MY TRUE LOVE

MY TRUE LOVE
Episode 20.



Jakarta,Indonesia.


Sepulangnya Rio Ferdinan dari liburan akhir tahun bersama dengan keluarganya di Kota Kebumen.Ia sama sekali tak pernah membayangkan bahwa Ia akan kehilangan Aurelia Anastasya selamanya. Ia mengetahui berita Aurelia Anastasya yang sudah di bawa pergi ke China untuk bertunangan dengan cucu pertama Mark Lin Zhen Hua yang tak lain adalah Bryan Lin Xiao Xin kakak tirinya dari pihak mama Emilia Sastani.


"Berengsekkk Bryan sialan..!!Dia seenak saja !!Dia rebut Lia gueee dengan kekayaannyaaa..!!"Teriak Rio Ferdinan marah memukul pohon beringin di sekolahnya.


"Rio sudahlah lupain saja Lia karena dia juga suka kamu."Kata Susi teman sekelas nya dan Aurelia di Sekolah Sma P.H.


"Gak bisa Susi..!!Gue gak bisa lupain Lia..!!Gue udah cinta mati sama dia..!!" Teriak Rio memukuli pohon beringin sampai buku tangannya memar dan berdarah-darah.


"Tapi mulai sekarang loe harus belajar lupain Lia karena dia udah milik orang lain..,Dan elo harus cari cewek lain untuk gantiin cinta elo dari Lia."


Kata Susi memegang bahu Rio.


Rio menarik napas berat dan memandangi Susi di pohon beringin,"Apakah gue harus cari cewek lain buat lupain Lia ?Siapakah cewek itu? Ah!!Jawab!!"


Tuturnya


"Iya ,Rio..Iya,loe harus belajar lupain Lia mulai dari detik ini dan loe bisa pacari Yanti sepupu luar loe di Kebumen."Jawab Susi yang terkejut sekali Rio mendorongnya ke dinding belakang sekolah.


"Gue gak mau pacari Yanti..Gue cuma mau pacari Lia seorang..Titik!!" Teriak Rio berang sampai Susi takut lalu lari meninggalkan Rio.


Terik matahari yang sangat panas sekali dan hati yang panas untuk Rio bertambah saat ia pulang ke rumah nya mendapatkan kabar tentang Eyangnya di Kota Kebumen mau dia bertunangan dengan Yanti.


"Enggak mau ..Rio masih mau sekolah ,Pa."Kata Rio .


"Iya ,Papa tahu ,tapi ini Eyang pengen kamu dan Yanti pertunangan kalau mengenai pernikahan kalian nanti setelah kalian dewasa dan sukses di usia 25 tahunan ,sayang."Kata Ferdinan jelaskan kepada Rio.


"Pa,Rio gak mau tunangan dengan Yanti karena Rio gak suka dia jadi tunangan..!Rio cuma mau Yanti jadi sepupu luar Rio aja..Ayolah ,Pa bilangin ke Eyang kalo Rio mau nya jadi saudara aja ama Yanti."Kata Rio gusar.


"Emm,ya,ya nanti Papa bilang Eyang mu..Sudahlah kamu belajar saja di kamar mu."Kata Ferdinan.


"Papa ,jangan kau paksa Rio untuk sesuatu hal yang tidak di sukainya ,lagipula Rio masih kecil dan ia belum mengerti urusan tunangan dan hal perjodohan yang di lakukan oleh Ayah dan Oom mu di desa Kota Kebumen."Kata Emilia Sastani ikut bergabung di rumah keluarga dengan niatnya ingin membantu Rio tapi Rio malah mendeliknya galak.


"Gak usah sok baik deh ama gue ..Asal loe tau aja ya anak loe tuh udah rebut cewek gue..Lia.!!"Batin Rio marah kepada Emilia Sastani namun Rio tak berani ungkapin marah nya di hadapan papanya.


Rio cuma pergi begitu saja tanpa bicara dengan Emilia Sastani yang peka juga dengan putra tirinya yang entah sedang marah apa kepadanya?Emilia cuna bisa berharap Rio bisa baik lagi kepadanya untuk keharmonisan keluarga mereka.


