
Kkrriiinngg~~~
tanda bel sekolah mulai.
" pelajaran dah mau mulai kok ni anak belum datang ya ? " ucap Molly dalam hati sambil melihat kursi Jun yang kosong.
" loe di mana Jun ? hari ini mapel pertama Bu Juyen yang ngajar, loe tau kan tu nenek-nenek perawan kalau ngoceh gimana ? " chat Christ kepada Jun.
" sumpah dah ni anak demen banget telat, kebal amat sama hukuman, kayak dia hidup tu untuk nunjukin emang hukum itu nyata, tapi gak guna." ucap Nuel
" sok politik loe, nilain PPKN loe dapat 6 juga bersyukur " Ucap Christ meledek.
" kampret " balas Nuel
" siap " ucap ketua kelas yang menandakan kedatangan guru.
" beri salam " tambah sang ketua kelas
" selamat pagi Bu Juyen " ucap serempak murid-murid.
" pagi anak-anak, sebelum mulai kelas kita akan awali dengan doa, 1 anak maju mewakilkan." ucap Bu Juyen.
di saat yang sama Jun masuk dengan baju yang sedikit berantakan.
" ah, Jun to, kebiasaan ya kamu telat terus" ucap Bu Juyen mengheningkan seisi ruangan.
" kamu pimpin doa " lanjut Bu Juyen.
Jun memasang waja yang tidak senang dan dalam sekejap Jun keluar dari kelas.
" ada lagi yang mau menyusul Jun ? " ucap Bu Juyen yang membuat seisi kelas tertekan.
" saya tidak perduli orang tua kalian sekaya sultan, ataupun orang yang berkuasa, ini sekolah, semua wajib mengikuti peraturan yang telah di tetapkan, jika ada yang tidak suka, silahkan keluar. " ucap Bu Juyen tegas dan penuh penekanan.
" ketua kelas mari pimpin doa " ucap kembali Bu Juyen dengan lembut.
" tu anak kenapa ya ? kesurupan apa gimana ? cuma di suruh doa langsung kabur, ya emang sih dari modelnya aja keliatan anak satan tapi versi gantengnya. " ucap Molly dalam hati.
......................
di sisi lain belakang sekolah, Jun yang sedang asik merokok menerima pesan WhatsApp.
Ting.. bunyi WhatsApp masuk.
" kelas Bu Juyen udah selesai, buru masuk sini. " isi pesan dari Christ.
" oke " balas Jun.
......................
" tugas gua gimana ? " tanya Jun ketus kepada Molly.
" bagus, gitu dong, ada gunanya biar muka loe macam kuda poni " ucap Jun menyindir.
Molly yang mendengar itu merasa sedih, karena dia sadar penampilannya tidak secantik anak-anak di sekolah itu, bahkan di kelasnya.
" gak usah loe pasang muka sedih gitu, jijik gue liatnya. " ucap Jun ketus yang membuat Molly semakin bersedih.
......................
Kkrriiinngg~~~
tanda bel istirahat berbunyi.
" woi, beliin gua ayam KFC bagian paha, minumnya susu melon, gua tunggu di kantin 10 menit lagi. " ucap Jun kepada Molly dan berlalu pergi.
Molly yang bingung dengan tingkah Jun pun mengikuti apa yang di suruh oleh Jun.
" Jun " panggil Nuel.
" apa " jawab Jun singkat.
" loe kenapa " ucap Nuel.
" kenapa ? maksud loe ? " tanya Jun balik
" ya, sikap loe ke Molly. " ucap Nuel.
" sikap gua ke Molly ? kenapa emang ? " ucap Jun yang berpura pura tidak mengerti.
" ayolah men, loe gak biasa begitu, toh Molly juga gak ngegangguin loe kan ? " timpa Christ.
" gak ngeganggu, denger ya ! keberadaan dia aja dah menggangu keindahan alam semesta dan sekarang dia duduk di samping gua, jelas ngeganggu pemandangan gua. " ucap Jun yang membuat si kembar ternganga.
" hati-hati kalau ngomong, gua cuma ngingetin, jangan sampai malah loe yang ke sem-sem sama dia nanti. " ucap Christ meledek.
" idih si bangsat, amit-amit dah,loe nyumpahin gua ? " ucap Jun kesal dan jijik.
" bukan sumpahin, tapi kenyataannya kan emang suka begitu, bad boy jatuh cinta sama.." ucapan Christ yang terpotong oleh Jun.
" elah, gak usah imajinasi aneh-aneh dah loe berdua, jalan cepet, gua dah laper. " ucap Jun yang membuang puntung rokok dan melajukan langkah kakinya menuju kantin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
bab 6 telah selesai.
.
.
.