
"Bry..Aku masuk dulu ,ya?Kau tunggu saja di luar dengan tenang."Kata Aurelia yang akhirnya di anterin Bryan ke rumah sakit untuk check up.
Bryan menunggu dengan sabar sambil melihat hp miliknya sendiri dengan raut wajah marah sekali kepada seseorang yang ada hp nya itu.
"Uncle Stephen ,kau sudah kelewat batas dari kesabaran ku."Kata Bryan di dalam benaknya.
Suara pintu ruang dokter bagian kandungan telah terbuka dan memperlihatkan Aurelia yang sangat kecewa sekali dengan hasil pemeriksaan dirinya seraya berjalan dengan lemas ke depan Bryan.
"Apa hasilnya?"Tanya Bryan mengambil berkas surat hasil pemeriksaan Aurelia dan melihat lalu membacanya sendiri.
"Negatif ,Bry."Jawab Aurelia masam yang kembali mendapatkan berkasnya dari Bryan.
"Iya,sudahlah ,sesuai dengan ucapan mu kemarin malam,jadi kau tak perlu kecewa begitu,jika hasil dari pemeriksaan mu adalah negatif hamil."Kata Bryan tersenyum senang di wajahnya tetapi di dalam hatinya ia kecewa juga.
Aurelia tersindir oleh ucapan Bryan.Ia menjadi marah dan meninggalkan Bryan begitu saja untuk keluar dari rumah sakit segera ,namun setelah Aurelia keluar dari rumah sakit.Dokter Hanisa keluar dari ruangannya dan menemui Bryan Lin.
"Maaf,Tuan Bryan Lin berkas hasil pemeriksaan yang istrimu terima itu adalah hasil pemeriksaan pasien saya yang lain."Kata Dokter Hanisa nada meminta maaf seraya memberikan berkas hasil pemeriksaan Aurelia Anastasya yang asli.
"Apa hasilnya ,Dok?" Tanya Bryan Lin takut hasil tak sesuai dengan harapannya.
"Hasil pemeriksaan istri anda adalah positif hamil usia 4 minggu atau satu bulan tepat ,dan ini obat vitamin serta petunjuk untuk anda bisa menjaga kesehatan istri anda dan calon janin di rahim istri anda."Jawab Dokter Hanisa tersenyum ramah.
Bryan hampir tak percaya dengan perkataan dari Dokter Hanisa.Ia kembali membuka berkas dan melihat serta membaca berkas hasil pemeriksaan Aurelia Anastasya dengan perasaan terharu.
"Aku akan menjadi seorang Papa."Kata Bryan Lin dengan senyuman yang lebar sekali seraya ia terus menjabat tangan Dokter Hanisa dan para staff rumah sakit.
"Terimakasih ,terimakasih..!"Ucapnya riang lalu ia berlari mengejar Aurelia menuju ke parkir mobil.
"Aurelia..Aduh kemana tuh bocah hilangnya?"
Bryan merogoh hp untuk melacak keberadaan Aurelia dengan lebih mudah dan cepat.
"Hmm pergi ke rumah Susi ternyata tuh bocah.Ah yang penting dia aman di rumah Susi.Oke ,aku harus temui Uncle Stephen dan Rio di kantor polisi daerah Kelapa Gading."
Bryan sudah melajukan mobil menuju ke kantor polisi .
"Oom Ferdinan.."Kata Bryan melihat adanya papa tirinya yang datang ke kantor polisi juga.
"Bryan..Syukurlah kau mau juga bertemu Oom Ferdinan."Kata Ferdinan yang mendapatkan telpon dari kantor polisi daerah Kelapa Gading tentang Rio yang bersekongkol dengan Stephen Lin untuk mencelakakan Bryan dan menodai Susi.
"Iya,Oom..Tapi ,aku minta maaf tak bisa cabut laporan ku kepada Polisi untuk Rio."Kata Bryan.
"Ya,Oom tahu Bry."Kata Ferdinan malu.
"Bryan sayang apakah kamu bisa memaafkan Rio untuk mama mu ini?"Suara yang meminta itu telah mengejutkan Bryan yang tak pernah menyangka kalau ia akan bertemu dengan Mamanya,Emilia di kantor polisi.
"Mama.."Kata Bryan nada rindu sekali.
"Bryan ,anak mama Emilia yang sangat baik hati dan penyayang."Kata Emilia Sastani yang juga amat merindukan putranya itu.
Mereka berdua berpelukan cukup lama sampai Polisi membawa Rio untuk bertemu dengan papa dan mamanya di ruang tamu khusus untuk tamu narapidana.
"Dia bukan kakak ku."Jawab Rio mendelik ketus kepada Bryan.
Bryan melihat mama nya memohon untuk Bryan membebaskan Rio dengan mencabut tuntutan Bryan untuk Rio kepada Polisi.Bryan mengerti isi hati mama nya yang ingin perdamaian di antara dirinya dan Rio untuk kebahagiaan mama nya dan keluarga mama nya.