"Sayang ,bagaimana hasil testpack mu pagi hari tadi ?"Tanya Ferdinan tersenyum sambut istrinya di sofa panjang sambil nonton sepak bola favorit.


"Lihatlah sendiri testpack nya."Jawab Emilia yang duduk di sofa pendek dan ambil botol susu milik Lucia putrinya dengan Ferdinan.


"Oke ,Papa ,aku siap -siap dulu ,ya?"Jawab Emilia yang mengajak Lucia untuk ganti baju ke kamar anak balita 5 tahun itu.


Boston,Usa.


Bryan Lin membuka kembali laptopnya di atas pangkuannya ,ia saat ini jam istirahat kerjanya di kafe.Ia mencari -cari informasi untuk data kuliah nya.


Seseorang mendatangi Bryan Lin dan menaruh satu bungkusan plastik di atas meja tempat Bryan sedang mengerjakan tugas kuliahnya dan orang itu langsung pergi setelah menaruh bungkusan itu di meja.


"Tunggu..Tuan ,apa maksudmu memberiku satu bungkusan plastik terlarang ?" Tanya Bryan Lin.Ia menahan pria asing itu dengan lengannya telah ia julurkan menghadang pria itu pergi.


"Bryan..Kau mau apa melarang tamu kita pergi ?"


Tanya Bos nya di meja kasir.


Pria itu menepis lengan Bryan lalu berlari cepat keluar dari kafe dengan melihat kesempatan baik dari bos nya Bryan menegur Bryan yang melihat isi bungkusan itu adalah bubuk Heroin.


"Eiii..Orang itu memberiku Heroin?Apakah kau dan dia pemakai obat terlarang?"Tanya bosnya datang ke tempatnya.


"Bukan..Aku tak kenal dia..Aku tadi tegur orang itu karena dia memberikan bungkusan ini di meja ku Bos!Aku sedang mengembalikan barangnya tapi anda menegurku dan membuat orang itu kabur begitu saja."Jawab Bryan Lin menunjukkan Cctv di layar meja kasir kepada bosnya.


"Waduh orang itu ingin menjebak mu ,nak.Cepat kau buang barang itu ke tempat sampah atau kau musnahkan saja dan mengenai orang itu akan aku lacak dan kirim dia ke polisi."Kata Bos nya yang amat mempedulikannya.


"Aku tak kan membuang bungkusan ini tapi aku akan berikan bungkusan obat terlarang ini kepada polisi sebagai barang bukti laporan mu mengenai orang asing itu."Kata Bryan Lin yang melihat para rekan kerjanya yang tadinya sedang istirahat di berbagai tempat di Kafe kecil itu kini berkumpul di ruang Kafe.


"Bryan Benar Bos..Kami akan menjadi Saksi untuk kebenaran Bos terhadap orang asing itu."Kata para rekan kerja Bryan Lin.


Bos itu menyetujui dan menghubungi polisi yang cepat datang untuk mendapatkan keterangan dari Bos Kafe mengenai adanya orang asing datang ke kafe dan memberikan bungkusan isi heroin pada Bryan Lin yang menjadi karyawan nya.


"Baiklah ,anda jangan khawatir karena kami pihak kepolisian Kota Boston akan segera menangani kasus ini secepatnya."Kata pihak polisi yang kini sudah mengantongi bukti kuat itu untuk tangkap orang asing itu.


Kota Dali,China.


Andrew Lin menggebrak meja dengan marah di raut wajahnya karena orang suruhannya yang di Kota Boston telah di tangkap polisi Boston dan ia harus segera mencari cara untuk kabur juga dari Kota Dali.


"Aku harus kabur sebelum polisi kota Dali datangi aku karena kasus narkoba di Kota Boston."Kata Andrew Lin yang segera menyamar sebagai orang lain saat polisi menggerebek hotelnya menginap.


Ia melalui jalur tikus untuk kabur tetapi seorang polisi telah menembak kakinya hingga lumpuh dan ia pun tertangkap juga di tempat pelariannya di tepi danau Kota Dali.


Bersambung.