MY TRUE LOVE

MY TRUE LOVE
Episode 37.



Sesudah menyerahkan kasus kecelakaan mobil mewahnya di jalanan tol menuju ke arah ibukota Jakarta kepada pihak kepolisian setempat.Bryan terpaksa menggunakan jasa mobil taxi untuk ia bisa pulang ke rumahnya di kawasan Pik 1 Jakut.


Di pintu utama rumah graha Lin tampaklah Aurelia sedang menunggunya dengan perasaan gelisah memikirkannya yang pulang terlambat dan tidak seperti biasanya ia pulang kerja.


Sesampainya Bryan di rumah itu.Ia segera di sambut hangat oleh Aurelia yang menarik napas lega melihat Bryan pulang ke rumah graha Lin tak kurang apa pun jua.


"Suamiku..Kenapa kau pulang terlambat dan kenapa kamu menggunakan taxi ,di mana mobil kamu?"Tanya Aurelia menyerahkan tas kerja Bryan kepada Bram yang sigap membantunya.


"Aku tadi pergi ke bengkel untuk memperbaiki mobil ku yang ban roda belakangnya bocor.Maaf ya aku telah membuatmu cemas karena aku telah terlambat pulang ke rumah."Jawab Bryan yang di sodorkan handuk dari luar pintu kamar mandi oleh Aurelia.


"Oh ,seharusnya kamu hubungi aku dan kasih tahu aku agar aku tak cemas memikirkan hal yang tidak -tidak karena aku terlalu khawatir akan diri kamu sayang."Kata Aurelia mengambilkan baju rumah milik Bryan dari ruangan baju Bryan dan di tata di tempat tidur mereka di kamar utama di rumah graha Lin.


"Iya,ya,istriku..Aku minta maaf..Ah sekarang aku merasa lapar sekali.."Kata Bryan usai rapi kembali.


"Emmm...Ya,marilah kau makan malam di ruang makan karena aku sudah menyiapkan makanan enak untuk makan malammu."Kata Aurelia yang mengajak Bryan keluar dari kamar mereka untuk turun ke lantai bawah menuju ke ruang makan.


"Wow..Menu apakah itu?"Tanya Bryan setelah dia duduk di kursi kebesarannya di ruangan makan.


"Sayur asem ,emping ,cumi goreng ,ayam goreng dan sambal terasi segar."Jawab Aurelia dengan terampil menyendokkan nasi merah di piring milik Bryan.


"Enakkah sayur asem ini ?"Tanya Bryan ragu.


"Kau coba saja sendiri ,pokoknya di jamin kamu bakal kecanduan masakan khas Indonesia yang aku buatkan untuk mu,suamiku terganteng dan tercinta di dunia."Jawab Aurelia menyiapakan juga mangkuk isi sayur asem di dekat piring nasi milik Bryan.


Bryan mengangguk patuh untuk mencicipi sayur asam karya Aurelia.


"Bagaimana enak gak masakan ku malam ini?"


Tanya Aurelia melihat Bryan makan makanan yang di buatkan olehnya untuk Bryan dengan rasa ingin tahu.


"Emm..Enak sekali dan segar sekali membuatku merasa nyaman sekali dengan rasa asam yang segar dari sayur aneh ini."Jawab Bryan dengan nada iklas dan bersyukur di buatkan makanan oleh Aurelia.


"Oh ,makasih atas pujian mu..Eh besok pagi kamu mau sarapan apa?"Tanya Aurelia usai mereka makan malam.


"Apa sajalah yang penting ok dan bisa di makan olehku."Jawab Bryan menekan tombol lift di sudut koridor aula.


"Emmm..Baiklah..Aku sudah siapkan bahan makanan untuk mu besok sarapan pagi dan kamu punya bekal makan siang di kantor.Ohya apakah besok kamu bisa temani aku ke dokter?"Tanya Aurelia yang mengekori Bryan menuju ke ruangan santai mereka di lantai paling atas rumah graha Lin.


"Ke dokter ?Memangnya kamu kenapa?"Tanya Bryan terkejut dengan raut wajah cemas sekali kepada Aurelia yang menjatuhkan diri di sofa.


"Hmm..Aku tidak kenapa -napa..Aku cuma ingin tahu kenapa bulan ini aku tidak datang haid dan aku khawatir kalau aku ini hamil"Jawab Aurelia.