"Pak..Saya ingin mencabut tuntutan saya kepada Tuan Rio Ferdinan.Apakah Bapak Polisi bisa memberikan kemudahan untuk saya mencabut tuntutan saya dengan jalan damai?"
Rio terkesiap mendengar Bryan meminta pihak hukumnya untuk membebaskan Rio Ferdinan dari pihak kepolisian atas tuduhan percobaan untuk membunuh Bryan dengan memerintahkan orang bayaran menembakkan peluru karet ke roda ban belakang samping mobil Bryan saat Bryan pulang dari meninjau pabrik nya di kota Bogor.
"Tentu saja untuk kasus anda bisa pakai jalan damai tetapi untuk kasus Nona Susi Suherman amat sulit di lakukan pembebasan terhadap Tuan Rio Ferdinan."Kata Roy pengacara Bryan Lin untuk di Indonesia.
"Maaf,Ma ,Bryan tak bisa membantu Rio untuk kasus Rio melakukan pemerkosaan terhadap Susi dan hanya Susi yang bisa membebaskannya."Kata Bryan dengan nada minta kepada Emilia Sastani.
"Ya,tak apa..Oom udah cukup bahagia karena kau Bryan mau memaafkan Rio tapi hukum harus Rio jalankan untuk instropeksi semua tindakannya yang sudah melanggar hukum yang berlaku di negara Indonesia."Kata Ferdinan dengan nada tegas.
"Papa tak adil.."Kata Rio yang di bawa kembali ke penjara oleh polisi.
"Pak ,untuk Tuan Stephen Lin.Dia di deportasi ke negara asalnya yang akan memproses hukum untuknya."Kata Roy yang memberikan laporan tentang kasus Stephen Lin kepada Bryan Lin.
"Iya,makasih Roy atas bantuan mu."Jawab Bryan.
"Tuan ,ini ada kiriman untuk anda dari Tuan Muda Stephen Lin sebelum Tuan Stephen di kembalikan ke negara China pada pagi hari ini pukul 7 .15 pagi tadi."Kata Roy memberikan amplop warna coklat tebal kepada Bryan.
Emilia Sastani mengundang Bryan untuk makan siang bersama dengan Ferdinan dan Lucia di rumah Ferdinan.
"Mama,terimakasih sudah mengundang Bryan untuk makan siang bersama Mama ,Oom Ferdinan dan Lucia di rumah Oom Ferdinan yang menjadi impian Bryan selama ini adalah Bryan dapat makan siang bersama Mama."Kata Bryan dengan nada penuh haru dan rindu kepada Emilia Sastani.
"Bry,tolong jangan panggil Oom lagi kepada papa Ferdinan karna papa udah menganggap Bryan anak papa juga."Kata Ferdinan usai mereka makan siang kepada Bryan.
"Iya,Papa Ferdinan makasih sudah menganggap Bryan sebagai anak papa."Kata Bryan dengan nada sopan sekali kepada Ferdinan.
Di rumah kediaman Suherman.
Aurelia menemui Susi yang curhat kepada Aurelia mengenai Susi yang telah ternodai oleh Rio yang sekarang berada di penjara.
"Rio ,tak ku sangka bisa separah itu anaknya kalo udah bertekad kuat namun tekadnya di jalan yang salah."Kata Aurelia memeluk bantal gambar hati milik Susi.
"Iya,Rio melakukan semua ini karena dia terlalu terobsesi oleh mu ,Lia.Dia benar -benar sangat cinta kamu tapi gak bisa memilikimu yang buat ia menjadi tak waras seperti sekarang ini."Kata Susi yang sebenarnya di lubuk hati terdalam mencintai Rio.
"Itu namanya bukan cinta ,Sus.Tapi ambisius yang berubah menjadi obsesi gila.Ahh,sudahlah yang penting Rio sudah mendapatkan hukumannya yang layak di terimanya karena telah membuatmu menderita sebagai korbannya."Kata Aurelia yang merasa kasihan kepada Susi.
"Lia ,bulan depan aku akan menikah dengan Randy cowok pilihan papa ku.Kamu harus datang,ya ke pemberkatan dan juga resepsi pernikahanku bersama Bryan,suamimu."Kata Susi mengambil surat undangan pernikahannya dari meja rias di samping meja lampu ranjang dan memberikan surat itu kepada Aurelia.
"Eh,ya tentu saja aku akan datang bersama Bryan ke acara pemberkatan pernikahan mu dan juga resepsi pernikahan mu dengan Randy,dan aku pun berharap kamu bisa bahagia bersama Randy."Kata Aurelia tulus kepada Susi seraya memeluk Susi dengan sukacita.
Susi mengangguk dengan airmata yang mulai ada di sepasang matanya mengingat dirinya telah berbadan dua akibat perbuatan Rio terhadapnya yang selamanya akan terkubur rapat hingga akhir hayat Susi.
Bersambung..!!