama untuk adik bayi lucu yang terlahir dari Tante Irene yang malang itu."Jawab Aurelia merasa iba hatinya.
"Ma,bagaimana kalau Lucas saja yang memberi nama untuk adik bayi ini?"Usul Lucas.
"Emm,ya boleh juga."Jawab Aurelia tertawa kecil.
"Lucas,nama adik bayi perempuan harus cantik seperti namaku Metta tak boleh sembarangan dan asal saja."Ujar Metta menambah keceriaan di sore hari itu.
"Umm."Gumam Lucas memegang dahu dan dahi seakan berpikir keras sampai semua tertawa lihat kejenakaan anak itu.
"Jangan terlalu lama mencarikan nama dan juga jangan terlalu panjang ,Cas,nanti dedeknya tak bisa sempat nulis namanya di kertas ulangannya saat ia sekolah SD."Kata Bagas yang diberikan anggukan setuju dan semangat Lucia.
"Angela."Celetuk Lucas.
"Angela nama yang bagus sekali dan kita semua bisa memanggilnya dengan nama kecil Ela atau Lala."Kata Lucia ,Bagas dan Metta bersamaan.
Aurelia tersenyum bahagia bersama dengan Susi dan Roni serta Pastur Edwin yang melihat anak -anak itu mengajak main bayi perempuan yang kini sebatang kara karena kedua orang tuanya telah tiada.
"Aku akan mengadopsinya untuk menjadi adiknya Lucas."Kata Aurelia yang mengingat amanat yang di akhir hidup Irene pesankan kepadanya.
"Juga adiknya Bagas dan Metta."Kata Roni yang di beri senyuman setuju dari Susi.
"Iya,dia memang adik satu ayah kandung dengan Bagas."Batin Susi berkecamuk seketika itu juga.
Bersambung..!!