
Aurelia Anastasya memulai sebuah kehidupan yang benar -benar yang sama sebelum dirinya menikah dengan Bryan Lin ,yakni seperti masa -masa indahnya bersama teman -teman sekolah SMA nya di Jakarta,Indonesia.
"Kini aku memulai kehidupan sebagai Mahasiswi di Universitas Ubm ,Jakarta Utara."Kata Aurelia di pintu gerbang universitas tersebut.
Ia melangkah begitu tegap dan bersemangat luar biasa bahkan ia dapat menemukan beberapa orang teman di hari pertama kali ia kuliah dan ia sangat bahagia sekali.
"Hi perkenalkan namaku Agustina ,asalku dari kota Jambi dan aku tinggal di daerah kebun jeruk Jakarta Barat." Kata Agustina gadis manis yang di jumpai Aurelia di pintu menuju ke ruang adm.
"Hi, perkenalkan nama ku Rosana ,asalku dari Kota Bandarlampung ,dan aku tinggal di daerah bekasi."
Kata Rosana ,gadis kulit sawo matang yang di jumpai Aurelia saat menuju ke ruang kuliahnya.
"Hai ,namaku Erna Putria ,asalku dari Kota Bandung ,Jawa Barat tapi aku tinggal di daerah slipi ,Jakarta Pusat." Kata Erna Putria ,gadis cantik nan anggun yang di jumpai Aurelia di koridor ke arah ruang eksul.
Sementara itu Bryan Lin melangkah masuk ke sebuah perusahaan di bidang perhotelan dan ia melamar pekerjaan di sana sebagai salah staf di perusahaan itu.
"Dengan prestasi mu di Universitas ternama di USA ,tentu kamu bisa bekerja dengan sangat baik di perusahaan ku ini..Mari silakan ku tunjukkan ruang kerja ku dan semoga kamu bisa nyaman di perusahaan ku."Kata pemilik perusahaan tempat Bryan melamar.
"Iya ,Terimakasih Roy."Jawab Bryan tersenyum.
"Iya ,ya sana bekerjalah dengan baik."Kata Roy yang sebenarnya adalah terbalikannya Bryan Lin cuma Bryan ingin tahu usaha perhotelan dari nol dahulu sebelum ia menduduki jabatan sebagai Ceo pemilik perusahaan perhotelan tersebut.
Bryan mendapat sambutan ramah dari para rekan kerja di ruangan staff biasa saja namun ia juga bisa berteman baik dengan Steve yang bekerja sebagai Cleaning service di perusahaan itu.
"Kerja mu bagus sekali ,Steve..Majulah terus dan yakinlah usaha mu tak kan pernah sia -sia." Kata Bryan ramah menganggap semua karyawan dan karyawati di sana sebagai saudara dan saudari seperjuangannnya untuk memajukan perusahaan perhotelan tersebut.
"Bryan...Kamu orang baru ,ya?" Sapa karyawati cantik yang tagnama adalah Devina Sari.
"Iya ,aku orang baru."Jawab Bryan nada biasa.
"Kalau begitu selamat bekerja,ya ?" Sapa Devina Sari begitu terlalu sopan bagi Bryan Lin.
"Iya,makasih."Jawab Bryan Lin singkat.
Di kafetaria yang tak jauh dari tempat kerja Bryan ada Rio yang sibuk bekerja sambilan untuk bantu Adelia pacar Rio yang menjadi pemilik kafetaria tersebut.
"Rio ,makasih ya sayang atas bantuan mu ,maka kafe ku laris manis." Kata Adelia merangkul Rio.
"Iya ,sama -sama sayang." Jawab Rio mencium Adelia.
"Rio ,ada telepon tuh di hp mu." Kata Bu Sri mama Adelia dari meja kasir.
"Iya ,Tante Sri makasih." Sahut Rio cepat ambil hp nya di loker dekat meja kasir dan melihat nama Emilia Sastani ,mama tirinya.
"Emm ada apa si Buaya Tua telepon gue melalui hp gue lg?!" Pikir Rio sudah kesal aja.
"Ya ,Ma ada apa? "
"Rio ,bisakah kamu menemani mama ke rumah sakit untuk membawa Lucia ke dokter karena papa kalian sedang berada di luar negeri urusan kerja?" Pinta Emilia Sastani dengan nada yang amat mendesak melalui teleponnya kepada Rio.
"Ahh,iya Rio bisa ,mama tunggu aja 5 menit lagi Rio sampai di rumah."Jawab Rio yang entah ada apa dan kenapa ia sangat suka menerima telepon dari Emilia Sastani meskipun ia membenci istri dan ibu tirinya itu.
"Ada masalah apa di rumah mu ?" Tanya Ibu Sri.