"Ohhh..Kenapa kau khawatir kalau kamu hamil? Bukankah kamu sudah menikah dan bersuami jadi wajarlah bila kau hamil usai berhubungan intim dengan suami mu pada bulan kemarin?"Tanya Bryan santai sekali sambil minum softdrink dan mengambil remote tv untuk nonton sepak bola di tv.


"Emmm..Kartu ktp mu kau sudah genap 20 tahun dan kau bisa libur dulu kuliahmu selama setahun sampai kamu melahirkan apabila kamu benar -benar hamil usai kita check up di dokter besok pagi."Tutur Bryan menyuap popcorn di mangkuk di atas meja home teaternya ke dalam mulutnya.


"Aku belum siap ,Bry."Kata Aurelia duduk tegak di sofa .


"Siap atau belum siap dirimu,ya resiko kamu yang sudah menikah dan bersuami untuk menjadi ibu hamil dan menyusui anak mu sendiri."Kata Bryan yang mulai memikirkan perasaan cinta Aurelia terhadapnya itu tulus ataukah berdasarkan harta dan status sebagai Nyonya pewaris Keluarga Lin?.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu seakan aku ini makhluk aneh?"Tanya Aurelia terkesiap melihat Bryan menatapnya tajam.


"Aurelia..Aku ingin tahu bagaimana perasaanmu kepadaku ,apakah kau hanya menipuku saja?"Kata Bryan memegang bahu Aurelia dengan kencang.


"Aih..Bry,kau bicara apa sih ?Aduhhh ,bahuku sakit nih..!"Kata Aurelia meringis.


Bryan tak menghiraukan mimik wajah kesakitan Aurelia yang bahunya di cengkeram Bryan begitu kencang.Bryan mendekatkan bibirnya untuk ia bisa mencium bibir lembut Aurelia namun Bryan teringat perkataan Joe Yung sahabatnya yang perhah melihat Aurelia di peluk Rio di parkiran Ubm.


"Ahh..Dasar semua wanita sama saja ,sama -sama cuma mau menjeratku sampai aku lupa daratan dan hancur barulah wanita itu puas hati mempermainkan hidupku.."Kata Bryan di dalam benaknya dan ia melepaskan cengkeramannya di bahu Aurelia dengan kasar sampai Aurelia jatuh dari sofa.


"Auh..Bryan..Kau kesurupan ,ya?"Tegur Aurelia.


Bryan mengacuhkan Aurelia dan pergi dari ruang santai tanpa memperdulikan tatapan mata heran dan bingung Aurelia .


"Dia kenapa sih ?Apakah aku salah ngomong?"


Tanya Aurelia pada dirinya sendiri sambil pegang dadanya sendiri.


Aurelia berdiri dan mengejar Bryan yang menutup pintu kamar mereka di depan wajah Aurelia yang makin panik di kunciin di luar kamar oleh Bryan.


"Bryan..Apakah kamu menyuruhku untuk aku tidur di kamar terpisah?"Tanya Aurelia mengetuk pintu kamar dengan kencang.


Tok,tok,tok!!


Bryan membuka pintu kamar untuk melemparkan bantal dan bedcover kepada Aurelia lalu kembali menutup pintu kamar dengan lebih kencang lagi.


Bruakk..!!


"Ahh..Dia marah karena ucapanku tadi yang takut hamil di usia muda."Kata Aurelia menggigit jarinya dengan gemas karena Bryan merajuk kepadanya pikirnya.


Bryan mengingat kembali masa lampaunya dan ia ingat seseorang yang membuang perasaan cinta di hatinya hanya karena dirinya seorang yang kaku dalam cinta.


"Aku memang tak layak untuk di cintai oleh wanita karena aku ini tak sehebat Rio yang sangat pintar dalam menyenangkan hati wanita.Maka aku tidak pernah heran kalau kau Aurelia tergila -gila kepada Rio.Kau ,Aurelia kau menikah denganku karena papa mu menjual mu kepada Yeye ku untuk bayar hutang usahanya yang nyaris bangkrut karena papa mu memiliki usaha ilegal yang nyaris pula menghancurkan usaha puluhan tahun Yeye ku miliki bukan karena kau cinta kepadaku."Kata Bryan dengan emosi di dalam kamarnya sendiri.


Bersambung..!!