
Benny tetap tak bergeming di tempatnya berdiri di tepi pantai Sanur.Ia semakin heran namun yakin di saat ia berpapasan langsung dengan pria yang ia duga adalah Bryan Lin yang sudah di dengar dan di ketahui olehnya dan keluarga kalau Bryan Lin suami dari adik nya Aurelia telah meninggal dunia sekitar 11 tahun yang lalu.
Kini ,Benny bertemu dengan pria yang mirip sekali dengan Bryan Lin bahkan ia juga mengenali Ma Ruo Lan model cantik kelas Asia yang pernah dia lihat di pesta pernikahan Stephen Lin dengan Yoon Shin Hye seorang selebgram asal Korsel sekitar 11 tahun lalu pula.
"Ma Ruo Lan ,apakah kau masih ingat kepadaku cowok asal Indonesia yang pernah tidur bersama kamu di kapal pesiar di pesta pernikahan mantan tunangan mu yang mengkhianatimu dengan cara menikahi artis selebgram asal Korea Selatan?"
Benny menemui Ma Ruo Lan di lorong menuju ke kamar hotel.
"Kau si bajingan gila yang menyuruh aku untuk aborsi janin yang ku kandung saat itu demi harta dari keluarga Sanders Chou yang mendapatkan 10 persen dari harta Bryan Lin."Kata Ma Ruo Lan.
"Aku bukan ayah kandung dari anak yang dahulu kau kandung itu karena ayah anak mu itu adalah Andrew Lin yang di kabarkan di tembak mati oleh aparat keamanan di China karena kasus Narkoba."
Kata Benny mendorong kasar Ma Ruo Lan ke arah dinding lorong kamar hotel.
"Ben..Lepaskan aku karena aku ini Ma Mei Lan."
Tukas Ma Ruo Lan meringis kesakitan pada tubuh belakangnya yang terhimpit dinding.
"Gue gak peduli elo Ma Ruo Lan atau Ma Mei Lan karena yang gue mau adalah pernyataan dari bibir dan mulut elu mengenai Wilson itu adalah Bryan Lin yang kalian bodohi selama 11 tahun dengan kalian memanfaatkan penyakit hilang ingatannya akibat operasi otak yang gagal."Kata Benny nada bengis kepada Ma Ruo Lan.
"Iya..Ya,dia Bryan Lin."Jawab Ma Ruo Lan dengan nada getir.
"Dia tidak meninggal dunia ?"Tanya Benny.
"Tidak..Aku dan keluarga ku menukar jasad yang mirip dengan Bryan Lin agar seluruh keluarganya percaya kalau Bryan sudah meninggal dunia agar kami sekeluarga bisa membalaskan dendam kami kepada Keluarga Lin melalui bantuan Stephen Lin yang sudah di bebaskan oleh polisi sehabis masa hukumannya."Jawab Ma Ruo Lan karena takut ia menceritakan segala hal di ketahuinya kepada Benny.
Bug..!
Suara tinju begitu keras terdengar oleh Ma Ruo Lan yang kaget melihat Wilson telah mengetahui semua itu melalui percakapannya dengan Benny di lorong kamar hotel.
"Kau..Kau telah menipuku Ma Ruo Lan..!"Teriak Wilson atau Bryan Lin menarik kerah baju Ma Ruo Lan dengan mendorong Benny hingga jatuh ke lantai.
"Wilson kau jangan pernah mempercayai ucapan ku tadi karena aku di ancam oleh orang itu yang mengira aku ini Ma Mei Lan adikku yang sudah lama meninggal dunia akibat pendarahan rahim di saat melahirkan bayi hasil hubungan gelapnya itu dengan Andrew Lin saudara tirimu itu."Kata Ma Ruo Lan dengan licik membalikkan faktanya di hadapan Wilson yang kebingungan karena sakit kepalanya kambuh lagi.
"Wilson ..!Ah bukan Bryan kau tak boleh hidup di dalam tempurung mu lagi..Kau harus sadar ,Bry..!!
Aurelia membutuhkan mu..!Juga anak kalian yang mungkin sekarang ini sangat memerlukan mu..!!"
Suara Benny yang memekakkan telinga Wilson itu dan nama Aurelia sangat terpatri di jiwa Wilson yang tiba -tiba teringat kembali di dalam ingatan tentang Aurelia.