"Ohya,sanalah cepat..Hati -hati ya Rio kamu di jalan." Kata Ibu Sri dengan nada tergesa -gesa namun keibuan sekali kepada Rio Ferdinan.
Di universitas Ubm.
Aurelia amat serius belajar dan ia bertekad kuat untuk menyenangkan Bryan Lin yang sudah amat baik sekali membantunya meneruskan studinya untuk masa depannya.
"Aku harus balas budi kepada Bryan..Hmm,apa aku harus belikan dia sesuatu yang spesial untuk hari peringatan dua tahun pernikahan kami."Pikir Aurelia usai kuliah.
"Lia...."
Aurelia menengok cepat mendengar seseorang memanggil nama kecilnya yang biasa ia dengar di Jakarta,Indonesia.
"Susi.."
Aurelia cepat memeluk teman sekolah Sma nya yang ternyata kuliah di universitas yang sama namun beda jurusan saja.
"Kamu ternyata balik lagi ke Jakarta ?Dan ,kamu memilih kuliah di Ubm ?"Tanya Susi saat mereka berbincang -bincang di kafetaria milik Adelia.
"Iya ,karena Bryan ingin mencari mamanya."Jawab Aurelia yang di perhatikan oleh Adelia dari meja kasir dengan raut wajah penasaran sekali.
"Wah ,asyik sekali karena kita bisa pergi jalan -jalan lagi bersama -sama ke keliling mal yang ada di Jakarta ini."Seru Susi sangat gembira dan ia lirik Adelia dengan perasaan senang sekali bisa buat Adelia kalah telak dengan Aurelia yang di cintai Rio kekasihnya Adelia.
"Iya ,eh ngomong -ngomong soal kita bisa keliling mal ?!, Bagaimana kalau hari ini kau temani aku pergi ke mal untuk membelikan hadiah spesial di hari peringatan 2 tahun pernikahan ku dan Bryan?"
Pinta Aurelia usai menghabiskan kue bolu dan teh mocha.
"Iya,boleh juga..Ayo ku temani kamu membelikan hadiah untuk suamimu di mal favorit kita dulu Sma."Jawab Susi riang.
Mereka pun pergi ke mal favorit mereka ,di sana mereka begitu heboh dengan perasaan nostalgia mereka di masa Sma mereka sampai tak sadar waktu pulang mereka sudah terlambat.
Dan,begitu Aurelia pulang ke rumah Graha Lin ,jam malam sudah menunjukkan pukul 10 malam lewat 15 menit sehingga Bryan yang menunggu Aurelia pulang kuliah di jam 6 sore menjadi marah dan kesal.
"Sekarang jam 10.15 malam..?! Kau sudah ku beri kelonggaran untuk kuliah dari jam 9 pagi hingga 6 sore tapi kau sudah melanggar jam pulang mu..Ah aku tak bisa mempercayai sifat yang ternyata suka melanggar peraturan yang di terapkan oleh suamimu sendiri,yaitu aku." Kata Bryan ceramahi Aurelia.
"Aku minta maaf karena aku bertemu dengan Susi teman baik ku di sekolah Sma ku lalu kami pergi ke mal untuk beli ini untuk mu ."Kata Aurelia nada menyesal seraya menyodorkan bungkusan hadiah kepada Bryan.
"Untuk apa hadiah ini kau berikan kepada ku?Aku tak butuh hadiah mu itu." Kata Bryan menolak hadiah dari Aurelia dengan agak ketus.
Aurelia merasa tersinggung dengan nada ketus dan penolakan hadiahnya dari Bryan.
"Kau sungguh tak tahu untuk apa aku berikanmu hadiah ? Apakah kamu sudah melupakan hari apa ini dengan begitu cepat?" Tanya Aurelia sedih dan ia memilih pergi ke kamarnya untuk sembunyikan air matanya dari Bryan.
Bryan terpaku di depan pintu lift menatap kosong bayangan punggung Aurelia melalui kaca lift dan ia segera berbalik untuk memeluk Aurelia dari belakang dan berkata."Aku tidak pernah lupa hari pernikahan kita ..,Aku hanya memikirkan betapa hatiku mencemaskan mu yang tak pulang dari jam 6 sore hari ini aku menantimu ..Apakah kamu tahu betapa aku banyak berpikir hal yang menakutkan yang akan terjadi kepadamu? ,Oh Chen Chen ,aku sangat takut sekali kehilanganmu."
Aurelia menangis begitu pilu dan Bryan memutar balik tubuh Aurelia untuk berhadapan dengannya dan merengkuh wajah Aurelia yang berderai air mata.
Lalu Bryan mengecup lembut air mata Aurelia dengan bibirnya sampai ke bibir lembut gadis itu yang membalas ciumannya dengan sangat halus dan lembut sekali.
Bersambung..