MY TRUE LOVE

MY TRUE LOVE
Episode 19.



Boston ,Usa.


Langit yang sudah menunjukkan jam 12 lewat 30 menit merupakan jam rutinitas dari Bryan Lin untuk pulang kerja sebagai pegawai kafe kecil salah satu sudut kota Boston,Usa.


Seperti biasanya Bryan Lin bersepeda di jalanan khusus untuk jalur sepeda karena kawasan ini adalah kawasan khusus pelajar di seluruh negara Amerika Serikat.


Angin malam menerpa jaket Nike favorit Bryan Lin di sepanjang jalan menuju ke asrama tempatnya tinggal selama menjadi mahasiswa di salah satu universitas ternama di Amerika Serikat.


Drrrrtt!!


Suara ringstone ponselnya berdering dan ia pun menghentikan laju sepedanya tepat di basementi gedung asramanya untuk ia bisa menerima telpon yang berasal dari luar negeri paman sam.


"Iya halo..Wei Li ada apa kau menelponku tengah malam begini?"


Bryan menaruh ponsel di lehernya karena ia sibuk mengambil tas kuliah plus tas kerjanya juga.Ia tersenyum ramah menyapa staff keamanan di pos depan gedung asrama saat ia melewati pos itu ke arah lift.


Kling!!


Lift terbuka dan ia pun masuk ke dalam lift lalu ia tekan tombol lantai atas yang mengarah ke arah bagian tempat tinggalnya.


"Xiao Xin aku tak terima kalau kamu menang dari ku dalam segala hal..Aku akan merebut semua milik mu..Ingat itu." Terdengar suara mabuk dan marah Andrew Lin di hp Bryan Lin.


"Kau bicara apa sih ?? Aku menang apa darimu? Ah?!"


"Ah jangan sok lugu deh kamu !!" Teriak Andrew Lin begitu memekakkan telinga Bryan Lin yang segera menutup hp nya dengan offline.


Kling!!


Pintu lift terbuka ,Bryan keluar dan jalan menuju ke tempat tinggal .


Kunming ,China.


Cuaca terik di pagi hari yang baru bagi Aurelia yang belum terbiasa untuk adaptasi di lingkungan barunya apalagi di rumah asing dan keluarga yang asing serta negara asing pula baginya.


"Papa..Maaf ,Yeye maaf Chen Chen terlambat bangun."Kata Aurelia membungkuk di pintu ruang makan .


"Iya ,tak apa untuk hari pertama sangatlah wajar bagi mu belum adapatasi tetapi untuk hari esok dan berikutnya kamu harus mulai adaptasi untuk rutinitas harian mu sebagai calon cucu menantu Yeye."Jawab Mark Lin menyuruhnya duduk di ruang makan yang berbeda.


"Nona..Anda tidak makan di ruangan yang sama dengan Tuan Besar Senior dan Tuan Besar Junior karena ruangan ini khusus kaum pria bukan untuk kaum wanita di rumah ini."Kata Kepala pelayan di pintu ruangan makan khusus untuk Mark Lin dan Anthony Lin yang menunjukkan penataan ruang makan di rumah itu berbeda dengan penataan dan peraturan di rumah keluarga lainnya.


"Oh ,aku minta maaf ,terimakasih."Kata Aurelia.


Di ruang makan khusus kaum wanita.


Aurelia jumpa dengan Ma Ruo Lan yang duduk di kursi depannya dengan sorotan mata tak suka dengannya.Aurelia tak mempedulikan Ma Ruo Lan dan ia duduk sambil menikmati sarapan paginya yang berupa bubur ,cakwe ,telur mata sapi dan segelas susu kacang kedelai.


"Apakah kau ini tunangan Xiao Xin yang berasal dari Indonesia?" Tanya gadis rambut kuncir dua di kursi ujung kanan dengan wanita tua nan angkuh yang dipanggil Nainai oleh semua wanita muda di sekitar ruangan itu.


"Iya ."Jawab Aurelia sopan.


"Kau harus biasakan diri untuk bangun lebih awal agar bisa sarapan pagi tepat waktu sebelum kami semua datang dan menunggu mu kelaparan di sini terutama Nainai."Kata gadis kuncir dua itu nada angkuh juga.


"Eh ,ya maaf Nainai..Maaf Yiyi.."Kata Aurelia nada begitu sopan sekali.


"Ehemm..Kau masih terlalu muda tapi sudah ada nyali besar sekali untuk menjadi calon istri cucu pertama ku yang tersayang oleh suamiku dan kami semua di sini."Kata Nainai atau Nyonya Besar Lin Xin Ru atau Wang Xin Ru.


"Ya ,tentu saja ia mengharapkan yang ada pada diri Xiao Xin bukan karena Xiao Xin nya yang tak punya selera untuk jadi orang berkelas seperti kita dan selalu mempermalukan Yeye dengan cara hidupnya yang murahan itu ."Kata Fan Fan nama gadis kuncir dua itu.


