
Sepulang sekolah molly membaringkan dirinya di atas kasur dan melihat langit langit kamarnya dengan tatapan kosong hingga akhirnya tertidur.
"non..non..bangun, non..non.." ucap bibi pengasuh yang berusaha membangunkan molly.
"hhhhmmmm, suara molly yang mulai terbangun dari tidurnya"
Bangun non, ayok mandi lalu makan dahulu, nanti baru lanjut istirahat. "ucap sang bibi pengasuh"
Malas bi, Momo mau istirahat aja, ngantuk banget. " ucap molly malas dengan mata masih tertutup"
Aduh non, nanti kalau non sakit gimana ? ucap kembali sang bibi akan tetapi tidak ada suara lagi yang terdengar dari molly.
Seketika sang bibi penasaran dan mencoba menyentuh tubuh molly.
Aasssttaaaaggaa non panas sekali tubuh non molly." ucap sang bibi yang kaget dengan tingginya suhu tubuh molly."
dengan sigap bibi pengasuh mengambil kompres dan juga memanggil para pelayan lain untuk membantu membersihkan dan menggantikan baju molly serta menelpon dokter pribadi keluarga yang tidak lain paman molly.
Tidak lama dokter sekaligus paman molly datang untuk memeriksa keadaan molly.
Bi, gejala awalnya molly bisa begini gimana ya ? tanya sang dokter kepada bibi pengasuh.
Kurang tau tuan, tadi siang non molly pulang mukanya sudah cape dan masam, lalu tidak keluar kamar sama sekali, hingga malam bibi coba bangunkan, non molly enggan untuk bangun... "ucap bibi pengasuh untuk menjelaskan situasi yang terjadi pada molly."
"Oke bi, saya akan resep untuk bibi beli serta memberikan infus dan vitamin dahulu kepada molly." ucap sang doker.
Baik Tuan, ucap bibi kepada dokter sambil berjalan keluar untuk memberikan obat molly.
Malam pun berlalu..
...****************...
Kkrriiinngg~~~
Bunyi tanda bel sekolah dimulai.
"mana ni anak ?, jam segini belum nongol ?"
dalam hati Jun bergumam.
wooiii.....
suara Christ menyadarkan Jun dari lamunan
ya elu ngapain pagi-pagi gini bengong ? Kesambet loh nanti. ucap nuel
"gw tau ni dia kenapa". ucap Christ membuat nuel penasaran.
kenapa ? tanya nuel dengan penuh penasaran begitu juga Jun yg menatap sinis Christ.
"apa lagi kalau bukan. . . . "Chris menghentikan perkataan nya membuat suasana hening seketika, dan nuel benar benar di buat penasaran dengan apa yg akan di ucapkan Christ hingga membuat kerutan di dahi nuel.
setan, cepetan ngomong bukan apa ?? jangan buat orang emosi karena penasaran deh. "ucap nuel kesal"
ya elah Nu masa Lu gak sadar ada yang kurang ?"ucap Christ"
Apa sih ?, gak jelas lu. "ucap nuel"
Bidadarinya pangeran Jun kan gk dtng hari ini. ucap Christ dengan semangat.
akan tetapi nuel masih kebingungan dengan apa yang di maksud oleh Christ.
ya elah, lemot amat sih lu Nu, siapa Agi kalau bukan Molly. " ucap Chirst"
Oooooo,, Molly toh, iya juga ya..?? hari ini gw gak liat dia loh. "ucap nuel yang penasaran dengan keadaan Molly."
berisik lu berdua, gw laper minggir." ucap Jun kesal, sambil berjalan menuju kantin."
Tungguin dong Jun, kita juga laper." ucap Christ dan Nuel"
di tempat lainnya, Salsa dan Ana yang juga khawatir dengan keadaan Molly mencoba mencari tahu alamat rumah Molly ke wali kelas.
permisi pak Ben, "ucap salsa penuh santun"
iya sa, ada apa ? balas pak Ben
kami boleh tau alamat rumah Molly? ucap salsa
ya, saya sih dapat kabar kalau Molly sedang sakit, maka dari itu dia tidak bisa masuk sekolah, kalian mau berkunjung ke sana ya ? "ucap pak Ben"
iya pak, kita khawatir sama Molly, dah itu Hp dia juga gak bisa di hubungi." ucap ana"
pak Ben memberikan salsa dan Ana alamat rumah Molly.
Christ yang tidak sengaja lewat ruang guru pun mendengar percakapan mereka dan segera berlari memberitahukan info tersebut kepada Jun.