MY TRUE LOVE

MY TRUE LOVE
Episode 36.



Sebuah mobil warna silver tiba di parkiran depan sebuah mal ternama di Jakarta.Sosok Bryan Lin turun dari mobil silver dan berjalan masuk ke salah satu restoran ternama di mal itu.


"Hai Bry..Sini..Aku berada di sini.."Seru Joe Yung di kursi ujung meja no.27 restoran tersebut kepada Bryan yang baru saja masuk ke restoran itu.


"Hi..Paman Joe..Makasih ya sudah mengundang ku datang ke acara pribadi Paman Joe dan adik Wati."Kata Bryan Lin mengambil kursi dan duduk di kursi depan Wati.


"Kau pesan dulu makanan dan minuman yang kau mau sebelum kita bahas tentang masalah bisnis kita."Kata Joe Yung yang rupanya sahabat dan juga senior Bryan di kampus H ,Kota Boston,Usa.


"Iya..Makasih Uncle Joe."Jawab Bryan Lin memilih menu makanan dan minuman yang terdaftar pada buku daftar menu pilihan restoran itu yang di antar oleh pelayan restoran kepada Bryan ,Joe Yung dan Wati.


"Wati ,kau juga boleh pesan makanan yang kamu mau serta minuman yang kau inginkan."Kata Joe Yung menyodorkan buku menu restoran itu pada Wati.


"Iya..Uncle Joe makasih..Wati pesan menu yang sama dengan menu pilihan paman Joe saja."Kata


Wati yang selalu mematuhi Joe Yung walinya dan juga calon suaminya.


Di Kediaman Ferdinan.


Ferdinan menjinjing tas kerjanya seusai pria usia 40 tahun ini pulang dinas kerja dari Kota Kyoto.Ia mengecup bibir Emilia seraya mengelus perut buncit Emilia yang kini telah berusia 7 bulan dan Ia mengecup dahi Lucia putri mereka yang berusia 5 tahun.


"Papa...Lucia kangen deh sama papa."Kata Lucia di gendongan Ferdinan.


"Papa juga kangen sama Cia Cia ,Mama Emi,dan kakak Rio juga adiknya Cia Cia di perut Mama Emi.


Ohya di manakah Kak Rio mu ,Cia."Kata Ferdinan.


Ferdinan tak melihat kehadiran putra nya besar dan usia 20 tahun itu di rumahnya untuk sambut kepulangannya ke Indonesia setelah dinas kerja di Kota Kyoto,Jepang selama 3 tahun lebih.


"Kak Rio ,kuliah Pa..Dia juga ada kerja sambilan di Kafetaria milik temannya."Jawab Emilia Sastani di ruang keluarga membawakan nampan piring buah salak,kue mochi dan seteko teh hangat yang di taruh di meja ruang keluarga.


"Ohya?Aku sangat terkejut saat mengetahui Rio ada inisiatif untuk belajar mandi dalam mencari uang untuk keperluannya sendiri."Kata Ferdinan.Ia menerima kue mochi yang di sodorkan Emilia.


"Iya,itu karena Rio sudah besar sekarang dan Rio sudah wajib untuk belajar hidup mandiri apalagi Rio tak lama lagi akan menggantikan mu sebagai Ceo di perusahaanmu."Jawab Emilia Sastani nada keibuan yang kental saat berbicara mengenai Rio kepada Ferdinan.


Rio mendengar pembicaraan antara papa dan ibu tirinya di luar pintu menuju ke dalam rumah.Rio malah menyelinap naik tangga menuju ke kamar tanpa menyapa kepulangan papa nya ke rumah.


"Uh untuk apa kamu pulang ke rumah ini setelah kamu tak lagi menghiraukan putra mu yang lahir dari istri pertama mu sebelum kehadiran wanita murahan itu hadir di hidupmu."Kata Rio kesal dan penuh kebencian mendalam kepada Emilia.


Handphone Rio berdering dari saku celana jeans panjangnya.Rio merogoh saku celana jeansnya dan ia melihat hpnya untuk membaca pesan yang tertulis di layar hpnya.