"Fan Fan jaga nada bicara mu mengenai cucuku atau kau masukkan ke asrama putri di gunung Lao daerah urban."Kata Mark Lin datang ke ruangan itu dengan tiba-tiba dan mengejutkan istri,putri dan para cucu perempuan dan cucu menantunya yang berkumpul di ruangan itu.


"Yeye..Iya..."


"Chen Chen sudah tiba waktu mu untuk pergi ke sekolah."Kata Mark Lin.


Aurelia di antar ke sekolah barunya oleh supir pribadi Bryan Lin yang biasa di panggil Paman Ji dengan menggunakan mobil pribadi Bryan Lin juga yang bermerk bugati warna silver.


Di sekolah barunya Aurelia berkenalan dengan Li Wen Han teman satu barunya yang sangat cantik dan ramah sekali membantunya bisa adaptasi di lingkungan sekolah barunya.


"Chen Chen ayo kita ke kantin untuk makan siang di sana ada banyak menu pilihan tiap harinya."


Ajak Li Wen Han menggandengtangan Aurelia ke arah kantin sekolah.


Di sebuah apartemen yang mewah di kota Dali ada Andrew Lin yang baru saja bangun tidur dan ia di temani oleh orang suruhannya untuk tugas baru yang ia suruh kepada orang suruhannya itu.


"Tuan ini data informasi mengenai asrama tuan muda Xiao Xin di Kota Boston,Usa."Kata orang suruhannya memberikan berkas di map warna ungu kepada Andrew Lin.


Andrew Lin membuka dan membaca berkas itu dengan senyuman sinis nya yang kental dan ia memerintahkan orang suruhannya untuk beli obat untuk Mark Lin.


"Tuan ,obat vitamin otak untuk Tuan Mark Lin akan anda tukar dengan obat pembengkakan jantung."


Kata orang suruhannya takut.


"Iya,kau yang harus lakukan tepat di hari raya tahun baru kami di rumah keluarga Lin di Ibukota Beijing yang menjadi rutinitas tahunan keluarga Lin kuno itu."Kata Andrew Lin menatap tajam orang suruhannya.


"I..Iya Tuan Muda kedua."Jawab Orang suruhan.


Boston,Usa.


Sudah satu bulan lamanya Bryan Lin tak pernah lagi dapat kontak dengan Aurelia Anastasya di Fb dan Line atau yang lainnya.Ia hanya bisa lihat fb Rio yang dekat dengan gadis lain nama Yanti di sebuah desa kecil di kota Kebumen.


Drrrt!!


Hp bunyi dan Bryan menerima telepon dari mama kandungnya yang bernama Emilia Sastani yang kini menjadi mama tiri Rio Ferdinan.


"Halo ,Mama apa kabar ?Apakah mama sehat -sehat saja?" Tanya Bryan Lin di hpnya.


"Halo ,Bry mama sehat kok..Bagaimana kuliah mu nak ?"


"Baik Ma ,pertengahan tahun ini aku akan ikut sidang pertama untuk wisuda kelulusan ku di universitas H dan aku bisa bertemu dengan mama di Indonesia." Jawab Bryan sudah membuatkan rencana usai ia lulus kuliah nya di memo buku hariannya.


"Oh ,apakah tak mau melanjutkan kuliah mu ke jenjang MBA ?"Tanya mama nya di hp.


"Kurasa aku sudah cukup lama sekolah dan kini sudah tiba saatnya bagi ku untuk mencari suatu pengalaman di bidang usaha yang aku rintis sejak awal aku masuk sekolah Smu ,Mama."Jawab Bryan Lin.


"Usaha kecil -kecilan mu itu ,sayang?" Tanya Mama nya.


"Iya Ma meski kecil lumayan kok karena usaha ku sendiri yaitu jerih payah ku sendiri."Jawab Bryan Lin bersemangat.


"Hmm oke mama dukung kamu selalu yang penting kamu senang."Kata mamanya selalu beri ia dukungan moril meskipun tak pernah ia lihat sejak ia balita secara langsung cuma melalui hp saja.


"Makasih Mama..Bry sangat sayang mama."Kata Bryan Lin merasa hangat di dadanya.


"Sama -sama nak..Oh ya kapan nih anak mama terlihat punya pacar ?Ah yang benar saja sudah 20 tahun tapi belum juga pacaran dengan satu pun perempuan?Apakah di China dan Amerika tak ada satupun cewek yang menarik perhatian mu?"


"Ahh Mama..Bry ini ingin sukses dulu barulah aku cari gadis buat nikah bukan pacaran yang tak ada dalam kamus ku."Jawab Bryan Lin terngiang di benaknya figur Aurelia Anastasya di fb lamanya.


"Iya ,ya ,ya Mama tahu kamu anak cowok paling baik di dunia dan kesayangan mama."Kata Mama nya tertawa halus di hp.


"Ya Mama terimakasih."Jawab Bryan Lin yang menutup percakapannya di hp dengan mamanya.


Jakarta,Indonesia.


Bersambung..