"Aurelia..?!Di manakah Aurelia ku berada?"Cetus Wilson yang memegang dinding untuk menahan dirinya dari gejolak yang menghantuinya.
"Stop..!!Wilson ,tak ada nama Aurelia di hidupmu karena dia itu membohongimu..!"Ma Ruo Lan yang cerdas menuding ke arah Benny yang berdiri di antara keduanya.
Wilson menatap nanar Benny dan Ma Ruo Lan di kedua sisinya lalu dia berlari meninggalkan hotel ke arah pantai dengan perasaan kacau balau dan ia menjatuhkan dirinya di pasir yang menyoroti langit temaram senja.
Sementara itu di Jakarta.Aurelia yang melarikan diri dari rumah Ferdinan dengan bantuan Luis adik ipar Rio di kagetkan dengan suara pistol yang kini menembus punggung Luis.
Dor..!!
"Akhhh...Tidakk..!!"Teriaknya panik.
"Nyonya..Janganlah kau hiraukan aku..!Kau pergi saja dari sini..!Cepat sebelum para anak buah Rio dapat menemukanmu lagi..!"
Luis mencoba untuk menolong Aurelia sekali lagi namun dia pun harus menyerahkan nyawanya di tangan anak buah kakak iparnya yang menembak dirinya di tepi jalan di sekitar perumahan daerah Jaksel.Ia limbung dan menghembuskan napas yang terakhirnya di trotoar itu jua.
Aurelia yang berusaha untuk lari juga berhasil di sergap kembali oleh para anak buah Rio yang kini menyeretnya kembali ke rumah Ferdinan.Ia lihat Rio menjambak rambut Irene yang sedang hamil tua dan memarahi Lucia yang sedang menangis di sofa ruang keluarga.
"Lucia ,gue gak tak menyangka kalau elu adik gue sendiri telah mengkhianati gue abang elu sendiri!
Dengar ya?Gue gak akan pernah memaafkan elu dan gue akan kirim elu kepada Oom Gunawan di Kota Surabaya yang memang sudah membayar gue untuk menikahkan elu dengan dia."Kata Rio.
"Kak Rio ,jangan..Tolong ampunilah Lucia..,Lucia gak mau menikah dengan Oom Gunawan karena Lucia masih mau sekolah,Kak..!!"Jerit Lucia di sofa.
"Bayu,kurung dia di kamarnya sampai orangnya Oom Gunawan datang untuk menjemputnya dari rumah gue."Perintah Rio kepada salah satu anak buahnya yang bernama Bayu.
"Siap,Bos ,saya laksanakan."Sahut Bayu menyeret Lucia untuk di bawa dan di kurung di kamar gadis itu sendiri yang berada di lantai atas.
"Irene,aku menikahi mu karena papa ku bukanlah karena mau gue,jadi elu harus tahan lihat aku Rio hari ini akan menikah dengan Aurelia kesayangan gue ini di hadapan Pastur Edwin yang sudah aku undang ke rumah Ferdinan."Kata Rio tersenyum.
"Aku sungguh menyesal menikah dengan bajingan seperti mu,Rio..!!"Teriak Irene yang makin histeris melihat jenazah Luis adiknya yang telah di bawa di hadapannya oleh para anak buah Rio.
"Tidakk..Luis..!!Huhuhuhhu..!"
Irene menubruk jenazah adiknya dengan histeris dan ia jatuh pingsan saat darah mengalir keluar dari tubuhnya karena ia tidak menyadari kalau ia telah melahirkan seorang bayi perempuan di dekat jasad adiknya sendiri.
Aurelia menangis begitu deras melihat kekejaman Rio terhadap keluarga Rio sendiri demi obsesinya untuk bisa menikahi dirinya.Aurelia merangkak ke dekat bayi perempuan yang penuh darah.
"Aurelia..Lindungi bayi ku..,Dan jangan biarkan si bajingan melukai bayiku..!!Akhh!!"
Pesan terakhir Irene untuk Aurelia sebelum Irene meninggal dunia di samping jenazah Luis yang juga berlumuran darah hingga membanjiri lantai di ruang keluarga dalam rumah kediaman Ferdinan.
Bersambung..!!