"Bisa..Jika kau bisa menembak mati Bryan Lin untuk ku.."Tulis Rio dengan luapan emosinya pada hpnya sendiri.


"Hal itu sangat mudah sekali ku lakukan untuk mu tapi aku mau kau kiriman aku uang senilai yang ada di layar hp mu itu."Tulis orang itu.


"Oke..Deal..Kau tembak Bryan sampai dia benar -benar mati lalu kau kirimkan mayatnya kepadaku sebagai bukti kalau kau sudah membereskannya untukku."Tulis Rio dengan gemetaran karena Rio di dera perasan emosi penuh dendam kesumat pada Bryan Lin.


"Iya,pasti kau tenang sajalah.Pokoknya begitu ada uangnya masuk ke kantongku..,Maka aku akan kirimkan bukti kerja ku kepadamu."Tulis orang itu.


"Aku kirim sekarang."Tulis Rio.


"Baik,makasih..Aku kerjakan tugasku dulu malam ini dan esok pagi aku kirim mayat Bryan Lin pada kamu."Tulis orang itu yang mengintai Bryan Lin di kafetaria jalan K.


Sesudah Bryan bertemu dengan Joe Yung dan Wati di kafetaria mal Grand Indonesia.Bryan pun mengendadai mobil sport menuju ke kota Bogor untuk melakukan meninjauan terhadap pabriknya.


Bryan tidak tahu kalau dirinya di ikuti oleh orang yang mengendarai mobil sport pula dari mal itu menuju ke pabriknya.Bryan melihat -lihat barang yang ada di pabriknya yang akan di kirim dan di jual ke luar pulau Jawa.


"Tuan Lin..Permen karet yang rasa blueberry dan permen karet rasa strawberi lebih laris daripada permen karet rasa lain di daerah Bengkulu."Kata kepala pabrik kepada Bryan.


"Kalau permen bulat rasa kopi ini lebih di sukai di daerah apa?"Tanya Bryan mengamati para buruh pabrik yang sibuk memilih permen karet dan juga permen lainnya.


"Permen bulat rasa kopi lebih di sukai di daerah Ibukota Jakarta."Jawab kepala pabrik yang ikuti Bryan melihat cara membuat permen di pabrik itu.


Jam pulang kerja akan tiba yang mengharuskan Bryan segera keluar dari pabrik menuju ke parkir mobilnya di antar kepala pabrik yang lebih paham lingkungan pabrik itu daripada Bryan.


Lalu Bryan pun masuk ke mobilnya yang melaju ke arah Jakarta namun di persimpangan jalan yang mengarah ke arah Jakarta.Mobil Bryan tiba -tiba oleng dan menabrak bahu jalan yang membuat mobil terbalik dan untungnya Bryan cepat keluar dari mobil sebelum mobil meledak.


Bryan melihat sejumlah pengendara lain dan polisi lalu lintas datang ke tkp untuk menanyakan Bryan perihal mobilnya oleng dan terbalik lalu meledak di jalan T.


"Aku juga tidak tahu ,Pak.Sebab saat aku kendarai dari pagi sampai sore ini mobil ku baik -baik saja tapi entah kenapa mendadak miring dan terbalik lalu aku cepat keluar dari mobil ku sebelum mobil aku meledak."Jawab Bryan Lin yang di berikan anggukan dari masyarakat sekitar sebagai saksi mata tkp itu.


"Pak..Ada peluru karet yang saya temukan di bawah ban belakang di samping kanan mobil Pak Bryan ini."Lapor polisi lain kepada polisi pertama.


"Sepertinya ada orang yang menyerang mobil anda untuk mencelakakan anda,Pak Bryan.Apakah anda ingin kami selidiki siapa orang yang ingin mencelakakan anda ?" Tutur polisi pertama nada yakin kepada Bryan.


"Iya,saya mau bantuan pihak kepolisian untuk selidiki orang yang ingin mencelakakanku dan juga menyebabkan banyak masyarakat terganggu karena kecelakaan pada mobil saya itu."Jawab Bryan yang segera membuat laporan kepada pihak polisi yang menyanggupi untuk selidiki dan menangkap orang itu.


Bersambung..